Ceo Somplak Jatuh Cinta

Ceo Somplak Jatuh Cinta
CSJC : Chapter 112


__ADS_3

"Aku tidak mau tahu, kamu harus membantuku menjinakkannya!" Jasmine terkekeh, ia meraih black mamba Gibran dengan tangan kanannya agar black mamba Gibran kembali jinak.


Setelah selesai, mereka berdua kembali ke meja makan dan mendapat tatapan penuh selidik dari orang-orang yang masih setia duduk di sana.


"Bakwan, Mel." Airin menawarkan bakwan yang berada di tangannya.


"Nggak doyan," jawab Jasmine pura-pura.


"Habis makan permen panjang nih anak, ngaku hayo!" Bayu menggoda Jasmine dan Gibran. Gibran melotot sambil melempar Bayu dengan bakwan yang baru saja ia rebut dari tangan Airin saat bakwan itu hampir masuk mulut.


"Jaga bicara, Lo!" hardik Gibran membuat Bayu malah tertawa keras.


"Bakwan gue, kurang ajar banget sih, Lo!" Airin melihat dua tangannya di depan dada. Ridwan yang melihat tingkah Airin merasa terhibur, sedangkan Bayu memutar bola matanya jengah.


"Permen panjang? Perasaan gue nggak makan permen." Jasmin yang tidak tahu jika ada makna tersirat di balik kata permen panjang jadi kebingungan.


"Sini deh gue kasih tahu apa itu permen panjang!" Bayu menggerakkan jadi telunjuknya agar Jasmine mendekat.

__ADS_1


"Jasmin anak kamu nangis!" teriak Ranti dari lantai dua. Jasmin yang sudah berjalan ke arah Bayu langsung membelokkan langkahnya menuju ke lantai dua.


"Mau ke mana, Lo?" teriak Bayu.


"Ke lantai dua, bunda manggil gue katanya anak gue nangis." Jasmin kembali melangkah dan tidak peduli lagi dengan pertanyaan dari Bayu.


"Emang tadi bunda manggil, ya?" tanya Bayu pada semua orang yang berada di meja makan.


"Gak ada yang manggil," jawab mereka kompak.


"Mel, gue ikut!" Airin berlari menyusul Jasmine. Namun, sayangnya ia harus jatuh karena terjegal kaki Bayu yang sengaja dipasang untuk menjegal Airin.


"Lo gila ya? Kalau gue jatuh dan kepala gue pecah gimana? Kalau gue mati terus arwah gue gentayangan gimana? Kalau gue gegar otak gimana? Kalau gue ... hmmmhhh." Bayu yang tidak tahan dengan pertanyaan Airin yang memberondong langsung menyuap mulut Airin dengan tahu goreng mercon buatan Ranti.


"Berisik banget sih jadi cewek?" sindir Bayu dengan senyum smirk-nya.


"Lo jadi cowok nyebelin!" balas Airin tak kalah sengit.

__ADS_1


Ayunda dan Akbar hanya tersenyum tipis melihat kelakuan dua anak muda yang menurut mereka kurang sopan karena berdebat di meja makan yang di sana terdapat cukup banyak orang.


Berbeda dengan mereka yang sepertinya terganggu. Satya dan Gibran malah senang karena bisa menonton pertunjukan drama gratis tanpa harus kehilangan paket data dan uang untuk bayar VIP.


Di kamar.


"Bunda bohong sama aku, ya? Anak aku tidur pulas gitu dibilang nangis, jangan-jangan Bunda lagi mengigau?" Jasmine yang masih terengah-engah menjadi kesal karena dibohongi mertuanya.


"Siapa yang bilang kalau anak kamu nangis? Bunda dari tadi diam di sini dan bunda gak merasa manggil kamu tuh," ucap Ranti yang bingung kenapa tiba-tiba Jasmin protes dan kesal kepadanya.


"Lah, tadi, 'kan bunda teriak dari sini kalau anak aku nangis? Aku mau makan jadi gagal gara-gara dengar suara Bunda yang teriak panggil aku." Jasmin menatap Ranti dengan bingung. Jasmin yakin kalau ia tidak salah dengar.


"Sumpah, bunda nggak manggil kamu." Ranti berkata dengan jujur.


"Terus yang manggil aku siapa dong?" tanya Jasmin pada dirinya sendiri.


***

__ADS_1


Bersambung ...


Siapa yang manggil Jasmin???


__ADS_2