Bossy Bos

Bossy Bos
Chapt 142


__ADS_3

Di saat Radith masih berkutat dengan semua masalahnya yang ada di Hawaii, semua orang di Indonesia menunggu kabar darinya karena dia tidak melaporkan apapun. Dia meminta tuan Wilkinson tidak melakukan apapun agar Danesya tidak terluka, meski sebenarnya itu semua hanya alibi untuk memperpanjang waktu mereka.


"Bagaimana mungkin Radith belum menemukan Roy? apakah mereka hanya pergi liburan di negara itu? Dia tidak memberi kabar sama sekali dan aku tidak bisa melakukan apapun karena janjiku," kesal tuan Wilkinson karena Radith yang bergerak lambat.


"mungkin Radith harus bertindak sangat hati-hati, bagaimanapun mereka sudah berhasil menemukan di negara mana Roy berada. Bukankah papa bahkan tidak bisa melakukannya? Beri waktu Radith dan biarkan dia melakukan semua tugas dan hal yang dia perlukan," ujar Jordan santai.


"Kau berkata seperti itu karena sejak awal kau ada di pihaknya. Dia melakukan banyak kebodohan dan kesalahan, namun kau masih memihak dan membelanya," keluh tuan Wilkinson sambil menyedot cerutu di tangannya.


"Anak yang bodoh dan ceroboh itu sudah berhasil membuat Luna hidup sampai saat ini. Mungkin papa lupa jika Luna selalu nyaris mati? Siapa yang ada di sisi wanita itu saat dia dalam bahaya? Kenapa Jordan tidak boleh percaya dan memihak pada orang itu?" Tanya Jordan dengan percaya dirinya.


"Kau memang paling bisa membuatku kalah dalam berargumen. Jika Lunetta tidak memilih Darrel, aku pasti akan menikahkannya pada Radith. Namun wanita itu bahkan memilih Darrel dan akhirnya mereka hidup nyaman, tapi kau? Kau masih tidak bisa berpaling dan mengungkit masalah yang sama sampai bertahun-tahun," sindir orang separuh baya itu pada putranya.


"Tuan Robert Wilkinson yang terhormat. Kenapa anda marah pada saya? Bukankah anda sendiri menyetujui pernikahan itu karena kedua keluarga akan menjadi super power jika bersatu? Kebetulan saja Lunetta memilih Darrel. Bahkan jika Lunetta memilih Radith, apa papa bahkan akan merestuinya?" tanya Jordan sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Tentu saja! Apa yang kau tanyakan itu? Papa tentu saja akan merestuinya jika memang Lunetta menyukainya. papa sudah kaya, papa memiliki banyak kekuasaan dan apalagi yang perlu papa cari? Jika Lunetta memang memilih dan menyukai Radith, kenapa papa harus melarang?" tanya Tuan Wilkinson dengan percaya dirinya.

__ADS_1


"Jadi apakah prioritas papa membiarkan anak-anak papa bahagia dengan pilihan mereka? Meski pilihan mereka tidak sesuai dengan keinginan papa?" tanya Jordan dengan cepat. Tuan Wilkinson langsung mengangguk mantap, dia percaya jika dia akan membiarkan anak anaknya hidup bahagia.


"Jika memang seperti itu, kenapa papa mengincar untuk membunuh Roy dan tidak membiarkan Danesya hidup bahagia dengan pilihannya? Kenapa papa melarang anak papa untuk menikah dengan lelaki pilihannya?" tanya Jordan yang langsung menohok tuan Wilkinson karena dia terjebak dengan ucapannya sendiri.


"Jika seperti itu jadi hanya ada dua kemungkinan. Pertama, papa mengingkari apa yang papa katakan dan papa tidak ingin Nesya bahagia, atau kedua, Nesya bukan anak papa," simpul Jordan yang membuat tuan Wilkinson merasa canggung untuk sesaat, namun dia tidak akan kalah dengan anaknya itu meski sudah terjebak.


"Atau pilihan ketiga, Roy bukan manusia. Papa membiarkan kalian menikahi Manusia manapun, asalkan dia manusia. Tapi kau lihat Roy, apakah dia manusia?" Tanya Tuan Wilkinson yang langsung membuat Jordan mengerutkan keningnya.


