
“Selamat datang di rumah keluarga Wilkinson. Silakan berbaris dan kami akan memeriksa kalian semua, akan dipastikan kalian tidak membawa senjata yang berbahaya.” Baru saja mereka sampai di helipad, mereka sudah disambut dengan petugas bersenjata lengkap. Lira dan Kelvin mengangkat tangannya, namun Nesya tidak mengangkat tangannya, dia menatap mereka dengan tatapan benci.
“Saya atasan kalian, saya anak dari Smith Wilkinson, kalian tidak memiliki hak apapun untuk memeriksa saya, kalian akan mati jika kalian memeriksa anak dari tuan Wilkinson,” ujar Nesya dengan galak. Orang orang itu terdiam dan saling pandang, namun mereka mundur, tidak berani menyentuh Nesya dan memeriksa Lira dan Kelvin lalu mempersilahkan mereka untuk masuk. Nesya langsung berjalan di depan.
“Kalian hati hati, walau terlihat sepi, banyak pengawal dan mata mata di sini, jadi kita tidak bisa bertindak sembarangan, kalian tetap waspada, takutnya ada orang yang memang berniat jahat pada kita dan malah membunuh kita di sini, walau kecil kemungkinan, ada baiknya kita siap siap dulu,” ujar Nesya yang diangguki oleh Lira dan Kelvin, mereka benar benar waspada dan melihat ke kanan kiri untuk saling melindungi.
Nesya mengajak mereka untuk sampai ke ruang bawah tanah dengan menggunakan lift khusus, setelah sampai, mereka langsung dihadapkan dengan pemandangan yang menyeramkan. Di sana ada seorang pria yang kepalanya ditutup menggunakan kain hitam dan diikat di tiang. Ada sekumpulan orang yang mereka kenal dan seorang gadis kecil yang mulutnya tertutup digandeng oleh tuan Wilkinson.
“Zia, Zia. Zia ini mami, Zia jangan nangis, ini mami. Zia akan baik baik saja. Zia jangan takut yah, Zia jangan menangis,” ujar Lira yang membuat tuan WIlkinson tertawa, dia membawa umpan yang tepat. Berkat bantuan orang terpercaya, mereka bisa menangkap mangsa mereka dengan cepat dan tepat. Tuan Wilkinson meminta Nesya untuk duduk di tengah mereka.
“Bukankah kau diminta untuk membawa kekasih barumu itu? Kenapa kau datang sendirian?” tanya tuan Wilkinson dengan dingin pada Nesya. Matanya melihat ke arah Lira dan Kelvin yang tidak menjawab pertanyaannya, mereka hanya terdiam dan menunggu.
“Kau? Kau orang baru. Ini yang kau bilang membantu Lira itu? Ah, kau hanya bocah kecil yang tidak berguna, namun kau sungguh merepotkan. Apa kau tahu kau bisa mati dengan datang ke tempat ini? Dan apa kau tahu kalian semua akan mati karena tidak membawa anak yang kemarin kalian ajak jalan jalan itu?” tanya tuan WIlkinson yang kembali membuat Lira ketakutan. Dia tidak pernah ada di posisi seperti ini untuk waktu yang lama.
“Tidak ada yang bisa menghubungi Rey, hanya Radith yang memiliki nomor ponselnya, tapi kalian sudah menangkap Radith, jadi tidak ada yang bisa menghubungi Rey. Dan kau tuan, bukankah kau orang yang berkuasa dan memiliki kekuatan besar? Kenapa kau butuh bantuanku untuk membawa Rey ke hadapanmu?” tanya Kelvin yang seperti menantang.
“Aku tidak meminta bantuanmu, aku memberimu kesempatan untuk bisa menyelamatkan dirimu. Aku memberimu kesempatan untuk hidup karena aku akan memastikan kau mati hari ini. Kau sudah memperlambat pekerjaanku, kau yang sudah menghalang semua sinyal dari anak anak ini, kau pantas mati,” ujar tuan WIlkinson yang membuat Kelvin tertawa sinis.
“Jadi, pada akhirnya tuan Wilkinson menunjukkan kelemahannya di hadapan anak kecil seperti saya? Lucu sekali anda merasa kerepotan dengan apa yang saya lakukan. Anda adalah orang yang sangat kuat, dan bahkan sangat luas kekuasaan anda, tapi bahkan anda merasa kerepotan dengan keisengan saya? Apakah anda tidak malu menunjukkannya dengan jelas kepada kami di sini?” tanya Kelvin meremehkan.
"Hei kau yang ada di sana. Istrimu ada di sini dan dia bersama dengan lelaki lain. Dia bahkan sangat dekat dan sempat masuk ke dalam kamar kalian. Apa kau tahu akan hal itu? Ah tentu saja kau tidak tahu, karena jika kau tahu, mungkin kau tidak akan berada di tempat ini," ujar Tuan Wilkinson dengan wajah meledek Lira.
