Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Gua datang Ratih


__ADS_3

Ratih terus meneteskan air matanya dengan pakaian yang sudah robek bahkan tidak beraturan sedangkan Andrew hanya santai walau kaca mobil digedor-gedor oleh komplotan itu.


"Woy keluar lu an**ng" teriak salah satu orang tersebut.


"Keluar atau mobil lu gua hancurkan!" ancam orang tersebut.


"Hah, harus sekali gua yang hadapi" ketus Andrew .


Andrew lalu membuka pintu mobil dan berdiri ditengah-tengah komplotan tersebut dengan santainya, sedangkan Ratih berusaha membuka ikatan dasi Andrew yang mengikat tangannya.


Diluar..


"Tunggulah sejenak, jangan beraninya keroyokan" ucap Andrew.


"Haha siapa yang mau keroyokan, ayo one by one" ucap salah satu dari komplotan itu.


"Kalau lu bukan pengecut, tunjukkan wajah lu dan semua anggota lu" ucap Andrew.


Hingga tanpa basa-basi Komplotan tersebut membuka helm mereka. dan ternyata mereka adalah, Randi, Nawan, beserta teman-temannya.


"Wow.. cepat juga kalian menemukan keberadaan gua" ucap Andrew.


"Haha, gua tidak sebodoh yang lu kira Drew. lu pikir dengan cara lu meninggalkan rumah dan membawa kabur adik gua bisa mengelabui gua?" tanya Nawan.


"Cerdas juga otak lu An" balas Andrew.


"Dimana adik gua lu sembunyikan?" tanya Nawan dengan baik-baik.


"Dia aman bersama gua, dan gua akan menikahi dia lalu menitip benih gua didalam rahimnya" ucap Andrew dengan wajah crazy up.


"Apaa lu bilang!," teriak Nawan lalu melangkah dan mencengkram kerah baju Andrew.


Nawan mencengkram baju Andrew dengan kencang namun ditahan oleh Tomi dan Riko.


"An, sabar An sabar" ucap Tomi.


"Dia cuma mau memancing lu, sabar An" lanjut Riko.


"lepasin kerahnya Kak, biar gua saja yang berhadapan dengan dia." ucap Randi menengahi segalanya.


Randi menatap mata Nawan dan mengedipkan matanya dengan tenang mengisyaratkan semua akan baik-baik saja.


Hingga akhirnya Nawan melepas cengkramannya dan membiarkan Randi mengurus Andrew. Nawan yakin jika Andrew mencintai adiknya bahkan rela melakukan apapun untuk adiknya.


...****************...

__ADS_1


Randi berhadapan dengan Andrew ditengah-tengah kumpulnya dua Genk tersebut. bahkan Randi tersenyum tipis dan menatap Andrew dengan tatapan haus darah.


"Lu tidak perlu mengotorkan tangan lu Kak hanya untuk mengatasi kotoran kecil ini" ucap Randi pada Nawan.


"Gua percaya padalu Ran" balas Nawan.


"Haha, dan lu bodoh telah mempercayakan semua itu pada bocah tengil ini" sambung Andrew.


"Jangan pernah meremehkan orang lain sebelum lu menghadapi orang itu!" teriak Randi yang dibarengi dengan pendaratan tangannya.


Randi mendaratkan pukulan pertamanya tepat pada wajah Andrew sehingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Sialan lu bocah!" bentak Andrew.


Ya, Andrew tidak terima dengan pukulan mendadak dari Randi, hingga akhirnya baku hantampun terjadi disana.


Sedangkan Ratih didalam hanya bisa memukul-mukul kaca mobil sambil berteriak namun mobil itu kedap suara.


"Kakak.. Ratih didalam sini, tolong Ratih Kak, disini tidak ada ruang. Ratih sesak nafas" teriak Ratih.


Ratih terus berteriak hingga ia mencari apapun disekitarnya untuk membantunya keluar dati mobil Andrew.


...****************...


Diluar benar-benar ricuh, baku hantam itu sangatlah segit bahkan seimbang. karena Andrew dan Randi sama-sama kuat.


"Ah shit!, mereka lebih banyak dari kita" ketus Julio.


"Tenang saja, kita lebih kuat dari mereka. ayo bersatu dan hadapi mereka" balas Nawan.


"Tunggu apalagi, ayo hantam mereka" ucap Riko


"Mainkan" sambung William.


Dam akhirnya terjadilah perang kecil antar Genk bukan individu lagi. Ratih yang melihat kericuhan itu semakin gusar hingga akhirnya ia melihat kunci mobil Andrew masih tergantung didepan.


