Bossy Bos

Bossy Bos
Chapt 163


__ADS_3

Pagi menyapa, Lira dan Radith bangun dari tidur mereka dan segera bersiap untuk pagi ini. Radith harus pergi ke kantor untuk melihat sejauh mana dia tertinggal dan Lira sendiri akan mengantar jemput anak mereka karena masalah dengan Nesya tidak seintens dulu. Mereka hanya perlu bertemu sesekali untuk mempertemukan Nesya dan Rey. Lira melihat anak anaknya sudah rapi dan siap berangkat.


“Kalian berangkat sama papa aja, nanti yang jemput mami, kan papa sekalian mau ke kantor. Kasihan mami kalau harus bolak balik dan mengurus rumah juga, kalau papa bisa bantu kan papa bantu,” ujar Radith yang disetujui oleh yang lain, Sean dan Zia berangkat bersama Radith sementara Lira melanjutkan pekerjaannya. Yah, sebenarnya tak banyak yang dia lakukan karena sudah memiliki asisten rumah tangga.


Lira masuk dan membereskan kamarnya dan kamar anak anak, area yang dilarang bagi asisten rumah tangga karena banyak barang rahasia dan berharga, mereka tidak boleh membersihkan kamar tanpa ijin dari Lira secara langsung.  Wanita itu membereskan kamar Sean dan juga Zia. Dan setelah keluar dari dalam kamarnya, dia melihat ke arah televisi, dia merasa ada yang aneh dari benda itu.


Saat dilihat, dia menemukan sebuah benda kecil yang menempel di area atas televisi itu. Dia mengambil benda itu, sesaat kemudian, dia menyadari bahwa benda itu adalah kamera tersembunyi yang sangat kecil. Dia tidak pernah tahu ada benda seperti ini di sini, dan tidak mungkin Radith yang meletakkannya karena dia pasti memberitahu Lira jika melakukan sesuatu di rumah ini.


“Siapa yang masuk ke rumah gue dan bisa menempelkan kamera kayak gini? Kelvin? Gak mungkin, dia cuma duduk di sofa dan gak ngapa ngapain sampai gue minta dia buat masuk ke kamar. Tapi terus siapa?” tanya Lira yang bingung. Tidak banyak orang yang masuk ke dalam rumahnya, bahkan pengawal tidak akan masuk ke sini tanpa ijin, apakah mungkin asisten rumah tangga? Tapi untuk apa?


Lira akhirnya memutuskan untuk menghubungi Kelvin, entah kenapa dia malah lebih memikirkan Kelvin daripada Radith untuk masalah ini. Kelvin selalu tahu apa yang terjadi, jadi dia tidak akan berbohong padanya. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan menelpon Kelvin. Membutuhkan waktu cukup lama untuk telepon terhubung, membuat Lira makin was was dan takut, apakah memang Kelvin yang melakukannya?


Setelah panggilan diangkat, Lira menceritakan apa yang terjadi dan bagaimana dia menemukan benda itu. Kelvin menyimak sampai Lira berhenti bicara. Dia terdiam untuk berpikir siapa yang akan meletakkan kamera tersembunyi seperti itu? Dia bukan orang biasa karena harga kamera itu cukup mahal, apalagi jika hanya asisten rumah tangga, kecuali mereka dibayar untuk melakukan itu.


“Selain asisten rumah tangga dan anak anak, suami lo, siapa saja yang masuk ke rumah? Pengawal? Atau siapa? Atau semacam orang kayak gue gini, pernah ada gak orang yang kayak gue gini?” tanya Kelvin yang dijawab tidak oleh Lira. Tidak ada orang yang datang untuk waktu yang lama, karena Radith tidak ada di sini, mereka mencari informasi ke perusahaan langsung, tidak ke rumah ini.


“Gak ada, pengawal juga gak pernah masuk. Paling yang ke sini pas itu cuma Luna, tapi Luna pun gak ke arah Tv kok seingat gue. Sama kalau yang rutin datang itu-- Astaga! Orang itu, iya, Andre! Dia yang sering datang ke rumah ini dan dia bebas buat masuk ke mana mana, apa mungkin dia yang pasang ini ke TV? Tapi buat apa?” tanya Lira dengan bingung. Kelvin terdiam beberapa saat, kemudian dia menyadari sesuatu.


“Suami lo di rumah kan? Anak anak lo? Mereka ada dimana?” tanya Kelvin dengan panik. Lira menyadari sesuatu dan dia langsung menjawab jika anak anaknya ada di sekolah dan Radith berangkat ke kantor. Kelvin ikut panik mengetahui hal itu, terdengar Kelvin berjalan terburu buru dan mengambil kunci mobilnya dengan buru buru.


“Lo tunggu di sana. Gue ke sana. Coba telepon suami lo, bisa gak dan kalau bisa, suruh dia buat pulang, jangan pergi kemana mana, kalau udah gak bisa ditelepon, lo hubungi pihak sekolah biar anak lo gak boleh pulang siapa pun yang jemput, gue ke sana sekarang. Lo juga hati hati, jangan keluar rumah apalagi sendirian,” ujar Kelvin yang terdengar langsung menyalakan mobilnya dan menginjak pedal gas.

