Ceo Somplak Jatuh Cinta

Ceo Somplak Jatuh Cinta
CSJC : Chapter 78


__ADS_3

Seperti disambar petir saat tidak ada tanda-tanda akan turun hujan. Kaki yang Gibran gunakan untuk menopang tubuhnya rasanya kehilangan tulang penyangga, Gibran hampir saja jatuh kalau saja tidak ditahan Satya. Gibran memeluk erat Gio yang menangis seperti ikut merasakan tamparan keras saat mendengar kondisi kakaknya yang dikatakan kritis.


Gibran duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah ayahnya untuk mencari tanda-tanda kebohongan di sana. Namun, yang Gibran lihat hanya wajah panik dan khawatir sang ayah yang membuat Gibran yakin jika apa yang ayahnya katakan bukanlah kebohongan. Walau sudah begitu, Gibran langsung menampik pikiran buruknya itu dan bertanya pada sang ayah untuk memastikannya.


"Ayah pasti bohong. Istri aku baik-baik aja, dia udah nggak sakit, dia cuma tidur sebentar, Yah. Ayah jangan bohong, aku nggak suka!" Gibran menunduk, ia menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Ranti yang melihat putranya terpukul dengan kabar menyedihkan itu tidak bisa melakukan apa-apa, ia hanya bisa menangis melihat ujian yang sedang menimpa rumah tangga putranya. Ranti tidak pernah tahu jika kecemburuan Gibran malam itu bisa sampai memiliki efek yang sangat panjang dan menyakitkan seperti ini.


Ranti tentu saja yakin jika semua ini sudah diatur dengan sangat baik oleh Tuhan. Namun, tetap saja ia masih merasa sedih dan sangat terluka saat mengalaminya. Entah apa yang Tuhan persiapkan di balik ujian berat yang Gibran dan Jasmine alami saat ini.


"Ayah nggak bohong sama kamu." Satya mendesah pelan, ia berlutut di depan Gibran yang menangis pilu.

__ADS_1


"Ini pasti cuma mimpi, aku yakin ini semua cuma mimpi." Gibran masih terus mengelak dari sebuah kenyataan pahit dalam hidup.


"Kamu nggak mimpi, Sayang. Semua ini kenyataan, istri kamu kritis. Tadi Airin yang memberitahu ayah karena Airin sudah menghubungi kamu puluhan kali tapi tidak diangkat dan malah nomormu tiba-tiba nggak aktif."


Beberapa menit yang lalu.


Saat dr. Adit berteriak panik dan langsung masuk ke ruang rawat Jasmine. Airin langsung menghentikan aktivitasnya, ia melihat apa yang membuat dr.Adit sampai berteriak-teriak panik. Saat mata Airin melihat ke ranjang, ia langsung berteriak histeris saat melihat ada banyak darah yang keluar dari hidung Jasmine, bukan hanya itu saja, Jasmine juga mengalami kejang-kejang yang sangat kuat sehingga membuat darah yang keluar mengotori sebagian bantal yang dipakai untuk alas kepalanya.


"Ya Allah. Bertahan Jasmine, aku akan panggil dokter lain." Airin yang panik langsung berlari keluar ruangan, sedangkan dr. Adit berusaha menangani Jasmine sebelum terjadi hal-hal yang lebih buruk lagi.


"Dokter, tolong teman saya! Dokteeer." Airin mengusap air matanya yang terus mengalir, sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang dokter laki-laki dan perempuan yang sedang berjalan bersama.

__ADS_1


"Dokter, tolong bantu teman saya!" Airin menarik tangan dua dokter itu dengan cepat.


"Mbak, tolong tenang dulu!" pinta dokter wanita yang tangannya di tarik oleh Airin.


"Tenang bagaimana, teman saya dalam bahaya dan Dokter masih menyuruh saya untuk tenang?" Airin membentak dokter wanita itu dengan sangat kesal.


"Baiklah, kita akan menangani pasien, Anda tenang dulu, oke! Hubungi keluarga pasien!" pinta dokter laki-laki.


***


Disambung nanti

__ADS_1


Sambil nunggu karyaku up, baca karya ini yuk. Asik lho, visualnya cantik dan ganteng-ganteng.



__ADS_2