Bossy Bos

Bossy Bos
Chapt 123


__ADS_3

“tuan Hobert adalah ayahku, dia memang ayahku yang sudah merawatku sejak kecil. Namun setelah Ibuku meninggal, dia berubah menjadi monster yang hanya menginginkan uang. Ambisi terbesarnya adalah menguasahi kelurga Wilkinson, namun dia tahu itu sangat tidak mungkin, mengingat power yang ada di keluarga Wilkinson sangat besar, jadi dia ingin memotong tangan dan kakinya.”


“Awalnya aku tidak berminat untuk masuk, tapi karna orang itu sudah kehilangan akalnya. Aku dipaksa untuk jadi pengikutmu, jadi aku harus mengikutinya. Namun setelah aku tahu kau tidak buruk, bahkan sangat baik denganku, aku mulai menikmati bekerja bersamamu. Namun tekanan yang diberikan oleh ayahku pun tak main main."


"Aku, aku terpaksa menyusun rencana dua sisi, satu aku bersama pengawalku untuk menculikmu, dan satu lagi aku sendirian untuk membunuh pria kejam itu. Kau boleh membenciku untuk hal itu, namun hanya itu yang bisa aku lakukan, aku tidak pernah membencimu, atau ingin melukaimu, namun aku harus melakukan apa yang diinginkannya, jadi aku harus minta maaf padamu, untuk semuanya."


"Lira? Apakah dia benar membunuhnya? apakah kau benar membunuhnya? Ah, pasti sudah kau bunuh, kau harus mengikuti perintahnya bukan?" Tanya Radith yang membuat Andre terkekeh. Mereka masuk ke dalam helikopter untuk pindah ke pulau dimana Darrel berada. Dia akan menghancurkan pulau ini agar tidak terbongkar atau disalah gunakan oleh orang lain.


"Kau pikir aku akan setega itu? Aku bahkan harus menyembunyikan anakmu di dalam sana. Agar tuan Hobert tidak menemukan anakmu. Lira sudah aman, dia ada di Jakarta bersama Alex saat ini, dan kalung Lira, aku harus mencopotnya agar tuan Hobert percaya aku ada di pihaknya, namun sebelum itu, aku sengaja memasukkan chipku di dalam sana, yah, semua berjalan seperti itu."


"Kenapa kau tidak langsung membunuhnya? Kenapa kau libatkan aku dalam pertikaian sialan ini? Sampai aku harus semenderita ini? Kau tetaplah brengsek sialan karna melakukan itu," ujar Radith yang membuat Andre kembali tertawa, dia tahu Radith akan marah, dan memang sudah sewajarnya lelaki itu marah akan apa yang terjadi, namun sekali lagi, dia harus merencanakan semuanya sendiri.


"Apa kau pikir, mudah bagiku untuk membunuh ayahku sendiri? Aku bahkan masih gemetar dan hatiku sakit saat melihat mayatnya, namun aku mencoba untuk tetap tenang di hadapanmu, yah, karna kau bertanya, aku terpaksa mengatakannya. Aku bahkan berpikir untuk mendukungnya, karna bagaimanapun kau adalqh orang luar dan dia ayah kandungku, jadi aku harus lebih menurutinya."


"Namun di menit terakhir, aku berpikir jika tidak ada gunanya aku menurutinya, kau jauh lebih berjasa di hidupku, jadi untuk apa aku membelanya? Jadi jangan membenciku, aku sudah melakukan semua yang aku bisa untuk menjadi setia pada keluarga ini," ujar Andre tanpa dosa. Dia langsung diam karna Radith tidak memiliki tenaga untuk menjawabnya, dia juga tidak mau membuang tenaga untuk terus bicara. Biarlah Radith yang gantian bicara.


"H, kau tahu dia kan? Apa dia benar menyerahkan dirinya untuk bergabung dengan tuan Hobert? Apakah dia sudah berkhianat padaku?" Tanya Radith dengan lemas. Andre menghela napas panjang setelah mendengar hal itu. Dia sepertinya juga merasa dendam oleh pria bernama H itu.


"Kalau bukan karna dia, rencana gue gak akan serumit ini. Dia bahkan langsung mengiyakan setelah ditawari oleh tuan Hobert. Tadinya gue gak mau bawa lo ke sini, tapi yah, karna dia juga, gue harus ubah rencana secepatnya, untung masih bisa gue handle, kalau gak, gak tahu lagi," ujar Andre yang membuat Radith semakin lemas. Dia memang tidak berniat membunuh H pada awalnya, namun jika sudah begini, dia tetap harus menghukumnya.


