Bossy Bos

Bossy Bos
Chapt 120


__ADS_3

“Aku sudah mengirim permintaan bantuan kepada tuan Wilkinson, aku berharap dia segera merespon dan mengirimkan bantuan kepada kita, aku tidak menjamin hal itu, namun itu harapan terakhir kita, aku tidak bisa membiarkan mereka terlalu lama dan membahayakan istriku dan Andre, apa yang bisa kita lakukan sambil menunggu? Bagaimana dengan bahan bakar?” tanya Radith dengan bingung. Dia biasanya memiliki banyak ide, namun entah kenapa dia merasa stuck.


"persediaan bekal kita masih ada, namun mungkin hanya cukup untuk beberapa waktu ke depan karna ini bukan misi lama pada awal niatnya, saya akan mencari apakah ada yang bisa dimakan di pulau ini, jika memang tidak ada, kita harus segera berangkat ke sana apapun yang terjadi, saya akan berjaga di sini, tian silakan beristirahat," ujar D yang membuat Radith menghela napasnya pelan.


“tuan lebih baik istirahat, kami akan memikirkan cara dan bergantian untuk berjaga, karna mungkin mereka menemukan jika F, G, H, I dan J bukanlah tuan Radith dan mereka bisa saja ada di sini,” ujar B yang diangguki oleh Radith, entah kenapa pikirannya jadi kacau. Lebih buruk, dia lupa tidak membawa obat penenangnya, sehingga banyak pikiran buruk yang muncul di kepalanya tanpa alasan. Dia bahkan menatap semua orang itu dengan takut.


"Apa kau membawa obatku? apakah kau membawakannya? tidak kan? apa kau sengaja meninggalkan semua obat itu agar aku kambuh dan kehilangan akalku jadi kalian semua bisq berperilaku seenaknya? apa kalian akan membuatku menderita seperti yang Andre lakukan padaku?" tanya Radith dengan panik karna dia sudah setengah sadar untuk saat ini. dia tidak bisa mengontrol ketakutan nya untuk saat ini.


"Tuan tidak perlu khawatir, kami bukan orang jahat dan bahkan tuan memiliki chip yang bisa menghancurkan tubuh kami, kami tidak akan berani macam macam, tuan bisa beristirahat dengan tenang tanpa memikirkan apapun, ayo tuan, kita beristirahat dulu aja," ajak B yang ingin mengambil tangan Radith, namun lelaki itu langsung menepisnya begitu saja.


"hah, aku sudah mendengar kalimat menjijikan itu dari kalian semua, tapi bahkan lihat, Andre mengkhianatiku, H juga mengkhianatiku, apa yang bisa aku harapkan dari kalian? kalian semua orang luar yang bahkan tak peduli apakah aku masih hidup atau tidak. kalian pergi dari hadapanku! aku tidak mau melihat wajah kalian! pergi!!" bentak Radith yang membuat B terkejut, namun dia masih berusaha untuk bersikap tenang.


“Apakah jika aku tidur, kalian akan berbalik berkhianat dan membunuhku? Aku tahu, sudah sejak lama kalian ingin membunuhku, aku tahu kalian tidak akan pernah puas sampai aku mati dan membagi hartaku kepada semua orang. Ambil, ambil semua asset yang aku punya, kalian akan merasa lelah dan frustasi dengan itu semua, kalian tidak akan pernah bisa hidup tenang karna semua orang ingin membunuh kalian, hahahaha.”


"Tuan, tidak ada yang ingin membunuh tuan Radith, tuan besar Radith adalah alasan kami tetap hidup sampai saat ini, kenapa kami harus membunuh tuan? kami tidak punya alasan untuk itu, jadi kami mohon buang jauh jauh pikrian itu karna kami sama sekali tidak berniat melakukannya, tuan bisa percaya pada saya, kadna saya adalah pemimpin di grub untuk saat ini," ujar B yang malah membuat Radith memicingkan matanya.


"Jadi kau merasa jadi pemimpin di sini? hah? kau merasa jadi pemimpin di saat aku masih di sini? kau bahkan terang terangan menghinaku saat ini, apa yang akan kau lakukan jika aku tidak ada nanti? apa kau akan menguasahi semua hartaku? hahaha aku tahu, aku tahu, kau akan membuat aku mati dan kau menguasahi semua harta yang aku punya, hahahaha," ujar Radith yang makin tak masuk akal.


"Andre, dia, aku bahkan memberikan segalanya untuknya. dia aku belikan ponsel, rumah dan bahkan liburan ke luar negeri, jadi tidak ada alasan dia untuk membenciku atau ingin mengambil alih semua hartaku, namun ternyata dia masih kurang puas dan malah ingin mengambil nyawaku. kau kira aku akan diam saja? kau kira aku bodoh?" tanya Radith pelan. B menggelengkan kepalanya pelan. dia ingin Radith sadar bahwa semua pengawalnya sudah memasang badan seolah siap mati untuk melindungi Radith, tuan mereka sejak dulu sampai sekarang.


