
Pagi harinya, Radith sudah meminta anak buahnya untuk memantau apakah tuan Wilkinson sudah mendarat ke negara itu. Ternyata tuan Wilkinson sudah menyewa pesawat sehingga dia cepat mendarat dan anak buah Radith langsung mengabari hal tersebut pada Radith. Radith yang sudah ada di lokasi mempersiapkan semua yang akan mereka lakukan, termasuk keamanan Nesya yang akan keluar dari mobil.
“Gue udah menyiapkan batu di tempat lo bakal jatuh, tapi lo yakin bakal mukul kepala lo sendiri pakai batu itu? Pasti bakalan sakit loh,” ujar Radith yang sangat khawatir karena Nesya tampak yakin. Apalagi Radith tahu kini Nesya bukan hanya hidup untuk dirinya sendiri. Dia memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak yang ada di dalam tubuhnya.
“Gak papa, gue bukan cewek yang lemah. Asal lo jamin keselamatan gue, gue bakal percaya sama lo. Udah telat buat mundur, ayo kita selesaikan aja,” ujar Nesya yang kembali diangguki oleh Radith. Mereka sudah bersiap di tempat masing-masing, dia hanya perlu menunggu aba-aba dari anak buahnya dan berharap tuan Wilkinson akan bergerak sesuai dengan giringannya.
“Tuan Wilkinson mengangkat telpon,” ujar anak buahnya yang membuat Radith langsung mengamati ponselnya. Benar saja, tuan WIlkinson menelpon dirinya, membuatnya langsung masuk ke dalam mobil dan Charlie masuk ke dalam mobil yang sudah mereka beli untuk dia kendarai bersama dengan Nesya. Mereka sangat tegang, namun mereka harus bersikap senatural mungkin.
“Ya, tuan, ada apa?” tanya Radith yang duduk di sisi penumpang sementara salah seorang anak buahnya berada di kursi pengemudi. Radith meminta anak buahnya untuk menyalakan klakson agar terdengar mereka sedang buru-buru untuk mengejar Roy. Padahal mereka ada di tengah hutan untuk saat ini.
“Dimana kau?” tanya Tuan Wilkinson dengan tegas namun juga penasaran.
“Saya masih berada di hutan. Saya sedang mengejar Roy, dia melarikan diri saat saya menemukannya. Saya akan mengejarnya dan memastikan untuk membawa dia pada tuan,” ujar Radith yang berusaha terdengar sedang terburu-buru.
__ADS_1
“Dimana kau? Di hutan mana? Aku akan menyusul. Anak buahku akan membantumu untuk menghabisi nyawa baj1ngan itu,” tanya tuan Wilkinson yang sudah marah besar pada Roy.
“Saya akan mengirimkan live lokasi sehingga tuan dan anak buah tuan bisa melacak keberadaan saya,” ujar Radith yang langsung mematikan panggilan, namun dia juga langsung mengirimkan lokasi untuk membuat tuan WIlkinson yakin jika dia memang sedang mengejar Roy, barulah dia menyalakan mobil dan bergerak dengan cepat seolah dia sedang mengejar lelaki itu.
“Kita berputar untuk 5 menit, lalu Charlie, kau kembali ke posisimu dan jatuhkan mobil ke dalam jurang. Aku akan berputar sekali lagi untuk mengulur waktu,agar kalian bisa mengganti mayat. Jaga dirimu agar tidak terluka,” ujar Radith pada walkie talkie yang ada di tangannya. Charlie menerima perintah dan langsung menjalankan perintah itu dengan taat.
Mereka melakukannya dengan sangat rapi sejauh ini dan sangat sesuai dengan yang Radith rencanakan. Untung saja tidak ada orang yang berniat untuk berkhianat sehingga sampai saat ini tuan Wilkinson masih masuk dalam permainannya, semoga itu bukan trik licik tuan Wilkinson untuk membongkar rencananya dan bahkan ikut membunuhnya.
Sementara itu Charlie yang satu mobil dengan Nesya menatap wanita yang memejamkan matanya itu. Dia merasa tidak tega harus menyakiti wanita itu, namun itu juga yang harus dia lakukan untuk menyelamatkan mereka semua. Akhirnya Charlie sampai di tempat yang sudah direncanakan. Dia bisa melihat Angga ada di sana untuk membantu Nesya.
