
Dan seketika, keadaan pun mulai membaik lagi ketika Ratih sudah mulai tenang kembali, hingga Nawan yang kaget karena tingkah Randi pun langsung menghampiri nya dan bertanya.
"Tau dari mana lu Ran?, kalau adik gua bisa tenang hanya dengan tatapan hangat?" tanya Nawan.
"Maaf Kak, dulu gua pernah melihat Ratih mengamuk dan lu menatap nya tanpa kata hingga dia kembali tenang" jawab Randi.
"Oh gitu, tapi bagus juga si kalau lu udah tau cara tenangin tuh bocah hehe" ucap Nawan sambil menggaruk rambut nya yang tidak gatal.
"Kamu ini Yang, ngagetin orang aja hehe" sambung Rosa.
Lalu Nawan pun hanya tersenyum dan mengecup pipi Rosa. Riko yang melihat itu pun menatap sinis Nawan.
"Kebiasaan lu An, hobbi amat si bikin jiwa jombol gua menggebu-gebu" ucap Riko.
"Suruh siapa lu masih belum punya pacar" balas Nawan mengejek Riko.
"Yeh lu!, ngelunjak" ucap Riko.
"Ngelunjak mah enak haha," balas Nawan.
"Hais malah debat, tuh dengerin Dokter mau bilang apa" tegur William.
"Hilih lu Wil, sensian banget deh jadi orang" ucap Riko.
Namun William hanya memutar bola mata nya dengan malas dan fokus mendengar apa yang akan Dokter Dion sampaikan.
"Baik, udah siap nih denger berita nya?" tanya Dokter Dion.
"Ayolah Paman, ini tidak lagi kuis" celetuk Nawan.
"Dasar es balok, gak bisa di ajak becanda" ketus Dokter Dion.
Lalu Nawan dan Dokter Dion pun saling tatap dengan sinis dan tajam layak nya dua singa jantan yang akan mulai menerkam.
__ADS_1
"Haih, jadi memberitahu kabar atau gak?" tanya William dengan mata yang malas.
"Eh iya iya hehe, maaf ikhlan dulu tadi" jawab Dokter Dion.
"Ok skip next" ucap William.
"Baiklah, kondisi Ratih tidak apa-apa. dia hanya kecapean saja setelah penerbangan yang cukup jauh. oh ya An, Omah dan Opah kemana yak?" tutur Dokter Dion dan bertanya.
"Mereka lagi mempersiapkan acara makan malam nanti Paman, sedangkan Ayah dan Bunda ya sibuk kan sama keluarga mereka" jawan Nawan.
"Omah dan Opah belum tau kalau Ratih sakit memang?" tanya Dokter Dion lagi.
"Ya kalau tau gak mungkin dong mereka setenang ini di mall ketika tau Ratih drof" jawab Nawan dengan ketus nya.
"Hehe iya juga ya, hais weh jangan gitu juga kamu natap aku An. serem mata kamu tuh" ucap Dokter Dion lagi mengajak becanda Nawan yang badmood.
Namun Nawan tidak menghiraukan candaan Dokter Dion. dan dia pun langsung pergi meninggalkan kamar Ratih sambil menarik tangan Rosa yang sedari tadi di genggam oleh Nawan.
Sedangkan yang Riko, ia izin pamit untuk istirahat di rumah setelah perjalanan Jauh. dan William masih setia menemani Ratih walau pun Randi sudah ada di samping Ratih.
"Nanti saja Ran, lagian kan rumah gua gak terlalu jauh dari sini" jawab William.
"Ehm gitu" ucap Randi.
"Oh ya Ran, gua mau cerita deh sama lu" ucap William.
"Cerita apa tuh?" balas Randi.
"Gua cuma mau cerita kalau Ratih sangat senang sekali ketika di dalam pesawat. dia sangat rindu sama lu, bahkan saat dia tidur pun dia mengigau nama lu haha" tutur William.
Lalu Randi pun tertawa ketika mendengar cerita singkat William. begitu juga dengan William yang ikut tertawa mendengar cerita singkat nya sendiri
_Ar29_
__ADS_1
Waktu pun terus berlalu..
Kini Omah dan Opah sudah di samping Ratih dan tengah mengobrol dengan Ratih. begitu pula dengan Nawan yang ikut bergabung bersama Omah, Opah dan Ratih.
"Oh ya, kata Kakak Omah dan Opah mau buat acara makan malam ya?, jam berapa acara nya?" tanya Ratih.
"Tidak jadi sayang, mana mungkin kami mau memaksakan kamu untuk ikut serta di acara makan malam itu dalam kondisi seperti ini" jawab Omah.
"Haih, i'm oke Omah" ucap Ratih.
"Ya fisik lu emang sehat, beda sama otak lu tuh Rat" celetuk Nawan.
"Terus aja terus hina gua, sue banget dah lu Kak" ucap Ratih sambil menahan kesal.
"Bodoamat" balas Nawan.
Lalu Omah dan Opah yang melihat tingkah kedua cucu nya mulai bersama lagi pun ikut senang. bahkan Omah langsung mencairkan suasana dengan camilan yang di bawa oleh Bik Imah untuk mereka nyemil malam.
"Nih makan dulu" ucap Opah sambil memberikan sepiring agar.
"Wih mantap, Kakak suapin" ucap Riska.
"Oke" balas singkat Nawan.
Dan Nawan pun langsung menyuapi Ratih agar di piring itu sampai habis. lalu Omah pun membereskan piring kotor tersebut dan mencuci nya bersama Bik Imah.
Namun ketika Omah tengah mencuci piring pun, terdengar suara gaduh di kamar Ratih. lalu Omah pun segera kembali ke kamar dan ternyata..
Kasian di gantung seperti hati haha..
Ada apakah di balik next episode?, kalau penasaran, yuk langsung fav love saja supaya tidak tertinggal. Next episode nya.
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, saran, vote or gift and Rate.
Selamat undur diri dan sampai jumpa.