Bossy Bos

Bossy Bos
Bab 59


__ADS_3

Setelah semua tamu pulang, Lira dan Radith masih ada di sana untuk membantu orang orang Catering membungkus makanan yang ada. Sebenarnya Lira bisa meminta anak buah Radith melakukannya, namun karna dia merasa ini acaranya, dia harus bertanggung jawab dengan makanan ini, dia bahkan memaksa untuk membagikannya sendiri jika Radith tidak mengeluh sakit pada kakinya.


Radith cukup bersyukur karna sementara waktu dia bisa menyetop atau melarang Lira melakukan sesuatu dengan alasan sakit di kaki atau tangannya, meski sekarang dia tidak merasakan sakit apapun, namun demi mendapat perhatian dan rasa mengalah Lira, dia harus berpura pura masih merasakan sakit dan Lira sendiri tidak akan curiga atau bertanya apakah dia bohong.


Radith merebahkan dirinya di kamar setelah dia sampai di rumah, sementara Lira berada di dalam kamar Sean karna anaknya itu sedikit demam. Sean kelelahan bermain dan menjadi sedikit rewel, anak itu memang tidak bisa kelelahan, dia akan menjadi sakit jika hal itu sampai terjadi.


"Maafin Mami ya nak, biasanya Mami yang jaga dan kontrol kamu biar gak capek, tapi hari ini mami gak perhatiin kamu kemana aja, ngapain aja sampai kamu capek dan demam begini. Ayo kita tempel dulu kompresnya, terus minum sirup ini ya, nanti Sean tidur, terus besok udah sehat deh, bisa sekolah lagi," ujar Lira yang menempelkan kompres dan memberikan obat sirup untuk Sean.


"Mami, apa Mami menyukai gaun ini? Mami terlihat cantik sekali memakai gaun ini," ujar Sean pelan karna Lira bahkan tidak sempat berganti pakaian dan langsung merawat Sean saat tahu anaknya ini tidak dalam kondisi baik, naluri seorang ibu, dia akan memprioritaskan anak di atas segalanya.


"Ya, mami sangat menyukainya karna Papa Radith yang memberikannya untuk Mami. Papa Radith sangat baik pada kita, jadi kamu juga harus sayang sama Papa Radith, karna Papa Radith juga papa kandung kamu," ujar Lira memberi pengertian pada Sean, namun anak itu tampak bingung dengan perkataan Lira.


"Mami, papa kandung itu apa? Sean tidak mengerti," sahut Sean yang mulai merasakan kantuk karna obat yang dia minum, namun dia masih berusaha membuka matanya karna penasaran. Lira sendiri bingung bagaimana menjelaskannya kepada Sean, karna belum umurnya Sean mengerti tentang hal ini. Dia harus menyusun kata agar tidak ambigu.


"Eum, begini, Papa Radith itu yang udah buat Sean ada di dunia ini, Sean ada di dalam tubuh Mami dan lahir dari perut mami itu karna Papa Radith," ujar Lira yang membuat Sean mengerutkan keningnya, sepertinya anak itu masih penasaran dan tidak terima dengan penjelasan Lira.


"Bukan karna Mami makan biji semangka dan tumbuh di dalam perut Mami?" Tanya Sean yang membuat Lira melongo. Darimana anaknya tahu akan hal hal aneh seperti itu? Dia bahkan tidak pernah mengajari Sean tentang masalah ini, namun anak itu tahu lebih banyak dari yang dia duga walau masih salah.


"Eum, waktu itu Sean bertanya dengan Uncle Alex darimana dedek bayi berasal dan Uncle Alex berkata itu karna Mami memakan biji semangka dan biji itu tumbuh, menjadi seekor dedek bayi," ujar Sean yang membuat Lira tersedak, dia bahkan sampai harus berdiri dan mengambil minum karna tenggorolannya yang terasa perih. Dia menggelengkan kepalanya sambil menatap Sean.


