Bossy Bos

Bossy Bos
Bab 60


__ADS_3

"Cari orang itu ke seluruh rumah, dia tidak akan bisa keluar dari sini dengan selamat apapun alasannya, jika kalian tidak bisa menemukannya, kalian yang akan menggantikan nyawanya," ujar Radith pada penjaga rumah dan langsung ikut mencsri dengan pistol yang masih di tangannya. Dia mencari ke semua bagian rumah, namun tidak ada, seketika dia tersadar sesuatu dan berlari masuk ke dalam rumahnya.


Radith langsung pergi ke kamar Sean, ternyata pintu kamar itu terkunci, dia menggedor gedor kamar itu, namun tidak ada balasan sama sekali. Penjaga yang mendengar suara gedoran langsung menyusul ke sumber suara dan melihat Radith yang masih berusaha menjebol kamar itu karna kamar Sean bukan dikunci dari pintunya, melainkan kunci yang ada di kusen untuk menahan pintu.


"Tuan, biar kami yang mendobrak," ujar pengawal yang membuat Radith memundurkan badannya, lalu membiarkan pengawal itu mendobrak pintu. Pengawal itu menggunakan kakinya dan pintu langsung terbuka. Radith terkejut saat melihat seorang wanita sudah memegang Sean dengan pisau di dekat leher anak itu. Radith langsung merasa lemas dan mengangkat tangannya, meminta damai pada orang itu.


"Siapa kau? Mau apa kau di rumahku dan kenapa kau melakukan ini pada anakku? Jika kau ingin harta, aku akan memberikannya padamu, aku tidak akan melukaimu atau melaporkanmu, tapi lepaskan anakku, dia tidak bersalah," ujar Radith yang malah membuat orang itu tertawa, Radith langsung sadar, dia adalah wanita yang sama. Wanita yang ada di pantai dan di acara pernikahan Radith, kenapa wanita itu ada di sini?


"Haha, sepertinya kau hanya ingat memiliki satu anak, tapi anakmu yang lain kau telantarkan! Kau pikir aku mau harta? Tidak, aku ingin membuat anak sialan ini merasakan apa yang anakku rasakan. Aku ingin dia menderita seperti anakku menderita! Kau dengar? Aku akan membunuhnya secara perlahan, di hadapanmu!" Teriak orang itu dengan wajah yang sudah memerah. Napasnya berderu seperti berapi api.


"Tunggu, jika ada yang ingin kau katakan, atau ada sesuatu yang ingin kau dapatkan, lakukan dengan baik, aku akan memberikannya padamu. Tapi yang kau pegang saat ini hanya anak berusia 5 tahun yang bahkan tidak mengerti apa apa! Lepaskan dia, saya mohon, lepaskan dia." Radith terus memohon karna orang itu sama sekali tak tampak tersentuh.


"Ssttt, anakmu ini sedang tidur, aku menyuntikkan obat tidur dengan dosis tinggi, dia tidak akan terganggu, dan dia akan mati dengan tenang, tapi kau jangan bangunkan dia, karna mungkin akan percuma, dia tidak akan bangun lagi," ujar Orang itu yang membuat Radith makin panik, dia tidak bisa melakukan apa apa karna anaknya dalam posisi tidak sadar dan orang itu memegang pisau yang bisa menebas leher anaknya kapanpun.


"Siapa kau? Apa yang kau inginkan? Kau orang yang sama, kau yang tenggelam saat itu dan juga yang diam diam datang ke pernikahanku. Siapa kau? Pasti kau memiliji tekat yang kuat sampai berani datang ke rumahku bahkan penjagaku sampai tidak tahu kau menyelinap," ujar Radith yang berusaha membuat orang itu lengah, namun sepertinya dia tidak mudah ditipu.


"Ya, aku sudah mengawasi kalian sejak lama, sangat lama bahkan sebelum Sean lahir di dunia ini. Apa kau sungguh tidak mengingatku? Kasihan sekali aku, hanya menjadi budak napsumu. Ah, jangan pikirkan aku, tapi anakku? Dia harus menderita karna ayahnya tak lebih dari seorang Baj1ngan!" Teriak orang itu tanpa mengendurkan tangannya dari leher Sean.


