
Beberapa hari kemudian, kini kondisi Ratih semakin labil karena ia selalu memikirkan hal yang tak seharusnya di pikirkan, dan di sisi lain juga lamaran Nawan dan Rosa pun semakin mendekat pada hari nya.
Semakin sibuk pula Nawan dan keluarga Purnama mengurus acara itu bersama keluarga Rosa juga, sehingga Ratih hanya di temani Akash yang masih setia menemaninya di rumah sakit.
Namun, selama Ratih di rumah sakit, Randi tidak sekalipun menjenguk Ratih setelah terakhir kali ia membesuknya.
"Kash, kok Randi gak pernah jenguk gua yak?" tanya Ratih.
"Mungkin ia sibuk Rat, lagian kan sebentar lagi kita juga sudah mau masuk sekolah" jawab Akash.
"Ehm.. setidaknya temui gua sekali sebelum kita pulang ke india kan bisa" ucap Ratih yang tengau bersedih.
"Jangan sedih dong Rat, mening lu hubungi saja dia" ucap Akash.
"Good ide Kash" ucap Ratih lalu segera menelpon Randi.
Lalu panggilan itu pun segera di jawab, namun bukan suara Randi yang ia dengar. melainkan suara wanita yang sedang mendes*h sambil menjawab panggilan itu.
"Hallo, ini siapa ya. kok telphone Randi ada pada lu?" tanya Ratih sambil menahan tangisnya.
📞"Ach... ehm sebentar. sayang, ini ada panggilan dari seorang wanita" ucap Wanita itu.
📞"Matikan saja telponnya, ganggu saja kita lagi menghabiskan waktu bersama" ucap Randi.
📞"Baiklah, maaf ya Mbak. Randi gak mau bicara dulu" ucap Wanita itu.
"Tunggu sebentar, tolong speaker panggilannya di aktifkan" ucap Ratih.
Lalu Wanita itu pun segera meng'aktifkan speaker telphone nya, dan Ratih dengan sudah terlanjur sesak dan kecewa pun memberanikan diri untuk angkat bicara setenang mungkin.
"Ran" ucap Ratih.
Seketika Randi yang tengah asik dengan permainannya pun berhenti dan langsung meraih handphone nya dan menjauh dari Wanita itu.
📞"Rat, maaf gua.. ehm.." ucap Randi yang terhenti oleh Ratih.
"Gak apa-apa Ran, gua cuma khawatir saja sama keadaan lu. jangan lupa makan ya, semoga lu bahagia dan gua mencintai lu Ran" ucap Ratih lalu menutup panggilan itu.
📞"Hallo Rat, Rat" panggil Randi yang terputus panggilannya.
Ratih pun menaruh kembali handphone nya dan tersenyum, lalu Akash bertanya apa yang terjadi.
"Rat, lu baik-baik saja?" tanya Akash.
"Gua baik-baik saja kok, boleh gua memeluk lu Kash?" ucap Ratih.
Akash pun langsung berdiri dan memeluk Ratih, lalu Ratih pun hanya bisa memeluk Akash dengan erat dan menahan tangis yang kini hanya di rasakan hatinya.
"Lu gak apa-apa kan?" tanya Akash memastikan.
"Gak apa-apa" jawab Ratih.
Lalu Akash pun hanya mengusap rambut Ratih dan menenangkannya di pelukannya. sedangkan Randi yang gusar bahkan kembali menyesali perbuatannya pun segera memakai pakaiannya.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Wanita itu.
"Ke rumah sakit sebentar, kamu jangan kemana-mana ya May" jawab Randi.
Dan wanita itupun adalah Mayang, yang kian hari semakin dekat dengan Randi. bahkan kini mereka menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman.
💔
__ADS_1
"Bodoh, kenapa lu batalin pertunangan kalau mau balikan, dan kenapa lu menunggu Pak Pratama merestui hubungan lu dan Ratih kalau mau di sia-siakan" celetuk Author.
"Sudah Thor, kan lu yang buat cerita ini ehm.. kenapa lu buat gua menderita terus Thor" ucap Ratih.
"Karena lu sama dengan gua Rat, kuat dan setia. maka ini ujian lu, sabar ya" ucap Author.
