Ceo Somplak Jatuh Cinta

Ceo Somplak Jatuh Cinta
Ekstra 4


__ADS_3

"Tarik napas perlahan dan dorong! Kamu pasti bisa! Kepala bayi sudah mulai terlihat," instruksi dokter yang sedang membantu persalinan Gia. Beruntung walau belum genap sembilan bulan posisi bayi sudah mapan sehingga memungkinkan untuk melakukan persalinan secara normal.


"Berjuanglah, Sayang! Kasihan anak kita kalau kamu menyerah sekarang." Han mencium dahi dan menggenggam erat tangan sang istri untuk memberi kekuatan dan mengurangi rasa sakit. Dia sebenarnya sangat panik dan takut, tetapi Han tidak boleh terlihat panik karena keselamatan anak dan istrinya yang paling utama sekarang.


"Kalau tahu akan sangat sakit begini, sebaiknya kamu saja yang melahirkan." Gia berteriak sambil menangis. Dia menggelengkan kepala lemah, keringat dingin bercucuran di seluruh tubuhnya.


"Aku laki-laki tidak bisa melahirkan, Sayang. Tapi, kalau untuk membuatnya aku yang paling hebat." Han menatap Gia dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Aku tidak bilang kalau kamu banci, akkhh ...." Gia menjerit ketika merasakan si bayi mulai memaksa membuka jalan di bawah sana.


"Kamu pasti bisa." Han mengelap keringat di dahi Gia dengan tangannya. Jujur dia sangat takut kalau hal buruk terjadi kepada sang istri jika ingat dengan alasan Gia bisa berada di ruangan ini sebelum usia kandungannya sembilan bulan.


"Kalau aku meninggal, carikan anak kita ibu sambung!" Gia merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa di perutnya.

__ADS_1


Pendarahan yang dia alami akibat terjatuh dari tangga membuatnya harus melahirkan di usia kandungan yang baru delapan bulan.


Darah yang terus keluar dari **** ************* membuatnya sangat lemah karena kekurangan pasokan oksigen. Akan lebih baik jika dia operasi caesar, tetapi dokter tidak menyarankan karena akan sangat berbahaya untuk bayi dan dirinya.


"Jangan bicara sembarangan, kita akan membesarkan anak kita bersama-sama dan aku tidak mengizinkan kamu meninggal penuh dulu dariku." Han sangat tidak suka dengan perkataan Gia.


"Sangat sakit, aku tidak yakin bisa bertahan." Gia semakin lemah, bahkan tangan dan kakinya sekarang sangat dingin.


"Akh ... ahh ... sakit!" teriak Han karena gigitan Gia membuat tangannya berdarah.


Namun, ketika melihat anaknya yang telah lahir. Han melupakan rasa sakit itu dan bersujud karena dia sangat-sangat bahagia sekarang.


"Selamat, Tuan Han. Bayi Anda laki-laki." Dokter tersebut tersenyum, dia meletakkan si bayi di atas dada Gia dan perawat pun mulai membersihkannya.

__ADS_1


"Dokter, kenapa bayiku mirip dengannya. Yang mengandung selama delapan bulan dan yang berjuang di antara hidup dan mati, kan, aku." Gia masih sempat protes dengan suara yang sudah sangat lemah, bahkan hampir tidak terdengar.


Dia menatap wajah bayinya yang sangat mirip suaminya dengan perasaan bahagia sekaligus sedih. Melihat hidung, mata, alis, bibir, semuanya replika sang suami membuatnya enggan untuk berpisah.


"Karena Reyrangga adalah anakku, Sayang." Han tersenyum penuh haru.


"Reyrangga Akihiko Wicaksono. Dia anakku juga. Jaga dan sayangi dia sampai menjadi orang sukses di masa depan. Maaf tidak bisa menemani kalian." Dokter mengambil Rey dari dekapan Gia.


Perlahan mata Gia tertutup dengan damai, senyuman tipis terukir di wajah cantiknya yang terlihat begitu kelelahan.


TAMAT (THE END)


See you next story

__ADS_1


__ADS_2