"Sweety, pertama, dedek bayi itu bukan seekor, tetapi seorang. Sama seperti Sean, seorang anak yang lahir dari perut mami. Kalau seekor itu untuk animal, like a cow, a dog, a cat, atau yang lainnya, jadi Sean gak bisa panggil dedek bayi dengan sebutan seekor, karna dedek bayi itu kan manusia seperti Sean," ujar Lira lembut pada Sean.


"Ah, baik mami, Seorang dedek bayi. Ya, uncle Alex bilang dedek bayi dari biji semangka, tapi kenapa mami bilang dedek bayi dari Papa Radith. Apa papa Radith membeli semangka di market lalu semangka itu dimakan oleh Mami?" Tanya Sean yang kembali membuat Lira tertawa, bisa bisanya Alex memberikan alasan dengan sangat tak masuk akal.


"Ya Sean, Papa Radith membelikan Mami semangka yang besar di Amazon, dan Mami memakan bijinya, lalu biji itu menjadi besar dan Mami jadi bisa melahirkan Sean," ujar Lira agar cepat dan Sean bisa segera tidur, toh anak itu akan mengerti pada waktunya nanti. Dia tidak akan mengajari anak itu sekarang.


"Eum Mami, Let's buy water melon, Sean mau lihat adik bayi yang ada di dalam water melon itu, ayo mami, ayo," ujar Sean yang membuat Lira mencegahnya karna anak itu dalam keadaan sakit, badannya pun masih hangat, yang paling penting, tidak akan ada seorang anak di dalam semangka.

__ADS_1


"Yes Sweetie, nanti kita beli water melon setelah kamu sehat, sekarang kamu tidur dan besok kita beli water melon, oke?" Tawar Lira yang diangguki oleh Sean, anak itu kembali menidurkan dirinya dan memeluk sebuah boneka miliknya sejak lahir. Dia bisa tidur dengan nyenyak jika boneka itu ada di dalam kamarnya, atau bahkan ada di pelukannya.


Setelah memastikan Sean tidur, Lira keluar dari kamar Sean dan menutup pintunya, dia menghela napas lega karna akhirnya Sean bisa tertidur dan berharap besok pagi kondisinya sudah membaik. Dia merasa gerah dengan gaun ini dan hendak menggantinya, dia masuk ke dalam kamarnya dan mencari baju, namun lemarinya kosong.


"Astaga, pasti Radith yang udah pindahin semua baju gue ke kamar dia biar gue ganti bajunya di kamar dia. Astaga, cowok mesum yang licik, nyebelin banget sih," keluh Lira yang kembali menutup pintu lemari dan pergi ke kamar Radith untuk mengambil baju, lalu dia akan keluar lagi dan mengganti bajunya di kamarnya sendiri agar Radith menjadi kesal dan dongkol.


Lira tidak mengetuk pintu dan langsung membukanya dengan kunci cadangan, dia menatap lurus dari pintu dan menelan salivanya dengan susah payah. Di hadapannya saat ini ada Radith yang sedang berdiri hanya mengenakan ****** *****, tubuhnya padat berotot, putih bersih dan membuat Lira melongo.


"Kamu belum ada sehari jadi istriku, udah suka banget ya sama badan aku sampai ngelihatnya sambil ngiler gitu? Sini sayang, kalau kamu mau pegang atau peluk, sekarang udah bebas kamu mau ngapain juga," ujar Radith yang sengaja menggoda Lira. Wanita itu segera tersadar dan menggelengkan kepalanya cepat.


"Dasar cowok mesum, cowok mesum kamu yang pindahin baju aku ke sini kan? Ih, kamu tuh, gak tahu ah, pakai baju dulu kamu nanti aku masuk lagi harus udah pakai baju," ujar Lira yang merasa malu dan langsung menutup pintu kamar dari luar, wanita itu menunggu di luar sambil memegangi pipinya yang memerah.


Setelah menunggu lima menit, Lira kembali memegang gagang pintu untuk membukanya dan bertepatan dengan Radith yang juga membuka pintu sehingga wanita itu tidak imbang dan jatuh dalam pelukan Radith, membuat Radith gemas bukan main dan menggendong Lira, lalu melemparnya ke kasur mereka Radith mengunci pergerakan Lira dengan kedua tangannya.


