Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Plan to plan //Part 2


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Ratih sudah sehat kembali dengan wajah yang lebih fresh dan manis pasti nya. tidak hanya itu, Ratih juga kini sudah ada di rumah dan mulai mengikuti kegiatan di rumah Omah dan Opah.


"Dek, kamu suka yang mana?." Tanya Rosa sambil menunjukkan empat gaun yang ia pegang.


"Kenapa warna pink Kak?, kan kalian tau aku tidak suka warna pink." Jawab Ratih yang bingung.


"Justru itu, aku mau kamu tampil beda nanti di acara pernikahan kamu." Ucap Rosa.


"Aish Kak Rosa." Balas Ratih sambil menepuk jidat nya.


"Sesekali lah lu pakai gaun warna pink Dek, gua sampai bosan kalau melihat lu ke pesta pakai dress merah, hitam, putih lagi, merah lagi, haish.." Ucap Nawan yang tiba-tiba saja menyambar seperti petasan malikulkudusdusdus haha.


Lalu Ratih pun menelepon Randi dan membicarakan soal gaun pada nya. namun Ratih kembali kaget saat mengetahui tanggapan Randi.


"Sayang, gaun kita sudah kamu pesan kan?, kira-kira kapan jadi nya?." Tanya Ratih.


馃摓"Sudah kok, aku juga sudah mengirim nya ke rumah kamu. nanti kamu coba dulu ya soalnya perancang busanya masih belum tiba di sana untuk melakukan proses desain ukiran yang kamu inginkan." Jawab Randi sambil mencoba jas di rumah nya.


"Hais.. jadi gaun pink ini kamu yang kirim?." Tanya Ratih.


馃摓"Lah iya sayang, terus siapa lagi dong yang mengirim nya kalau bukan aku." Jawab Randi.


"Ih.. aku kan tidak suka pink sayang." Rengek Ratih yang kesal.


馃摓"Aku mau kamu tampil beda sayang, kamu harus terlihat lebih peminim dan anggun. sedangkan kedua gaun itu juga memiliki dua warna yang di gabungkan kok." Balas Randi.

__ADS_1


"Tapi sayang.." Ucap Ratih yang terpotong.


馃摓"Di coba dulu, kalau kamu suka kita jadi pesan itu untuk kamu. dan jika kamu tidak suka, kamu bisa berikan kepada kerabat kamu yang seukuran dengan badan kamu ok." Balas Randi.


"Yasudah deh, terimakasih sayang and dadah.." Ucap Riska lalu menutup telepon nya.


"Bagaimana, sudah setuju kan kamu memilih antara dua gaun ini?." Tanya Rosa lagi.


"Iya.." Jawab Ratih sambil memutar kedua bola mata nya dengan malas.


Dan cukup lama Ratih memilih gaun untuk nya, bahkan sangking lama nya ia memilih gaun, para perancang busana yang sudah datang sedari tadi pun sampau geleng kepala karena Ratih begitu sulit memutuskan gaun mana yang akan ia pakai nanti.


Hingga satu jam kemudian..


Ratih menghampiri Rosa dan Nawan untuk memberitahu gaun mana yang akan ia pakai nanti.


"Eh bac*t banget dah lu Kak, udah tau gua tidak suka warna pink, masih saja lu banyak koment gua lama memilih gaun nya." Balas Ratih dengan wajah datar nya.


"Sudah-sudah, kalian jangan bertengkar terus. ehm.. kamu pilih gaun yang mana Dek?." Tanya Rosa untuk mengalihkan mood Ratih yang sudah tidak bagus itu.


"Aku mau dua gaun ini kak, mungkin dua gaun ini simple dan banyak ruang untuk ku melangkah." Jawab Ratih.


Lalu Rosa pun memberitahu para perancang untuk segera menyiapkan apa yang di butuhkan untuk melengkapi hiasan dan ukiran dua gaun yang sudah Ratih pilih.


"Yasudah Dek, kamu sudah melihat kan dua gaun itu sudah sesuai konsep yang kamu mau?." Tanya Rosa.


"Ya Kak, but masih belum sempurna." Jawab Ratih.

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kamu lakukan sebagai pemilik butik dan perancang pemula?, pasti kamu tau kan apa yang akan kamu lakukan untuk melengkapi nya?." Tanya Rosa yang ingin menguji seberapa kuat imajinasi Ratih sebagai perancang desain busana tingkat pemula.


Lalu Ratih pun tersenyum dan langsung mengajak para perancang busana itu untuk membantu nya menghiasi dua gaun nya dengan konsep yang ia sudah rencanakan bersama Randi.


Namun di sisi lain, terlihat Randi tengah duduk bersama seorang Pria yang tidak asing bagi kita. yaitu Akash yang sudah ada di rumah Randi dengan undangan spesial di acara wedding nanti.


"Gua pikir tidak akan secepat ini lu melangsungkan ikrar nanti Ran." Ucap Akash sambil menyesap sebatang rokok yang sudah ia hidupkan sebelum nya.


"Gua juga berpikir seperti itu pada awal nya Kash, but tekad gua terlalu kuat untuk melangkah lebih jauh. hingga gua banyak sekali membangkang pada Ayah dan ya sekarang impian itu akan segera terwujud." Balas Randi sambil meminum secangkir kopi.


"Karena cinta itu kan memang butuh pengorbanan Ran, and gua saja seakan seperti mimpi kini sudah bisa bersanding dengan Salu dan sekarang Salu tengah mengandung." Ucap Akash.


"Benarkah?." Tanya Randi yang tidak percaya dan kaget.


"Iya gua serius loh Ran haha, masa gua berbohong sama lu." Jawab Akash.


"Kok lu tidak mengundang kami untuk menghadiri pernikahan kalian?" Tanya Randi lagi.


"Karena saat itu kami menikah di kampung nya Salu, dimana tidak ada jaringan internet sekalipun. sulit untuk merancang busana dan sulit kemana-mana." Jawab Akash.


"Jadi gua minta maaf ya Ran, tapi walau begitu kan gua sekarang bisa hadir di acara pernikahan lu dan Ratih nanti." Sambung Akash.


"Iya si Kash, thanks ya lu sudah mau menerima undangan gua dan Ratih." Balas Randi.


Lalu Akash pun menepuk pundak Randi dan melanjutkan ngobrol santai nya dengan Randi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2