
"Halo? Cari siapa? Anda siapa?" Radith memandang anak yang tak lebih tinggi dari pinggangnya. Lelaki itu terpaku untuk beberapa saat sampai akhirnya dia menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum manis pada anak itu. sudah lima tahun, pasti Lira sudah tidak tinggal di tempat ini lagi, dia akan meminta bantuan anak buahnya untuk mencari Lira.
"Maafkan paman, sepertinya Paman salah rumah. Maaf sudah menggangu," ujar Radith yang juga memakai bahasa Inggris. Anak itu menganggukkan kepalanya dan menunggu Radith untuk benar – benar pergi dari sana. Radith sendiri langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah mobilnya dengan perasaan gusar. Bagaimana jika ternyata Lira sudah tak ada di negara ini?
"Sean? Siapa yang bertamu malam – malam begini? Kenapa kamu di luar sendiri?" Radith yang mendengar suara itu sontak saja menghentikan langkahnya. Dia meneguk salivanya sendiri tanpa berani membalikkan badan. Dia bisa mendengar suara anak kecil memanggil Ibunya. Lelaki itu pun perlahan berbalik dan menatap ke arah mereka berdua.
"Li.. Lira?" tanya Radith pelan. Dia tak percaya apa yang dia lihat. Lira menggendong anak kecil itu, dan anak kecil itu menyebutnya Ibu. Pikiran Radith langsung terasa pusing. Lelaki itu berlari kembali dan memeluk Lira beserta anak itu cukup erat, namun Lira berusaha melepaskannya agar anak kecil itu tidak terluka.
"Mami, siapa paman ini? Kenapa dia memeluk Mami seperti itu?" tanya anak kecil itu yang membuat Radith termangu. Jika benar anak kecil ini adalah anak Lira, lantas siapa yang menjadi ayahnya? Pikiran Radith langsung melayang entah kemana. Dia merasa sangat bersalah membiarkan Lira manggung semua sendiri sementara dia lari seperti pengecut.
"Ra.. Dia anak Lo, dia? Dia? Anak gue ju.."
"Daddy!" pekik anak itu secara tiba – tiba dan langsung turun dari gendongan Lira lalu menghampiri seorang pria yang berjalan ke arah mereka dari dalam rumah. Kejutan yang bertubi – tubi ini tak bisa dipahami oleh Radith, lelaki itu memandang Lira untuk dimintai pendapat.
__ADS_1
"Iya, dia anak Gue. Lo bisa kan bertamu gak usah malam – malam? Besok pagi aja, sekalian sama Sean sama Daniel. Ah ya, Daniel, ini Radith, orang yang pernah aku ceritakan padamu," ujar Lira yang membuat pria itu tersenyum dan mengangguk pada Radith. Lelaki itu langsung membawa Sean masuk ke dalam karna hari sudah makin larut.
"Jelasin ke Gue. Dia siapa? Kenapa Lo tinggal sama cowok di sini? Dia, dia bukan ayah dari anak Lo kan Ra? Anak itu anak Gue kan Ra?" tanya Radith dengan frustasi. Dia berusaha untuk meraih pundak Lira, namun Lira segera menghempaskannya.
"Jika Kau perlu waktu, aku akan membebaskanmu malam ini, jangan lupa untuk pulang sebelum jam dua belas malam. Ah ya, pakai baju hangatmu, di luar sangat dingin," ujar Daniel yang mengecup singkat kepala Lira dan langsung masuk ke dalam. Saat lelaki itu tak nampak lagi, Radith mulai mendekat ke arah Lira.
"Tolong jelasin ke Gue apa yag udah terjadi Ra. Dia, dia siapa? Anak kecil itu siapa? Lima tahun Gue udah sabar dan kasih Lo waktu buat maafin Gue. Gue udah berubah dan Gue Cuma suka sama Lo. Tapi Lo? Lo malah sama dia?" tanya Radith yang membuat Lira menghela napasnya dengan berat.
