Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Lembaran baru Ratih


__ADS_3

Satu minggu setelah kejadian pahit yang menjadi kenangan yang tidak terlupakan. kini Ratih sudah pulih kembali dan tengah merapihkan sebuah rumah kecil di dekat kantor Omah dan Opah nya.


Di sana ia mencoba hidup mandiri tanpa keluarga kecil nya atau pun Nawan. bahkan kini ia sudah mulai menggerakkan satu butik kecil milik Omah hingga menarik beberapa client dari hasil desain dress yang ia rancang.


"Ehm.. kini gua akan memulai lembar baru. rumah sudah ada dan butik pun dekat dari sini jadi mudah gua pantau." Ucap Ratih dalam hati nya.


Lalu tidak lama dari itu, terdengar sebuah ketukkan pintu dan juga suara seorang Pria yang tidak lain adalah Randi.


"Loh sayang, kok kamu tau aku di sini." Ucap Ratih.


"Ya kan aku bertanya pada Omah, lalu Omah bilang kamu tidak tinggal dengan nya lagi dan memutuskan tinggal sendiri di sini." Balas Randi.


"Ya tapi kan rumah ku cukup jauh dari tempat kamu kerja sayang, kok kamu malah kesini." Ucap Ratih.


"Mau jauh atau dekat, bagiku sama saja. dan jika yang tinggalnya permaisuri ku, kenapa jarak harus di permasalahkan." Balas Randi lalu tersenyum.


Lalu Ratih pun tersenyum mendengar ucapan dari Randi. setelah itu, Ratih mengajak Randi masuk ke dalam rumah yang sudah terdapat all prabotan dan Bik Imah yang tengah membersihkan sofa.


"Eh Tuan muda, pagi Tuan." Sapa Bik Imah.


"Pagi Bik, ku kira kamu hanya sendiri. tau sama Bik Imah tadinya aja aku beli sarapan dulu untuk kita bertiga." Balas Randi sambil nyengir kuda memperlihatkan gigi rapih nya.


"Tidak usah repot-repot Tuan muda, Bik Imah sudah membuat sarapan kok untuk Tuan dan Nona muda. yuk kita sarapan dulu, habis itu Nona minum obat ya." Ucap Bik Imah.


Kemudian, Ratih dan Randi pun duduk di kursi mereka dan memakan sebuah spageti spesial buatan Bik Imah.


"Selamat malam Tuan dan Nona muda, Bik Imah mau lanjut bersih-bersih dulu ya. kalian habiskan sarapan nya jangan sampai tidak." Ucap Bik Imah dengan tegas.


"Syiap bos que." Balas Ratih.


Lalu Bik Imah pun pergi meninggalkan dua sejoli kasmaran itu. dan setelah selesai sarapan, Randi pun duduk di samping Ratih dan mengeluarkan sebuah kalung dan cincin di dalam kotak.


"Ratih, will you meary me next month? " Tanya Randi yang sudah mantap dengan niat nya.


"Yes sayang, i will meary you next month." Balas Ratih.

__ADS_1


"Thank you." Ucap Randi lalu memakaikan cincin itu di jari manis nya dan kalung di leher Ratih.


Dan Ratih pun bahagia setelah tau cinta nya tidaklah bertepuk sebelah tangan lagi, tapi kini sudah lengkap dengan restu orang tua Randi yang melengkapi impian mereka di masa yang akan datang nanti.


"Kamu suka dengan cincin dan kalung nya?." Tanya Randi.


"Aku sangat suka sayang, terimakasih." Jawab Ratih lalu tersenyum.


Kemudian, Randi pun menatap Ratih dan mengecup kedua tangan Ratih bergantian. setelah itu, Ratih dan Randi pun izin pada Bik Imah untuk ke butik sebentar.


"Bil titop rumah ya, aku dan Randi mau ke butik dulu sebentar." Ucap Ratih sambil melangkah.


"Hati hati Nona muda." Balas Bik Imah.


Lalu Ratih pun naik di jok belakang motor sport Randi dan mulai membelah jalanan menuju butik bersama sang pujaan hati.


"Cinta Gadis Broken Home"


Di saat Ratih dan Randi pergi ke butik, di rumah kediaman Ratih pun kedatangan William yang hendak mengajak Ratih hunting ke luar kota.


"Waalaikumsalam, sedang mencari siapa ya?." Balas Bik Imah.


"Ini William Bik." Ucap William.


"Eh iya, astaga Tuan Wil sorry." Balas Bik Imah yang mulai ke kinian.


"Ceilah belajar dari mana itu sorry haha." Ucap William.


"Hehe biasa lah Tuan, ngomong-ngomong Tuan mencari Nona muda kah?" Tanya Bik Imah.


"Yups, dimana dia?" Balik tanya William.


"Nona muda baru saja pergi dengan Tuan Randi ke butik." Jawab Bik Imah.


"Oh begitu ya, baiklah kalau begitu aku pamit lagi ya Bik. nanti kalau Ratih sudah pulang, tolong sampaikan pada dia kalau ada acara pesta dadakan di rumah ku jam delapan malam." Pesan William.

__ADS_1


"Oke Tuan, nanti akan saya sampaikan pada Nona muda." Balas Bik Imah.


"Terimakasih Bik, aku permisi dulu ya." Ucap William lalu pergi.


Setelah itu, William pun pergi meninggalkan kediaman Ratih menuju rumah baru Nawan dan Rosa yang begitu jauh dari rumah Ratih berada.


Ya betul para Readers dan Author sekalian, jauh nya seperti hati yang merindukan bola mata coklat nya dan senyuman indah di bibir sexy nya ahay deh malah curhat wkwkw.


Lanjut gaes..


Singkat cerita...


Kita kembali pada Ratih dan Randi yang kini sudah sampai butik. lalu mereka pun di sambut hangat oleh para karyawan dan karyawati di sana.


"Selamat pagi Nona dan Tuan muda." Sapa para karyawan dan karyawati.


"Pagi semua, kembali bekerja dan tetap semangat." Balas Ratih lalu pergi ke ruangan nya dengan Randi.


"Lumayan besar sayang butik nya, kamu hebat sekali bisa membangun nya dari titik nol sampai sebesar ini." Puji Randi sambil mengelus pipi Ratih.


"Kan ini semua untuk masa depan kita sayang, maka aku harus semangat untuk membangun semua nya sampai nanti kita ada bekal untuk ke depan nya." Balas Ratih sambil mengelus tangan Randi yang ada di pipi nya.


"Aku mencintai mu sayang." Ucap Randi.


"I love you too honey." Balas Ratih.


Lalu Randi pun mengecup pipi Ratih dan melanjutkan membahas sebuah proyek yang nanti nya akan Ratih metting kan besok bersama client nya yang dari sunda.


Bersambung..


Oke gaes, karena kepala Author sudag pusing sekali hehe, karena banyak sekali hal yang tidak mampu ku jelaskan tapi mampu di rasakan dia yang tengah dilanda Rindu nya pada ku wkwkw.


Dah ah bucin terus!!.


Yaudah dulu ya semuanya, segini dulu espisode hari ini, happy reading and enjoy selalu gaes.. Jaga kesehehatan dan see you next time..

__ADS_1


Dont forget to like, coment, rate, gift or vote and share. See u..


__ADS_2