__ADS_1
"Orang yang paling kau percaya, orang yang sudah menjadi kaki tanganmu, dia adalah anak buahku. Dia bekerja untukku. Saat kau tidak memberitahunya apa yang harus kau beritahu, dia tidak akan membelamu dan dia akan tetap setia padaku. Kau tahu? Istrimu tahu akan hal itu, namun dia tetap diam dan kau berakhir di tempat ini, bagaimana rasanya?" Tanya tuan Wilkinson yang membuat Lira terkejut.
"Ra? Kamu ada di sini? Ra? Kamu bener udah tahu kalau Andre gak jadi orang kepercayaan aku lagi? Kamu beneran bawa cowok ke kamar kita? Aku akan percaya apa pun yang kamu bilang, kamu jujur sama aku sekarang," ujar Radith yang masih dalam keadaan terikat dan mata yang ditutup. Lira tidak bisa menjawab, dia bingung, dia menatap ke arah Kelvin dan Kelvin pun tidak memberikan solusi padanya.
"Hai Dith, gue Kelvin. Gue anak buah lo dulu dan gue dulu gak punya nama, kalau diurutkan abjad, nama Gue L. Gue keluar dari kelompok dan hidup sendiri, tapi gue tetap pantau pergerakan kalian, dan gue tahu banyak hal termasuk dengan Andre yang ternyata pengkhianat. Maaf karena gue gak muncul di hadapan lo, gue gak punya nyali."
"Lira gak salah, dia gak tahu apa apa, dia cuma bingung lo ada di mana saat lo di Hawaii sama Roy dan Nesya. Gue kasih tahu dia biar dia gak penasaran dan gue cuma bantu sebisa gue untuk kalian. Tapi ternyata gue salah langkah, Andre sudah lebih dulu bergerak buat nangkap lo, kalau gue tahu, gue akan langsung muncul dan ngomong ke lo masalah ini."
"Sudah, aku tidak butuh basa basi kalian. Aku hanya ingin Roy ada di tempat ini, kalian, jika kalian tidak bisa membawa Roy saat ini ke tempat ini, saya akan pastikan satu persatu dari kalian akan mati, dimulai dari gadis kecil ini," ujar Tuan Wilkinson yang membuat Lira kembali ketakutan. Dia tidak bisa berbuat apa apa karena orang orang di tempat ini bersenjata. Dia tidak bisa melawan mereka karena ada anak dan suaminya di sini.
"Tuan, kami berhasil menangkap Roy, dia ada di sebuah hotel. Kami berhasil menangkap dan saat ini dia sedang dalam perjalanan untuk di bawa ke tempat ini. Saya sudah memastikan anak ini aman, tidak ada senjata berbahaya yang ada di tubuhnya. Saya akan segera membawanya ke hadapan tuan Wilkinson."
Tuan Wilkinson tersenyum lebar mendapat panggilan itu. Dia bertepuk tangan dan berjalan ke arah Radith. Lira ingin berontak, namun orang orang itu menggerakkan senjatanya, membuatnya mengurungkan niat dan berharap Wilkinson tidak akan melakukan hal buruk pada suaminya. Lelaki itu membuka penutup kepala Radith dan Radith membuka matanya perlahan.
Setelah melihat ke arah Lira dan Kelvin,Radith mengalihkan pandangannya ke arah Zia. Gadis kecil itu menangis di pegangan Andre. Andre memegang pundaknya dengan Erat, membuatnya kesakitan dan ketakutan, namun dia tidak bisa berontak ataupun marah pada Andre, dia tidak memiliki tenaga, dia hanya bisa menangis dan terus menangis. Hal itu membuat Radith merasa marah dan sedih.
"Lepaskan Zia. Dia cuma anak kecil yang gak tahu apa apa. Lo boleh sakitin gue Ndre, tapi lo gak bisa sakitin Zia. Dia anak yang gak ada dosanya. Lo tega banget kalau lo sampai melakukan sesuatu ke dia. Lepasin dia ndre, gue tahu lo bukan orang yang bakal melukai anak kecil dengan alasan apapun," ujar Radith yang membuat Andre terdiam.
"Gue percaya sama lo, gue udah anggap lo saudara gue sendiri. Lo yang udah banyak bantu gue, lo bahkan sudah jadi bagian dari keluarga gue. Lo bebas masuk ke rumah gue. Lo bebas keluar masuk di perusahaan gue. Gue tau lo gak akan berkhianat Ndre, gue tahu lo orang baik dan gak mungkin lakukan sesuatu yang jahat kayak gitu. Gue mohon Ndre, lepasin Zia," ujar Radith yang masih tidak dijawab oleh Andre.
"Kalian semua akan bebas dan bisa bernapas lega setelah ini, namun kalian harus mendapat hukuman yang setimpal karena sudah berbohong padaku. Kalian pikir aku tikus bodoh yang akan percaya dengan kebohongan kalian? Kalian yang bodoh jika kalian anggap aku orang yang seperti itu. Kalian terlalu naif dan berpuas diri tanpa tahu siapa yang kalian hadapi," ujar tuan Wilkinson dengan dinginnya.
__ADS_1
"Nesya, papa kecewa sama kamu. Papa lakukan semua hal yang papa bisa untuk melindungi kamu, tapi nyatanya kamu malah mengkhianati papa. Kamu malah membohongi papa dan kamu membuat skenario menjijikan ini. Kenapa? Apa Roy jauh lebih berharga dari keluarga kamu? Apa kamu sangat bahagia dengan bandar dan pengedar itu?" Tanya tuan Wilkinson dengan nada kecewa.