__ADS_1


Lira mematikan panggilan dan mencoba untuk menelpon Radith, namun ponsel lelaki itu tidak aktif. Dia sangat takut saat ini, dia mencoba untuk menghubungi pihak sekolah dan menanyakan keberadaan anaknya. Untung saja pihak sekolah mau mengecek dan memastikan Sean masih ada di sekolah, membuatnya sedikit senang dan lega, dia segera menghubungi pihak sekolah Zia.


“Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?” tanya pihak sekolah yang langsung dijawab oleh Lira apa yang menjadi masalah. Jantungnya merasa berhenti berdetak saat tahu jawaban dari pihak sekolah. Ternyata Zia sudah dijemput oleh orang yang mengaku sebagai pamannya karena ada masalah di rumah dan karena Zia tahu orang itu, pihak sekolah mengijinkan Zia untuk pulang.


Lira terduduk di lantai dengan lemas. Dia tidak waspada dan membuat anaknya terculik oleh orang terdekatnya. Dia kembali mencoba menghubungi Radith, namun masih tidak bisa terhubung. Dia menangis dan terus mencoba untuk menghubungi Radith. Dia ingin menelpon Andre, namun dia tidak berani dan malah takut jika dia akan diancam, dan malah keluarganya yang jadi terancam.


Tak berapa lama kemudian, Kelvin sudah sampai ke rumah Lira, namun dia dihadang oleh pengawal yang tidak mengenalnya. Kelvin menekan klakson beberapa kali agar Lira keluar dan memperbolehkan dia masuk, untung saja Lira tahu dan langsung keluar, lalu Kelvin bisa masuk ke dalam rumahnya. Dia duduk di sofa dan segera menyalakan laptopnya untuk mencari tahu dimana Radith.


“Lo ada nomor Andre? Telepon dia, siapa tahu dugaan kita salah dan bukan dia pelakunya. Lo bisa telepon dia tapi jangan bilang kalau Radith hilang dan anak lo diculik orang,” ujar Kelvin yang diikuti langsung oleh Lira. Dia tidak tahu kenapa Kelvin bisa menyuruhnya dengan mudah dan bahkan dia bisa melakukan apa yang Kelvin minta tanpa berpikir dua kali, karena dia merasa Kelvin akan membantunya.


“Halo nyonya Lira yang terhormat. Kamera yang gue pasang udah ketahuan ya? Sedih banget gue gak bisa lihat lagi kalian ngapain aja, apa di sana ada Kelvin sialan itu? Kalau ada dia di sana, ucapkan selamat siang dari gue buat dia ya, gue akan tunggu dia di suatu tempat, tapi gue gak bisa bunuh dia, jadi dia harus senang karena masih bisa hidup,” ujar Andre yang membuat Lira langsung merinding, suara Andre berubah.


“Lo jangan berani macam macam sama anak dan suami gue! Gue gak akan pernah maafin lo! Tolong, jangan apa apakan mereka. Kenapa lo tega banget? Radith kurang baik apa sama lo? Kenapa lo gak ingat itu semua dan malah tega sama suami gue?” tanya Lira sambil menangis. Kelvin melihat Lira yang menangis namun dia tidak ikut campur dan fokus dengan pekerjaannya.


Setelah panggilan selesai, Lira menangis sejadi jadinya. Kelvin mengambil ponsel Lira dan langsung menghubungi Nesya, karena hanya itu yang bisa mereka lakukan, dia sudah tahu posisi pasti Radith, dia hanya perlu membawa Nesya dan berharap Nesya bisa membujuk ayahnya untuk menghentikan semua dan hidup dengan damai.


“Gue udah berusaha buat menghentikan semua, tapi ternyata mereka lebih ngegas dan gue ketinggalan langkah. Gue minta maaf Ra, gue gak bisa melakukan yang terbaik, gue akan lakukan semaksimal yang gue bisa, gue harap lo ngerti ya Ra kalau gue bukan sengaja melakukan ini,” ujar Kelvin yang menunggu panggilan dengan Nesya terhubung.


“Halo, gue Kelvin, lo mungkin udah tahu siapa gue karena Lira pasti udah ngomong walau lo gak tahu nama gue. Jadi, gue Kelvin. Gue gak bisa basa basi karena ini udah jadi gawat, gue minta lo dan suami lo datang ke rumah tuan Wilkinson, bapak lo yang gak habis tingkahnya itu. Radith dan Zia diculik sama dia dan dia minta lo buat datang ke sana,” ujar Kelvin dengan terburu buru.


