
Beberapa jam kemudian, Ratih dan Nawan sudah sampai di rumah. namun kondisi rumah begitu sepi tidak seperti biasa nya.
"Kak, apa tidak ada orang di rumah ini?" Tanya Ratih lalu keluar dari mobil.
"Semua ada di rumah kok Rat, dan mungkin saja mereka tengah istirahat." Jawab Nawan lalu menggenggam tangan Ratih.
Lalu Nawan pun menarik tangan Ratih dan membuka pintu. dan saat mereka sudah di dalam rumah, lampu pun menyala yang kemudian membuat Ratih dan Nawan syok.
"Andrew!" Teriak Nawan.
"Apa yang lu lakukan di sini hah?!, lepaskan Omah dan Opah kita!." Teriak Ratih.
"Ayolah Rat, lu sudah menjadi milik gua maka lu harus ikut dengan gua dan menikah." Ucap Andrew.
"Cuih!, tidak sudi gua harus ikut bajing*n seperti lu!." Balas Ratih.
"Dan gua juga tidak akan membiarkan Adik gua berada di pelukan orang tidak punya otak dan gila seperti lu." Sambung Nawan.
Kemudian, terjadilah perkelahian antara Nawan dan Andrew. lalu Ratih yang merasa memiliki kesempatan pun segera melepaskan ikatan tangan dan kaki Omah dan Opah nya.
"Pergi dari sini Rat, ajak Omah dan Opah jauh dari rumah ini." Titah Nawan sambil menahan Andrew.
"Tidak semudah itu Nawan" Balas Andrew yang kemudian bersiul.
Hingga datanglah segerombol bodyguard Andrew dengan tubuh kekar nya siap untuk menghajar Ratih. lalu Ratih pun menyuruh Omah dan Opah pergi mencari tempat yang aman sampai Ratih dan Nawan mengalahkan semua nya.
Lalu Omah dan Opah pun menuruti Ratih untuk bersembunyi di tempat yang aman. sedangkan Nawan dan Ratih benar-benar sudah terpojokan karena mereka berdua kalah jumlah dengan Andrew.
"Cuma segini kemampuan kalian hah?" Tanya Andrew.
"Mungkin lu lupa kalau Ratih dan Nawan tidak lah berdua." Ucap Randi yang tiba-tiba sudah ada di belakang Andrew.
"Lu!." Ucap Andrew sambil berteriak.
"Kenapa?, lu kaget kenapa gua ada di sini?" Tanya Randi.
"Tidak usah banyak basa-basi Ran, gua sudah lama tidak mencabik tubuh baj*ngan, dan ini saat nya gua puaskan hasr*t gua haha." sambung Tomi.
"Haha... selamat makan Tom." Balas Randi yang kemudian langsung menarik kerah Andrew.
__ADS_1
Dan perlawanan pun terjadi, kini Andrew yang ganti kewalahan menghadapi Randi yang memang kian hari kian meningkat kemampuan nya.
Lalu setelah lama nya perlawanan itu terjadi, kini Randi berhasil membuat Andrew berlutut di bawah kaki Ratih yang sudah lebam di wajah dan juga sekujur tubuh nya.
"Sayang, ini saat nya kamu mengangkat wajah mu dan perlihatkan pada baj*ngan ini kalau kamu adalah Ratu nya." Ucap Randi sambil tersenyum pada Ratih.
Lalu Ratih pun tersenyum dan menci*m bibir Randi hingga membuat Andrew yang melihat itu geram di bakar api cemburu. setelah itu, Ratih berlutut dan menekan kedua pipi Andrew.
"Karena lu gua harus menanggung aib yang seharus nya tidak terjadi Drew, dan karena lu gua harus menderita selama setahun. dan tidak ada kata maaf untuk bisa menebus semua dosa yang lu lakukan terhadap gua." Ucap Ratih.
"Maka dari itu, terimalah pembalasan gua sekarang!." Teriak Ratih lalu menghempaskan tangan nya dari wajah Andrew dengan kasar.
Setelah itu Ratih pun berdiri, dan langsung mengarahkan tendangan yang cukup keras ke dada Andrew.
"Bugh...."
"Ini untuk perlakuan kasar lu terhadap gua." Ucap Ratih yang kemudian menarik kerah Andrew hingga ia berdiri.
Lalu Randi pun melepaskan Andrew dan menjauh dari Ratih yang kemudian berganti amarah dengan Raih yang memang haus darah.
"Asal lu tau, gua menyayangi lu sepenuh hati namun lu menyakiti gua!, lalu saat gua sudah mendapatkan kebahagiaan, kenapa lu datang lagi untuk menghancurkan nya hah?!, dan dengan tega lu membuat gua tidak suci seutuh nya!" Teriak Raih di depan wajah Andrew.