💔
Randi pun mengecup kening Mayang dan pergi meninggalkannya. sedangkan Ratih kedatangan tamu. yaitu Riko, Julio, William dan Tomi.
Sehingga ia melepas pelukan Akash dan rasa sedihnya juga terganti dengan kegembiraan walau hati tidak bisa dibohongi.
"Gua kangen banget sama lu Rat" ucap Julio dan memeluk Ratih.
"Gua juga kangen lu dan kalian semua" balas Ratih sambil memeluk Julio juga.
"Jangan sakit terus dong, kan lusa an dan Ros akan lamaran" ucap Riko sambil mengelus rambut Ratih.
Ratih pun hanya mampu tersenyum di pelukan Julio tanpa melepasnya sedetikpun. namun, William yang cemburu pun langsung mendorong tubuh Julio.
"Gantian dong!, kebiasan lu" ketus William.
"Heleh,. sensian lu kampret" balas Julio.
"Hehe, apa kabar Rat?" tanya William.
"Gua baik-baik saja kok" jawab Ratih.
"Semoga cepat sembuh ya, ehm.. Ini untuk lu" ucap William sambil memberikan sebuah lukisan anime pasangan dengan inisial nama RasAr.
"RasAr itu apa Wil?" tanya Ratih.
"Ehm.. Lalu kenapa lu kasih nama itu di lukisan ini?, kan gak ada hubungannya gua dengan Author novel itu." tanya Ratih heran.
"Rat, cinta Author pada pasangannya seperti kisah lu dengan Randi. banyak cobaan yang mereka tempuh bahkan kalian pun banyak kemiripan, makannya gua memberikan lu lukisan dengan inisal nama mereka agar hubungan lu sama awetnya dengan mereka." jawab William.
"Terimakasih ya Wil" ucap Ratih lalu meraih bingkai foto Anime itu.
Ratih begitu bahagia melihat gambar anime itu, namun hatinya kecewa dengan Randi dan berkata.
"Thanks Wil, tapi harapan lu gak akan terwujud karena Randi tidak mencintai gua melainkan ia mencintai orang lain" pekik batin Ratih.
Singkat waktu, setelah lama berbincang dan kangen-kangenan...
"Eh iya, gua lupa memperkenalkan teman gua hehe, dia adalah Akash. teman gua dari india" ucap Ratih.
"Salam" ucap Akash.
"Akash, ini teman-teman gua dan Kak Nawan, ada Riko, Paulus dan William, lalu yang disamping lu itu adaalh Tomi" ucap Ratih memperkanlkan teman-temannya.
"Senang bertemu dengan lu Kash" ucap Tomi.
Akash pun hanya tersenyum lalu mengobrol dengan mereka, sedangka Ratih hanya bisa merenungi kejadian di telpon tadi dan terus bertanya pada dirinya sendiri.
Namun lagi-lagi lamunanya terpecah oleh suara ketukan pintu yang menggema di ruangan itu.
"Masuk saja" ucap Ratih.
"Permisi" ucap Randi lalu masuk kedalam.
__ADS_1
"Eh Randi, apa kabar lu bro?" tanya Tomi.
"Baik Kak, kalian sudah lama disini? " tanya Randi.
"Iya, lu ada apa kesini?" tanya William dengan ketusnya.
"Menjenguk Ratih" jawab Randi dengan santai.
"Jenguklah sana, gantian dengan kami" titah Riko.
Akhirnya Randi pun menghampiri Ratih, lalu Riko Cs dan Akash pergi keluar meninggalkan mereka berdua. kini Randi mencoba meminta maaf pada Ratih sambil mengelus Rambut Ratih yang kini hanya menatap mata Randi tanpa berucap.
"Gua minta maaf Rat, ehm.. sebenarnya" lagi lagi ucapan Randi terhenti.
"Dia tunangan lu kan?, gua gak marah kok Ran. semoga kalian bahagia yak, maaf kalau gua masih belum bisa merebut hati Ayah lu sehingga lu harus menerima perjodohan ini" ucap Ratih sambil tersenyum menutupi luka.
"Gak Rat, gua cuma khilaf. gua hanya mencintai lu Rat gua gak bohong" ucap Randi.