"Apa maksudnya? Kau? Anakmu? Apa ini? Aku tidak mengerti apapun! Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya dengan jelas?" Tanya Radith yang membuat orang itu tertawa keras. Tawanya sangat keras sampai membuat Lira keluar dari kamarnya, dan langsung berlari saat melihat banyak orang ada di depan kamar Sean.


"Ada apa ini? Ya Tuhan, Sean!!! Kau apakan anakku?!" Tanya Lira yang hendak berlari, namun Radith menahannya dan memeluknya agar Lira tidak mendekat karna dia tahu itu hanya memperburuk keadaan, orang itu akan tetap menyakiti Sean, bahkan juga Lira, jadi bukan hal yang bagus untuk melawan dengan cara itu.


Melihat bagaimana nekatnya wanita itu, Radith yakin, dia bukan sembarang orang yang bisa diremehkan. Bahkan orang ini pasti tak takut mati, itu artinya percuma jika Radith membunuhnya sekarang, orang itu tidak akan menyesal, sebaliknya, Radith yang tidak akan pernah tahu motif wanita gila ini, jadi dia harus bersabar untuk tahu apa yang sebenarnya wanita ini inginkan.


"Wah wah wah, nyonya rumah akhirnya sampai. Haii, apa kau baik baik saja? Apakah ada pecahan kaca yang menusuk jantungmu? Haha, sayang sekali kau tidak mati. Ah tapi jika dipikir, kau tidak perlu mati, kau hanya perlu melihat anak ini mati, tenang saja, kau tidak perlu susah untuk membunuhku, karna aku akan bunuh diri saat tugasku sudah selesai," ujar orang itu tanpa takut sekalipun, Radith menjadi semakin lemas, dia tidak bisa melihat Sean terluka.

__ADS_1


Radith meletakkan pistol yang dia bawa, dan dia menarik Lira untuk mundur, lalu dia berlutut di hadapan orang itu, dia mengatupkan kedua tangannya dan meminta orang itu untuk melepaskan Sean, namun tentu orang itu tidak mengabulkannya, dia tidak menggerakkan tangannya sama sekali, meski matanya semakin memerah.


"Apa kau sadar apa yang sudah kau lakukan di masa lalu? Apa kau bahkan mengingat apa yang sudah kau lakukan padaku? Kau bahkan tidak bisa mengingat malam itu, dan kau kini memohon ampun? Untuk anak sialan ini?" Tanya orang itu yang membuat Lira terpancing, namun Radith memegang kakinya, menahannya untuk bergerak karna mereka tidak bisa melawan sama sekali.


"Aku sungguh tidak tahu apa yang sudah aku perbuat, katakan padaku, aku akan bertanggung jawab untuk apapun itu. Tapi jangan sakiti dia, kau bilang sudah mengawasiku sebelum Sean lahir, jadi anak itu tidak ada sangkut pautnya dengan masalahku bukan? Lepaskan dia dan beritahu aku apa yang kau mau," ujar Radith yang akhirnya membuat orang itu menitikkan air mata, lalu melepaskan Sean.


Pengawal di sana bersiap untuk menembaknya, namun Radith menahan mereka karna dia harus mendengar alasan wanita ini. Dia tidak bisa membuat wanita inicmati begitu saja tanpa tahu apa yang dia inginkan dan dosa apa yang Radith lakukan di masa lalu sampai membuat wanita ini bertingkah gila pada rumahnya, pada keluarganya.


"Lima tahun yang lalu, Aku diculik oleh orang yang entah siapa, dan aku dipaksa masuk ke dalam kamar yang aku tidak tahu siapa di dalam sana. Setelah beberapa lama aku baru tahu ternyata, di dalam sana adalah orang yang sangat berkuasa bagi perusahaan elektronika milik Galeno, ya, anda tuan, Radithya David Putra Galeno."


