
"Apa Andre masih tidak bisa dihubungi? Coba cari tahu kemana dia dan kenapa dia tidak bisa dihubungi. Cari semua pengikutnya dan tahan semua pengikutnya!" Perintah Radith dengan kesal. Dia ingin segera sampai ke Indonesia. Dia bahkan merasa tak tenang meski pesawat ini privat, dia merasa tak aman dan bisa saja orang yang menganggunya ada juga di pesawat ini. Dia bisa saja merancang perangkap untuk membunuhnya.
"Kami sudah dapatkan lokasi terakhir liontin nyonya Lira. Itu ada di halaman rumah, sepertinya liontin itu dilepas dan tinggal di sana. Apa yang harus kami lakukan?" Tanya pengawal itu yang membuat Radith makin bingung. Tidak ada yang tahu jika di liontin itu terdapat GPs yang terhubung pada Lira.
"Andre, cepat cari dia sampai dapat, lacak semua lokasinya dan jangan biarkan dia pergi. Cepat! Hanya dia yang tahu liontin Lira memiliki gps, jika sampai liontin itu jatuh dengan sengaja, berarti Andre orangnya," ujar Radith dengan wajah yang serius karna marah. Dia tidak akan memaafkan Andre jika lelaki itu terlibat.
"Tuan, lokasi tuan Andre tidak bisa ditemukan karna chip yang ada di tubuhnya sudah dilepas beberapa tahun lalu, jadi kita tidak bisa melacaknya. Tuan Radith juga tidak bisa melacak pengikutnya karna hanya tuan Andre yang bisa melacak mereka, tuan Radith berikan akses penuh pada Tuan Andre untuk mengurus semua anak buahnya."
Jawaban itu membuat Radith makin marah. Dia tidak menyangka orang yang sangat dia percaya justru menjadi ancaman baginya. Dia tidak menyangka Andre akan terlibat dalam masalah ini, meski sisi lain dari dirinya masih berharap dugaan itu salah, dia ingin mempercayai jika andre tidak mungkin mengkhianati dirinya.
"Saya akan meminta pilot untuk memper epat dan segera memberi intruksi pada bandara di Indonesia agar pesawat ini bisa landing di sana. Saya akan atasi semua," ujar pengawal H yang membuat Radith memicingkan mata. Kenapa orang itu mengambil keputusan sendiri tanpa menunggu intruksi darinya? Radith tidak pernah mengijinkan hal seperti itu terjadi.
"Tangkap H, amankan dia, aku harus memastikan dia bukab orang jahat, aku akan membuat dia menyesal jika memang dia terlibat, aku akan lempar dia ke laut," ujar Radith dengan tenang namun menyeramkan. B yang diberi perintah langsung menyergap H, kelas mereka berbeda jauh, H tidak bisa menandingi B dalam segi apapun. H berhasil ditaklukkan dan dibuat berlutut di hadapan Radith.
"Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan? Aku tidak punya banyak waktu, jadi lekas katakan atau aku akan mengambil semua waktumu saat ini juga," ujar Radith yang membuat H ketakutan, namun dia mencoba untuk berpura pura bingung, dia meronta dan meminta ampunan Radith, lalu memberikan klaim jika dia tidak tahu apapun dan tidak bisa mengatakan apapun.
"Aku sudah memberimu pilihan namun kau malah memilih untuk mati. Baiklah, aku akan mengabulkannya. J mungkin senang, setelah ini dia akan naik kelas menggantikanmu," ujar Radith yang memberi tanda pada A dan B untuk melempar H ke laut, Radith sungguh akan melakukan itu karna dia merasa marah dan frustasi pada H.
"Tuan Hobert! Tuan Hobert memintaku untuk melakukan semua ini. Dia memintaku untuk membujuk Nyonya Lira tinggal dan menjalanlan rencananya. Aku menyuntikkan sedikit racun yang tidak mematikan ke tubuh Nathan, jadi dia bisa sakit dan nyonya Lira tidak jadi ikut. Tuan, aku menyesal. Tuan, saya, saya menyesal, ampuni nyawa saya karna saya sangat terpaksa melakukannya!" Teriak orang itu saat sudah ada di dekat pintu pesawat.
