
Radith tidur di rumah Ibunya malam ini, dia berencana untuk menjemput Lira dan menanyakan hal ini, bahkan dia sudah berencana akan melakukan tes DNA jika Lira masih bersikeras Sean bukan anaknya. Dia sudah cukup menderita karna rasa bersalahnya, dan rasa rindu untuk Lira, dia ingin segera menyelesaikan semua dan hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.
Lelaki itu sudah berniat untuk mengambil penerbangan malam, namun setelah dipikir, lebih baik dia menginap dulu satu malam untuk menghibur Ibunya, karna sudah lama dia tidak berkunjung, dia bahkan cukup terkejut karna wajah Ibunya yang tak lagi mulus, dan cenderung banyak keriput dan wajahnya tampak lesu.
Radith memegang dan melihat lagi foto masa kecilnya. Dia makin yakin jika Sean adalah darah dagingnya, dia hanya perlu membuat Lira bicara dan tidak membiarkan lelaki yang Radith yakin adalah suaminya akan ikut menutupi fakta ini. Lelaki itu masih kesal jika mengingat soal suami Lira.
"Bahkan kalau cowok jelek itu suaminya, Gue bakal bikin mereka cerai dan Lira sama Gue. Salah siapa nikah gak bilang – bilang dulu sama Gue. Gak mau tahu, Gue mau sekali – kali jadi orang egois," ujar Radith pada dirinya sendiri.
"Bukankah kamu selama ini juga egois? Kamu gak sadar – sadar juga ya? Kalau mama boleh kasih saran, jangan hancurkan rumah tangga orang lain, kasih Lira pilihan, jika Dia mau bersama kamu, kalian bisa bersama, Jika dia tidak mau dan memilih keluarganya saat ini, ya kamu harus melepaskan dia, atau tidak ada satupun dari kalian yang bahagia."
"Tapi Ma, kan tujuan Radith bertahan sejauh ini, bahkan Radith percaya kalau Sean itu anak Radith karna Radith mau berkeluarga sama Lira dan Sean, Kenapa Radith harus melepaskan dia? Bahkan lelaki itu bukan ayahnya Sean ma," ujar Radith yang membuat Mamanya trsenyum kecut, beliau duduk di sofa dan mengambil sebuah foto yang ada di laci.
"Karna Mama gak mau keluarga kalian berakhir seperti keluarga Kita. Papa sama Mama menikah atas dasar perjodohan, bahkan Papa tidak benar – benar mencintai kalian berdua. Pernikahan kami ada karna terpaksa, dan berakhir dengan tidak baik juga. Kamu gak mau kan Lira dan anak kamu mengalami hal yang sama?"
"Jangan pernah memaksakan sesuatu, jika itu milikmu, semua akan kembali kepada kamu. Kamu udah dewasa, seharusnya kamu sudah tahu hal seperti ini. Bahkan Mama gak pernah protes kan waktu kamu memutuskan buat keluar dari rumah dan hidup tanpa mau mengunjungi mama sama sekali? Tapi kali ini, Mama gak akan setuju kalau kamu memaksa Lira untuk memiliki hubungan karna Mama tahu rasanya."
"Maafin Dave Ma, kali ini Dave bakal ikutin maunya Mama, Dave akan tanya Lira, tapi kalau dia gak mau paling Dave bakal sedikit maksa, karna Dave punya feeling kalau memang dia yang jadi jodohnya Dave. Mama doain Dave ya," ujar Radith dengan lembut. Mamanya datang padanya dan mengusap rambutnya seperti seorang ibu pada anaknya yang masih kecil.
"Tanpa kamu minta, seorang Ibu memang akan selalu mendoakan anaknya. Jangan lupa buat main ke rumah kalau kamu ada waktu, Mama kesepian di rumah sejak kakak kamu nikah. Jangan lupa terus berdoa, biar setiap langkah kamu selalu diberkati sama Tuhan," ujar Mama Radith yang diangguki oleh lelaki itu.
*
__ADS_1
*
Pagi – pagi sekali, Radith sudah mengambil penerbangan menuju rumah Lira. Namun rumah itu tampak sepi, Radith jadi mengira jika Lira sudah kabur karna tak ingin bertemu dengannya. Untung saja Radith sudah memiliki persiapan khusus. Lelaki itu mengeluarkan ponselnya untuk mengecek lokai Lira, dia sengaja melakukan itu agar tidak kehilangan Lira lagi.
"Aneh, kenapa GPSnya malah ke sini? Lira ada di rumah? Tapi kenapa di gak nyahut waktu Gue panggil?" tanya Radith yang langsung kembali memasukkan ponselnya. Lelaki itu mencoba untuk membuka pintu, namun ternyata pintu itu terkunci. Namun Radith tak menyerah begitu saja, lelaki itu mengecek apakah dia bisa membobol rumah ini atau tidak.
Radith langsung berlari ke arah belakang dan mengecek pintunya. Saat melihat arah engsel pintu, lelaki itu langsung mendobrak pintu tersebut dan pintu tersebut langsung terbuka lebar. Radith masuk ke rumah itu dengan ahti – hati, dia takut ini merupakan jebakan. Lelaki itu mendengar suara seseorang dengan samar.
Dia langsung mempercepat lagkahnya dan mengikuti arah suara itu. Ternyata berasal dari dalam kamar. Lelaki itu kembali mendobrak pintu kamar dan langsung terkejut atas apa yang dia lihat. Dia bisa melihat lelaki yang bersama Lira beringkuk hanya memakai boxer dan tangan terikat serta bibir tersumpal.
