Bossy Bos

Bossy Bos
chapt 113


__ADS_3

Malam natal, Sean dan Zia sudah sangat senang karna besok pagi mereka akan melihat apakah santa klaus benar benar datang membawakan hadiah untuk mereka. Radith meminta Sean dan Zia untuk berkumpul di ruang keluarga. Lelaki itu rupanya sudah menyiapkan kejutan untuk anak anaknya. Dia membelikan sebuah pohon natal yang sangat besar, lengkap dengan banyak hiasan yang belum terpasang. Dia juga memiliki pohon natal yang kecil seandainya terlalu melelahkan jika menghias yang besar.


“Malam ini, karna kita akan menyambut santa klaus, papa mau kita semua menghias pohon natal yang ada di hadapan kalian ini. Itu di dalam sana ada banyak hiasannya, jadi kalian tinggal pilih hiasan yang menurut kalian bagus dan memasangnya. Di sini ada 1 pohon utama yang besar sangat ini, nanti mami dan papa yang menghiasnya karna kalian akan kesulitan, nah, yang ini ada dua pohon lain, kalian menghias satu satu ya, nanti kita pajang pohon pohon ini di depan.”


“Apa nanti kita akan pamer ke pengawal Pa? kalau begitu Sean harus membuat yang bagus dan indah, karna kalau Sean gak buat bagus, nanti San bisa diledek sama om om pengawal, ayo Zia, kita lomba, siapa yang paling bagus, dia yang menang,” ujar Sean yang langsung diangguki oleh Zia. Mereka mulai mengambil hiasan dan menghias pohon mereka dengan senang. Akhirnya setelah sekian lama, mereka bisa menjadi keluarga yang bahagia.


“Sean, Zia mau minta yang warna emas, di sini sudah habis, apa Sean mau kasih ke Zia?” tanya Zia yang sudah mengobrak abrik tempat hiasan berwarna emas. Sean dengan senang hati memberikan miliknya, dia kemudian mengambil hiasan berwarna merah dan mulai memasangnya. Sean melihat ke arah Zia yang sudah mundur. Gadis kecil itu tampak mengamati dan menilai apa yang kurang dari pohonnya, dia langsung maju lagi dan memperbaikinya.


“Papa, rasanya Zia memang sangat berbakat dalam hal ini, Sean sudah pasti kalah jika berlomba, apakah Sean boleh menyerah saja? Pasti Zia yang menang,” ujar Sean tak percaya diri. Melihat itu sontak saja Zia jadi sedih, dia tidak melanjutkan pekerjaannya dan langsung berdiri menjauh, dia tersenyum ke arah Sean, jika memang Sean tidak mau menyelesaikan ini, dia juga tidak perlu menyelesaikannya. Dia tidak ingin perkara pohon natal membuat mereka berselisih.


“Memang Zia sangat berbakat dalam hal seperti ini, namun Sean tidak boleh nak menyerah di awal. Ingat ya, Sean itu anak papa dan Mami, Zia juga, kalian harus ingat pesan papa ini ya. Tidak masalah kalau kalian gagal atau kalah, yang menjadi masalah adalah kalian tidak menyelesaikan pertandingan sampai garis akhirnya. Selama kalian sudah memberikan yang terbaik, papa tidak terlalu peduli jika kalian gagal, dan sebaliknya, jika kalian tidak melakukan yang terbaik dan berhasil, papa justru akan merasa kurang puas.


“baiklah baiklah, Zia dan Sean, sekarang kalian lanjutkan mengias pohonnya ya, dan papa Radith ayo pesan pizza saja untuk anak anak, nanti setelah selesai menghias, semua akan mendapatkan Pizza, enak bukan? Tapi kalau yang menghiasnya tidak sampai selesai, tidak akan mendapatkan pizza sepotong pun,” ujar Lira yang membuat Sean dan Zia melongo. Mereka tentu saja mau memakan Pizza itu dengan nikmat, jadi mereka harus melakukannya dengan baik. Sean dan Zia mengangguk paham dan segera melanjutkan pekerjaan mereka.