Posisi Radith ada di atas Lira, posisi yang sangat tidak menguntungkan kadna baju Lira yang membuatnya tidak leluasa bergerak dan kuncian tangan Radith membuatnya tidak bisa apa apa. Jantungnya berdebar cepat dan menunggu apa yang kira kira akan dilakukan oleh Radith, namun dia tidak mau berpikiran kotor, meski otaknya teris memutar adegan yang kotor, dia masih berusaha memikirkan hal lain.


Tanpa diduga, Radith malah melakukan push up dan setiap tubuhnya turun, dia mengecup dahi Lira, di hitungan kedua dia mengecup pipi Lira kanan dan kiri, hitungan ke empat dia mengecup hidung Lira dan hitungan ke lima mengecup singkat bibir Lira, lalu bangun dari posisinya dan terkekeh melihat Lira yang salah tingkah.


Lira yang melihat Radith bertingkah seperti itu hanya bisa menutupi tubuhnya dengan selimut, seolah dia adalah minor yang akan diperlakukan buruk oleh Radith. Namun lelaki itu malah tertawa melihat tingkah Lira, padahal sudah ada Sean di antara mereka, namun Lira masih bertingkah seperti remaja yang tidak pernah berhubungan dengan siapapun.


Radith mengecup kepala Lira lagi sebelum keluar dari kamarnya agar Lira bisa berganti baju dengan nyaman. Dia mengelus dan mengacak Rambut Lira dengan gemas, lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya, namun sebelum melangkah, dia kembali melihat Lira, kini dengan tatapan yang hangat.


"Mulai sekarang juga, kamu harus ingat kalau aku gak akan melakukan apapun dengan tubuh kamu tanpa persetujuan kamu. Aku gak akan melakukan hal buruk ke tubuh kamu. Kalau kamu gak nyaman ada aku pas kamu ganti baju walau kita udah suami istri, aku akan keluar kamar. Kalau kamu gak nyaman skinship sama aku, aku bisa menguranginya."


"Aku gak akan memaksa kamu untuk berhubungan sama aku, karna aku tahu itu gak baik untuk kamu. Aku juga gak akan memaksa kamu untuk segera hamil adiknya Sean, karna itu tubuh kamu, kamu yang merasakan sakit dan menderita, aku gak berhak buat menentukan. Tapi kapanpun kamu mau adik untuk Sean, aku siap melakukannya, hahaha, selamat berganti baju dengan tenang istriku," ujar Radith dengan manis dan menutup pintu dari luar.


Lira merasakan bahagia mendengar respon Radith, dia tidak mengira Radith akan semanis itu, dia merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini karna menemukan Radith yang sangat menghargai wanita, walau lelaki itu melakukan kesalahan padanya di masa lalu, dia sudah bisa memaafkannya karna ternyata kehadiran Sean malah menjadi penyembuh luka baginya.

__ADS_1


"Sayang, aku bikin cappuchino buat kamu ya, nanti ke ruang TV aja, aku ngerasa kamar bukan tempat yang tepat buat kita berdua, takut kalau aku khilaf juga," teriak Radith dari luar kamar. Lelaki itu membuat Lira kembalu terkekeh dan bergegas untuk mengganti pakaian sekaligus membersihkan diri dari make up dan debu selama di pantai dia menggelar acara.


Setelah selesai, wanita itu menyusul Radith di ruang TV, lelaki itu sudah menyediakan dua gelas cappuchino, yang hangat untuk Radith dan yang dingin untuk Lira. Lira merasa hangat ada di dekat Radith, mereka menonton serial yang ada di TV kabel itu, namun Radith merasa bosan dan memindahkan channelnya ke saluran horror, genre kesukaan mereka berdua karna tegang dan tidak lebay.


