
Waktu pun terus berlalu, kini Ratih sudah sampai di rumah kediaman nya di india. disana ia langsung di sambut oleh semua pelayan dan penjaga rumah khusunya Bik Inem.
"Ya Allah Non, ayo masuk Non" ucap Bik Inem yang kaget.
Ratih pun masuk ke dalam rumah dan di antar ke kamar oleh Bik Inem. sedangkan Bik Inem yang kaget dan khawatir pun segera menghubungi Nawan.
Namun tiada jawaban karena Nawan masih berada di dalam pesawat. dan tanpa pikir panjang pun Bik Inem langsung menghubungi nomor rumah Purnama.
"Siti... tolong di angkat dulu ya telepon nya" teriak Bik Imah.
"Assyiap" balas Bik Siti.
Bik Siti pun dengan sigap langsung menerima panggilan itu sambil memainkan lap yang ia pegang.
📞"Hallo selamat malam" ucap Bik Inem.
"Iya malam, saya Siti Art Purnama Familly dengan siapa dimana?" tanya Bik Siti.
📞"Dengan Inem, Kepala Art di kediaman Purnama village india" jawab Bik Inem.
"Owalah, ada perlu apa Mbak menelepon malam-malam begini?" tanya Bik Siti.
📞"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa Nona Ratih kini sudah sampai di rumah dalam keadaan selamat namun kondisi nya sangat lah lemah" jawab Bik Inem.
"Astagfrullah, apa sekarang beliau sudah di tangani Mbak?" tanya Bik Situ yang khawatir.
📞"Sepertinys sudah Mbak, kini ia tengah memakai infus lengkap di tangannya dan tengah ber'istirahat di kamar nya" jawab Bik Siti.
"Syukurlah kalau begitu, tolong jaga Non Ratih ya Mbak. dan anda tidak perlu khawatir, karena Tuan besar dan juga anggota keluarga Purnama kini tengah di perjalanan menuju india" ucap Bik Siti.
📞"Alhamdulillah semoga sampai tujuan dengan selamat, terimakasih ya Mbak dan maaf telah mengganggu di malam hari" ucap Bik Inem.
Lalu panggilan pun terputus, setelah itu Bik Inem dan Siti pun kembali melanjutkan aktivitas malam nya. sedangkan Ratih kini tengah tertidur pulas di kasur empuk nya.
__ADS_1
•_pagi pun telah tiba_•
Andrew yang semalaman menunggu Ratih pun kaget bukan kepalang karena Ratih di laporkan tengah melarikan diri pada saat tengah malam.
"Bagaimana bisa!" teriak Andrew.
"Maaf Tuan, ini karena kelalaian kami jadi Nona kabur" ucap Dokter.
"Kalian gak becus hanya merawat dan menjaga satu gadis pun sampai kecolongan." ketus Andrew lalu pergi.
Andrew pun pergi dengan mobil nya, ia megendarai mobil dengan penuh emosi dan makin menggila karena obsesi nya pada Ratih.
"Bangs*t!!, mau sampai kapan lu lari dari gua Rat!" teriak Andrew sambil memukul kaca mobil dengan sikut nya.
Setelah itu, ia langsung menghubungi Genk BR yang memang sebagian ia ajak ke india untuk mencari Ratih sampai ke seluruh penjuru india, dan tak lupa juga ia ikut serta pergi menyusul Genk nya tersebut.
Di sisi lain, NawanCs, Genk BC, Genk Elang dan Purnama familly kini sudah sampai di india dan keluar dari hotel tempat sebelumnys mereka menginap.
Randi pun langsung melihat handphone nya dan membaca whatsaap nya, di buka nya aplikasi itu dan terlihat sebuah pesan S.O.S#R.P.S yang membuat ia tersenyum.
"Eh beg*, lu di tanya malah senyum-senyum sendiri" tegur Henri.
Randi pun langsung menatap Henri dengan sinis, yang membuat Henri seketika langsung terdiam.
"Please Ri, jangan toxic dulu di sini. gua lagi mau fokus mencari Ratih bukan menghukum lu karena banyak bicara." ucap Randi dengan dingin.
Henri pun mengunci mulut nya rapat-rapat dan mundur selangkah menjauhi Randi. sedangkan Randi langsung menatap Nawan dengan serius untuk menjawab pertanyaan Nawan yang tertunda sebelumnya.
"Ehm.. kalau boleh tau, dimana Ratih tinggal Kak?" tanya Randi.
"Gua gak tau, tapi Ayah. kamu pasti tau kan dimana Putri mu tinggal?" tanya Nawan.
Singkat cerita, Pak Purnama pun membawa mereka kesebuah rumah besar yang kini berantakan dan di penuhi anak brandalan tak lain dan bukan adalah Andrew dan Genk nya.
__ADS_1
Hingga Pak Purnama memutuskan untuk tidak langsung kesana melainkan mengarahkan mereka untuk menepi lebih jauh dan tidak gegabah agar Ratih tetap aman.
"Siapa mereka?" tanya Pak Purnama yang khawatir dari kejauhan..
"Andrew.." ucap Nawan sambil menahan amarah nya.
Di saat Nawan mencoba untuk mengontrol amarah nya, Andrew kini tengah menarik tangan Ratih dengan paksa. bahkan infus Ratih pun lepas dari tangan nya dan sudah banyak luka lebam maupun darah di wajah Ratih.
Dan hal itu membuat Nawan dan Randi tidak bisa menahan diri nya untuk segera menghancurkan Andrew dan Genk nya. hingga tanpa pikir panjang pun Randi lari sekencang mungkin dan menendang Andrew hingga membuat nya terpental dan jauh dari Ratih.
"Lu gak apa-apa?" tanya Randi yang tengah menahan tubuh Ratih.
Ratih pun hanya menatap Randi dengan lemas. karena jangankan untuk bicara, untuk mengangkat tangan nya pun ia tak sanggup.
Randi yang melihat kondisi Ratih pun segera membantu Ratih ke pelukan Nawan yang sebelum nya ikut maju duluan dengan Randi.
"Kak, tahan Genk Elang dan KC untuk tidak maju, dan beri kode juga untuk mereka membagi team menjadi dua untuk melindungi keluarga kecil lu dan sisanya bersiap untuk kerja sama dengan kita" ucap Randi dengan pelan namun tegas.
Lalu Nawan pun memberikan kode sesuai dengan yang di arahkan oleh Randi. setelah itu, Andrew yang sudah bangkit dari jatuh nya pun kembali berdiri dan menatap Randi dnegan sombong nya.
"Apa begitu cara lu menyapa kawan lama?" tanya Andrew.
"Jika ya lu mau apa?, dan gak seharusnya jika lu Pria sejati melukai seorang Wanita yang memang gak sebanding dengan lu" balas Randi.
"Haha.. berani lu ajarin gua hah?" tanya Andrew yang sedikit menaikkan nada suara nya.
"Harusnya kalau lagi di ajarin tuh di dengerin jangan malah marah-marah" jawab Randi dengan santai.
Lalu Andrew yang tidak bisa menahan emosi nya pun mulai mengambil ancang-ancang untuk duel one by one dengan Randi. sedangkan Randi, ia menatap Nawan dan menyuruh nya membawa Ratih jauh dari area maut itu.
Dan tanpa pikir panjang lagi, Andrew dan Randi pun bertarung denga sangat segit. bahkan karena ilmu bela diri mereka sama-sama tinggi, mereka pun tidak dapat saling terkalah kan satu sama lain.
bersambung_
__ADS_1