
"Aaa ... Tuan Gibran, lepaskan telinga saya! Saya mau turun dari mobil sekarang juga!" pinta Jasmine yang dijewer oleh Gibran.
Daebak, aksi tarik-menarik telinga pun terjadi dengan sangat menyakitkan di dalam mobil.
"Lepaskan dulu telinga Bayu! Setelah itu, saya akan melepaskan telinga kamu!" perintah Gibran dengan nada lembut sambil meniupkan udara panas pada telinga Jasmine, membuat gadis itu merinding karena darah yang berdesir.
"Tidak bisa begitu lah, Tuan. Ini tidak adil untuk saya." Jasmine menolak, ia malah semakin kencang menarik telinga Bayu yang semakin meringis merasa panas.
"Nona, tolong lepaskan telinga saya! Nanti kalau telinga saya lepas bagaimana?" Bayu menyentuh tangan Jasmine dan berusaha melepaskan tangan Jasmine.
"Aaa ... Tuan, apa yang kamu lakukan, kamu mau saya tepang (tendang) sampai ke empang?" pekik Jasmine saat Gibran ?menggigit telinga Jasmine dengan gigitan kecil yang membangkitkan gairah dalam tubuhnya.
"Hukuman untuk kamu gadis nakal," ucap Gibran santai dengan senyum seringai di bibirnya.
Dengan perasaan kesal dan jantung berdetak tidak sesuai porsinya, Jasmine terpaksa melepaskan telinga Bayu. Setelah itu, Jasmine langsung menggigit tangan Gibran dengan kuat sampai meninggalkan luka di lengan bawahnya.
"Apa yang kamu lakukan?" Gibran menekan bahu Jasmine sehingga gadis itu terbaring di dalam mobil walau dengan posisi yang tidak nyaman.
"Tuan, kamu mau apa?" Jasmine sudah salah tingkah sendiri melihat wajah Gibran semakin mendekati wajahnya, tangan kanan Gibran mengusap bibir tipis dan seksi milik Jasmine.
"Saya akan memakan bibir kamu karena kamu telah membuat keributan di dalam mobil saya." Tanpa buang-buang waktu lagi, Gibran langsung melu**** bibir Jasmine dengan sedikit kasar karena ia terlampaui kesal dengan gadis cantik yang tidak menurut itu.
"Enak." Karena tidak bisa mencium bibir gadis cantik, Bayu yang berada di depan hanya bisa melu*** lollipop yang sengaja ia beli sebelum berangkat karena ia sudah mengira kalau hal seperti ini akan terjadi, daripada gigit jari lebih baik memakan permen saja pikir Bayu tadi.
Ciuman sama Lollipop juga enak, manis lagi, lengket juga, nikmat, hiks ... hiks ... Oh Tuhan, nikmat mana yang aku dustakan? Bayu melu*** permen dengan perasaan sedih dan sangat kasihan.
__ADS_1
Jasmine memberontak namun kekuatan seorang pria tidak terkalahkan, Jasmine daripada berontak lagi lebih memilih menikmati ciuman yang Gibran berikan padanya.
Author nyelip : Malu-malu tapi mau, dasar Jasmine 😏😒, Bayu sama author saja sini sayang! 🤣.
Setelah mereka puas dan kehabisan napas mereka pun menyudahi ciuman panas mereka. Bertepatan dengan itu, Lollipop Bayu juga habis.
Wajah Jasmine sudah merah seperti kepiting goreng, Jasmine sadar kalau sekarang mobil telah berhenti. Merasa ada kesempatan untuk kabur, Jasmine langsung membuka pintu mobil dan berlari keluar meninggalkan Gibran yang melongo karena kepergian Jasmine.
"Melati semuanya indah di taman bunga, mau ke mana kamu?" Gibran menyusul Jasmine dan mengejarnya, ternyata Jasmine cukup kencang juga larinya sampai membuat Gibran sedikit kesalahan karena tidak sanggup berlari secepat itu.
Jasmine menoleh ke belakang dan menjulurkan lidahnya saat melihat Gibran yang tertinggal jauh dengannya. Nasib baik berpihak pada Gibran karena Jasmine yang mengejek dirinya harus jatuh terlentang di atas rumput setelah menabrak pohon di depannya.
"Hahaha ... kasihan sekali calon makmum-ku." Gibran berjalan mendekati Jasmine yang sedang mengumpat pohon yang ia tabrak dengan umpatan-umpatan yang tidak jelas.