Lalu Ratih pun mengambil handphone nya dan memeprlihatkan sebuah status watshaap Randi yang dulunya nama Ratih kini menjadi nama Mayang💍.
"Ehm.. udah jelas Ran, sebaiknya lu sekarang kembali menghabiskan waktu dengannya. bukankah gua mengganggu hari kalian yang indah itu?" tanya Ratih.
"Gak Rat, gua mohon tolong jangan tinggalkan gua. gua gak sanggup kehilangan lu untuk kesekian kalinya" ucap Randi dengan pelan.
"Dan gua gak mau jadi perusak hubungan kalian" ucap Ratih.
Lalu Ratih pun memberikan sebuah kotak kecil untuk Randi yang tadinya akan di hadiahkan setelah ia sembuh, namun ia urungkan dan memutuskan untuk memberikannya hari ini.
"Jaga baik-baik sampai nanti lu mendapatkan istri, tolong lu pakaikan ini untuknya oke" ucap Ratih sambil memberikan sebuah kotak yang berisi kalung indah.
"Gua gak mau menerima ini semua Rat, gua cuma cinta sama lu. please maafkan gua, gua menyesal tolong maafkan gua" ucap Randi sambil mengecup tangan Ratih untuk meminta maaf.
"Ran, lu gak perlu meminta maaf terus pada gua. lagi pula lu pantas mendapatkan yamg sempuna, gua pun gak marah setelah tau lu ternyata sudah punya pasangan. gua menelepon lu pun karena lu gak pernah besuk gua jadi gua khawatir akan keadaan lu" tutur Ratih lalu menghela nafas panjang.
"Lu jangan pernah meminta maaf sama cewek yang bahkan gak ada status kpastian dengan lu Ran. gua hanya sahabat lu bukan pacar ataupun tunangan lu, jadi gua gak ada hak atas cinta lu" ucap Ratih.
"Tapi Rat, gua beneran khilaf. gua hanya mencintai lu bukan yang lain" ucap Randi lagi.
"Sudahlah Ran, lebih baik lu pergi dari sini dan jangan ganggu kehidupan Adik gua kalau hanya mau lu rusak hati nya" ucap Nawan yang tiba-tiba saja sudah di dalam ruangan itu.
"Gua gak ngerti sama lu, kenapa lu meninggalkan wanita yang berjuang untuk lu bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk lu walau dia tau tak ada status apapun dengan lu. dan setelah meninggalkannya, lu memilih wanita yang belum tau mencintai lu setulus dia atau tidak dan melupakan perjuangan berlian tanpa pamrih itu hanya untuk sebuah belati yang menusuk hati berlian itu." lanjut Nawan.
Randi pun hanya terdiam tidak bisa berbicara apapun, bahkan kini hatinya hanya bisa menyesal karena entah kenapa dirinya seperti ini. bahkan ia tidak mengerti kenapa hatinua begitu labil pada wanita.
"Ran, harusnya kalau memang lu sayang sama Adik gua, tolong lu jaga dia. psekikis dia sudsh rusak sehingga banyak penyakit di tubuhnya karena banyaknya trauma yang dia alami, lalu ia juga mencoba hidup dengan satu ginjal dan berjuang untuk orang-orang yang ia sayang, dan kini, perjuangannya harus kandas gitu aja kah Ran?" tanya Nawan.
"Cukup Kak" ucap Ratih.
Lalu Ratih pun beranjak dari duduknya dan mencoba berdiri di lantai. ia melangkah sambil memegang perutnya yang masih sakit itu menuju Nawan. lalu Randi mencoba membantunya namun Ratih menolaknya.
Kini Ratih berdiri dengan tegak seperti orang sehat dan menatap mata Nawan yang dipenuhi linangan air mata walau linangan itu masih belum turun ke pipi.
......❤Cinta🥰Gadis❤Broken🥰Home❤......
..."Terkadang, apa yang di perjuangkan pun gak selamanya akan membalas perjuangan itu dengan setimpal"...
..._Ar29...
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, rate, gift/vote yak, nah fav love juga supaya gak ketinggalan kelanjutannya hehe.