"Satu menit, beri alasan kenapa kau terpaksa," ujar Radith yang masih mencoba untuk tenang, meskipun dalam hatinya sudah sangat marah pada orang ini. Dari ratusan orang yang bekerja untuk Radith. A sampai J adalah orang yang paling dia percaya, tentu saja setelah Andre. Mereka adalah orang khusus yang ahli dalam berbagai bidang sehingga bisa sangat membantunya. Jadi dia tidak menyangka ornag yang sangat dia percaya melakukan ini padanya.
"Mereka menemukan keluargaku. Mereka menculikku beberapa hari lalu dan memperlihatkan keluargaku. Mereka akan membunuh keluargaku satu persatu di hadapanku jika aku tidak melakukannya. Dia berkata tidak akan membunuh kalian, jadi aku menyanggupinya. Namun, rencananya tiba tiba berubah, aku, aku harus melakukannya," ujar H yang membuat Radith menyipitkan matanya yang sudah sipit itu.
"Apa kau menemui pilot hendak membunuhnya dan membuat kita semua mati di sini? Apa kau sadar apa yang kau lakukan? Atau kau terlalu bodoh sampai mau melakukannya?" Tanya Radith yang membuat H menangis. Radith bahkan sampai tak menyangka H akan menangis sederas itu.
"Maafkan aku, maaf, ah tidak, saya, maafkan saya, saya baru menyadari hal itu saat sudah di sini, saya baru menyadari bahwa saya juga akan mati jika pesawat ini jatuh, seperti ada orang berbisik di telinga saya untuk melakukannya. Maafkan saya," ujar H yang menbuat Radith menghela napas panjang.
Dia meminta A dan B mendudukkan H di kakinya lagi. Dia menatap H dengan sangat kesal, namun jika alasannya adalah keluarga, Radith jadi cukup mengerti, dia juga akan melakukan segalanya demi keluarganya, meskipun harus membunuh keluarga orang lain. Walau Radith juga menyayangkan orang ini sangat bodoh Dan naif, padahal dia seharusnya orang yang cerdas dan tanggap.
__ADS_1
"Hobert, apakah dia sainganku dalam memperebutkan proyek penting ini?" Tanya Radith pada H, karna dia bahkan tidak mengingat nama rivalnya, dia hanya fokus untuk mendapatkan proyek ini. Dan ternyata bukan, H menggelengkan kepalanya dan yakin itu bukan rivalnya. H juga tidak tahu siapa Hobert sebenarnya.
"Saya bahkan tidak tahu siapa Hobert dan saya juga tidak tahu apakah itu nama asli atau samaran karna semua orang menyebutkan nama itu. Saya benar benar tidak tahu apapun. Saya hanya diletakkan di satu ruangan putih dan mereka mengatakan hal hal aneh, lalu ada dorongan dalam diri saya untuk mengikuti apa yang mereka inginkan," ujar orang itu yang membuat Radith menatap anak buahnya yang lain.
"Sepertinya dia didoktrin atau diberi suatu obat oleh Hobert ini sehingga otaknya tercuci dan dia menuruti semua yang dikatakannya. Untung saja dia tidak bertindak terlalu jauh, jadi pikirannya masih bisa kembali. Apa yang akan anda lakukan pada H? Kami akan langsung melemparnya keluar jika anda memberi perintah," ujar A yang sudah geram dengan orang ini.
"Pastikan anak dan bayiku selamat, aku akan mengampuni nyawamu. Tapi jika mereka tidak selamat, aku akan pastikan, kau akan mengalami kematian yang paling menyakitkan, bahkan kau melihat aku yang jauh lebih sadis dari Hobert, dan jangan lupakan keluargamu, mereka akan mati di depanmu sebelum kau mati, dan aku tak akan mengijinkan kau mati sampai aku merasa siksaan yang kau dapat itu setara."
"Kau tidak mau melihatku melakukan itu kan? Lakukan tugasmu dengan benar kali ini, aku tidak mau ada pengkhianatan lagi, kau tahu, jika Hobert bahkan 200 Hobert pun bukan sainganku, dan kau, bahkan mereka tak akan menolongmu jika aku membunuhmu, jadi jangan macam macam," ujar Radith dengan nada dingin.
Radith sampai di bandara dan bersama dengan 9 pengawal dan 1 pengkhianat. Dia segera pergi ke tempat helikopter dan masuk ke sana, bersama 4 pengawalnya. Pengawal yang lain masuk ke dalam mobil untuk menyusul. Radith pergi ke rumahnya dan memarkirkan helikopter itu ke helipad yang ada di rumahnya. Dan berlari ke dalam rumah itu.