“Kamu memang mami yang luar biasa buat aku dan anak anak, kamu bisa memikirkan ide yan gsangat bagus dan gak banyak teori kayak aku, aku gak kepikiran kalau membelanjakan anak anak adalah ide yang briliant, kamu emang istri yang sangat bisa aku andalkan. Sayang, kamu emang istri yang paling bisa aku andalkan, terima kasih banyak udah mau hadir dalam hidup aku dan melakukan semua itu untuk aku ya,” ujar radith dengan sangat romantis, namun Lira hanya mengangguk saja.


“Kalau memang merasa sayang dan bersyukur, mending kamu langsung beli pizza aja deh Dith buat aku dan anak anak, biar baby El juga bisa merasakan Pizza yang enak melalui asi mamanya, iya kan? Betul kan? Cakep gak ide aku? Cakep banget lah pasti,” ujar Lira yang membuat Radith menghela napasnya, namun dia segera mengangguk dan pergi dari sana untuk meminta pengawalnya membeli banyak Pizza. Resiko memiliki banyak orang di rumah, dia harus mengeluarkan banyak uang hanya untuk makan.


“Sean mau Pizza yang ekstra keju, Sean suka pizza keju Pa,” sahut Sean yang langsung diangguki oleh Sean, lelaki itu menatap ke arah Zia yang tampak diam saja, padahal pada kesempatan seperti ini, harusnya mereka memanfaatkan dengan meminta sesuatu pada Radith, lelaki itu mengode Zia, namun tampaknya Zia tidak mengerti. Sean sampai menghela napasnya panjang saat mengetahui fakta jika Zia sangat polos dan baik hati, menerima apapun yang diberikan oleh Radith.


“Papa, Zia mau yang pizza dagingnya banyak pa, tapi Zia malu mau ngomong,” ujar Sean lagi yang tentu membuat Zia terkejut, namun tentu saja Radith tahu itu adalah permintaan Sean karna Zia masih merasa malu dan canggung untuk meminta sesuatu darinya. Dia tidak mau merepotkan orang orang yang ada di sini meski sebenarnya Lira dan Radith apalagi Sean sama sekali tidak merasa kerepotan harus mengurusnya dan Sean.

__ADS_1


“Iya, papa akan belikan semua yang ekstra. Sebentar, papa mau panggil semua pengawal biar ikut masuk dan membantu kita untuk menghias pohon dan rumah, kita pesta malam ini, kita akan bersenang senang,” ujar Radith yang membuat Sean, Lira dan Zia bersorak. Mereka sangat senang karna akhirnya mereka bisa bersantai dengan keluarga besar ini untuk waktu yang cukup lama sudah mereka tunggu. Radith langsung keluar dan meminta 5 dari anak buahnya untuk membeli Pizza dan ayam cepat saji untuk mereka makan.


“Sisanya, kalian masuk saja dan makan di dalam, tapi kalian juga bantu ssaya untuk menghias rumah dan pohon natal, apa kalian mau melakukannya?” tanya Radith yang tentu saja langsung disanggupi oleh mereka. Mereka segera masuk ke rumah Radith dan melihat dekorasi yang sudah dibuat oleh Sean dan Zia. Mereka langsung menatap kagum dekorasi itu, membuat Sean dan Zia juga merasa tersipu karenanya.


“Kalian berdua memang anak anak yang hebat, kalian memiliki warna tersendiri dalam membuat dan menghias pohon ini. Saya sangat kagum melihat ini, tuan muda Sean, kau memiliki kepribadian bebas dan ceria, terlihat dari warna yang kau pilih, beragam dan snagat menyenangkan untuk dilihat, kau memang anak yang sangat hebat, yah, anak tuan Radith, tentu saja hebat, tidak ada yang tak hebat,” ujar orang itu yang membuat Sean merasa malu.


“Nona muda Zia juga sama hebatnya, Nona muda memiliki kepribadian yang menawan, elegan dan mahal, terlihat dari warna yang nona pilih, dominan emas dan silver, nona sangat pandai dalam memilih warna yang menggambarkan kesan mewah, nona sangat berbakat untuk itu, nona pasti akan menjadi desainer yang sukses,” ujar pengawal itu yang membuat Zia tersenyum, dia menatap ke arah Sean dan melakukan tos, karna paling tidak mereka berdua sudah melakukan hal yang sangat baik di jalan yang berbeda.


