Ceo Somplak Jatuh Cinta

Ceo Somplak Jatuh Cinta
CSJC : Chapter 47


__ADS_3

"Ada apa dengan tangan kamu? Kenapa bisa sampai terluka seperti ini?" Ranti terlihat khawatir melihat luka menganga yang cukup lebar di telapak tangan Jasmine. Ranti berjalan mendekati Jasmine lalu mengecek luka itu apakah dalam atau tidak.


"Oh, Tuhan. Lukamu cukup dalam dan lebar, Sayang. Luka kamu harus dijahit." Ranti menuntun Jasmine mengajak dia duduk sambil berusaha menghentikan pendarahan pada tangan mungil Jasmine.


"Kamu kenapa?" Satya bertanya sambil menatap wajah melas putra satu-satunya itu.


"Ayah, telur-"


"Kamu mau ayah buatkan terlur mata kebo?" Satya menyela dengan cepat.


"Bayu juga mau Om, tapi telur mata puyuh aja." Bayu menyahuti ucapan Satya.


Gibran dan Satya langsung menatap Bayu dengan wajah yang bingung. "Memangnya ada?" tanya Gibran masih meringis menahan sakit.

__ADS_1


Bayu yang ditanya langsung mengambil napas dalam-dalam lalu menjawab dengan cepat. "Ada, telur mata ayam, telur mata puyuh, telur mata burung dara, telur mata-"


"Cukup!" Gibran menyela perkataan Bayu karena dia paham apa yang dimaksud Bayu dengan menyebutkan telur-telur itu.


"Kan belum selesai." Bayu menatap Gibran kesal karena memotong ucapannya.


"Itu jenis telur, Bay." Gibran tertawa kesal sambil melempar Bayu dengan mangkuk yang sampat dia gunakan untuk wadah air garam tadi.


Satya sekarang paham dengan maksud Gibran dan tidak peduli degan yang Bayu katakan. Tawa Satya seketika pecah membuat dia orang laki-laki muda di dapur itu menatap Satya dengan tatapan penuh pertanyaan. Gibran dan Bayu saling lempar pandang lalu keduanya secara bersamaan menaikkan bahunya sambil menaikkan alisnya tanda mereka tidak mengerti.


Bayu langsung paham dengan apa yang terjadi saat mendengar perkataan Satya. Bayu terkekeh geli menyadari kebodohan Gibran yang selalu berbuat hal yang membahayakan dan membuat malu dirinya sendiri.


Sementara itu, Ranti dan Jasmine sudah berada di dalam mobil menuju rumah sakit terdekat untuk mengobati tangan Jasmine.

__ADS_1


"Tante, nanti kalau dijahit pasti sakit. Jasmine nggak mau dijahit Tante. Nanti luka di tangan Jasmine pasti sembuh kok jadi, jangan minta dokter untuk menjahit tangan Jasmine ya, Tante." Jasmine sudah panas dingin membayangkan jarum itu menusuk-nusuk lukanya.


Selama ini, Jasmine tidak pernah takut dengan yang namanya alat-alat medis karena dulu dia adalah seorang dokter sebelum dirinya kabur dari rumah dan berhenti menjadi dokter lalu memilih bekerja di bidang manajemen bisnis. Dulu Jasmine lulusan SMK, jadi dia menguasai ilmu bisnis saat dia SMK.


Pengetahuan Jasmine semakin luas dari buku-buku yang dibacanya selain buku tentang kesehatan. Alasan Jasmine kabur dari rumah dulu karena dia tidak mau dijodohkan dengan anak teman ayahnya yang juga bekerja sebagai dokter.


Karena pekerjaan itulah Jasmine mengenal Dokter Adit yang tidak lain adalah sepupu dari sahabatnya sendiri. Lambat laun, Jasmine mengagumi sosok Dokter Adit namun paksaan orangtuanya yang sudah kekeh akan menikahkan dirinya dengan anak dari sabahat ayahnya itu membuat Jasmine merasa kesal dan memilih untuk kabur.


Selama ini Jasmine juga tahu kalau keluarganya mencari dirinya. Ayahnya juga pernah bertemu dengan dirinya dan memaksa dia pulang namun dia menolak dengan tegas. Bukan maksud dirinya untuk menjadi anak pembangkang, tapi hati itu tidak bisa dipaksakan dan Jasmine tidak mau pura-pura bahagia hanya demi melihat orangtuanya bahagia.


Jika benar pilihan orangtuanya pastilah laki-laki yang baik. Namun, Jasmine lebih percaya jika pilihan Tuhan jauh lebih baik dari semuanya. Semenjak kejadian itu, hubungan Jasmine dengan kedua orangtuanya menjadi tidak baik, semua fasilitas dari orangtuanya diambil. Untungnya, Jasmine memiliki tabungan sendiri dari gajinya selama bekerja sebagai dokter bedah di rumah sakit ibu kota.


Pernah satu kali laki-laki yang akan dijodohkan dengan dirinya mengajak dia untuk bertemu. Awalnya Jasmine menolak tapi karena ibunya mengancam dirinya, akhirnya Jasmine terpaksa pergi bersama laki-laki itu.

__ADS_1


***


Besok lagi ya.


__ADS_2