“pastikan tidak ada yang curgia atau bertanya kenapa aku membawa helikopter di sini, kalian ber4 tunggu saja di sini, jika ada petugas keamanan atau polisi, kalian yang mengatasinya,” ujar Radith sebelum benar benar masuk ke dalam rumahnya. Dia langsung berlari ke arah ruang rahasia. Untung saja Radith selalu menyimpan senjata tajam di dekatnya.
“Aiih,” lirihnya saat dia menggoreskan benda tajam itu ke tangannya dan darah mengalir dari sana. Dia meneteskan darah itu ke sebuah wadah dan wadah itu otomatis menyerap darahnya dan pintu rahasia otomatis terbuka. Dia berlari ke sana dan mendengar suara Baby El yang sangat keras. Dia mengambil baby El dan langsung berlari dari sana, otomatis pintu tertutup kembali dalam 30 detik, jadi dia tidak perlu khawatir ruang rahasia ini akan terbongkar.
“H, ini kesempatarn terakhirmu. Aku memberimu waktu 5 menit untuk memikirkan cara bagaimana aku bisa menemukan Lira, jika kau berhasil, aku akan mengampunimu, namun jika kau gagal, aku akan mengurungmu di bawah tanah sampai kau mati,” ujar Radith yang membuat H menegang. Namun dia benar benar berpikir demi bisa menyelamatkan nyawanya di lima menit terakhir ini. Dia mencoba untuk menelusuri apa yang mereka lalui sejak kemarin.
“Liontin nyonya, kita harus menemukan liontin nyonya, karna pasti nanti ada petunjuk,” ujar H yang membuat Radith baru teringat akan hal itu. J menyalakan GPS dan mencari keberadaan liontin itu. mereka berhasil menemukannya dalam waktu singkat, H mencoba untuk membongkar liontin itu, radith membiarkannya saja. Dia menemukan chip Lira ada di sana, namun ada sbuah chip lagi di sana. H memberikan chip itu pada Radith.
“Ini milik Andre. J, kemari, cepat lacak dimana posisi gpsnya,” ujar Radith yang dipatuhi oleh J. mereka menunggu J bekerja, sementara H masih berharap cemas, semoga saja Andre masih bisa ditemukan di dari chip itu, sehingga nyawanya bisa selamat, jika J tidak mendapat apa apa, sudah pasti H mati setelah ini. J sendiri cukup panik karna mereka siburu oleh waktu, semakin lama mereka memecahkan semua ini, semakin berbahaya nyawa Lira.
“ Mereka ada di salah satu pulau di daerah timur. Chip satu lagi yang terhubung di chip ini ada di sana. Ternyata Tuan Andre masih menanam chip lain di tubuhnya, dan chip ini adalah penghubungnya agar orang bisa menemukannya saat dia hilang. Kita bisa menemukan tuan Andre dengan bantuan chip ini,” ujar J yang diangguki oleh Radith, dia menatap H tanpa ekspresi, namun dia mengangguk sebagai ucapan terima kasih.
“paling tidak untuk saat ini, nyawamu terselamatkan. Ingat, aku akan benar benar mengampunimu jika aku bisa menemukan istriku dalam keadaan hidup. Kau harus mengingat hal itu,” ujar Radith yang langsung kembali masuk ke rumahnya untuk menaiki helikopter. Dia bersama B,C,D, dan E masuk ke dalam Helikopter utama yang tadi dia aniki dari bandara. Sementara F,G,H,I,J Masuk ke Helikopter cadangan yang tersimpan di rumah Radith.
Mereka segera pergi dari pulau itu kepulau dimana Andre dideteksi. Radith berharap lelaki itu tidak terlibat dan justru malah membantu istrinya untuk bisa selamat. Dia masih mencoba berpikir positif, namun entah kenapa sulit sekali rasanya. Dia akan merasa sangat kecewa jika memang Andre mengkhianatinya, dia sudah sangat percaya dengan Andre, bahkan menyerahkan semua pekerjaan pentingnya pada Andre saking dia percaya oleh lelaki itu.