"Seperti yang Lo bilang, udah lima tahun, banyak yang berubah selama lima tahun Dith, mungkin termasuk perasaan Gue ke Lo. Gue udah gak marah atau dendam atau apapun itu ke Lo, tapi Gue udah ada Daniel sama Sean di sini. Sekarang giliran Gue minta maaf ke Lo," ujar Lira tanpa beban sedikitpun.
"Telat Dith. Kenapa gak dari dulu Lo sadar sama perasaan itu? hati Gue udah terlalu sakit dan Gue terlalu enggan ada di dekat Lo. Sekarang Gue punya kebahagiaan baru, tolong jangan rusak itu. Cukup Lo jadi masa kelam buat Gue, jangan sampai masa depan anak Gue jadi seperti Gue," ujar Lira yang membuat Radith tercengan.
"Masa lalu yang kelam Ra? Yang ada di pikiran Lo, Gue itu masa lalu yang kelam buat Lo? Bahkan di saat Gue udah mohon – mohon ke Lo buat jadi istri Gue, Gue bakal tanggung jawab, tapi Lo yang gak mau kan? Sekarang Lo bilang Gue penyebab masa lalu Lo jadi kelam? Kok Lo egois?"
__ADS_1
Lira menatap Radith dengan kaget. Bisa – bisanya lelaki itu menyebutnya egois. Sebutan itu memebuat Lira merasa muak, tadinya dia ingin berbicara baik – baik pada Radith, toh Radith memang berjasa untuk hidupnya yang lebih baik saat ini.
"Gue Egois? Lo apa kabar? Lo cowok baik hati yang selalu paksa Gue buat selalu ada, tapi Lo suka sama orang lain. Lo cowok baik hati yang udah rusak masa depan Gue sambil ngebayangin cewek lain. Iya! Gue egois, jadi Gue minta ke Lo buat pergi dari sini, dan berhenti bikin kacau hidup Gue."
"Lo gak pernah berubah, Lo selalu mikir apa yang terbaik buat diri Lo, tapi Lo selalu bilang itu untuk kebaikan semua orang. Semua orang yang mana Dith?" tanya Lira dengan suara yan gbergetar. Dia sekuat tenaga menahan air matanya, dia tak mau lagi mengalah pada Radith, dia sudah lelah dengan pria ini.
"Sekarang Gue dah bahagia, jadi Gue mohon, Lo pergi sekarang dan berhenti ganggu Gue. Gue masuk dulu, Selamat malam," ujar Lira yang menutup pintu tanpa menunggu jawaban dari Radith. Sementara lelaki itu langsung berlutut di teras rumah itu karna kakinya sangat lemas, tak mampu menerima kenyataan ini.
"Apa yang udah Gue perbuat? Radith, Lo ke sini buat minta maaf, kenapa Lo malah bentak – bentak dan nyalahin dia? Kenapa Lo gak bisa tahan emosi Lo untuk sebentar aja?" tanya Radith pada dirinya sendiri. Lelaki itu menghela napasnya berkali – kali, dia bahkan merasa jauh lebih sesak saat ini dibanding saat melihat Luna menikahi Darrel.
"Dua kali Dith. Dua kali Lo kehilangan orang yang Lo cinta karna Lo terlalu bodoh dan pengecut. Gimana rasanya tuan Galeno? Dasar cowok pengecut," ujar Radith pada pantulan wajahnya di kaca mobil. Lelaki itu masuk ke dalam mobil dan membanting pintu cukup keras untuk melampiaskan kekesalannya sebelum benar- benar pergi dari sana.
Tak jauh dari sana, ada beberapa orang yang melihat jelas apa yang dilakukan oleh Radith dan Lira. Mereka memberi kode satu sama lain untuk sebagian mengikuti Radith dan sebagian lagi tetap tinggal di tempat itu untuk mengawasi.
__ADS_1
"Cari tahu latar belakang wanita itu dan anaknya. Siapa tahu mereka akan berguna untuk kita. Melihat Radith tak berdaya di hadapan wanita, Bos besar kita pasti sangat menyukainya. Kita kembali sekarang."