"Wah, gak perlu susah – susah gue bikin Lo susah. Lucu banget Lo. Eh, kalau Lo di sini, Lira di mana?" tanya Radith yang tak mendapat jawaban karna mulut lelaki itu tersumpal. Radith mendekat dan membuka sumpalan itu, dia langsung emndapat umpatan dari lelaki yang ada di hadapannya.
"Lira hilang? Dia diculik atau gimana? Lo kasih tahu Gue sekarang biar Gue bisa selamatkan dia, bukan Gue yang lakukan ini sama kalian, Gue juga abru balik dari Indo," ujar Radith yang membuat lelaki itu juga terkejut. Dia kira Radith adalah dalangnya karna lelaki itu sangat terobsesi pada Lira dan anaknya.
"Mana saya tahu, saya ada di sini, disekap di sini dan mereka membawa Lira keluar. Apa kau yakin bukan Kau yang menculik mereka? Kau sangat ingin kami berpisah," ujar lelaki itu yang langsung membuat Radith kesal. Radith kembali mengambil kain yang tadi menyumpal mulut lelaki itu dan mengembalikannya ke mulutnya.
"Lo menyebalkan kalau lagi ngomong. Mending Lo diam sampai tahun depan," ujar Radith yang mengabaikan lelaki itu meski lelaki itu sudah berusaha untuk berteriak. Radith melambaikan tangannya dan kembali menutup pintu yang tadi dia dobrak. Lelaki itu hendak keluar dari rumah itu, namun dia mendengar suara dari arah lain.
Radith mengikuti suara itu dan langsung membuka pintu kamar mandi. Radith memelototkan matanya saat melihat tubuh Lira yang sudah terendam air di bathtube, wajah wanita itu sangat pucat dan bahkan dia sudah kehilangan sebagian besar tenaganya. Radith langsung masuk dan mengangkat tubuh wanita itu agar tidak direndam lebih lama lagi.
"Ra.. Lira, bangun Ra, Ra, Lo masih dnegar suara gue kan? Lo gak jadi tuli karna direndam kan? Lo mau jadi asinan' tanya Radith yang tak dijawab oleh Lira. Lelaki itu membawa Lira keluar dari dalam kamar mandi dan langsung membawanya ke dalam kamar, tentu kamar yang berbeda dari lelaki tadi.
__ADS_1
Radith langsung menyelimuti Lira dengan selimut yang tebal dan menelpon anak buahnya agar mengirim orang untuk menggantikan baju Lira. Sambil menunggu, Radith tak lupa menyalakan pemanas agar tubuh Lira menjadi hangat. Siapapun yang melakukan itu, orang itu sangat tega karna bahkan mereka merencam Lira di air yang sudah dicampur es sehingga air itu sangat dingin.
Radith menunggu hampir satu jam sampai Lira sadar dan merasa cukup pulih. Wanita itu langsung membuka matanya dan mencari sesuatu dengan panik. Dia langsung turun dari kasur sambil memegangi kepalanya yang pusing. Radith cukup takjub dengan ketangguhan wanita itu, dia tak tampak seperti orang yang baru saja disiksa oleh orang lain.
"Sean, mereka ngebawa Sean, Dith. Lo harus cari mereka, Gue gak mau terjadi sesuatu sama Sean, ayo kita cari Sean," ujar Lira yang membuat Radith langsung etringat dengan anak itut, padahal anak itu alasan utama Radith datang kembali ke negara ini.
"Gue mau tanya, Sean ittu anak Gue kan Ra? Kenapa Lo gak bilang sama Gue tentang hal ini? Kenapa Lo pisahin Gue dari anak kandung Gue sendiri?" tanya Radith yang membuat Lira berdecak dan langsung mendorong tubuh Radith untuk keluar dari kamar, mereka harus bergegas karna Lira tahu orang yang menyekapnya bukan orang sembarangan.
"Itu gak penting, yang penting sekarang kita harus temukan Sean, semua bisa dibahas nanti Dith," ujar Lira yang tak membuat Radith puas.
"Gue bosnya di sini. Satu lagi, itu penting buat Gue karna Gue berhak tahu, Ra," ujar Radith dengan ngotot.
"Lo harusnya mikir, kalau dia gak selamat, dia gak kan pernah lagi jadi anak Gue, anak Lo atau anak siapapun. Itu yang Lo mau?" tanya Lira yang membuat Radith seketika tersadar. Lelaki itu langsung mengambil ponselnya dan mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Sean.
"Tunggu, Daniel dimana? Lo belum selametin dia?" tanya Lira yang hendak berjalan ke arah kamar Daniel, namun Radith menarik tangan gadis itu dan pergi menjauh dari kamar.
"Biarin aja dia, nanti juga habis digigit cicak. Lo mau Sean cepat ketemu kan? Kita ahrus cari dia sekarang," ujar Radith yang membuat Lira terkejut. Sebegitu bencinya Radith dengan lelaki yang sudah bersamanya selama lima tahun ini.
"Kasihan Dith, dia bukan ornag jahat," ujar Lira yang membuat Radith berdecak.
"Gue nanti suruh orang buat lepasin dia, Gue gak suka Lo dekat – dekat sama Dia, bahkan kalau dia Suami Lo. Gue pastikan kemarin adalah terakhir kali Lo bisa dekat – dekat sama dia," ujar Radith dengan ketus dan menutup pembicaraan mereka.
__ADS_1