Bossy Bos

Bossy Bos
Chapt 146


__ADS_3

Lira menjemput anak-anaknya yang sebentar lagi keluar dari sekolah. Namun pikiran Lira masih terpaku dengan semua yang dilakukan oleh pria yang tadi dia temui. Dia tidak mengingat siapa pria itu, namun jika dia sampai memiliki foto Radith, dia pasti bukan orang sembarangan. Lira mau tidak mau percaya dengan lelaki itu, karena foto tadi hanya satu-satunya petunjuk yang dia punya.


“Mami? Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran mami? Kenapa mami hanya diam saja sejak tadi? Mami tidak bertanya bagaimana sekolah kami, tidak seperti biasanya,” tanya Sean yang membuat Lira kembali sadar dan menggelengkan kepalanya. Dia tidak akan menceritakan masalah ini pada anak-anaknya, karena dia tidak bisa membocorkan masalah ini.


“Mami hanya kelelahan, kalian pasti suka nanti melihat kolam renang yang baru. Mami tadi panggil orang buat renovasi semua, jadi kalau kalian mau berenang, kalian bisa melakukannya di rumah,” ujar Lira yang membuat kedua anaknya senang bukan kepalang. Mereka sudah menunggu sampai kolam renang itu bisa berfungsi kembali, akhirnya saat itu tiba juga.


“kalian nanti di rumah bareng sama pengawal ya, mami mau pergi dulu, kalian mau dibawakan makanan ringan apa?” tanya Lira saat mereka sudah sampai di rumah. Perkataan itu asing di telinga Sean dan Zia, karena biasanya Lira akan mengajak mereka dan tidak membiarkan mereka sendirian di rumah sejak adik mereka yang paling kecil nyaris mati dan Lira diculik.


“Kalian jaga baby El, nanti kalian juga dijaga sama pengawal. Karena nanti mami pulang sampai malam, dan ya, mami gak mau kalian jadi tidak belajar, tidak mengerjakan PR, kalian kan sebentar lagi juga ada ujian semester,” ujar Lira memberikan alasan agar Sean tidak merasa aneh.


Mereka pun segera turun dari mobil setelah sampai. Lira masih turun dan membuatkan mereka makanan, dia tidak bisa melupakan tugasnya sebagai ibu mereka. Lira merasa dia tidak bisa meninggalkan baby El meski dia tahu baby El sangat aman di rumah ini. Apalagi ada Alfa dan Beta yang membantunya merawat ketiga anaknya.


“Saya akan bawa baby El untuk pergi jalan-jalan. Kalian siapkan Baby El ya, jangan beritahu Sean atau Zia, jika mereka sampai tahu, kalian harus bertanggung jawab,” ujar Lira yang tentu langsung diangguki oleh mereka. Meski sebenarnya berita bisa melihat gelagat aneh Lira, mereka tidak bisa bertanya atau membantah majikan yang sudah memberi mereka makanan dan tentu saja gaji yang besar.


Lira menghubungi nomor yang ada di kertas yang dia dapat. Dia meminta orang itu untuk menemuinya di sebuah danau, dia akan berpura-pura orang itu adalah teman masa kecilnya dan mereka akan pergi untuk jogging bersama, agar jika memang ada anak buah tuan WIlkinson yang mengikutinya, mereka tidak akan curiga.


Orang itu setuju dan mereka segera bertemu di sebuah danau buatan yang ada di sana. Di sana terdapat banyak orang yang juga melakukan jalan-jalan sore, atau lari sore baik sendiri, berdua maupun beramai-ramai. Lira membawa troli berisi baby El, dan langsung menghampiri lelaki itu, lelaki itu tampak kaget saat Lira membawa baby El, kenapa Lira harus membawa anaknya di saat seperti ini?


“Bukankah terlihat aneh saat kau bertemu dengan kawan lama, namun kau membawa anakmu itu? Apakah tidak terlihat kita adalah keluarga kecil yang bahagia?” tanya lelaki itu yang membuat Lira tertawa canggung. Dia masih belum tahu siapa lelaki itu dan kini lelaki itu berkata tentang keluarga kecil yang bahagia? Apakah lelaki itu gila?  Jika saja Lira tidak butuh orang ini, Lira sudah pergi dari sini.