“Tuan, sebaiknya kami ada di depan dan tuan turun di pulau lain. Kami takut jika itu adalah jebakan dan Tuan masuk dalam perangkap. Kami akan memastikan semua aman, barulah tuan masuk ke pulau itu. Kami akan memastikan keamanan itu terlebih dahulu,” ujar G yang berkomunikasi pada Radith. Lelaki itu menghela napasnya panjang dan lelah. Dia tidak menyangka akan jadi seperti ini. Dia tidak mau kehilangan salah satu dari mereka.
__ADS_1
“Tidak, jika memang harus mati, aku akan ikut mati bersama kalian. Kalian adalah orang kepercayaanku, bukan kelinci percobaan atau hanya alat yang aku gunakan untuk melindungiku. Kalian akan mempertaruhkan nyawa untuk melindungiku, jadi aku akan memberikan semua yang aku bisa untuk melindungi kalian. Ini adalah misi bunuh diri, aku tidak bisa membiarkan kalian,” uajr Radith yang membuat B sampai J merenung.
“Tuan, kami memang sudah disumpah untuk siap mati demi tuan, kami tidak akan membiarkan tuan terluka. Jika memang tuan berniat untuk mati bersama kami, tuan harus pikirkan bagaimana nasib nyonya, nona muda, tuan muda Sean dan tuan Muda Nathan, tuan tidak bisa mati dan meninggalkan mereka,” ujar C yang membuat Radith berkaca-kaca.
“Benar tuan, kami memang sudah siap untuk mati kapanpun dengan tugas ini. Apa yang tuan berikan mungkin tidak akan kami dapatkan seumur hidup kami jika kami tidak bekerja di sini. Tuan memint akami bergabung saat kami benar benar putus asa dalam hidup. Seolah memang hidup kami tidak ada gunanya lagi, jadi tidak apa apa jika kami mati. Tuan harus pikirkan keluarga inti yang akan hancur jika tuan tiada,” ujar C menimpali.
“Tuan, jika saya diijinkan bicara, saya sangat menyesal dengan semuanya, perkataan teman teman semua membuat saya teringat dan sadar jika memang tuan adalah orang yang menyelamatkan saya sejak awal. Saya salah sudah berkhianat karna takut mati, namun kini, saya siap mati untuk melindungi tuan. Saya akan serahkan nyawa saya sebagai penebusan dosa saya,” ujar H yang membuat Radith makin sedih.
“Sejak kapan kalian mulai memberontak dan tidak menaati apa yang aku katakan? Aku perintahkan kalian untuk tidak membantahku, kalian akan menanggung akibatnya jika kalian membantahku,” ujar Radith yang membuat mereka saling pandang. Namun sepertinya mereka sudah memiliki kesepatakan sendiri.
“Benior B,” panggil J pelan.
“Roger,” lirih B yang langsung berputar arah dan menurunkan helikopter ke pulau terdekat.
“B! APA YANG KAU LAKUKAN! CEPAT TERBANGKAN PESAWAT INI! B! APA KAU INGIN MATI?! B! CEPAT TERBANGKAN! KAU MAU TEMANMU MATI SENDIRIAN?!”
“Maaf tuan, kami akan menerima hukuman karna tidak taat, untuk kali ini, ijinkan kami semua menjadi pemberontak,” ujar G yang mendahului helikopter Radith menuju ke sebuah pulau dimana mereka mendeteksi ada Andre di sana.
“Kalian, kenapa kalian melakukan ini? Kenapa? Kenapa kalian membuatku menjadi manusia jahat dan egois yan hanya menyelamatkan nyawaku sendiri? Kenapa?” tangis Radith pecah melihat anak buahnya yang sampai seperti itu untuk membelanya. Radith tidak bisa menahan rasa sesak di hatinya.
“Sebab tuan adalah orang baik, dan kami siap mempertaruhkan nyawa kami untuk tuan. Kami akan menerima hukuman apapun yang tuan berikan, tapi ijinkan kami melindungi tuan sampai akhir,” ujar C yang diangguki oleh lainnya. Setelah itu mereka terdiam.
~Duaarrr
Zzzzzzzzzzz
Suara ledakan terdengar dari radio di dalam helikopter dan radio pun terputus. Radith menatap pengawalnya dengan tatapan kosong. Mereka seolah tahu apa yang sudah terjadi. Radith langsung terjatuh dan menutup wajahnya rapat rapat.
“Aku bersumpah akan melindungi kalian seperti kalian melindungiku, namun justru aku yang mengantarkan kalian kepada kematian,” lirih Radith tak berdaya.
__ADS_1