
Betapa bahagianya Nawan mendengar semua itu, namun jujur ia juga masih khawatir pada Rosa yang tengah dirawat di rumah sakit dan ditinggal olehnya untuk mencari Ratih.
Hingga akhirnya Nawan memutuskan untuk menemui Rosa terlebih dahulu baru menyusul ke rumah Pratama untum bertemu Ratih.
"Kalian duluan saja, nanti gua menyusul." ucap Nawan.
"Lu mau kemana An?" tanya Julio.
"Ketemu Rosa dulu, gua khawatir dengan keadaan dia dan gua juga khawatir dengan keadaan Ratih. jadi kita bagi tugas dulu okey" jawab Nawan.
"Mau gua temenin An?" tanya Tomi.
"Tidak perlu, kalian ke rumah Randi duluan saja nanti gua menyusul" jawab Nawan.
"Baiklah An, gua duluan ya" ucap Tomi.
"Baiklah, gua perintahkan untuk Elang Club. gua pikir tidak harus semuanya kerumah Randi, karena jumlah kita sangat banyak sekali bagaimana menurut kalian?" tanya Nawan sebelum pergi.
"Gua rasa itu ide yang bagus Ketua" ucap salah satu anggotanya.
"Iya benar sekali An, gua saranin kalian istirahat saja pulang kerumah supaya bisa beraktivitas lagi" sambung Riko.
"Ya betul, kalian juga pulang saja. kita bisa bertemu lagi di basecamp bsk atau lusa" titah Henri.
"Baik waketu" ucap semua anggota KC serentak.
"Silahkan bubar dan sampai jumpa" lanjut Nawan.
Setelah basa-basi, semua anggota Genk KC maupun Elang pulang kerumahnya masing-masing. sedangkan Riko, Paulu, Tomi, Julio, Henri dan William segera pergi menuju rumah Randi yany kebetulan tidak jauh dari bassecamp Elang.
Disisi lain ditengah perjalanan Nawan dihadang oleh beberapa preman yang ternyata itu suruhan dari Andrew.
Nawan segera menepikan motornya dan menghadapi mereka yang jumlahnya lima orang preman itu dengan pikiran tenang tanpa emosi.
"Mau apa kalian?" tanya Nawan.
"Dimana Ratih?" tanya preman itu.
"Gua rasa itu bukan urusan kalian, dan gua juga tidak ada urusan dengan lu" ucap Nawan lalu naik kembali ke motor sportnya.
"Gua hanya menjalankan perintah Bos besar, tolong beritahu dimana Ratih dan urusan kita selesai" balas preman itu.
Tanpa basa-basi, Nawan langsung menonjok pipi salah satu preman itu dan adu bobrok pun terjadi.
Di sisi lain...
Ratih sudah mulai membuka matanya menandakan dia tengah siyuman. ia memutar bola matanya melihat seisi ruangan dan segera terduduk.
"Esst" suara Ratih meringis.
__ADS_1
Ratih memegang kepalanya yang masih pusing, lalu beranjak sambil mendorong penyanggah infus dan memegangi dinding.
"Gua dimana ini?" ucap Ratih sambil terus melangkahkan kakinya walau berat.
Dan ketika Ratih hendak keluar kamar, Randi tiba-tiba membuka pintu dan langsung meraih tubuh Ratih yang masih lemas dan mengendongnya ala Bridal style.
"Sudah tau masih lemas malah memaksakan diri untuk jalan, dasar bodoh" ucap Randi dengan tatapan dingin.
Ratih yang tau persis itu suara familliar Randi pun hanya bisa menatapnya dan diam sambil memegang tongkat penyanggah infus dengan erat.
"Jangan banyak bergerak dulu Rat, lu masih sakit dan butuh banyak istirahat" ucap Randi sambil membaringkan tubuh Ratih diatas kasur.
Setelah itu Randi keluar kamar, dan kembali lagi dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan susu coklat hangat kesukaan Ratih.
"Makan dulu ya, biar lu cepat sembuh" ucap Randi
"Gua tidak laper Ran, nanti saja makannya" balas Ratih
"Sedikit saja okey, setelah itu lu minum obat yang sudah diresepkan oleh Dokter" ucap Randi.
"Baiklah" balas Ratih.
Ratih hendak duduk lalu dibantu Randi dengan lembut sehingga membuat hatinya begitu hangat setelah sekian lama membeku karena cinta yang berangsur hilang dari hatinya.
"Kenapa Rat?, jangan melamun, itu tidak baik untuk kesehatan. dan jangan banyak pikiran negatif lu pasti sembuh" ucap Randi menyemangati
"Makasih Randi" sepatah kata yang keluar dari bibid sexy Ratih membuat Randi tersenyum.
