Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 6 Kehormatan


__ADS_3

...馃尰Cinta memang memabukkan, tapi tetaplah sadar agar kau tidak menyerahkan segalanya馃尰...


Malam ini, Wilea dan Romi memberikan kejutan untuk Rose. Rose sedang duduk di kamarnya dengan sedih. Setiap kali mantan suaminya datang menemuinya, hatinya kembali terluka dan teringat akan moment ketika cintanya di khianati oleh suaminya.


"Kami membuat ini untukmu Mom," kata Alea dan mempersembahkan kue yang telah di hias dengan indah untuk Rose.


Mau tidak mau Rose meniup lilin itu dan memotong kue yang dibuat Wilea.


Rose sangat mengenal putrinya. Pasti dia sudah bersusah payah membuat dan menghias kue itu untuknya.


"Terimakasih, maafkan Mommy,"


"Tidak Mom," Wilea lalu memeluk Rose dan mencium pipinya.


"Kau yang mengajarinya?" tanya Rose menatap pada Romi yang berdiri disamping Wilea.


"Dia ahlinya mom," sahut Wilea dan tersenyum manis menatap Romi yang sudah membuatnya mengalami cinta untuk pertama kalinya.


"Tapi, aku tidak melihat Alea," kata Rose mencari dibelakang Wilea dan Romi yang berdiri berdekatan.


"Dia belum kembali," kata Wilea dengan sangat menyesal karena Alea tidak ada bersama mereka.


"Kemana dia pergi?"


"Mungkin dia bersama teman-temannya Mom," Wilea lalu duduk disamping Rose dan Romi keluar dari kamar itu.


...Wilea bercerita tentang Romi yang sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama....


"Mom, Wilea jatuh cinta,"


"Apa? Jatuh cinta? Dengan siapa?" Rose nampak cemas.


"Dengan Romi. Please, jangan marah ya Mom. Ini pertama kalinya dan Romi adalah pria yang baik," kata Wilea yang tidak bisa menyembunyikan apapun dari Rose.


"Astaga, kamu jatuh cinta secepat ini? Dia batu datang dua hari dan kamu sudah jatuh cinta padanya?"


"Ayolah Mom, jangan ragukan cinta kami. Kami sudah dewasa. Dan cinta tidak mengenal waktu. Dia bisa datang kapan saja, please....." Wilea menatap Rose dengan memohon.


"Baiklah. Tapi ingat. Kamu harus tahu batasannya. Jangan berikan milikmu yang paling berharga sebelum waktunya,"


"Aku tahu Mom. Dan tidak akan. Aku akan menjaganya sampai kami resmi menikah nanti," kata Wilea dan menaruh kepalanya di pangkuan Rose.


"Sebenarnya, Mommy takut jika kamu menikah di usia muda. Mommy takut, apa yang terjadi dengan Mommy akan terjadi padamu. Mommy ingin kamu menjadi wanita karir dan tidak seperti Mommy. Mommy di tinggalkan karena di anggap tidak sepadan dan berpendidikan oleh ayahmu,"


"Tidak Mom. Romi tidak berpikir kuno seperti itu. Romi tetap mengijinkan aku kuliah jika kita menikah nanti, dia memberikan kebebasan padaku untuk bekerja jika kita menikah nanti,"


"Jangan terlalu cepat memutuskan untuk menikah Wilea. Kau harus mengenalnya dan memahaminya dirinya sebelum memutuskan untuk hidup bersamanya,"


"Tentu Mom,"


Tanpa terasa sekarang sudah jam 23.00 malam.

__ADS_1


"Wilea... telepon lah Alea. Dia belum pulang. Ini sudah terlalu malam untuk anak gadis berada diluar rumah," kata Rose mulai cemas.


"Aku lihat di kamarnya dulu Mom. Mungkin dia sudah pulang," kata Wilea lalu pergi ke kamar Alea.


Wilea melihat kamarnya kosong. Dia juga sudah mengecek ke kamar mandi, dan kamar mandinya kering. Artinya Alea belum pulang.


Wilea datang menemui Rose dan mengangkat bahunya dengan khawatir karena ternyata Alea tidak ada dikamarnya. Ternyata dia belum pulang.


"Astaga. Kenapa dia tidak ingat waktu! Sudah hampir tengah malam dan dia masih berkeliaran di luar? Apakah dia tidak ingat untuk pulang kerumah!" Rose mulai cemas dan melihat keluar halaman.


Sunyi dan gelap.


Rose mondar-mandir dan berusaha menelpon.


Wilea juga melakukan hal yang sama.


Wilea sudah menghubungi semua temannya. Tapi mereka mengatakan jika tidak mengetahui keberadaan dirinya.