“Kau sangat pandai dalam menilai karakter seseorang, apakah kau memang ada bakat untuk itu? kenapa kau bisa menerawang anak anakku? Menebak kepribadiannya? Apakah kau sudah pernah sekolah atau ikut pendidikan untuk hal itu? aku sangat penasaran,” tanya Radith yang membuat pengawal itu bingung harus menjawab apa. Dia segera menjauh dan menunduk, namun Radith menahannya dan menunggu dia untuk menjawab.


“Saya pernah menyelesaikan pendidikan di bidang psikologi dan memang saya bisa sedikit membaca karakter manusia dari seleranya, seperti nona muda dan tuan muda, namun kemampuan saya tidak sebegitu bagusnya, saya salah sudah lancang dan memuji nona serta tuan muda, saya lancang, saya minta maaf, saya hanya merasa kagum dengan hasil karna nona dan tuan muda, jadi saya berbicara tanpa berpikir,” ujar pengawal itu yang membuat Radith mengangguk paham.


“Saya tidak akan pernah berkhianat dan selalu ada di jalan tuan dan nyonya besar. Tugas saya adalah melindungi nyonya besar dari bahaya dan saya tidak akan melupakan tugas itu tuan, saya akan tetap melakukan tugas saya dengan maksimal. Saya akan mmepertaruhkan hidup saya untuk melindungi keluarga ini tuan,” ujar orang itu yang membuat Lira mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia menatap orang itu dengan kagum.


“Kau pengawalku? Orang orangku? Wah, maaf aku tidak mneghafalmu sebelumnya, namun kau orang yang sangat mengagumkan, aku akan banyak meminta bantuan darimu, aku senang kau ada di pihakku dan menjagaku, siapa namamu?” tanya Lira yang membuat orang itu terdiam dan menatap ke arah Radith. Yah, peraturan dasar, mereka tidak boleh menyebutkan nama asli mereka di depan orang lain, bahkan Radith sendiri tidak mengertahui nama asli mereka.


“Nama saja K nyonya, satu tim dengan L, M, N, O, untuk menjaga nyonya Lira dalam bahaya. Nyonya bisa memanggil saya dengan sebutan K,” uajr orang itu yang tentu tidak membuat Lira puas, namun dia bisa melihat tatapan dingin dari suaminya pada orang itu, membuat Lira sadar dia tidak bisa merusak peraturan hanya karna dia mau, dan malah membahayakan orang lain. Radith memang sangat unik, padahal tidak ada salahnya dia tahu nama orang yang ada di dekatnya.


“Aku memberi nama mereka dengan huruf Abjad karna aku tifak mau menghafal nama mereka semua. Jadi aku harap kau tidak keberatan dan akan melakukan peraturan yang sudah aku buat, aku tidak ingin kau atau siapapun ikut mengacaukannya,” ujar Radith yang diangguki oleh Lira. Dia harus menurut dengan Radith untuk hal ini, karna dia tahu Radith punya banyak pertimbangan sampai harus melakukannya.


“Satu satunya orang yang aku beri nama dan aku panggil namanya adalah Andre, sisanya, mereka hany perlu menggunakan nama samaran karna aku juga tidak mau identitas mereka terbongkar, jadi, mari kita semua memanggil mereka dengan abjad. Untuk pengawalku, mereka bernama A sampai J, dan untuk pengawalmu, mereka bernama K sampai O, untuk pengawal Sean, mereka bernama P sampai T, dan untuk pengawal Zia, mereka bernama U sampai Y dan pengawal Baby El bernama Z, karna pengawalmu juga akan menjaga baby El.”

__ADS_1


“Kamu memang punya pemikiran yang unik, mungkin itu sebabnya aku jatuh cinta ya Dith. Ya sudah, ayo kita lanjutkan, mari kita berpesta semuaaaa,” teriak Lira yang diangguki oleh mereka, mereka segera menempatkan diri dan bersantai, bersenda gurau meski mata mereka tetap mengamati keadaan. Kalau kalau mereka diserang, mereka akan segera tahu dan bertindak.