“Bisakah kita mulai berlari saja dan kau segera katakan dimana suamiku?” tanya Liora sambil tersenyum. Orang itu tertawa sekali lagi, rupanya Lira sangat tidak sabaran dan tidak bisa menyembunyikan jika dia memang hanya membutuhkan bantuannya untuk saat ini. Wanita yang terus terang dan tidak munafik, sangat menarik bagi pria ini.


“Tidak bisakah kau bersikap baik dan rama terlebih dahulu baru kau meminta sesuatu dariku? Caramu sedikit melukaiku, bahkan jika aku tidak memiliki informasi apapun, aku yakin kau tidak akan mau bertemu denganku di sini kan?” tanya lelaki itu dengan wajah kecewa, Lira menyipitkan matanya dan mengangkat alisnya setelah itu, merasa aneh dengan yang dikatakan pria itu.


“Tentu saja, tentu aku tidak akan menemuimu jika kau tidak memiliki informasi apapun. Kenapa aku harus menemui lelaki asing yang sama sekali tidak aku kenal saat suamiku tidak ada? Apakah kau pikir aku wanita yang sebegitu murahnya?” semprot Lira meski dengan nada yang pelan agar tidak bisa didengar oleh orang lain.


“Baiklah, mari kita berlari sebentar dan aku akan menceritakan semua. Kau tidak merasa ada yang mengikuti? Kau terlalu memiliki banyak pengawal bahkan pengawal yang kau sendiri tidak tahu mereka ada di sini? Entah itu yang disiapkan oleh suamimu, atau orang yang dikirim oleh tuan Wilkinson, keluargamu cukup menyeramkan,” ujar lelaki itu yang membuat Lira kembali tertegun.

__ADS_1


“Iya, saya tidak pernah menyadari berapa pengawal yang mengikuti saya, tapi saya yakin mereka tidak pernah berniat melukai saya, jadi tidak perlu khawatir dengan mereka, selama ini mereka tidak pernah menggangguku juga,” ujar Lira yang membuat lelaki itu tertawa. Lira tentu saja bingung kenapa lelaki itu tertawa.


“Kau pasti sudah lupa jika kau pernah diculik dan nyaris mati ya? Apa kau pikir semua orang yang mengikutimu adalah orang baik? Mereka tidak menyadari ada penyusup di antara mereka, jadi mereka akan membiarkan penyusup itu terus mengintai dirimu, tanpa mereka menyadari itulah yang membahayakan hidupmu,” ujar lelaki itu yang kembali membuat Lira takut.


“Kau tahu kejadian itu? Siapa dirimu dan sudah berapa lama kau mengintaiku? Apa yang kau mau dan kenapa kau sampai senekat itu membiarkan aku tahu wajahmu? Kau tidak takut mati?” tanya Lira yang dijawab senyuman dari pria itu. Lira sangat takut saat ini, namun demi keselamatan mereka berdua, Lira harus bersikap biasa saja, agar pengawalnya tidak menyergap lelaki di hadapannya ini.


“Aku sudah mengatakannya padamu, aku ada untuk melindungi orang yang aku ingin lindungi. Aku tidak bisa mengatakan padamu, namun ya, aku harus melakukan semua ini. Aku hanya memintamu untuk tidak percaya siapapun, ya, siapapun,” ujar lelaki itu yang masih tidak menjawab apa yang Lira inginkan, namun dia mengangguk saja.


“Aku tidak akan melukaimu. Melukaimu dan keluargamu tidak membuatku mendapatkan keuntungan apapun. Jadi aku di sini hanya ingin membuatmu tahu dan sadar, tidak semua orang bisa kau percaya, tidak semua orang bisa melindungimu,” ujar lelaki itu yang saat ini mulai serius. Mereka berhenti karena Lira mulai berkeringat, baby El juga tampak tidak nyaman dengan getaran akibat troli yang bergerak.