Pengawal Radith sudah mengerti akan keadaan ini, mereka segera melucuti senjata dan meletakkan senjata di dekat helikopter yang jauh, mereka menatap ke arah pengawal Andre yang tentu saja bingung, untuk apa mereka melakukan itu? bagaimana jika musuh tiba tiba datang dan mereka tidak aman? Radith yang melihat mereka bingung malah makin ketakutan. Lelaki itu berlindung di balik pengawalnya.

__ADS_1


"kami tidak akan membunuh tuan, kami janji kami tidak akan pernah membunuh tuan besar, jadi mohon jangan sampai anda kehilangan kesadaran, maaf karna saya tidak fokus pada obat yang harua tuan minum dan malah membuat tuan jadi seeperti ini, saya lebih baik dimarahi dan dihukum oleh tuan, dibandingkan melihat tuan terluka," ujar B pelan lagi.


“Bunuh, bunuh mereka semua, mereka ingin membunuhku, bunuh mereka semua karna mereka pasti berbohong, mereka adalah musuh yang ingin membunuhku. Semua ingin membunuhku, tolong, tolong aku, kalian orang yang bisa aku percaya, kalian harus membunuh mereka, kalian bawa sitri dan anak anakku, aarrggg kepalaku, sakit, sakit sekali,” ujar Radith yang tiba tiba tumbang dan berbaring sambil memegangi kepalanya.


"Kalian, tolong jangan diambil hati apapun yang tuan Radith katakan untuk saat ini, kondisinya saat ini belum stabil, jadi dia tidak akan merencanakan apapun. aku akan kembali setelah memastikan tuan Radith baik baik saja, kalian, kalian harus membuka mata dan tetap berjaga, pada siapapun yang bukan anggota tim kita, karna mereka bisa jadi musuh kapan saja dan dimana saja.


“Tuan, mari kami lindungi tuan, kami akan membawa tuan ke tempat yang aman. Tapi tuan harus memberikan semua senjata tuan, karna senjata itu akan membuat orang terluka,” ujar C dengan sopan. Radith mengangguk dan membuang semua senjata yang ada di tubuhnya, lalu meringkuk ketakutan. C membantu Radith berdiri dan membawa bosnya itu ke dalam helikopter, untuk beristirahat di sana.


"apakah tuan butuh sesuatu? jika tuan butu hair atau makan, saya akan mengambilnya untuk tuan, tuan bisa beristirahat dengan tenang, kami, tim yang dibawah tuan Radith tak akan pernah meninggalkan tuan apapun alasannya, jadi saya harap tuan bisa sedikit berpikir jernih dan jangan memikirkan sesuatu yang buruk, itu akan berdampak untuk semua orang, saya harap tuan bisa mengerti," ujar C pelan yang ternanya juga kesal melihat Radith sakit.


"kau, siapa namamu, aku harus terus mengingat dirimu dan apa yang sudah kau katakan. katakan padaku, siapa namamu?" tanya Radith yang langsung jawab nama oleh Radith, namun orang itu hanya menjawab dengan "D" dimana dia memang yang membuat semua peraturan itu.


C keluar dari helikopter dan duduk di sebelah B, B seperti menjadi pemimpin mereka saat ini, karna secara kelas, B memang yang paling tinggi karna A tidak bisa ikut dengan mereka. Mereka semua menunggu B bicara, namun anak buah Andre tampak bingung dengan semua yang terjadi. B pun menghela napas dan menatap wajah bingung mereka. B tidak terbiasa memperhatikan kebutuhan pribadi Radith, karna itu adalah kewenangan A, jadi mereka melakukan kesalahan besar untuk kali ini.


"Dia tetap bos kami, dia memang sudah sakit cukup lama, namun hal hal seperti ini sangat jarang terjadi, biasanya A yang menyiapkan semua dan tuan Radith tinggal meminumnya untuk merasa enak dan lebih baik, namun sekarang A tidak ada di sini," ujar B yang membuat mereka kesal.


"kenapa kalian memanggil satu sama lain dengan sebutan aneh? apa kalian tidak ada pekerjaan lain sampai harus melakukan hal itu?" tanya pengawal Andre yang tentu langsung dijawab gelengan kepala oleh B, dia tidak bisa memberitahu mereka akan hal itu.


"karna kami tidak boleh menyebutkan nama asli atau identitas asli, hal itu sangat membantu karna jika sedang melakukan misi, terkadang ada kalanya tidak tahu apa apa itu bagus. Tuan Radith juga tidak mau urusan pribadi kami sekali gak itu tak merugikan perusahaaan.


"Ya, tapi jika itu alasannya, kalian tinggal tidak perlu melakukan hal konyol yang merugikan. kenapa dia sampai tidak mau tahu nama kalian dan bahkan kalian sendiri tidak boleh mengetahuinya? apakah dia menyembunyikan sesuatu? apakah itu karna dia tidak mau bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada kalian?" tanya anak buah itu yang membuat B terpancing.