Tanpa pikir panjang Ratih segera berpindah tempat kedepan dengan sisa tenaganya lalu menghidupkan mobil itu.


"Ya, gua bisa" ucap Ratih meyakinkan dirinya.


Ratih mencoba mengingat kembali masa belajar menyetir mobil 1tahun lalu. setelah itu, ia segera menghidupkan mobil dan memajukan mobil tersebut hingga membelah kericuhan itu menjadi dua bagian.


"Gua tidak mau mereka semua kenapa-kenapa" batin Ratih lalu membanting stir dan menabrak pohon.


Beruntung Ratih segera kekursi belakang sehingga ia tidak terluka sedikitpun. namun Andrew yang melihat mobilnya rusakpun pandangan berpaling hingga akhirnya Randi berhasil meringkus Andrew.

__ADS_1


"Apa tadi lu bilang?, gua bocah kan?, lu yang bocah teriak bocah. melawan gua saja lu tidak becus. guys.. kalau kalian ingin bos kalian tetap aman dan hidup mundur sekarang" teriak Randi.


"Mundur" titah Andrew.


Genk Black road dan orang bayaran Andrew mundur menjauhi semua orang lalu Randi berbisik ditelinga Andrew.


"Jika sekali lagi lu berani sentuh Ratih, walau hanya sehelai rambutnya. maka hidup lu akan gua hancurkan beserta nyawa lu" ancam Randi lalu melepas Andrew.


Andrew tersungkur lalu dibantu masuk kedalam mobil oleh teman-temannya dan pergi dari tempat itu, sedangkan Randi segera menyelamatkan Ratih dari dalam mobil karena mobil itu sudah terbakar sebagian.


"Kak, lu bawa semua pergi ketempat yang aman. gua akan selamatkan Ratih" teriak Randi.


"Tidak Ran, itu berbahaya. biar gua membantu lu" balas teriak Nawan.


"Tolong ini buat kebaikan kalian semua" ucap Randi memohon.


Nawan yang melihat ketulusan dan cinta dimata Randi pun segera mengajak semua teman-temannya pergi ketempat yang aman. sedangkan Randi memecahkan kaca mobil dengan sikutnya


"Gua darang Ratih" ucap batin Randi.


Randi berhasil menghancurkan kaca mobil walau taruhannya sikutnya berdarah karena pecahan kaca tersebut, lalu dilihatnya Ratih dengan pakaian yang sobek bahkan tidak beraturan miris keadaan.


Randi tidak tega melihat Ratih dengan keadaan yang seperti itu. hingga akhirnya ia mengulurkan tangannya untum Ratih.


"Ratih, ayo pegang tangan gua. semua akan baik-baik saja percayalah sama gua" ucap Randi sambil mengulurkan tangannya.


"Biarkan gua mati Ran, gua sudah tidak suci lagi gua tidak ingin hidup" balas Ratih dipojokan sambil menangis.


"Gua mencintai lu apaadanya, gua tidak memandang apapun baik kasta, kondisi atau fisik. cepat pegang tangan gua Rat" teriak Randi.


Ratih menatap mata Randi dan membalas uluran tangan Randi. namun tiba-tiba, mobil meledak dengan api yang sangat besar membuat Nawan yang sembunyi dibalik pepohonanpun kaget bahkan teriak histeris.


"Ratih.. tidak.." teriak Nawan lalu berlutut ditanah dengan tangisan yang menyedihkan.


Nawan sangat terpukul bahkan Paulus hampir pingsan karena Randi juga ada bersama Ratih.


Bersambung..


Tuh kan kegantung wkwkw, kira-kira bagaimana kelanjutannya yak? apakah Randi dsn Ratih tewas karena ledakan itu? atau mereka selamat? ehmm馃 jadi bingung.


Nah kalau begitu jangan lupa tav favorite supaya tidak tertinggal kelanjutan dari cerita cinta gadis broken home ini, hehe terutama agar penasarannya terbayar hehe.. karena Authornya suka buat penasaran orang banyak.


Oh iya, aku minta maaf ya karena jarang banget up teratur dan rutin馃檹, karena aku masih tahap merevisi karyaku yang tidak lain cerita yang sedang kalian baca ini馃 "Cinta Gadis Broken Home".


Tapi walau begitu, tetap doakan aku ya supaya cepat selesai revisinya dan bisa rutin lagi untuk melanjutkan ceritanya.馃檹

__ADS_1


Tetap dukung aku ya dengan cara Like, Koment dan saran, Vote dan Rate.馃馃


__ADS_2