Bossy Bos

Bossy Bos
Chapt 122


__ADS_3

Radith dan anak buahnya dibawa ke dalam sebuah ruangan. Dia bisa melihat banyak benda aneh yabg ada di sana, sepertinya ini semacam penjara untuk menyiksa seseorang. Dia langsung membayangkan apa yang terjadi pada Lira jika dia dibawa ke tempat ini? Apakah bahkan istrinya masih hidup? Radith tidak bisa berpikir jernih untuk saat ini.


"Selamat siang tuan Radith, gue senang lo bisa kena jebakan dan mengikuti apa yang anah buah gue katakan. Mungkin lo terlalu percaya sama gue, yah, lo harus ingat, terlalu percaya sama orang juga gak baik buat lo," ujar Andre yang membuat rombongan orang di sana tertawa keras, terutama anak buah Andre yang tampak puas sekali bisa menjebak Radith ada di sana.


"Kayaknya semua yang gue kasih masih kurang ya buat Lo Ndre, sampai lo bawa gue dan istri ue ke tempat yang begini. Apa lo sengaja buang petunjuk buat menggiring gue ke sini?" Tanya Radith yang membuat Andre menjentikkan jarinya dengan puas.


"Ya, tuh lo sadar, seharusnya lo sadar dengan tanpa kesulitan lo masuk sampai hampir ke tengah, kenapa lo tetap masuk kayak orang bodoh? Malah lo membuat pekerjaan gue mudah," ujar Andre dengan senyum miringnya. Radith sampai tidak bisa berkata kata lagi, dia masih tidak menyangka Andre akan mengkhianatinya seperti ini, padahal dia sangat percaya pada Andre.


"H, apa lo yang nyuruh H buat nyari kalung itu? Apa lo yang sengaja bikin seolah lo ninggalin jejak karna lo nolong istri gue, padahal lo mau gue ke sini? Dimana Lira? Heh Setan! Dimana Istri Gue??" Tanya Radith yang tidak dijawab oleh Andre. Lelaki itu langsung pergi dari sana dan membuat Radith naik pitam.


"4njing! B4jingan! Set4n Lo Ndre!!! Lo apain istri gue? B4ngsat! Gue gak akan biarin lo hidup kalau lo berani apa apain istri gue. Heh D4kjal! Lo apain istri Gur anjing?!" Bentak Radith sambil meronta, meski dia tahu semua sia sia, dia tidak bisa menggerakkan kursi besi yang kakinya sudah tertanam di lantai dengan tangan dan kaki yang masih terikat kuat.


~plaakk


"Ini bukan Bali, ini bukan Jakarta. Di sana Lo bosnya, tapi di sini, gue lebih berkuasa. Lo bilang gue apa? Anjing? Iya gue anjing, tapi lo T4inya! Gue masih baik gak mau kasih tahu lo kalau Lira udah mati dan dibuang ke laut, tapi karna lo maksa, oke, gue kasih tahu lo, Lira udah mati, udah gue buang ke laut, puas?" Tanya Andre dengan santai dan kembali berbalik setelah membuat sudut bibir Radith berdarah.


Radith terdiam dan mencoba mencerna apa yang Andre katakan. Dia tidak bisa langsung percaya dengan apa yang lelaki itu katakan. Namun melihat kesungguhan Andre, perlahan pertahanan Radith runtuh, dia merasa dunianya hancur seketika dan bahkan tidak punya semangat lagi untuk hidup.


"Mau lo apa? Kenapa lo masuk ke keluarga gue dan menghancurkan semua? Kenapa Ndre? Lo siapa? Kenapa lo begitu?" Tanya Radith yang sudah tak memiliki tenaga, jauh berbeda dari beberapa saat yang lalu. Bahkan Andre pun sampai merasa iba dan menatap Radith dari jauh, dia menghela napasnya dan duduk di kursi yang ada di sana.


