Ceo Somplak Jatuh Cinta

Ceo Somplak Jatuh Cinta
S2 : Selingkuhan


__ADS_3

"Gia boleh lihat Bang Han gak, Ma?" Entah kenapa saat ini hatinya memiliki keinginan yang sangat kuat melihat kekasihnya untuk memastikan kalau pikirannya saat ini tidak benar. Namun, dia juga merasa sangat takut jika wanita yang dia lihat tadi memiliki hubungan spesial dengan kekasihnya.


Terlebih tanda merah pada wanita tadi sangat jelas kalau masih baru. Hal itu membuat pikirannya semakin kacau dan hatinya sangat sakit. Naira saat ditanya juga malah seperti memberikan teka-teki padanya dan sedikit banyak hal itu memengaruhi pikirannya menjadi semakin negatif.


"Tentu saja boleh, Sayang." Naira tersenyum. Dia melihat dari gelagat gadis di depannya saat ini sepertinya sedang cemburu.


Gia pun segera pergi ke kamar Han. Saat dia sampai di depan pintu, perasannya sangat tidak nyaman, ada rasa sakit dan gelisah yang bercampur menjadi satu. Dia takut kalau yang dipikirkan adalah sebuah kebenaran, tetapi akan sangat menyesal jika tidak tahu kebenarannya.


"Kenapa perasaanku seperti ini? Ingat Gia! Kalian hanya kekasih didasari karena taruhan."


Gia membuka pintu yang tidak dikunci, ketika dia sudah berada di dalam kamar. Wanita yang dia lihat tadi ada di sana dan tidak ada orang lain lagi selain wanita itu dan Han, yang saat ini masih terlelap. Hati Gia terasa sangat panas ketika wanita itu menatapnya sinis.


"Ngapain kamu ke sini?" Wanita berdiri tepat di depan Gia sambil melihat kedua tangan di depan dada.


"Mau lihat Abang." Gia menunjuk Han di ranjang.


"Ngapain lihat dia?" tanya wanita itu semakin sinis.


"Sinis banget sih jadi orang." Gia balas berkata sinis. Dia tidak mau kalah dengan wanita yang belum dia ketahui siapa.


"Suka-suka aku lah."


Sebenarnya sekarang Gia ingin menangis, tetapi tidak mau terlihat lemah di depan wanita itu. Langkah kakinya membawa dia ke dekat ranjang, masih dengan rasa penasaran yang tinggi dia menarik selimut yang menutupi tubuh kekasihnya yang bertelanjang dada.

__ADS_1


"Gak ada tanda-tanda setelah berhubungan badan." Gia membalikkan tubuh Han sampai laki-laki itu jatuh terguling ke lantai.


Ups, aku memang sengaja melakukannya. Gia tersenyum sinis.


"Aduh, kamu kenapa sih?" Han terkejut melihat Gia yang ada di kamarnya.


"Sayang, sejak kapan kamu di sini?" Han langsung bangun dan memeluk kekasihnya, tetapi Gia malah mendorong dada Han dengan kasar.


"Gak usah peluk-peluk. Kamu habis ngapain sampai gak pakai baju?" Bertanya dengan suara serak mata yang semakin berkaca-kaca.


"Aku biasa tidur gak pakai baju," jawab Han lembut.


"Wanita ini siapa? Kenapa dia ada di kamar kamu dan kalian ... kalian sudah melakukan hubungan itu, 'kan?" Menangis, air matanya sudah tidak bisa dia tahan lagi.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Han pada wanita yang dimaksud Gia.


"Ya masalahnya ini kamar aku." Han menjawab ketus, tidak suka dengan wanita itu.


"Aku cuma mau mengambil ponsel suami aku yang ditinggal di sini." Wanita itu menunjukkan ponsel yang dia bawa pada Han.


Suami? Gia menatap wanita itu dengan bingung.


"Ya udah, sekarang keluar sana! Bikin orang salah paham aja." Han mendorong wanita itu keluar kamar.

__ADS_1


"Cewek kamu itu ngeselin banget, datang ke sini gangguin orang lagi ***-***." Tanpa filter, wanita itu sungguh gila menurut Gia.


Gia dibuat bingung dengan hubungan meraka.


"Duduk sini!" Han menarik tangan Gia sampai duduk di ranjang.


"Dia siapa sih, Bang?" tanyanya sangat penasaran, sudah tidak menangis lagi dan sekarang malah marah.


"Tapi sebelum aku jawab, aku mau tanya sama kamu dulu." Han menggenggam tangan Gia erat, bisa dirasakan olehnya kalau gadis di depannya itu sedang menahan emosi.


"Mau tanya apa?" Gia tersenyum sinis, membelai mencubit pipi Han yang sedikit berisi dengan sangat kuat sampai membekas.


"Kamu cemburu sama aku?" Matanya berkaca-kaca, karena cubitan Gia terasa sangat sakit.


"Iya," jawab Gia dengan kepala menunduk.


"Cie yang cemburu. Wanita itu adik kandung mama, Sayang. Dia menginap di sini sejak kemarin dengan suaminya. Memang kenapa?" Han terkekeh, ternyata Gia sedang cemburu dengan Naura-adik mamanya yang berumur satu tahun lebih tua dari dirinya.


"Apa?" Mata Gia melotot, dia sangat malu karena salah paham dengan tante-nya Han. Gia menggaruk pipinya yang tidak gatal dan memeluk Han dengan sangat erat.


"Kamu kira dia siapa?"


"Selingkuhan kamu."

__ADS_1


.


.


__ADS_2