Lalu Nawan yang melihat itu pun menahan sesak tangis di dada nya, sedangkan Paulus dan Julio yang memang perasa pun meneteskan air mata namun wajah nya tetap cool.
"Ehm.. sakit ya?" Tanya Raih yang kini berjongkok di hadapan Andrew yang terkapar.
"To.. long ampuni gua Rat." Jawab Andrew yang terbata-bata.
"Ampuni lu?, mimpi!. gua belum puas hanya dengan melihat lu begini Drew. tapi tenang saja, ada satu hal yang bisa membuat gua puas." Ucap Ratih.
"A.. apa?" Tanya Andrew yang ripuh dengan luka dalam nya.
"Kematian" Jawab Raih dengan dingin dan mata tajam nya.
Kemudian Andrew yang mendengar suara Ratih pun membuat sekujur tubuh nya merinding. lalu Ratih menarik Andrew dan mengambil tali di ruang mekanik nya dan segera mengikatkan tali itu ke leher Andrew.
Namun saat Ratih hendak melemparkan tali itu ke sebuah tihang besar, Randi yang tadinya menjauh kini langsung menghampiri Ratih dan membisikan sesuatu di telinga Ratih.
"Sayang, jangan kamu kotori tangan kamu yang indah itu hanya untuk menghabisi baj*ngan seperti nya, lepaskan dia dan ingatlah kalian itu satu raga dua jiwa dan kalian sama tidaklah ada yang membedakan nya. dan jika kamu mengotori tangan mu hanya untuk membasmi parasit ini, maka kamu sama saja baj*ngan nya dengan dia sayang." Bisik Randi untuk menenangkan Raih.
__ADS_1
"Kamu bukanlah mafia Dek, lepaskan lah dia dan biarkan hukum yang memberikan hukuman setimpal untuk nya." Ucap Nawan.
"Tapi hukum saja tidak bisa membuat gua puas!." Teriak Raih lalu mendorong Randi dan menatap Nawan dengan tatapan penuh amarah.
"Ra gua tau ini lu, tolong dengar gua sekali ini saja. kendalikan amarah lu Dek, mau lu Ratih atau Raih kalian sama saja Adik gua, dan Adik selalu menurut dengan Kakak nya bukan?." Tanya Nawan sambil menghampiri Ratih.
"Jadilah Adik yang baik sayang, jangan kecewakan Kakak mu hanya karena emosi mu." Sambung Randi.
Lalu Nawan yang sudah berdiri di samping Ratih pun segera memeluk Ratih, begitu pun dengan Randi dan juga Trio semprul, Tomi, Julio, Henri dan Paulus.
"Kita semua sayang sama lu, tolong kendalikan amarah lu dan kita buka lembaran baru Rat." Ucap William.
"Iya Rat, lu kan wanita hebat. masa lu mau mengotori tangan lu hanya untuk menuruti amarah lu." Sambung Julio.
"Ingat Rat, tidak ada yang manis selain melihat wajah lu yang manis." Lanjut Paulus.
"Pau!." Teriak Trio semprul, Randi, Nawan, Henri dan Tomi.
"Hehehe" Tawa kecil Paulus.
"Serius dikit beg*!." Tegur Henri yang kemudian menjitak kepala Paulus.
"Sakit anjer!." Balas Paulus.
Lalu Ratih yang mulai merendam emosi nya pun kini melepaskan tali itu dan langsung pingsan karena sudah kehabisan tenaga.
Dan semua nya pun panik, lalu Paulus yang refleks pun segera menelepon ambulan untuk membawa Ratih. sedangkan Julio segera menelepon polisi untuk mengevakuasi si bangk* Andrew dan bodyguard-bodyguard nya.
Bersambung..
By the way, happy anniversarry sayang yang ke 47bulan馃槝馃. Terimakasih karena masih mampu bertahan dengan ku yang tidaklah sempurna fisik maupun kelakuan nya.
Dan harapan ku, semoga kita bisa segera di persatukan dengan ucapan ijab qobul lalu hidup bersama dengan keluarga kecil yang sudah kita rancang sesuai impian kita.
Aamiin, 馃馃槝
Terimakasih juga untuk para readers dan fams RasAr yang selalu mendukung karya ku ini, walau up nya lama hehe. 馃馃槝.
Pokok nya jangan bosan-bosan menunggu nya ya, hingga nanti aku bisa up normal lagi menemani waktu luang kalian.
__ADS_1
See you next time and don't forget to like, coment, vote/gift and rate all馃槝馃