"Lo emang baik sama gue, baik banget. Kesalahan yang lo buat adalah lo gak cari tahu siapa gue sebenarnya. Lo gak jauh lebih pintar dari gue, dan yah, kalau sebenarnya orang itu masih bisa lebih sabar, mungkin lo dan Lira akan selamat, tapi karna tuh orang gak sabar, yah terpaksa deh gue percepat dan lakukan ini," ujar Andre tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Karna lo udah baik sama gue, gue janji tidak akan membuat kematian lo menyakitkan. Sebaliknya, gue akan bikin moment mati lo itu cepat, kayak yang klik, udah, lo ada di surga. Anggap itu balas budi atas apa yang udah lo kasih buat gue," ujar Andre yang sampai membuat Radith tak menyangka.


"Ndre, gue bahkan kasih semua ke Lo. Perusahaan, liburan, rumah, semua fasilitas lengkap, bahkan lo udah gak perlu ijin gue buat keluarin uang pribadi gue. Kenapa Ndre? Apa yang udah gue lakukan sampai lo kayak gini teganya ke gue?" Tanya Radith lagi. Andre sampai tak bisa menjawab kali ini.


"Seandainya gue buat Andre, gue akan sangat berhutang budi ke lo, seandainya gue gak ada tugas ini dari awal, gue akan memuja lo sampai akhir, ada di pihak lo dari awal sampai sekarang. Tapi yah, karna tuan gue beda, ya gue harus ikutin dong," ujar Andre yang sekali lagi, tidak adw beban sama sekali dalam menyampaikan.


"Tuan muda Andre, tuan besar Hobert sebentar lagi datang, kami minta tuan bersiap untuk bertemu dengan tuan besar. Kami akan menyiapkan semua berkas mengalihan kekuasaan seluruh harta Galeno kepada keluarga tuan Hobert, jadi tuan bisa mengobrol santai dulu dengan tuan Hobert," ujar orang itu yang diangguki oleh Andre.

__ADS_1


"Lo? Lo udah ketemu sama dia? Lo udah ketemu sama B4jingan yang buat rencana ini Ndre? Lo ada di pihak gue kan Ndre?" Tanya Radith yang membuat Andre mengode anak buahnya dan langsung memukuli Radith sampai Andre mengatakan untuk berhenti. Lelaki itu hendak pergi, namun dia membalikkan langkahnya.


"Jangan pernah berpikir semua orang ada di pihak lo, termasuk gue. Karna bagaimanapun, gue akan selalu ada di pihak bapak kandung gue. Jadi lo, jangan berharap lo bakal keluar dari sini hidup hidup, gue akan membuat lo menemui istri lo di surga sana," ujar Andre yang maskin membuat Radith tak karuan.


"Bokap kandung? Tuan Hobert bokap lo Ndre? Lo bercanda kan?" Tanya Radith dengan tak percaya. Andre tak mau ambil pusing, dia langsung pergi dari sana tanpa mengatakan apapun lagi. Dia meminta pengawalnya untuk menjaga Radith agar lelaki itu tak mati.


"Kita butuh tanda tangan di atas materai dan cap perusahaan, jadi kalau dia mati, semua itu tidak bisa dilakukan. Saya akan menemui papa, kalian jaga dia agar tetap hidup. Jangan lakukan apapun sampai saya beri intruksi selanjutnya, jika kalian melanggar, kalian yang akan menggantikan kematian dia, mengerti?" Tanya Andre dengan tegas dan langsung pergi dari sana.


Radith yang masih duduk di sana pun hanya bisa melamun. Dia tidak menyangka hidupnya akan serumit itu. Dia bahkan masih tidak percaya Andre adalah pengkhianat yang sebenarnya. Bagaimana mungkin orang yang sangat dia percaya malah menusuknya dari jarak yang paling dekat?


Lukanya paling dalam dan bahkan sudah membunuh Radith yang masih hidup dengan kepercayaan yang dihancurkan begitu saja.


"Lo harus gimana sekarang Dith? Lo hancur, lo pasti mati," lirih lelaki itu pelan dan frustasi.


"Gak gak gak, gue gak bisa mati sekarang, ayo dith, ayo Radith lo masih punya otak, lo harus bisa mikir harus melakukab apa sekarang, ayo mikir, ayo, apa yang mau lo lakukan sekarang? Lo, Lo harus bisa mikir Dith, ayo ayo, Lo mikir," ujar Radith yang memaksa dirinya sendiri untuk bisa menemukan sebuah ide yang akan menyelamatkan dirinya dari petaka ini.


