Ceo Somplak Jatuh Cinta

Ceo Somplak Jatuh Cinta
CSJC : Chapter 73


__ADS_3

Beberapa hari ini Ridwan sibuk mengurus Ayunda yang sedang koma. Karena sekarang sudah ada Akbar yang menjaga ibunya, Ridwan pamit pada sang ayah untuk pulang karena ia butuh istirahat.


"Yah, aku mau pulang. Capek, mau istirahat," ucap Ridwan di samping Akbar.


"Tunggu dulu!" Akbar menahan putranya.


"Ada apa lagi?" Ridwan yang semula berdiri sekarang kembali duduk dan menatap penuh tanya pada sang ayah.


"Ibu kamu kecelakaan karena ditabrak sama mertuanya Jasmine?" Sebenarnya Akbar sudah tahu, tapi ia masih ingin memastikannya sendiri dengan bertanya pada putranya.


"Iya, waktu itu ibu yang menyeberang sembarangan." Ridwan menjawab apa adanya.


"Oh." Akbar menjawab singkat.

__ADS_1


"Aku pulang, ya, Yah." Ridwan kembali pamit.


"Iya, kamu hati-hati di jalan, jangan ngebut!" Akbar menasihati Ridwan sambil tersenyum tulus.


"Iya, Yah." Ridwan pun segera keluar dari ruangan itu dan pergi pulang. Namun, niatnya ia ubah tidak jadi pulang dan malah pergi ke rumah Airin untuk bertanya kabar tentang Jasmine.


Saat ia sampai di rumah Airin, ia melihat Airin sedang sibuk menggaruk tangan dan kakinya. Ridwan bisa menebak jika gadis itu pasti diserang nyamuk.


"Kenapa Airin malam-malam begini main di semak-semak. Dia lagi sembunyi, tapi kaya orang ngintip juga." Ridwan melihat ke sekeliling tapi ia tidak melihat orang lain di sana, yang ia lihat hanya Airin saja.


"Ini tangan orang apa tangan setan?" tanya Airin gemetar. Ridwan sudah menahan tawa mendengar pertanyaan Airin yang ketakutan itu.


Ridwan meniup udara dari jarak yang agak jauh sehingga terasa dingin, ia bisa merasakan tubuh Airin yang bergidik saat merasakan udara dingin dari belakang tubuhnya.

__ADS_1


Ridwan tahu jika Airin pasti akan berbalik, Ridwan tersenyum jail, saat Airin berbalik, ia memasang wajah yang menyeramkan sampai membuat gadis itu berteriak ketakutan karenanya.


"Aaa ... set ... hmmm." Mulut Airin langsung dibekap menggunakan telapak tangan Ridwan yang besar.


"Hahaha ... kamu takut, ya?" Ridwan tertawa melihat mata Airin yang menatap tajam padanya, ia cukup terhibur dengan kejailan yang ia buat sendiri.


Airin yang kesal langsung menjauhkan tangan Ridwan dari mulutnya. "Apaan sih, nggak lucu tahu nggak?" bentaknya tajam, ia meninggalkan Ridwan yang masih berdiri pada tempatnya dan masih tertawa.


"Nyebelin banget sih Kak Ridwan. Ngapain juga malam-malam datang ke sini, ganggu orang aja." Airin menoleh ke belakang untuk memastikan jika Ridwan tidak mengikuti dirinya. Saat ia tidak melihat Ridwan mengikutinya, Airin langsung masuk ke rumah dan tidak lupa ia mengunci pintunya.


Airin tidak akan peduli jika nanti Ridwan datang dan meminta dibukakan pintu untuk masuk. Jujur, Airin tidak terlalu menyukai kakak dari sahabat baiknya itu, memang sih Ridwan itu tampan, baik, dan pengertian. Namun, bagi Airin semua sikap itu tidak ia sukai.


Airin sebenarnya tahu jika Ridwan menyukainya, ia mengumpulkan dari cara Ridwan bersikap padanya, dan semua yang dilakukan Ridwan padanya membuat ia ilfeel setengah mati.

__ADS_1


Aku yakin, kebanyakan dari kalian juga pernah merasakan tidak suka dan risih jika diganggu dengan orang yang menyukai kalian tapi kalian tidak menyukainya. Semua itu berbanding terbalik dengan sikap jika kalian menyukai seseorang, maka walau orang itu hanya menatap ke arahmu dengan tidak sengaja, hatimu, pikiranku, dan semuanya bisa membuatmu merasa gugup, salah tingkah, dan bahagia.


__ADS_2