
...馃尮Dua remaja melakukan kesalahan, maka seluruh keluarga menanggung deritanya馃尮...
Alea mendapatkan pesan dari Jane jika dia sudah menemukan Jack. Dan Jack ingin bertemu dengannya sekarang.
Alea yang baru saja muntah-muntah segera bergegas untuk menemui Jack.
"Alea...kau mau kemana? Mommy akan memanggil dokter untuk memeriksa keadaanmu. Kau mungkin sedang sakit? Kau baru saja muntah?" Mommy Rose terlihat panik.
"Nanti saja Mom. Alea ada hal penting. Dan sekarang sudah mendingan. Tidak perlu di panggil dokter,"
Alea tidak ingin dokter itu memeriksa keadaanya dan mengetahui jika dia hamil. Jika keluarga nya tahu sebelum dia bertemu dengan Jack maka semuanya akan runyam, pikir Alea.
Alea sampai di sebuah kafe. Dia masuk perlahan dan melihat Jack di sudut ruangan.
"Jack.... "
Alea berdiri di hadapannya dan ketika itu Jack sedang menunduk. Dia juga nampak cemas dan tertekan.
"Alea...." Jack berusaha tersenyum.
"Duduklah...." Jack berdiri dan menarik kursi untuk duduk Alea.
"Kau sudah dari tadi...." Alea berbasa-basi sekedar meredam rasa cemas yang bergolak di hatinya.
"Belum. Baru saja. Bagaimana kabarmu?" Pertanyaan yang biasa ditanyakan untuk memulai pembicaraan yang lebih serius.
__ADS_1
"Aku...aku sangat cemas," Alea tidak akan menjawab dengan jawaban klise "Aku baik-baik saja" kenyataanya dia sangat cemas dan khawatir sepanjang hari.
"Jane sudah cerita padaku. Dan aku tahu kenapa kau cemas. Aku minta maaf tidak menemuimu beberapa hari yang lalu. Aku dirumah dan kedua orang tuaku sedang mempersiapkan pelantikan ku untuk menjadi CEO. Dan ...sekarang aku harus mengatakan pada mereka jika kau hamil,"
"Apakah kau akan menikahiku?" tanya Alea karena memang itu yang seharusnya terjadi.
"Bersabarlah. Aku akan bicara dengan mereka lalu akan melamarmu,"
"Jangan terlalu lama. Jika mereka tahu aku hamil dan belum menikah. Kau tahu apa yang harus aku hadapi bukan? Bagiku itu tidak mudah? Namaku akan hancur dan aku dianggap gadis yang buruk. Aku mohon, selamatkan nama baikku,"
"Tenanglah Alea. Aku pasti akan menikah denganmu tapi...mungkin bulan depan baru akan di bicarakan. Bulan ini aku sedang sibuk sekali,"
"Kenapa harus bulan depan? Tidak bisakah di bicarakan Minggu ini? Aku sangat cemas," Alea hampir saja menangis memohon pada Jack untuk segera menikahi nya.
"Alea...tenanglah...kita pasti akan menikah, aku akan menikahimu..."
"Kau janji..."
"Aku janji...."
Setelah mendapatkan kata sepakat, mereka lalu berpisah.
Sampai dirumah,
Jack duduk didekat ibunya yang sudah pulang lebih awal hari ini.
__ADS_1
"Hai Mam......" Jack menyapanya dan mulai berfikir untuk mencari waktu yang tepat membicarakan soal pernikahannya.
"Jack, kau darimana?"
"Biasa mam. Ketemu teman," Jack bingung harus mulai dari mana. Dia juga tidak tega jika membiarkan Alea menunggu lama sementara perutnya akan semakin membesar dari hari ke hari.
"Pacar?" tiba-tiba maminya bertanya soal pacarnya dan membuat Jack ingin membuka diri soal Alea.
"Ehm...teman dekat," jawab Jack.
"Dari keluarga menengah atau kelas atas? Jangan bergaul dengan mereka yang tidak sederajat dengan kita. Kau tahu, mami ingin kau hanya menikah dengan gadis dari keluarga terpandang dan terhormat," kata Maminya membuat Jack tersenyum kecut.
Jack sendiri juga tidak tahu dan mengenal keluarga Alea. Mereka baru bertemu dan terjadilah insiden itu. Jack juga tidak bertanya apakah Alea punya keluarga atau tidak.
Soalnya Jane, temannya hidup sendirian dan keluarganya tercerai berai.
Jack menarik nafas dalam dan berat.
"Jack sangat mencintai nya..." kata Jack tiba-tiba membuat mata maminya melebar.
"Tentu, kau akan jatuh cinta di usia sekarang ini. Untuk itulah mami harap kau hanya bergaul dengan gadis dari kelas atas. Karena kemungkinan kau akan jatuh cinta pada salah satunya. Tentu mami akan mendukungmu jika itu terjadi,"
"Bagaimana jika dia dari keluarga menengah?" tanya Jack lemah dan lirih.
"Kau harus melupakannya dan mami tidak bisa merestuinya," kata Maminya dan membuat dada Jack sangat sesak secara mendadak.
__ADS_1