"Kenapa tidak kau pesan wanita panggilan untuk kau geluti? Kenapa kau mengambil gadis yang bahkan tidak pernah mengenalmu sebelumnya? Kau, kau pria kejam yang tidak punya hati. Aku bahkan hanya bisa menangis dan menangis saat aku tahu dalam perutku, tumbuh anak yang tidak pernah aku inginkan, bahkan aku tidak mengenal ayah dari anak ini."


Radith langsung mematung, dia tidak ingat sama sekali dengan apa yang wanita itu katakan, namun entah kenapa dia tidak merasa wanita ini sedang berbohong, naluri dalam hatinya berkata wanita ini mengatakan yang sebenarnya. Tapi kenapa Radith tidak ingat sama sekali?


Lira keluar dari rumah dan membawa Sean ke rumah sakit, tidak peduli apa yang akan terjadi di rumah itu, Radith pasti bisa mengatasinya, meski dalam hatinya ikut bertanya tanya, apa maksud dari wanita itu? Kenapa dia mengatakan sesuatu yang seolah olah Radith sudah melakukan....


"Gak, gak Lira. Dia cuma orang asing gila yang tiba tiba masuk ke rumah Lo dan melakukan hal buruk ke Sean. Semua yang dia katakan pasti bohong dan cuma nyari untung dari Radith. Gak, Lo harus percaya sama Radith dan fokus sama Sean aja," celetuk Lira untuk menghentikan pikiran buruknya.


Sementara itu di dalam kamar Sean. Wanita itu menunduk dan menangis, seolah Radith sudah melakukan hal yang besar di hidupnya namun dia bahkan tidak bisa melakukan apa apa. Radith berdiri dan kembali berlutut di dekat orang itu, melihat wanita yang sekarang tampak lemah sedang menangis, membuat Radith menjadi tak tega.


"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan dan bahkan aku tidak bisa mengingat apapun. Apa kau mau menceritakannya dengan jelas? Jika memang aku salah, aku akan bertanggung jawab, tapi jangan membuat bingung dan salah paham dengan menyakiti keluargaku, mereka sudah sangat menderita, aku tidak mau menambah penderitaan mereka.


"Yah, jika kau ingin tahu ceritanya, baiklah, aku akan menceritakan semua padamu, tapi aku tak yakin kau akan bertanggung jawab, apalagi kau sudah memiliki keluarga kecil yang bahagia dan baru saja menikah, ah, kau mungkin akan membunuhku untuk menutupi jejak, tapi aku tak takut dan tetap datang untuk keadilan anakku."


Wanita itu mulai bercerita dan Radith menyimak dengan serius. Dia menggeleng gelengkan kepalanya saat wanita itu menceritakan setiap hal dengan detail. Radith langsung merasa lemas dan tatapannya kosong saat wanita itu menyelesaikan ceritanya. Radith tampak tak percaya dengan apa yang orang itu katakan, namun dia tidak bisa melihat kebohongan di sana, membuat Radith makin bingung dengan keadaan ini.

__ADS_1


"Maksudmu, malam itu terjadi sesuatu dan kau mengandung anakku? Kau melahirkannya dan hidup menderita tanpa aku tahu? Lalu kenapa kau tidak menemuiku saat anak itu belum lahir? Kenapa kau baru menemuiku setelah aku menikah dengan Lira dan memiliki Sean?" Tanya Radith dengan suara yang bergetar.


"Lantas apa yang akan kau lakukan jika aku memberitahumu sebelum anak ini lahir? Kau akan membunuh anak dalam perutku demi ambisimu mendapatkan Liora. Apa aku salah? Apalagi kau melakukannya tanpa kau sadar apa yang kau lakukan, sampai sekarang kau bahkan tidak ingat apa yang sudah kau lakukan. Jadi apa yang bisa aku harapkan dari ini semua? Kebaikanmu? Apa bisa?"


"Aku harus mengkonfirmasi semua terlebih dahulu, aku tahu kau akan marah karna aku mengatakan ini, tapi ini semua terlalu tidak masuk akal, terlalu tiba tiba dan saatnya sangat tidak baik. Aku harus mengecek semua baru aku akan menemuimu lagi," ujar Radith yang membuat wanita itu mengeluarkan senyum miringnya, seolah mengejek Radith yang tampak ragu dan bingung.