***


“Hahahaha. Kau bekerja dengan baik, namun aku harus turun tangan sendiri karna kau bahkan memerlukan waktu sangat lama untuk menghancurkannya. Namun aku memaafkanmu, aku sudah puas hanya dengan melihatnya ada di kursi itu,” ujar tuan Hobert yang sudah masuk ke ruang penjara yang ada di sana. Andre tertawa mendengar pujian itu.


“Aku harus memastikan dia percaya padaku agar bisa sampai di tempat ini. Dan yah, mendapat kepercayaan darinya tidaklah mudah. Anda tahu sendiri hal itu bukan? Dia sangat menyeleksi siapa sja yang boleh ada di sisinya. Nasib baik aku sudah ada di tempat itu sejak dia belum berjaya,” ujar Andre yang diangguki oleh tuan Hobert.


“Jika saja kau tidak mengubah peraturan sialan itu, aku sudah akan membunuhmu dan mengambil cap darah darimu, namun karna kau mengubahnya, aku harus membiarkanmu hidup sampai saat ini. Aku akan memberikan kematian yang mudah untukmu, asal kau mau menandatangani kertas ini dan menyerahkan semua padaku,” ujar orang itu yang membuat Radith menatapnya dengan senyum miring.


“Ambil saja semua, istriku sudah mati, tidak ada hal lain yang bisa membuatku bertahan hidup. Kau ingin semua hartaku? Ambillah, aku tidak akan melarangnya. Berikan kertas itu dan cepat bunuh aku!!” teriak Radith yang membuat tuan Hobert terpana. Namun ada wajah kecewa terpancar dari rautnya. Dia menatap ke arah Andre.


“Apa kau sungguh sudah membunuh istrinya? Seharusnya kau tidak melakukan itu, seharusnya kau bawa wanita itu ke sini, aku ingin melihat perlawanan, aku tidak suka sesuatu yang mudah. Ini tidak menarik,” ujar tuan Hobert yang membuat Andre terkejut, tentu saja dia bingung dengan pernyataan itu. bukankah ini yang sudah dia tunggu untuk waktu yang lama?


“Bukankah tuan yang memintaku untuk menyingkirkan wanita itu? aku sudah melakukan ynag anda minta, apakah aku melakukan kesalahan?” tanya Andre yang dijawab gelengan kepala oleh tuan Hobert. Dia memang sudah memberi intruksi pada Andre untuk melakukan itu, dia hanya tidak menyangka Radith menyerah semudah itu hanya karna istrinya sudah tewas.

__ADS_1


“Hmm, baiklah, aku tahu dia punya dua anak kan? Bawa saja dua anak itu ke sini dan aku ingin lihat, apakah dia masih bersuka rela mati jika tahu anak anaknya akan tersiksa?” tanya Tuan Hobert yang membuat Radith mendongak dan melotot. Hal itu membuat tuan Hobert tertawa puas, dia berhasil memancing reaksi dari Radith.


“Kedua anaknya ada di bawah pengawasan keluarga Wilkinson. Akan menjadi bahaya jika kita berurusan dengan tuan Wilkinson. Lebih baik kita segera akhiri dan pergi ke luar negeri untuk sementara waktu, sebelum berita ini sampai ke telinga tuan Wilkinson dan semua jadi berantakan,” usul Andre yang tentu membuat tuan Hobert menghela napasnya. Dia ingin menyaksikan pertunjukan lebih lagi, namun dia tahu mereka akan berada dalam bahaya jika melakukan hal itu, karna tuan Wilkinson tak akan tinggal diam.


“Baiklah, minta tanda tangannya dan cap kertas itu, lalu bunuh dia dengan cepat karna aku sudah berjanji akan memberinya kematian yang mudah, aku harus menepati janjiku padanya,” ujar tuan Hobert yang langsung diangguki oleh Andre. Lelaki itu segera memaksa Radith untuk membubuhkan tanda tangan, namun masih ada perlawanan dari Radith.