“Anak yang tampan, hai anak kecil, apa kau mau keluar dari troli ini? Kau tampak tidak nyaman?” tanya lelaki itu yang ingin menggendong baby El, namun dia melihat wajah Lira terlebih dahulu untuk meminta izin, dan entah kenapa Lira mengizinkannya karena dia bisa melihat orang di hadapannya ini bukan orang jahat.


“Uluh uluh uluh, anak tampan, kau sangat nyaman di pundakku? Apakah aku wangi? Apakah pundakku lebar dan membuatmu nyaman? Ya, anak kecil, kau bisa tidur di pundakku jika kau memang ingin melakukannya,” ujar lelaki itu yang entah kenapa membuat hati Lira menghangat. Anak Lira sangat nyaman berada di pundak lelaki itu, jika memang lelaki itu berniat jahat, pasti anaknya sudah menangis.


“Jadi, apakah kau sudah tidak berniat memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang kau ketahui tentang suamiku? Ayah dari anak yang kau gendong ini? Kapan kau akan memberitahuku?” tanya Lira yang sudah tidak sabar dengan kondisi suaminya. Lelaki itu tersenyum hangat, masih menggendong baby El dan memberikan ponselnya pada Lira.


“Aku sudah merangkumnya di sana, kau bisa membacanya karena aku takut ada seseorang yang bisa mendengarkan kita, kau harus lebih berhati-hati untuk hal ini,” ujar lelaki itu yang tentu saja berhasil membuat Lira melongo, jika itu berupa teks, tidak bisakah lelaki itu hanya mengirimnya ke ponselnya? Kenapa dia harus bertemu dengan lelaki ini?


Mata Lira melotot saat mengetahui isi dari pesan itu. Pesan itu berisi tentang Radith yang ada  di Hawaii, dia sedang berusaha membunuh Roy, semua isi pesan itu sesuai dengan apa yang terjadi. Lira bahkan tidak bisa percaya dengan apa yang dia baca. Bagaimana bisa lelaki itu tahu dengan sangat detail?


“Jadi? Bagaimana kelanjutannya? Apa kau tahu apa yang terjadi setelah dan saat ini?” tanya Lira yang tidak sabar. Lelaki itu menggelengkan kepalanya dan meminta kembali ponselnya yang dibawa oleh Lira. Lira masih tidak paham dengan semua yang terjadi, dia semakin penasaran tentang suaminya dan tentang pria ini. Kenapa dia sampai tahu sedetail ini?


“Bagaimana aku bisa percaya itu yang sebenarnya terjadi dan bukannya halusinasimu saja? Aku juga tidak bisa percaya begitu saja, apalagi kau hanya tahu sebatas itu, apakah kau sedang mengarang? Kau hanya ingin iseng dan membuatku dalam bahaya lagi kan?” tanya Lira terburu-buru, lelaki itu menyentil  kepala Lira dengan tangannya, dia kesal karena Lira masih saja berpikir jika semua itu rekayasa.


“Jika aku hanya berniat iseng dan kau berpikir aku adalah orang jahat, kenapa kau masih menemuiku? Bahkan membiarkan bayimu ada di tanganku? Apa kau sangat bodoh? Sudah aku katakan, tidak ada untungnya bagiku berbuat jahat padamu dan keluargamu, tapi jika kau memang tidak bisa percaya, aku tidak akan melanjutkan apa yang aku ketahui.”


“Baiklah, aku minta maaf jika aku sudah menuduhmu dan membuatmu tidak nyaman. Beritahu aku, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa sampai sejauh itu? Apakah suamiku? Kenapa?” tanya Lira yang bahkan bingung ingin menanyakan darimana karena dia memang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


“Aku sudah kembali ke Indonesia dan aku tidak tahu apa yang terjadi di sana. Justru akan aneh jika aku mengetahui apa yang terjadi. Yang jelas kau harus tahu, ini adalah informasi yang sangat rahasia, tidak ada yang tahu masalah ini bahkan tuan Wilkinson sendiri. Ini adalah informasi yang sangat Radith jaga, jadi kau juga harus menjaga rahasia ini untuknya,” ujar lelaki itu.