__ADS_1


"aku harap kau bisa menjaga mulutmu saat terbuka, jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal atau kau akan menyesalinya, mungkin kau tidak sadar apa yang kau lakukan akan kau sesali suatu hari nanti, jadi jangan main main," ujar B dengan galak. B menghela napasnya untuk menenangkan diri, sebelum melanjutkan ceritanya


“Tuan Radith memiliki gangguan kecemasan dan depresi yang cukup parah. Ada satu orang di atasku yang biasa menyiapkan semua orat yang diperlukan, dan dia juga bisa membuat tuan Radith menjadi tenang, namun karna bayi tuan Radith dalam bahaya, dia diutus untuk menjaga bayi itu, jadi dia tidak ada di sini dan semua ini terjadi. Seharusnya aku bisa mencegahnya, aku terlalu fokus dengan apa yang biasanya aku lakukan.”


“Jadi, apa kita harus mengikuti perkataan orang yang bisa gila kapan saja? Apakah itu tidak terlalu beresiko? Bagaimana jika kita tinggalkan saja dia dan lakukan semua misi sendiri. Itu juga akan membuat dia aman dan keluarganya juga aman. Apa kau yakin dia tidak akan berbahaya jika kambuh?” tanya pengawal Andre yang membuat B tampak tak suka.


“Jika kau mengatakan hal tidak berguna begitu di depannya, sudah pasti kau akan dikirim ke pedalaman Afrika atau antah berantah yang membuatmu mati tersiksa, beruntung tuan Radith sedang tidak sehat, jadi aku tidak bisa menghukummu untuk saat ini,” ujar B tegas, namun tampaknya tidak membuat pengawal Andre terpengaruh.


“Apa gunanya? Kita setara sekarang, saat ini, bahkan belum tentu kita bisa selamat bukan? Kenapa aku harus membahayakan nyawaku untuk tuan yang tidak waras? Lebih baik aku bekerja sendiri untuk menyelamatkan tuan Andre. Apa yang bisa dia lakukan? Dia bahkan hanya meminta bantuan dan meminta kita semua menunggu. Apa gunanya? Apakah bantuan itu akan datang? Bagaimana jika tidak? Apa kita harus menunggu sampai mati di sini?” tanya pengawal itu.


E bangun dan hendak menampar orang itu, namun B menahannya. Mereka sudah terlatih untuk menahan kesabaran di situasi seperti ini. Yah, situasi ini sesuai dengan pepatah Kalah jadi arang, menang jadi abu, tidak ada gunanya. Mereka akan sama sama rugi. B tidak mau ada perpecahan di antara mereka, apalagi persediaan makan dan senjata juga terbatas jika untuk mereka semua. B tidak mau mengambil resiko.


“Jadi, apa yang akan kau lakukan?” tanya B yang membuat mereka tersenyum penuh kemenangan. Mereka tampak berpandangan satu sama lain, dan orang yang tadi mengejek Radith menunjuk ke arah E, membuat B mengerutkan keningnya. Apa yang ingin dilakukan oleh orang ini? Kenapa dia seperti tersenyum aneh?


“suruh dia untuk masuk ke kapal selam dan memastikan kondisi di sana, dia harus membuat segala situasi aman, dia harus kembali dan kita akan menaiki helikopter itu untuk ke pulau seberang, karna kapal selam hanya bisa dinaiki oleh satu orang,” ujar orang itu yang kembali membuat E kesal, namun dia menahannya karna B sudah bilang untuk tenang.


“Tunggu dua jam lagi, jika dalam dua jam mereka belum mengirimkan bantuan, aku akan pergi ke sana dan melakukan apa yang kalian minta. E jauh di bawahku, dia tidak secerdas dan setanggap aku , mengirimnya hanya akan menambah masalah untuk kita semua. Bagaimana? Apa kau setuju dengan tawaranku?” tanya B yang tentu disetujui oleh mereka.


Mereka akhirnya menunggu sambil melamun, sementara B masih menatap laptop yang belum berubah menjadi ada sebuah balasan. Dia cukup takut jika memang nanti bantuan tidak datang. Siapa yang mau bunuh diri untuk orang orang egois ini? Dia hanya ingin mereka tenang dan mengulur waktu, namun dia masih belum memiliki rencana selanjutnya.


Tak selang berapa lama, banyak helikopter berputar di pulau itu, membuat mereka menyingkir dan mengambil senjata, sembunyi karna tak yakin siapa pemilik helikopter itu. setelah berlari, barulah B ingat Radith masih ada di sana.

__ADS_1


B berlari ke dalam helikopter dan melindungi Radith, karna tak mungkin baginya untuk pergi bersama Radith saat mereka sudah mulai mendarat.


“Saya akan melindungi anda dengan hidup saya, itu adalah sumpah yang saya katakan saat saya bergabung dengan keluarga ini,” lirih B yang sudah mengambil senjata dan bersiap untuk melindungi Radith sampai detik terakhirnya.


__ADS_2