“Pizza sudah datang, ayo kita istirahat dan makan dulu, sudah, selesai dekorasinya, aku akan meminta orang untuk melakukannya malam ini, jadi kalian tidak perlu mengkhawatirkannya,” ujar Radith yang diangguki oleh pengawal pengawal itu. mereka segera merapat dan makan, mengobrol santai seperti mereka benar benar selayaknya keluarga.


“Om pengawla, Om pengawal namanya siapa?” tanay Sean pada salah satu pengawal muda yang ada di sana. Orang itu tersenyum dan menyebut jika dia adalah M, Sean menangguk setelah tahu nama orang itu adalah M. dia menghitung dari A sampai huruf itu dan dia langsung tersenyum dan menunjuk orang itu dengan ceria.


“Kalau begitu kau adalah pengawal mami, betul kan?” tebak Sean yang langsung diangguki oleh orang itu, Sean mulai menanyai orang orang yang ada di sana dan terkekeh sampai terkikik setelah berhasil menebak posisi mereka satu persatu, setelah lelah, dia segera duduk di pangkuan Radith dan memakan pizza di tangannya. Radith meletakkan Sean di pangkuannya sambil memakan ayam yang sudah dia beli tadi.


“Papa, Sean mau tanya, kenapa papa menamai mereka A sampai Z? dan apakah orang orang itu punya kelasnya sendiri sendiri? Apakah orang itu akan menjadi A semua suatu hari nanti?” tanya Sean yang kali ini membuat Radith bingung bagaimana menjawabnya. Dia segera menatap ke arah mereka satu persatu, lalu menatap ke arah Zia yang paling terakhir.


“Jadi itu dinilai dari kemampuan mereka nak, jika mereka memang layak, mereka bisa saja menggantikan A dan A turun ke Z jika memang dia tak layak. Jadi memang hanya ada satu orang di setiap satu abjasd, kalau ada dua atau lebih, nanti papa bingung dong panggilnya, masak A1, A2, kan aneh,” ujar Radith yang diangguki oleh Sean.


“Jadi kalau begitu, semua pengawal papa ada 10 orang terhebat dari orang orang ini dan pengawal Baby El adalah yang paling tidak hebat?” tanya Sean dengan kritis. Radith bahkan sampai terkejut lelak kecil itu sampai menanyakan hal yang detail begitu.


“yang kamu maksud paling tidak hebat adalah mereka yang paling hebat dari orang orang papa yang lain, dan memang papa mengambil yang lebih hebat lagi, karna papa sering pergi ke luar negeri, jadi papa harus membawa pengawal yang sangat hebat, besok kalau memang Sean memerlukan perlindungan yang hebat, papa pasti akan menyiapkan pengawal yang hebat juga. Yang jelas orang orang papa ini semua hebat, dan siap menjaga kalian dengan baik.”


“Ya, Sean percaya papa tidak akan mengirimkan sembarang orang untuk Sean dan Zia serta Lira, jadi Sean akan selalu aman. Walau Sean tidak tahu kenapa Papa mengirimkan banyak sekali pengawal yang bahkan tidak pernah terlihat di luar rumah, mereka hanya menjaga Sean saat berada di rumah, jadi apa gunanya? Padahal Sean kan tidak kemana mana,” ujar Sean yang membuat Radith tersenyum.


“Kelak kalau Sean sudah besar, Sean pasti bisa mengerti kenapa papa melakukan itu, bagaimana mereka bekerja dan dimana mereka, tapi sekarang, yang penting Sean, Zia, Mami dan tentu saja Baby El, kalian dalam perlindungan yang aman, kalian bisa tumbuh dengan aman saja sudah membuat Papa merasa tenang.


“Sekarang, kalau kalian sudah kenyang, kalian tidur ya, besok kita bangun pagi untuk menyambut hadiah dari santa klaus dan pergi ibadah juga. Ayo, tidur,” pinat Radith yang dituruti oleh Sean dan Zia

__ADS_1


__ADS_2