“Jadi, jika memang itu sangat rahasia, kenapa kau memberitahuku?” tanya Lira yang kini sudah tenang. Dia tahu lelaki di hadapannya akan memberitahu semua yang dia ketahui jika Lira sudah tenang agar rahasia ini tetap menjadi rahasia dan keluarganya aman dari ancaman tuan Wilkinson yang cukup kejam.


“Karena aku melihat kau sudah panik dan frustasi karena suamimu tidak ada kabar sama sekali. Jadi aku memutuskan untuk memberitahumu, suamimu aman, dia akan sehat dan selamat jika dia melakukan hal yang seharusnya dia lakukan dan tidak melakukan hal bodoh yang membahayakan nyawanya, Roy tidak bodoh, dia tahu semua, namun dia diam,” ujar lelaki itu dengan santai.


“Jangan beritahu siapapun tentang ini, termasuk pada Lunetta. Tidak, terutama Lunetta. Dia tidak bisa menjaga rahasia pada suaminya, jadi semua akan terbongkar jika Lunetta sampai tahu mengenai hal ini,” ujar lelaki itu dengan pelan dan mengembalikan baby El yang sudah tertidur pada Lira agar wanita itu bisa meletakkan kembali ke dalam troli.


“Roy menunggu, dia menunggu apa yang akan dilakukan oleh Radith, dia melakukan semua itu tanpa sepengetahuan Nesya, jadi mereka semua bertindak secara rahasia, tapi sangat bodoh dalam melakukannya karena aku bahkan tahu semua rahasia mereka,” ujar pria itu sambil terkekeh.


“pria gila itu tidak akan segan membantai Radith, sebelum itu dia akan membantai anak-anak dan istrinya. Jika kau memang ingin semua itu terjadi, kau tinggal laporkan masalah ini pada tuan Wilkinson, semua keputusan ada di tanganmu, jadi aku tidak akan melarangmu kali ini,” ujar lelaki itu yang melihat jam di tangannya, lalu mengajak Lira untuk pergi.


“Apa yang sebenarnya diinginkan oleh Roy? Diinginkan oleh tuan Wilkinson? Kenapa masalahnya harus serumit ini?” tanya Lira pada lelaki itu sambil menggapai tangan lelaki itu agar dia bisa berdiri.


“Kau pasti terkejut, Roy hanya ingin hidup tenang. Dia ingin hidup tenang bersama dengan anak dan istrinya. Ya, istrinya masih mengandung anak mereka yang masih berusia muda. Kau tega jika bayi itu harus kehilangan ayahnya?” tanya lelaki itu pada Lira.


“Tuan Wilkinson tidak tahu hal itu, dia hanya tahu anaknya hidup bersama psikopat dan tidak ingin anaknya terlibat masalah. Tanpa dia sadari, dialah yang menyebabkan masalah.”


“Kenapa tidak ada yang bisa menghentikan pikirannya?”


“Siapa yang bisa? Kau bisa? Sulit mengatakan hal yang benar pada mereka yang selalu merasa benar,” ujar lelaki itu dengan santai.


“Aku harus pergi, jika ada sesuatu yang aku ketahui atau yang ingin kau ketahui, kau bisa menghubungiku. Aku yakin kita akan bertemu lagi,” sambung lelaki itu sambil berjalan ke arah parkir motor.


Lira mengikutinya dan membuat lelaki itu berhenti berjalan.


“Siapa namamu? Aku bahkan tidak tahu siapa namamu,” tanya Lira pada lelaki itu.

__ADS_1


“Aku K, kau mungkin tahu maksudnya. Hahahaha. Nama asliku Kelvin, aku akan menjadi K jika saat ini masih menjadi pengawal suamimu,” ujar lelaki itu sambil naik ke motornya dan pergi dari sana begitu saja.


“K? jadi dia harusnya L, karena seorang pengkhianat yang mati. Dia seharusnya tidak jauh dari Radith, apakah lelaki itu pergi begitu saja dan Radith membiarkannya?” tanya Lira dengan bingung


__ADS_2