"Papa sudah membunuhnya, untuk apa papa membahas dia lagi? Papa sudah membunuhnya, dia, Radith, dia sudah membunuhnya. Apa papa bahkan tidak bisa membantu Nesya untuk bahagia lagi? Kenapa papa harus kembali meneror Nesya dan semua orang yang ada di sini? Kapan papa akan puas dan berhenti menyakiti orang lain?" Tanya Nesya dengan kesal.
"Sampai kau mau jujur dimana Roy dan kau memberi tahu aku kenapa kau begitu mencintai pria menjijikan itu. Kau tidak pantas untuknya. Ah tidak, maksudku dia tidak pantas untukmu. Kau bisa mendapat yang jauh lebih baik dari lelaki busuk itu, seharusnya kau mendapat yang lebih baik, tapi kau malah memilih lelaki busuk yang menjijikan itu. Apa yang ada di dalam kepalamu?" Tanya tuan Wilkinson lagi.
"Roy sudah mati, dia sudah terbakar di dalam mobil, dia sudah dibawa ke Indonesia dan bahkan sudah dikuburkan. Siapa yang papa cari lagi? Kapan papa akan berhenti menyiksa Nesya seperti ini? Kenapa papa melakukan semua ini?" Tanya Nesya yang mulai menangis, namun tuan Wilkinson tidak terpancing kali ini, dia sempat tertipu dengan wajah Kasihan Nesya, namun kali ini dia sudah kebal.
“Siapa yang kau maksud mati? Roy? Apa yang kau maksud Roy yang ini?” tanya tuan WIlkinson yang memberi isyarat pada anak buahnya. Mereka mengangguk dan langsung membawa kantong yang entah berisi apa. Namun baunya cukup menyengat. Dari bau itu Nesya sudah curiga, dia semakin bingung dan panik, dia merasa rahasianya sudah terbongkar kali ini.
“Apa yang kau maksud Roy yang ini? Dia sudah mati sebelum kalian menabrak dan dia bukan mati karena kecelakaan. Kau tahu apa lagi yang aku temukan? Aku menemukan hal yang sangat sangat menarik. Aku mendapat kabar dari dokter yang membedah tubuhnya, bahwa dia bukan Roy, dia tidak teridentifikasi sebagai Roy. Apa yang ingin kau katakan mengenai hal ini?” tanya tuan Wilkinson yang kembali membuat Nesya terdiam.
“Kau menipuku, kalian semua menipuku. Kalian semua harus dihukum untuk hal itu, namun jauh sebelum itu, aku akan menghukum Roy yang asli di depan kalian semua, dia akan mati dengan cara yang menyakitkan dan kalian semua harus menyaksikan hal itu, itu hukuman untuk kalian semua, terutama untukmu Nesya, suamimu akan mati di hadapanmu dengan cara yang buruk dan kau harus melihatnya.”
”Tidak ada manusia yang jauh lebih kejam darimu. Selamat, kau adalah manusia kejam yang tidak memiliki hati, aku rasa kau bisa hidup dengan tenang setelah ini karena kau akan membunuh kami semua. Apa itu yang kau inginkan? Apa itu yang akan kau lakukan? Kau bukan manusia, aku tidak sudi dilahirkan dari spermamu, kau jauh lebih kejam dari binatang,” ujar Nesya dengan kejam.
“Kau tahu? Binatang bahkan tidak membunuh mereka yang tidak mengganggunya, tapi kau bahkan membunuh orang yang tidak memiliki dosa apa pun kepadamu. Kenapa kau harus melakukan itu? Dia tidak pernah mengusikmu dan bahkan dia tidak mengenalmu, aku hidup bahagia dan tenang bersamanya, aku tidak melakukan hal yang buruk bersamanya, kenapa kau bahkan masih mau membunuhnya?” tanya Nesya dengan air mata yang bercucuran.
“Dia bukan orang yang baik dan aku tidak akan membiarkan anakku bersama dengan baj*ngan seperti dia. Kau anak yang baik dan kau harus mendapat yang terbaik, kau anakku dan aku berhak menentukan siapa yang baik untukmu. Kau tidak bisa melanggar aturan itu selama darah WIlkinson mengalir di tubuhmu,” ujar tuan Wilkinson yang kembali membuat Nesya memberontak.
Belum sempat Nesya menjawab, dia mendengar ada suara orang berteriak dari atas sana. Dia langsung terdiam karena dia tahu suara siapa itu. Suara itu semakin kencang dan saat pintu terbuka, matanya langsung berderai air mata, dia menggelengkan kepalanya kuat sambil terus menangis.
__ADS_1
“Ah, ini adalah waktu yang sempurna, selamat menyaksikan,” ujar tuan WIlkinson yang menyambut orang itu dengan tendangan yang kuat dan mengikat orang itu di tiang sebelah Radith.
“Kalian pantas mendapatkan hukuman ini,” tandas tuan Wilkinson dengan dingin.