Namun sepertinya setiap film horor luar negeri yang ditayangkan di channel ini memiliki sekilas kisah percintaan yang cukup panas, bahkan tak jarang ada adegan ranjangnya. Radith tidak bisa mengganti Channel karna akan terlihat mencolok, namun dia juga tidak bisa melihatnya karna pasti dia akan menginginkan lebih dari Lira.


"Radith," panggil Lira pelan dan serak yang membuat Radith menoleh cepat karna mengira terjadi sesuatu pada Lira. Namun ternyata Lira dengan cepat menyambar bibirnya dan memulai ciuman yang agak panas. Mereka saling ******* dan bahkan tangan Lira ada di leher Radith. Wanita itu mengalungkan tangannya di sana agar mereka semakin dekat dan lekat.


"May I?" Tanya Radith melepas ciuman dengan napas yang memburu, dia tidak lupa dengan janjinya, dia akan tetap bertanya untuk menghormati Lira. Wanita itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Radith tersenyum dan kembali menutup mata, dia kembali mempersatukan bibir yang lembab itu, namun kali ini semakin dalam.


Tangan Radith mulai bergerak ke arah dua gunung kembar dan mulai memijatnya pelan, membuat Lira seperti tersengat listrik dan mulai mengeluarkan sedikit ******* dari mulutnya, menikmato permainan yang Radith sajikan untuknya. Dia tidak kuasa menahan suaranya saat Radith tak menciumnya.


Lelaki itu langsung mencium kembali Lira dan membawa wanita itu untuk masuk ke kamar mereka, tidak lucu jika mereka sedang melakukannya dan tiba tiba asisten rumah tangga memergoki mereka kan? Jadi lebih baik mencari tempat yang aman, dan juga kedap suara tentunya agar bisa lebih bebas.


Radith meletakkan Lira di kasur dengan lembut, dia kembali menatap ke arah Lira dan ******* bibir wanita itu lagi, dia melakukan hal yang sama, sampai akhirnya tangannya turun ke arah pusar dan ada di atas bagian paling sensitif milik Lira. Radith memasukkan tangannya ke dalam celana Lira dan mulai memegang. Membuat Lira menggeliat karena geli.


~pyaarrrr


Baru saja Radith hendak melepas celana Lira. Jendela kamar mereka dilempar oleh batu sampai pecah, membuat keduanya kaget dan melepaskan diri. Radith langsung sigap berlari ke arah jendela sementara Lira mengambil pistol yang ada di laci sebelah kasur, memberikan satu untuk Radith.


"A.. ada apa? Ada siapa?" Tanya Lira panik karna terkejut. Dia tidak menyangka rumah yang sudah diamankan ini masih bisa dibobol oleh orang jahat, bahkan orang itu sampai memecah jendela kamer Radith, membuat kaca berserakan di sana dan mereka harus berhati hati dalam melangkah.


"Aku gak tahu, tapi siapapun dia, aku akan membuat dia membayar dengan nyawa kalau gak ada suatu yang penting, karna dia udah merusak jendela kamar aku dan yang paling penting dia udah merusak moment enak yang udah gak bisa diulang saat ini," ujar Radith yang membuat Lira tersedak salivanya sendiri.


"Sempat sempatnya mikir itu, udah, kamu keluar dulu, tanya ke penjaga apa yang terjadi. Dia gak mungkin bisa kabur dengan mudah," ujar Lira yang membuat Radith sadar dan langsung keluar dari kamar.


"Kamu pindah ke kamar kamu dulu, di sini gak aman. Jangan kemana mana sampai aku bilang ada apa ya, takut ada orang gila yang mau nyakitin kamu," ujar Radith yang diangguki oleh Lira. Mereka keluar dari kamar itu bersama untuk memastikan Lira tidak menginjak pecahan kaca.

__ADS_1


Radith mencium kening Lira singkat dan meminta wanita itu masuk ke kamar, lalu wajahnya langsung berubah dingin dan ketus seketika.


"Bangst, gue gak akan biarkan orang yang ganggu itu hidup," ujar Radith dengan penuh tekanan karna emosi.


__ADS_2