"A, Bawa H padaku dan panggil semua orang. Aku tahu yang lain selamat dan ada di pulau itu, jadi bawa mereka semua ke hadapanku," ujar Radith yang diiyakan oleh A. Dia segera melakukan semua perintah Radith, lalu kembali merawat luka Radith dan memberi Radith obat untuk staminanya.


Sesampainya di sana. Radith langsung disambut oleh Darrel yabg khawatir. Dia menatap juga le arah A, saat A menangguk, barulah Darrel merasa lega. Dia mehatap Andre penuh dendam, namun tahu Andre bersama Radith, pasti sudah ada sesuatu yang terjadi, dia tidak bisa serta merta menghajar Andre hanya karna kesal pada anak itu.

__ADS_1


"Ternyata bener H berkhianat kak, gue harus hukum dia di depan anak anak yang lain. Gue gak nyangka dia berani buat berkhianat, padahal banyak yang mau ada di posisi dia. Tapi gue gak mau ini berlarut larut, gue capek," ujar Radith yang langsung diangguki oleh Darrel.


Tak butuh waktu lama, 10 pengawal Radith berbaris sesuai urutan, dan disaksikan oleh banyak orang yang ada di sana. Separuh dari pengawal Radith terluka karna ledakan helikopter itu, untung saja semua selamat dan hanya mengalami luka itu. Radith menatap semua dengan wajah serius. Dia dibantu oleh A berjalan ke mereka satu persatu.


"Aku bisa memaafkan banyak hal, kecuali pengkhianatan dan kalian tahu itu. Ah, satu lagi, aku sangat benci kebohongan. Namun salah satu dari kalian melakukan keduanya. Aku tidak bisa memaafkannya lagi, sebelum aku benar benar marah, apakah orang itu mau mengatakan sesuatu? Meminta maaf atau apapun itu?" Tanya Radith yang membuat H maju dan berlutut.


"Saya, saya mohon ampun. Saya melakukannya tanpa sengaja. Saya hanys tergiur sedikit oleh upahnya, namun saya harus membayar nyawa jika melanggar kontrak, jadi saya terpaksa melakukannya, saya hanya pengecut yang takut mati, tolong jangan bunuh saya, saya akan menerima hukuman apapun," ujar H yang sudah berkeringat, bahkan dia tak peduli pada kepalanya sudah terluka akibat jatuh.


~Daarrr


"Maaf H, aku tidak bisa lagi memaafkanmu. Aku berencana memaafkanmu, namun kau bertindak terlalu jauh. Ini hal terakhir yang bisa aku lakukan, membunuhmu dengan cepat untuk mengurangi rasa sakitnya. Beristirahatlah dalam tenang, aku sudah memaafkanmu," ujar Radith yang langsung melempar senjata api ke tanah.


"Terimakasih A sudah meminjamkan pistolmu. Kalian, bersihkan jasadnya, kuburkan dengan layak dan pastikan keluarganya hidup dengan layak sampai mereka mati. Aku terlalu lelah, aku ingin kembali ke Bali, barulah kita membicarakan hal ini lebih lagi."


"Kalian sembilan pengawalku, aku percaya pada kalian, jangan hancurkan itu, atau aku akan hancurkan kepala kalian seperti aku menghancurkan kepala H, untuk I dan J, kalian akan naik pangkat menggantikan H, dan A, cari satu pengawal untuk menggantikan posisi J."


************


Radith sudah sampai di pulau Bali, dia bsia melihat rombongan mobil sudah datang untuk menjemputnya. Dia bersama Andre masuk ke salah satu mobil yang ada di sana dan lergi dari bandara. Lelaki itu sudah merasa sangat lelah, namun dia juga bersemangat karna bisa kembali memeluk anak anaknya yang malang, dia tak membayangkan bagaimana jika Sean dan Zia mengalami bahaya yang sama?


"Ceoat atau lambat, gue harus bisa bikin semua stabil. Gue gak bisa membiarkan anak anak gue tumbuh di keluarga begini. Bahkan Baby El yang belum ada satu tahun, dia harus ikut merasakan akibat yang dilakukan oleh papanya, gue gak bisa Ndre," ujar Radith yang diangguki oleh Andre, dia tentu juga merasakan hal yang sama.


"Tapi lo udah minta bantuan tuan Wilkinson, mau gak mau lo harus ikut dalam misi yang udah atau akan dia lakukan, itu kan udah perjanjian bukan?" Tanya Andre yang diangguki oleh Radith. Dia tentu tak bisa lupa akan hal itu, dia memang harus membayar semua yang dia pinjam, namun tentu tuan Wilkinson tak butuh uangnya, jadi dia harus menggantinya dengan tenaga, maka dari itu Radith sebisa mungkin tidak terlibat dengan mereka.

