Ceo Somplak Jatuh Cinta

Ceo Somplak Jatuh Cinta
CSJC : Chapter 102


__ADS_3

Setelah cukup lama Ranti membangunkan Satya, akhirnya suaminya itu bangun juga sambil mengucek matanya dan menguap beberapa kali. Tadi malam Satya memang susah tidur karena diganggu oleh putra bungsunya yang ingin tidur di atas tubuhnya. Sayangnya, Gio tidak bisa diam karena menendang wajah, tidur dengan bok*ong di wajah Satya dan masih banyak lagi tingkah putra kecilnya itu.


"Kenapa sih, Bun?" tanya Satya menatap wajah istrinya.


"Tolong bawa Jasmine ke rumah sakit, dia mau melahirkan!" pinta Ranti dengan suara yang panik. Satya langsung beranjak turun dari tempat tidur lalu berlari keluar kamar dan menuruni tangga menuju ke lantai satu untuk melihat keadaan menantunya yang katanya akan melahirkan.


Ranti menyusul keluar kamar dan handak turun juga. Namun, niatnya ia urungkan dan ia malah pergi ke kamar Gibran dan kembali masuk ke kamar putranya itu karena hatinya merasa yakin jika putranya itu masih berada di kamar.


Ranti kembali berkeliling, dan setelah beberapa menit, ia mendengar suara orang dengkuran seseorang. Ranti merasa suara dengkuran itu berasal dari bawah kolong tempat tidur. Ranti segera melihat ke kolong tempat tidur dan ternyata Gibran memang berada di sana.

__ADS_1


"Gibran, bangun! Istri kamu mau melahirkan itu." Ranti mencubit pipi Gibran sampai putranya itu bangun dengan tergesa-gesa saat mendengar istrinya akan melahirkan.


"Aduh." Gibran mengaduh saat kepalanya terbentur dipan tempat tidur.


Gibran tidak peduli dengan rasa sakitnya, ia langsung merayap keluar dari kolong tempat tidur lalu berlari keluar kamar. Beberapa detik kemudian, Gibran masuk ke kamar lagi untuk bertanya pada Ranti di mana istrinya sekarang.


"Istriku di mana, Bun?" tanya Gibran panik.


"Apa lagi?" tanya Ranti menatap tajam pada putranya yang telat mikir.

__ADS_1


"Jasmine di bawah mana, Bun?" tanya Gibran tidak peduli dengan tatapan tajam bundanya.


"Lantai satu," jawab Ranti dengan sabar. Gibran langsung berlari turun ke lantai satu, ia berkeliling mencari keberadaan istrinya namun ia tidak melihat istrinya sama sekali. Gibran malah melihat ayahnya dengan sedang menenangkan Gio yang menangis kencang dalam gendongannya.


Beberapa menit yang lalu saat Satya sudah sampai di lantai satu. Ia tidak melihat Jasmine di sana, ia malah melihat Gio yang menangis sambil merangkak ingin keluar rumah. Mungkin anak itu tadi melihat jika kakaknya dibawa keluar sehingga ia ingin ikut bersama Jasmine.


Satya langsung diberitahu oleh pelayan jika Jasmine sudah dibawa pergi ke rumah sakit oleh Lela dan juga Pak Mamat. Satya mengangguk lalu berjalan menghampiri Gio dan langsung mengangkat tubuh mungil anaknya itu yang masih menangis kencang.


"Istriku mana, Yah?" tanya Gibran yang baru saja turun dari lantai dua.

__ADS_1


"Istri kamu sudah dibawa pergi ke rumah sakit, kamu cepat susul dia, nanti barang-barangnya biar ayah sama bunda yang bawa." Gibran mengangguk, ia berlari kembali ke lantai dua untuk mengambil dompet dan juga kunci mobil. Setelah mengambilnya, Gibran langsung berlari turun dan keluar dari mansion menuju garasi.


Gibran memakai mobil yang paling sederhana di antara deretan mobil sederhananya. Gibran mengemudikan Ferrari keluaran terbaru warna putih yang dibeli beberapa bulan yang lalu. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi menuju RS Jakarta Medical Center.


__ADS_2