“Gue tahu kalau lo bingung, takut dan apa. Tapi gue mohon, di sini nyawa Radith dan Zia terancam. Kita harus pergi ke sana, kalau lo benar benar mau bantu kami, ke rumah Lira sekarang. Kita bakal pergi ke rumah tuan WIlkinson secepatnya. Gue udah siapkan helikopter buat kita berangkat, gue tunggu lo di sini, waktu kita sedikit, gue harap lo mau,” ujar Kelvin yang mengangguk setelah mendapat jawaban dari Nesya.

__ADS_1


“Baru kemarin gue senang, jogging bareng suami gue dan Nesya juga sama suaminya, kenapa cuma sebentar aja? Kenapa harus kayak gini? Kenapa gue gak pernah bisa hidup tenang?” tanya Lira dengan sedih. Kelvin memegang pundaknya dan meminta Lira untuk bersiap. Smenetara itu Kelvin langsung pergi ke luar dan meminta pengawal Lira berikumpul.


“Ada keadaan darurat, kalian harus stay di tempat ini dan jangan ada yang masuk, siapa pun karena Radith sedang dalam bahaya, kita gak bisa ada bahaya bahaya lain di sini. Saya dan Lira akan pergi untuk menjemput Radith, saya minta kalian menjemput Sean dan langsung sterilkan area rumah, tidak boleh ada siapapun yang masuk ke sini, apa kalian mengerti?”


Lira bingung karena pengawal itu langsung menurut dengan Kelvin, padahal tadi saat dia datang, Kelvin tidak boleh masuk ke dalam, namun kenapa mereka sangat menurut pada Kelvin? Lelaki itu seperti memiliki wibawa yang membuat orang lain tidak bisa membantahnya. Lira tidak mengatakan apapun, dia hanya berharap Nesya segera datang dan mereka bisa berangkat ke Jakarta.


Setelah Nesya sampai, mereka segera berangkat ke Jakarta menggunakan Helikopter yang Kelvin janjikan. Mereka belum menghubungi Roy karena hanya Radith yang memiliki nomor ponselnya, jadi mereka membutuhkan Radith untuk bisa menghubungi Roy. Mereka bisa menggunakan alasan itu untuk mengulur waktu juga.


“Lira, gue minta maaf, gue minta maaf kalau apa yang gue perbuat malah bikin kalian dalam bahaya. Kalau gue tahu akan seperti ini, gue akan pergi dari Indonesia dan bersembunyi, gue gak akan bikin kalian dalam bahaya. Maafin gue Ra, gue udah jahat sama keluarga kalian, maafin gue karena bapak gue gak pernah bikin kalian tenang, maafin gue,” ujar Nesya yang sudah panik melihat Lira sangat kacau.


“Kita bisa selesaikan semua, lo bisa minta bokap lo buat berhenti dan sudah, selesai aja, toh semua gak seperti yang bokap lo pikirkan. Cuma lo yang bisa menyelamatkan Radith, gue mohon sama lo, bujuk bokap lo buat bisa melepas Radit Dan Zia, gue, gue gak tahu lagi harus apa,” ujar Lira yang tampak tak fokus lagi. Kelvin memegang pundak Lira dan meminta Lira untuk menatap dirinya, dia langsung memberikan tatapan berani ke arah Lira.


“Lo harus fokus, lo harus bisa mengendalikan diri. Kalau lo mau suami lo aman, lo harus tegar, lo gak boleh kelihatan takut dan buat mereka makin mengancam lo. Kalau lo begini, Radith gak akan tega dan malah menyerahkan diri karena lo, lo gak mau kan?” tanya Kelvin pada Lira. Lira berhenti menangis dan mengangguk, dia menarik napasnya berkali kali dan menenangkan dirinya.


“Lo siapa? Kenapa lo bisa punya power sebesar itu dan lo bisa mengendalikan orang orang sampai seperti itu? Lo siapa? Gue yakin lo bukan orang sembarangan,” ujar Nesya yang merasa heran karena Lira langsung menurut dengan apa yang Kelvin katakan, padahal mereka tidak memiliki hubungan apapun (seharusnya begitu).


“Gue bukan siapa siapa, gue cuma orang yang mau bantu kalian aja, anggap aja gue gabut dan buat tujuan gue sendiri, gue gak bisa kasih tahu itu, tapi seperti yang sering gue bilang, gue ada di pihak kalian. Sebentar lagi kalian bakal tahu siapa gue karena kita udah ada di puncaknya,” ujar Kelvin dengan wajah datar dan dingin.


“Sebentar lagi kita sampai di rumah tuan WIlkinson. Kita turun lewat helipad yang ada di sana. Kalian pakai ini biar kalian aman dari tembakan. Tapi kalau bisa, kalian pakai ini di dalam baju. Gue bakal tutup mata dan kalian bisa pakai itu di tubuh kalian. Kalian tenang aja, gue gak akan ambil kesempatan, ini buat kebaikan bersama.


Mereka menurut dan melakukan apa yang Kelvin minta. Mereka bisa melihat rumah tuan Wilkinson di depan mereka, entah kenapa rasanya sangat tegang dan menakutkan, namun mereka harus menghadapi apapun yang ada di depan mereka.

__ADS_1


__ADS_2