__ADS_1


"Gue harus pergi lagi meninggalkan keluarga gue dalam waktu yang lama, gue tidak tahu bagaimana Lira akan menanggapi hal ini, namun gue menduga, dia memang akan marah akan hal seperti ini, dia gak akan setuju gue pergi," ujar Radith dengan lemas. Andre tak menjawab lagi, lebih baik dia berjalan sambik berpikir, karn Radith tidak tahu solusinya, jadi percuma mengajak Radith, dia tidak akan memberikan jawaban.


"Udah terlanjur, gak ada yang bisa dilakukan lagi kan? Ya udah, biarin aja, kalau emang ntar lo disuruh sama dia, ya lakukan aja, masalah Lira, pasti Liea ngerti, dia gak akan benci atau mempersulit lo kok, tenang aja," ujar Andre sambil meneouk pundak Radith. Lelaki itu mengangguk dan mencoba untuk memejamkan matanya, namun ternyata dia sudah sampai di rumahnya, membuatnya tidak jadi untuk tidur sebentar.


"Anak anak sama Lira belum nyampe kan?" Tanya Radith pada Andre. Lelakicitu tentu saja tidak tahu, dia menunggu A sampai ke tempat mereka dan menanyakan hal yang sama, ternyata anak anak Radith memang sengaja belum dibawa ke sini, antisipasi ada serangan lain yang akan menghancurkan rumah dan keluarganya. Dia ingin memastikan sendiri semua aman dan bebas jebakan.


"Ah, gue gak ingat kapan terakhir kali gue bisa rebahan begini. Makasih Ndre, walau lo bikin keluarga gue acak acakan, lo bisa selamatkan nyawa gue juga, nyawa anak terutama bayi gue, gue berhutang banyak untuk itu," ujar Radith yang diangguki oleh Andre, namun sesaat kemudian Andre menengok ke arah Radith.


"Kalau gitu, boleh kalik gue dikasih liburan lagi. Yang kemarin itu gak puas, karna sebentar doang. Gak usah keliling asia, udah, gak usah dunia, yang asia aja karna pacar gue lebih suka sama Asia," ujar Andre yang membuat Radtih menengol ke arahnya dengan kesal.


"Jangan pernah lupa lo yang menyebabkan semua ini terjadi, jadi jangan minta apapun untuk hal itu, harusnya lo dan bos lo yang gila itu bayar mahal ke gue, karna kalian, H harus berkhianat dan akhirnya dia mati konyol di hadapan gue. Dia anak buah gue, tapi harus gue bunuh karna kalian."


"Weiits, gue bercanda kalik, kalau mau dikasih sih ya gak papa, tapi kalau engga juga gak papa, gue gak ada maksa kalian buat melakukan itu kok, santai aja kalik Dith, lo seram banget kayak gitu, anjir bener," ujar Andre yang tak ditanggali oleh Radith. Lelaki itu memejamkan mata dan mencari posisi yang nyaman.


"Kalau anak anak pulang gue banginin ya, atau Lira yang pulang. Oh ya, C dan D, kalian coba pastikan apakah rumah ini sudah aman atau belum, jika belum, kalian pastikan sekarang, jangan sampai anak istriku jadi terluka karna kalian," ujar Radith yang diangguki oleh C dan D.


Mereka berpencar dan membagi wilayah rumah menjadi dua untuk mempersingkat dan tentu saja memudahkan mereka. Mereka segera memastikan satu demi satu alat dan benda yang ada di sana. Sekaligus mencari tahu apakah ada bom di sana, setelah mereka rasa sudah bersih dan aman, mereka segera menghubungi Lira.


Setelah mendapat jawaban, mereka mematikan panggilan dan menunggu di luar agar Radith bisa beristrahat. Mereka hanya perlu menunggu pesawat datang, meski Radith sudah sangat lelah, dia tidak mau ketinggalan berita anaknya. Jadi meski dia memejamkan mata, dia tetap bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Tuan muda Sean dan nona muda Zia sudah sampai di bandara, kami akan mengirim orang untuk menjemputnya. Sementara nyonya Lira, dia belum melakukan penerbangan karna baby El masih rewel dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sepertinya anak itu mengalami gigi tumbuh, jadi dia mengalami sedikit demam entah itu tertular atau tidak. Sampaikan hal ini pada tuan Radith, aku takut dia mengamuk jika aku yang menceritakan hal ini," ujar E yang berjaga di luar dan mendapat info dari anak buah yang di bandara.


A menyampaikan pesan persis seperti yang E katakan. Hal itu membuat Radith panik dan bingung, dia tidak tahu harus melakukan apa untuk sejenak. Dia hendak menyusul Lira saat itu juga, namun Andre dengan tegas melarangnya. Dia tidak mungkin membiarkan Radith pergi ke Jakarta dalam kondisi seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2