Ceo Somplak Jatuh Cinta

Ceo Somplak Jatuh Cinta
CSJC : Chapter 93


__ADS_3

Berdiri saling berhadapan membuat Gibran bisa leluasa mencium aroma shampo ceri dari rambut istrinya yang sekarang sedang sibuk memasang dasi pada leher—ralat ... kerah kemejanya.


"Kamu di rumah nggak usah capek-capek, makan yang sehat, minum yang banyak. Kalau kamu kangen sama aku kamu bisa kirim pesan atau telepon, oke!" Gibran melingkarkan tangan di pinggang Jasmine.


"Mas, kamu nggak capek apa semalam udah berkali-kali dan sekarang sepertinya kamu pengen lagi." Jasmine menatap kesal suaminya.


"Emang aku kenapa, Beb?" Gibran tersenyum tampan sekali, saking tampannya jadi ... ganteng.


"Bab beb bab beb, kamu menikah sama ayam?" Jasmine sudah selesai memasang dasi suaminya.


"Kok ayam?" Gibran merasakan lehernya tercekat saat Jasmine menarik simpul dasi hingga mencekik lehernya.


"Ayam goreng sedap di makan nyam nyam nyam nyam ... nyam nyam nyam nyam nyam." Gibran membuang napas edaaan karena istrinya sudah kerasukan setan gundul.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku lo, Beb." Gibran ingin mengeluarkan seluruh isi perut sekarang juga karena merasa geli dengan panggilannya sendiri.


"Nggak suka di panggil beb aku, Mas. Kamu kira aku ini bebek apa?" Ingin melepaskan diri dari pelukan suaminya namun tidak bisa.


"Nggak, Yang." Gibran mencuri ciuman singkat di bibir istrinya.


"Kamu kebiasaan." Jasmine mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Sayang, aku nggak jadi ke kantor deh." Gibran menarik tubuh istrinya hingga semakin menempel padanya.


"Dasar lelaki memang bua ... buanyak tingkah hehe." Jasmine berjinjit untuk memberikan kecupan di pipi.


"Kamu mau bilang kalau ini buaya?" Gibran mengendurkan dasinya, dan sengaja melepas kancing kemeja bagian atas sehingga menampilkan kesan badgirl ... oh salah, ya? Badboy.


"Iya-"


"Apa? Kamu ngatain suami sendiri buaya, terus kamu lubangnya iya?" Gibran merasa geli dan aneh.


Dasar gendeng, duwe bojo kok ra tahu ngepenakke, seneng muring omongane sengak. Kudu tak ... tandur pari jebul tukule ... tukul arwana. ( Dasar gila, punya suami kok nggak pernah bikin nyaman, suka marah bicaranya membentak. Harus aku ... menanam pagi tapi tumbuhnya tukul Arwana)


☘Orang Jawa pasti paham lah ye. ☘


"Enggak, maksud aku itu. Aku pengen makan roti buaya." Jasmine memasang senyum manis, senyum maut, senyum sekarat, sampai senyum menahan BAB.


"Kamu mau kawin lagi?" Mata Gibran sudah sampai mau keluar dari kelopak matanya.


"Kawin-kawin, dikira kucing kawin kali ah." Jasmine meringis saat tiba-tiba Gibran mengigit lehernya sampai meninggalkan bekas luka warna merah di sana.


"Kamu bikin aku jadi matahari warna pink( pingsun/ pingsan)" Jasmine memejamkan mata.

__ADS_1


"Nikah dulu sayang kalau mau kawin, jangan kawin dulu baru nikah. D-O-S-A di baca apa?"


"Dodol." Jasmine mencubit perut Gibran kuat karena suaminya sekarang kembali berantakan.


"Kok jadi dodol? Aku kan tadi bilang."


"Wes to kamu ki diam aja, rapiin baju kamu! Aku nggak mau kalau disuruh bantu merapikan pakaian kamu lagi." Jasmine berjalan memunguti pakaian Gibran yang berserakan di lantai kamar mereka.


"Bahasa kamu alay, anak layangan nongkrong pinggir jalan." Gibran berjoget, sudah lama ia tidak menggila, sesekali menggila agar penonton tidak sepaneng bukan masalah, 'kan?


"Tak sepak juga lama-lama kamu." Jasmine melempar sesuatu sampai mendarat dengan sempurna di wajah Gibran.


Jasmine langsung menutup mulutnya yang telah menganga melihat yang sesuatu yang ia lempar sampai tersangkut di kepala Gibran dan bergelantung dengan manja di wajah suaminya adalah ....


"Sayang in-"


"BRA aku, Maaaaaas."


***


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2