"Apa kau perlu bantuanku? Aku bahkan menyimpan rekaman cctv lorong hotel tempat dimana aku diculik dan dipaksa untuk melakukannya denganmu. Aku bisa melihat kau mabuk berat atau mungkin dalam pengaruh obat saat itu, jadi kau tidak akan ingat. Oh, atau kau perlu melakukan tes pada anakku? Aku akan membiarkanmu melakukannya agar kau puas dsn yakin."


"Ya, aku akan melakukan tes pada anak itu, dan kau, jangan sampai aku tahu jika kau hanya memanfaatkan keadaan atau bahkan hanya menipu untuk mendapat keuntungan dariku. Aku akan membuatmu membayar harga yang mahal jika kau sampai berani bermain di keluargaku," ujar Radith yang tentu tak membuat wanita itu takut, wanita itu segera bangun dari kasur dan berjalan keluar tanpa takut, meski semua senjata menodong ke arahnya.


"Kalian tidak akan membunuhku, tidak untuk sekarang, mungkin kita akan bertemu lagi, jadi silakan simpan tenaga kalian untuk hari itu, aku sudah selesai mengatakan semua, aku pergi dulu," ujar wanita itu yang langsung pergi dari sana, tak lupa memberikan kartu nama kepada salah satu pengawal itu agar Radith bisa menghubunginya, karna dia tahu Radith masih syok dan tidak bisa bertanya tentang kartu nama ini.


Ponsel Radith berbunyi dan dia mendapat kabar Sean dalam kondisi yang tidak baik, Lira meminta Radith untuk segera pergi ke rumah sakit. Hal itu membuat Radith langsung berlari dan meminta pengawalnya untuk menyetir karna dia takut akan kehilangan fokus dan malah menjadi kecelakaan jika tetap mengemudi dalam situasi ini.


"Bagaimana wanita itu? Apa dia sudah mati? Atau dia mengatakan sesuatu yang lain sampai membuat kamu sediam ini bahkan saat kamu tahu anakmu dalam kondisi tidak baik?" Tanya Lira yang tampak kecewa karna Radith malah melamun dan bukannya bertanya soal keadaan Sean yang masih ditangani oleh dokter.


"Maaf, orang itu mengatakan hal yang benar benar bikin aku kaget. Aku akan mengonfirmasinya dan baru aku kasih tahu kamu. Aku gak mau kamu khawatir masalah ini, mungkin dia memang cuma orang iseng yang gak sama sama keluarga kita, atau dia suruhan orang lain, aku masih belum bisa memastikannya."


"Segera pastikan, karna aku mendengar hal yang tidak enak. Aku sudah berjanji hidup sama kamu sampai mati, kita sudah menikah resmi dan aku gak bisa kalau akhirnya kita harus berpisah karna masalah ini," ujar Lira pelan. Radith menganggukkan kepalanya dan memeluk Lira dengan erat, namun tangannya segera disingkarkan oleh wanita itu.


"Maaf, mungkin untuk sementara jangan dulu ya, aku terlalu takut sama kenyataannya nanti, aku telpon kamu cuma karna Sean memburuk, mungkin kamu khawatir sama dia, tapi ternyata ada hal yang lebih membuat kamu khawatir," ujar Lira yang tak bisa lagi menyembunyikan rasa kecewa karna bahkan Radith tak bisa langsung menyelesaikan masalah ini.


"Maaf sudah membuat kamu merasakan hal itu, tapi percaya sama aku, aku gak pernah berniat melukai kamu, aku gak pernah mau semua ini terjadi, aku sayang, aku cinta sama kamu, dan cuma kamu," ujar Radith dengan tulus tanpa menyentuh Lira agar wanita itu tak merasa risih.


"Ya, semoga semua yang kamu bilang itu benar," lirih Lira sambil menghembuskan napas panjang, ingin mengurangi sesak di dadanya.

__ADS_1


__ADS_2