Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 10 Alea dan Wilea


__ADS_3

...馃Membiarkan pria menginap dirumah tidaklah bijak, ketika ada anak gadis di dalamnya馃...


Hubungan Wilea dan Romi semakin dekat sejak dia menginap dirumahnya. Meskipun kini Romi sudah kembali ke negaranya setelah malam natal, namun mereka masih sering berhubungan lewat udara.


Dua bulan sudah, sejak kebersamaan itu membuat hari-hari Wilea menjadi ceria. Bahkan Wilea mulai menyadari perasaan lain yang tumbuh seiring waktu. Dia mulai merasakan indahnya jatuh cinta di akhir masa remaja.


Berbeda dengan Alea. Dua bulan ini dia terus murung dan gelisah. Dia terus saja memikirkan tamu bulanan yang tak kunjung datang.


Suatu pagi, dia membaca di majalah yang baru saja datang. Dan dia menemukan cara untuk mengetahui kenapa tamu bulanan tak kunjung datang. Dia lalu membeli testpack tanpa sepengetahuan siapapun. Dia khawatir jika dia benar-benar hamil akibat kejadian malam itu.


"Jane...apakah testpack itu benar-benar akurat?"


"Ya. itu sangat akurat. Jika kau hamil maka akan ada dua garis merah yang muncul di alat itu. Jika tidak, maka akan ada satu garis merah yang artinya negatif," terang Jane melalui telepon ketika Alea curhat tentang dirinya.


"Aku sangat takut Jane..." Alea hanya bicara pada sahabatnya saja. Dia tidak berani mengatakan pada Mommynya atau Daddynya.


"Jangan takut Alea. Sebelum semuanya terlambat. Kau harus mengetahui kau hamil atau tidak. Aku akan membantumu mencari Jack jika memang kau hamil. Dia harus bertanggung jawab," Jane mulai merasa bersalah karena saat itu membiarkan Alea bersama Jack di rumahnya.

__ADS_1


"Baiklah," berkata dengan gemetar. Alea lalu menutup teleponnya dan segera mengambil tas kecil miliknya lalu pergi.


Ketika di depan kamarnya dia bertemu dengan Wilea yang melihat wajah kembarannya begitu pucat. Tidak seceria dulu.


"Kau mau kemana? Seharian di kamar terus. Dan sekarang tiba-tiba mau pergi, mau aku temani?" tawar Wilea yang merasakan jika Alea menjaga jarak dengannya beberapa hari ini.


"Tidak. Aku sendiri saja," Alea tahu jika beberapa hari ini dia menjauh dari Mommy dan juga Wilea. Semua itu dia lakukan karena dia sedang cemas dan khawatir. Didalam kamar dia terus berfikir akan masa depannya yang mungkin hancur akibat kesalahannya malam itu.


"Tapi...kita sudah lama tidak pergi bersama," Wilea nampak kangen dengan Alea yang terus saja berada di kamarnya dan jarang bicara.


"Hati ini aku mau ketemu teman. Lain kali saja," Alea tidak ingin Wilea ikut dan mengetahui segalanya. Dia harus tahu kondisinya saat ini sebelum orang lain. Dia hamil atau tidak?


"Kau tidak pergi dengannya? Kalian bertengkar? Mommy perhatikan kalian sekarang jarang pergi sama-sama?" Mommy Rose sedang memasak ketika Wilea masuk ke dapur.


"Kami tidak bertengkar Mom. Dia punya teman baru. Jadi...dia pergi dengan temannya itu,"


"Ohh gitu, Mommy pikir kalian sedang bertengkar,"

__ADS_1


"Mom, apakah Romi itu pria yang baik?"


"Apa maksudmu?"


"Bagaimana dia kalau menurut Mom?"


"Ehm....setahu Mom dia pria yang baik. Dia tidak nakal. Tidak merokok dan mommy tahu bagaimana Tante Mia mendidik nya,"


"Hehe....."


"Kok malah ketawa. Pipimu juga merah. Apakah tandanya....kamu jatuh cinta padanya?"


"Mommy...."


"Mommy bisa melihat dari wajahmu yang begitu ceria ketika membicarakan tentang dirinya. Juga matamu yang tidak bisa menyembunyikan apapun dari Mom,"


"Tidak...."

__ADS_1


"Jangan takut. Jatuh cinta itu hal biasa di usia akhir remaja dan awal dewasa. Dulu Mom juga pernah jatuh cinta di usia kamu ini. Yang penting, harus tahu batasannya. Jangan sampai memberikan kehormatan mu pada pria manapun sebelum kamu menikah..." Kata Mommy Rose tersenyum melihat salah satu putrinya sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya.


__ADS_2