"Mommy sangat cemas. Dimana adikmu itu? Kenapa jam segini belum pulang?" Mommy Rose berkata sambil mondar-mandir dan sesekali menarik nafas berat.


Udara diluar semakin dingin, satu persatu hujan mulai turun membasahi halaman rumah.


"Wilea juga mengkhawatirkan dirinya Mom. Tapi Wilea tidak tahu harus mencarinya kemana? Wilea sudah menghubungi semua temannya tapi mereka mengatakan jika Alea tidak main bersama mereka," Wilea juga ngga kalah cemas.


Romi menatap ibu dan anak yang terlihat sangat cemas saat ini.


Romi nampak berfikir dan mengerutkan keningnya.


"Ya...mungkin dia pergi kerumah ayahmu," kata Rose dan sedikit merasa lega jika yang dia sangka benar adanya.


...Meskipun dia melarang mereka berdua bertemu. Namun lebih baik dia berada dirumah mantan suaminya daripada berkeliaran di jalanan di tengah malam begini....


"Kamu sudah menelpon rumahnya?"


Wilea menggeleng pelan. Mana mungkin dia menelpon Daddynya. Bukankah Mommynya melarang mereka berbicara?


"Telepon rumahnya. Siapa tahu Alea ada disana?" Suaranya mulai parau.


Wilea memencet nomor telepon ayahnya. Mommy Rose berdiri disampingnya dan terus berdoa agar Alea berada disana. Setidaknya, dia akan aman jika berada dirumah mantan suaminya.


Syukurlah Daddy segera menjawab teleponku.


"Halo Daddy, apakah Alea menginap dirumah Daddy?" tanya Wilea dengan suara gemetar.


Dimitri terkejut.


"Tidak, dia tidak datang kerumah. Dia pergi dan tidak ada dirumah hingga jam segini?" Sekarang gantian Daddynya yang justru bertanya dan cemas.


Dalam hati dia akan menyalahkan Rose jika sampai terjadi sesuatu dengan Alea.


"Alea pergi sejak siang dan sekarang belum kembali," Wilea mulai terisak.

__ADS_1


Deg. Dimitri semakin cemas.


"Tenanglah. Daddy akan keluar dan mencari Alea. Kalian kasih kabar jika Alea kembali," Dimitri menutup telepon dengan cepat dan segera bergegas keluar untuk mencari Alea.


"Aku ikut..." kata Micha yang melihat wajah kekasihnya begitu panik.


Dimitri tidak ingin berdebat saat ini.


"Masuklah ke mobil. Kita akan mencari Alea. Dia keluyuran di jam segini? Apa saja ya g dilakukan Rose dirumahnya. Putriku belum pulang tengah malam dan dia bahkan baru menghubungi diriku? Aku juga ayahnya. Aku berhak tahu segalanya!" Dimitri menyetir dengan kecepatan tinggi. Wajahnya nampak tegang.


Satu jam dia keliling kota, pergi dari satu klub ke club' yang lainnya. Dan tidak menemukan Alea di mana-mana.


*


*


Dirumah Jane.


...Jane sedang hanyut dalam kemesraan bersama kekasihnya. Dan teman prianya sedang merayu Alea agar berkencan dengannya....


"Aku tidak terlalu buruk jika kita pacaran bukan?" kata Jack teman Jane.


"Hahahaha...kau menembak aku....ini sangat lucu. Kita baru saja bertemu tapi kau sudah langsung ingin kita kencan?" Alea yang sudah dalam pengaruh minuman tertawa dan melihat semua orang begitu lucu dimatanya dan membuatnya terus tertawa.


"Ayolah. Sudah biasa di jaman sekarang ini kencan di pertemuan pertama," Jack merayu Alea dan tangannya mulai memegang pahanya.


...Alea menahan tangan Jack yang akan menggerayangi pahanya hingga sedikit lagi menyentuh kehormatannya....


"Jangan. Jam berapa sekarang? aku harus pulang?"


"Ayolah sayang....ini masih sore. Aku akan mengantarmu pulang setelah kita...."


Jack memeluk Alea dan Alea meronta berusaha melepaskan diri dari pelukan teman barunya itu.


Jack bahkan sudah berhasil meremas dua buah kenyal itu dengan agak kasar karena Alea yang meronta.


"Jangan...aku mohon....lepaskan aku...." Alea berada dalam dekapan Jack.


Sementara Jane dan kekasihnya sudah pindah ke kamarnya. Mereka bermesraan didalam kamar dan entah apa yang sedang mereka lakukan saat ini.


Terdengar suara berisik dan juga ranjang berdecit dari ruang tengah.


Alea mulai panik.


Jangan lupa,


like,


vote,


dan Hadiahnya,

__ADS_1


terimakasih 馃檹馃槏


__ADS_2