Ya si Randi itu Mr. kidal alias kebot yang memakai tangan kirinya untuk segala hal. bagi Ratih dia laki-laki istimewa karena dia punya prinsip kalau laki-laki dengan memakai tangan kirinya untuk aktivitas berarti dia jenius.
"Haha ada-ada aja kan si Ratih, ya itulah dia. wanita penuh khayalan" ucap Author.
Next..
Ratih menerima suapan pertamanya dari tangan Randi dan mengunyah bubur itu dengan lembut dan anggun. beda dengan bayangan Randi yang sempat berpikir Ratih akan makan dengan rakus seperti layaknya pria.
Secara yang Randi tahu Ratih itu kan wanita tomboy yang bahkan berlaku seperti pria dan lebih parahnya ia mempunyai hobby bertarung alias adu bobrok bukan tempur didapur seperti wanita pada umumnya.
"Hilih.. lama lu Ran, hah gua laper" gerutu Ratih lalu meraih mangkuk dengan paksa dan menyantap bubur itu.
Randi seketika tersadar dari lamunannya dan kaget melihat Ratih yang sudah makan sendiri dengan penuh senyuman diwajahnya.
"Pelan-pelan Rat makannya" ucap Randi sambil membenarkan rambut Ratih dan menyelipkannya ketelinga.
Seketika Ratih terdiam dan menatap manik mata coklat Randi yang begitu indah, lalu menaruh mangkuk bubur itu ke atas nakas.
"Loh, kenapa berhenti makan?, tadi katanya laper" tanya Randi.
"Sudah kenyang kok, terimakasih ya Ran" jawab Ratih.
__ADS_1
"Sama-sama, yasudah lu istirahat lagi saja supaya cepat pulih" ucap Randi.
"Biarlah gua menatap cahaya matahari yang tengah ada dihadapan gua dengan mata indahnya yang memberikan warna seperti pelangi yang muncul tiba-tiba dan hilang dengan seketika" ucap Ratih sambil menatap Randi.
Randi hanya terdiam karena ia tau apa yang Ratih maksudkan. lalu ia memalingkan wajahnya dan berkata.
"Habiskan choco milk nya lalu istirahat" ucap Randi yang hanya dibalas senyum simpul oleh Ratih.
Ratih yang menurut segera meneguk habis choco milk tersebut lalu membaringkan tubuhnya dan menarik selimut. lalu Randi mengelus rambut Ratih dan meninggalkannya lagi untuk menatuh mangkuk dan gelas kotor itu.
Kembali lagi kepada Nawan yang masih adu bobrok sampai hampir kewalahan karena satu banding lima. wa edan.
"**Muka gile... moga menang bang" celetuk Author.
"Bengek lu Thor, nanti gua mati gimana?" tanya Nawan.
"Ya kalo lu mati dikubur atuh bang" jawab Author.
"Cih.. Author gile lu" ketus Nawan.
"Canda bang, yaudah lanjut sana adu bobroknya kalo tidak lanjut. bagaimana bisa selesai episode ini." ucap Author.
"Bukan urusan gua" balas Nawan lalu melanjutkan sin.
"Heleh sue" balas Author.
Eh maaf-maaf malah berantem hehe, yuk dilanjut gaes**..
Nawan terus menghajar mereka walau sudah memar di wajah dan merasakan sakit disekujur tubuhnya karena sempat terpukul sana sini oleh para preman itu, hingga akhirnya setelah berjuang ia mendapat hasil juga.
"Gua tau siapa Tuan kalian, bilang pada dia kalau Nawan purnama putra tidak takut padanya dan jangan seperti banci yang hanya mengandalkan orang lain namun tidak berani turun tangan." ucap Randi lalu pergi.
Lima preman yang sudah terpuruk dijalan segera bangkit sambil memegangi bagian tubuhnya yang sakit, lalu salah satu dari mereka menelpon Andrew.
馃摓"Halo bos, maaf misi kita gagal" lapor Preman itu.
馃摓"Tidak berguna" celetuk Andrew di telpon.
馃摓"Maaf sekali lagi bos" ucap Preman itu lagi.
Andrew menutup panggilan lalu mengucapkan "Awas lu An" kalimat itu yang selalu Andrew lontarkan ketika misinya gagal. sedangkan Nawan sudah membelah jalanan kembali dengan pikiran yang tenang walau hatinya tidak tenang memikirkan dua bidadari yang ia sayang.
Bersambung...
Kalian tau, aku ada rekomended novel Author kesayanganku yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda" yang tidak kalah menarik dan seru loh ceritanya. aku izin promo yak..
Cekidot lihat kebawah hehe..馃憞
__ADS_1
Nah.. penasaran kan penasaran hehe.. yuk lah kepoin cerita Novel "Introvert Berjiwa Ganda", lalu tinggalkan jejak pula disana berupa like, koment dan saran, vote hadiah atau tips dan rate . terimakasih sayang-sayangku馃馃.