“Percayalah padaku,” bisik Andre sangat pelan. Radith bisa mendengar hal itu, dia mendongak, namun Andre hanya melihat ke arah tangannya yang masih belum mau memegang pena. Radith langsung memegang pena itu dan menandatangani kertas itu. Andre tersenyum dan langsung membawa kertas itu ke tuan Hobert yang tampak puas dengan Radith yang mau menurut. Andre memberi cap pada kertas itu dan memberikannya pada tuan Hobert.


“Bagus, sisanya aku serahkan padamu, aku memberimu kuasa untuk membunuhnya. Kau bisa membunuhnya,” ujar tuan Hobert yang langsung pergi dari sana. Andre langsung mengambil pistol dan mengarahkan ke arah Radith. Dia tersenyum dan melihat tuan Hobert mulai berjalan menjauh.


“Terima kasih untuk semua yang sudah kau beri padaku, kini waktumu sudah habis, kau akan pergi,” ujar Andre pelan, namun masih bisa didengar oleh semua orang, tak lama setelahnya, dia langsung menarik pelatuk pistolnya. Radith sudah memejamkan mata dan bersiap untuk hidupnya diambil oleh Andre, dia sudah pasrah dan akan menganggap semua ini menjadi kesalahannya karna percaya pada orang yang salah.


~Dorrr


Tumbanglah seseorang yang dibidik oleh Andre. Lelaki itu tampak menitikkan satu butir air mata, dia merasa bersalah karna sudah membunuh orang yang sangat berjasa dalam hidupnya, membantunya untuk bisa bertahan sampai sejauh ini. Dia menatap semua orang yang ada di sana, lalu menatap satu persatu pengawal Radith yang ada di sana.


“Bos kalian sudah mati, jika kalian masih mau hidup, kalian letakkan semua senjata kalian, percuma juga, tidak ada orang yang kalian turuti, jadi lebih baik kalian menyerah dan hidup dengan nyaman. Tidak sulit bukan? Lepaskan, dan menyerah, aku akan mengampuni nyawa kalian,” ujar Andre yang juga melepas senjata yang dia pegang.


Mereka menuruti apa yang Andre katakan, meletakkan senjata mereka dan berlutut. Pengawal Andre mengecek senjata yang ada di tubuh mereka dan memastikan mereka bersih, lalu membawa semuanya keluar dari dalam sana. Andre menatap mayat yang kepalanya sudah berlubang itu, dia tidak menyangka menjadi monster pembunuh hari ini.


“Hai bos, ayo pulang,” ujar Andre yang melepaskan ikatan orang yang duduk di kursi itu. orang itu sudah menundukkan kepalanya, Andre melepas ikatan tangan dan kakinya dan Andre menangkap tubuh yang tak bergerak itu. Andre menarik napasnya berkali kali, dia menatap wajah Radith dengan mata yang sudah merah karna habis menangis.


“Setan lo anjing,” desis Radith yang membuat Andre terkekeh. Andre membantu Radith untuk berdiri karna lelaki itu tidak bisa berdiri tegak setelah diikat kuat. Mereka keluar dari ruangan meninggalkan mayat seorang pria yang darahnya sudah berlumuran kemana-mana. Andre masih merasa sedih harus membunuh ayahnya sendiri, namun dia harus menghentikan semua petaka yang terjadi dan hanya ini caranya.


“Bukannya lo harus berterima kasih karna gue selamatkan nyawa lo ya? Malah marah marah,” tanya Andre berpura pura sewot, dia meletakkan Radith di sebuah kursi roda dan membawanya ke lantai dasar bangunan itu (tadinya mereka ada di bawah tanah agar tidak ketahuan oleh orang luar.


“Lo berhutang banyak cerita ke Gue ndre, sumpah, gue gak akan maafkan lo kalau cerita lo gak masuk akal buat gue,” ujar Radith yang dijawab tawa oleh Andre, dia tahu Radith akan sangat marah padanya. Namun dia tetap harus melakukan semua itu untuk mengakhiri semua yang terjadi, dia mengakhiri tragedi ini dengan caranya sendiri.


“Tenang, gue punya banyak waktu untuk cerita.”

__ADS_1


__ADS_2