Nesya yang ditentang punggungnya terjerembab ke depan, untung saja ada Angga yang menangkap tubuhnya sehingga benturan yang dia alami tidak begitu parah. Dia juga sudah memberikan bantalan pada perutnya sehingga perutnya tetap aman. Setelah itu, Nesya mengambil batu yang sudah disiapkan oleh Radith. Wanita itu tampak ragu untuk sesaat.
“Jika nona ragu, nona tidak perlu melakukannya, kita bisa mencari luka yang lain,” ujar Angga yang juga merasa kasihan jika Nesya harus terluka parah, bisa saja nanti mereka mencari alasan untuk disampaikan pada tuan Wilkinson, dan berharap lelaki itu akan percaya. Namun ternyata Nesya menolak, dia benar-benar ingin melakukan persis dengan yang Radith rencanakan.
__ADS_1
“Aku harus melakukannya dan papa akan menaruh simpati padaku. Kau hanya perlu memberiku keyakinan karena aku tahu ini akan sangat sakit, bantu aku untuk jadi lebih berani,” ujar Nesya yang diangguki oleh Angga. Mereka bersiap untuk beberapa saat sebelum akhirnya Nesya dengan sekuat tenaga membenturkan batu itu ke kepalanya sampai darah mengalir dari tempat itu.
“Kau, lekas pergi, kita tidak tahu apa yang terjadi di atas sana, bisa saja papa sudah sampai dan malah melihatmu. Aku akan menangis di sini,” ujar Nesya yang diangguki oleh Angga. Lelaki itu pergi cukup jauh agar tidak ketahuan atau menimbulkan kecurigaan. Dia harus berjalan sangat jauh, dan masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan sehingga seolah dia juga mengejar Roy namun kehilangan jejaknya.
Kembali pada Charlie yang dengan penuh rasa khawatir segera menabrakkan mobil itu ke pohon, namun sebelum mobil benar-benar menabrak, dia lompat dari mobil itu. Dia berharap mobil itu akan rusak parah sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
Setelah mobil itu menabrak, Beni segera memasukkan mayat yang sudah mereka beli ke dalam mobil, menyirami bagian dalam dan depan mobil menggunakan bensin dan membakarnya. Dia ingin memancing api mengenai mesin dan meledakkan mobil itu. Setelah mereka yakin mayat itu sudah hangus terbakar, mereka segera pergi dari sana.
Mereka menyusul Angga untuk sampai ke mobil yang sudah mereka siapkan. Sejauh ini skenario yang mereka buat sangat mulus, tinggal bagaimana Nesya dan Radith mengeksekusi akhirnya. Mereka sudah menyelesaikan tugas mereka. Beni memastikan keadaan Nesya, wanita itu menangis histeris seolah sedang menangisi suaminya.
Setelah memastikan tangisan itu hanya sandiwara, Beni dan Charlie langsung pergi dari sana. Mereka akan menunggu instruksi yang diberikan oleh Angga atau Radith sebagai atasan mereka. Semoga yang mereka lakukan sudah benar dan sesuai dengan yang Radith harapkan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Mereka berhati-hati agar tidak ketahuan oleh tuan WIlkinson ataupun anak buahnya.
Sementara itu Radith menghentikan mobilnya di depan lokasi yang sudah dia beri tanda. Dia tampak panik untuk sesaat, yah tentu saja itu panik yang dibuat-buat, dia tahu tuan Wilkinson sudah dekat di lokasi mereka. Dia akan membuat tuan Wilkinson yakin jika Roy ada di bawah sana.
__ADS_1
“Tuan, maafkan saya, saya kehilangan jejak Roy, dia masuk ke dalam jurang ini bersama dengan istrinya. Saya ingin menyusuri jurang ini untuk menemukan dia dan istrinya,” ujar Radith yang diangguki oleh tuan Wilkinson. Lelaki itu tampak tegang, mungkin karena Danesya ada di dalam mobil itu dan bisa saja wanita itu ikut tewas bersama suaminya.
“Temukan Danesya dalam keadaan hidup, jika kalian menemukannya dalam keadaan tidak bernyawa, aku akan mengambil nyawa kalian sebagai gantinya,” tegas tuan Wilkinson pada anak buahnya.