"Enak rasanya nabrak pohon yang anteng di tempatnya?" Gibran tersenyum sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Gibran menatap Jasmine dengan tatapan iba melihat benjolan kecil di dahi gadisnya itu.
"Bibir kamu jelek kalau lagi manyun begitu, Jasmine. Ayo berdiri atau maya saya cium lagi?" Gibran menggoda Jasmine yang masih mengerucutkan bibir seksinya itu.
Jasmine langsung melotot dan menutup mulutnya karena ia tidak mau sampai kecolongan ciuman Gibran lagi, walaupun dia akui kalau ciuman Gibran sangat manis dan nikmat.
"Kamu takut saya cium?" Gibran terkekeh, Gibran sedikit berjongkok lalu mengangkat tubuh Jasmine dan menggendongnya ala bridal style.
Jasmine tidak ingin melawan lagi, ia hanya bisa pasrah karena ia juga lelah kalau harus berjalan sendiri, apalagi dahinya sedikit sakit karena terbentur kulit pohon yang kasar dan keras.
Jasmine melingkarkan tangannya di leher Gibran, lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang Gibran, Jasmine merasa sangat nyaman diperlakukan romantis seperti ini walau dia tidak menyukai Gibran atau mungkin belum menyukai. Pria yang Jasmine sukai adalah Dokter Adit, dokter tampan dan baik dengan sikapnya yang dewasa dan terlihat penyayang.
__ADS_1
Karena waktu yang mereka habiskan lebih dari sepuluh menit, Bayu yang ditinggal di dalam mobil seorang diri memilih untuk tidur tampan karena malam tadi ia tidak tidur karena ulah Gibran dengan kedua orangtuanya yang melakukan perang rumah tangga ke lima belas dengan perang yang tidak masuk akal dan menjadikan bantal serta guling sebagai senjata pusaka.
Bayu bisa langsung terlelap karena ia merasa nyaman dan tidak ada gangguan kecuali suara bising dari kendaraan baik roda empat, roda dua, maupun roda lebih dari empat yang berlalu lalang di sekitarnya, malah bagi Bayu suara bising kendaraan tersebut seperti lantunan lagi pengantar tidur yang membuat tidurnya semakin lelap dan tenang.
Bahkan, Bayu sempat bermimpi berciuman dengan gadis cantik, dan montok yang tidak lain adalah author. Bayu bermimpi berada di bawah tubuh gadis cantik, lalu saat ia berusaha membalik tubuhnya agar posisinya berganti di atas, Bayu malah terantuk kaca mobil karena kaget dengan suara teriakan Gibran yang menyuruhnya untuk membuka pintu mobil.
"Bayu, tolong bukakan pintu mobil untuk saya!" teriak Gibran yang masih menggendong Jasmine.
"Turunkan saya saja, Tuan!" pinta Jasmine yang diiyakan Gibran, Gibran menurunkan Jasmine tapi ia menggenggam tangan Jasmine agar gadis itu tidak kabur lagi.
"Aduh, Tuan Gibran menganggu tidurku saja." Bayu segera keluar dari mobil lalu membuka pintu untuk Gibran dan juga Jasmine yang bergandengan mesra membuat rasa iri meronta-ronta ingin melakukan hal yang sama tapi dengan siapa, Bayu tidak tahu.
"Silakan masuk, Tuan dan Nona!" ucap Bayu sopan sambil menguap karena masih mengantuk, kepalanya juga sedikit pusing karena bangun dengan terkejut.
Gibran yang melihat Bayu mengantuk tidak langsung masuk ke dalam mobil. "Kamu mengantuk?" tanya Gibran.
"Sedikit." Bayu mengangguk.
"Kamu duduklah di belakang, biarkan saya dan Jasmine yang duduk di depan, saya akan menyetir dan kamu tidur saja di belakang!" pinta Gibran yang diiyakan Bayu.
"Jasmine, duduklah di depan bersama saya!" pinta Gibran, Jasmine mengangguk lalu berjalan memutari mobil dan masuk ke mobil.
****
Kalau ada yang mau masuk GC author, syaratnya harus minta ijin dengan memberi alasan kenapa masuk ke GC dan harus ada komen di novel author walau hanya satu atau dua komen agar author tahu kalau kalian pembaca.
__ADS_1
Wajib follow author juga kalau mau masuk GC. Author tidak bisa langsung ACC karena mewanti-wanti orang yang hanya masuk untuk mulung tanpa berkontribusi pada novel.