"Jadi, jika Roy bukan manusia? Dia apa? Dia sudah memenuhi syarat untuk disebut manusia. Dia membutuhkan energi, dia mengeluarkan racun dalam tubuhnya, Dia peka terhadap rangsang, dia membunuhkan makanan dan dia juga bernapas. Apa yang membuatnya bukan menjadi manusia?" Tanya Jordan yang kembali membuat tuan Wilkinson tersudut.


"Itu artinya papa tidak membebaskan Nesya melakukan apa yang dia ingin lakukan. Papa tidak membiarkan Nesya untuk bahagia karena orang yang dia pilih tidak sesuai dengan yang papa inginkan. Apakah itu adil untuknya? Menurut Jordan itu tidak adil," ujar Jordan yang masih ingin papanya berubah pikiran dan membiarkan Nesya yang sudah dewasa melakukan hal yang ingin dia lakukan.


"Papa tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan keluarga papa, termasuk si tengil satu itu. Papa hanya perlu membunuhnya dan membiarkan Nesya memilih suami lain untuk dia cintai dan hidup bahagia," ujar Tuan Wilkinson yang masih tidak mau kalah, bahkan Jordan sampai terheran dibuatnya.


"Jika Nesya memilih suami bandar lainnya, apakah papa masih akan membunuh mereka satu persatu? Sama saja papa tidak membebaskan Nesya jika begitu. Jika papa mau tahu, Nesya tidak pernah bahagia menjadi bagian dari keluarga Wilkinson, apakah papa tidak bisa membiarkan dia bahagia sebentar saja dalam hidupnya?" tanya Jordan lagi.

__ADS_1


Jordan tahu cerita Nesya sejak dia kecil dan harus dijauhkan dari Luna agar mereka berdua tidak terluka. Nesya hidup seperti tidak memiliki keluarga, bahkan mereka terlalu jauh sampai sulit bagi Jordan masuk ke dalam kehidupannya saat mereka ada di negara yang sama. Satu yang Jordan tahu, Nesya jauh lebih bahagia saat dia menikah.


"Roy adalah orang yang tidak normal, dia bisa melukai Nesya kapanpun, apalagi dengan pekerjaannya, Dia pasti memaksa Nesya untuk juga memakai narkoba, dia memberi makan anak papa dengan uang yang tidak baik dan tentu saja jika dia tertangkap anak papa juga yang akan menjadi korbannya, lebih baik papa membunuhnya dan menghindarkan anak papa dari bahaya," tangkas tuan Wilkinson tak mau berubah pikiran.


"Papa bahkan tidak tahu apa yang mereka alami, jauh sebelum itu, Papa juga tidak tahu apa yang Nesya rasakan dan apa yang membuat Nesya memutuskan hal itu. Lebih jauh lagi, dan ini adalah hal bagus, akhirnya Jordan melihat papa peduli dengan Nesya setelah sekian lama," ujar Jordan yang langsung pergi dari sana.


Tuan Wilkinson merasa tertampar dengan fakta yang diberikan oleh Jordan. Dia memang merasa sudah memberikan yang terbaik untuk Nesya. Sekolah terbaik, rumah yang sangat nyaman, uang dan fasilitas yang lengkap. Namun dia menyadari dia tidak pernah memiliki waktu untuk anaknya itu.


"Sial! Apa Radith sengaja menghindari tugasnya sehingga butuh waktu selama itu?" tanya Tuan Wilkinson karena kesal pada Jordan, dia ingin melampiaskannya pada orang lain.


"Dimana Tim yang mencari keberadaan Roy?! Cepat hubungi anak buah Radith dan minta mereka lekas bunuh anak itu dan kembali ke Indonesia! Aku tidak suka terlalu lama menunggu!" Tandas tuan Wilkinson yang langsung menutup telpon tanpa menunggu jawaban dari sana.


"Aku akan membunuh lelaki itu, dan membiarkan Danesya hidup bahagia bersama lelaki yang baik," kekehnya pada dirinya sendiri.


Seorang ayah tentu saja ingin yang terbaik untuk anaknya. Yah, tuan Wilkinson hanya melakukan hal yang dia rasa baik, meski dia tidak tahu apa yang menurut Nesya baik. Sikap yang sangat Familiar bukan?

__ADS_1


__ADS_2