
"Kamu ikut saya sekarang" ajak Kepala sekolah itu pakai bahasa indonesia.
"Ah mampus gua" ucap Ratih.
Ratih pun melepaskan ketua bully itu dan menatapnya dengan tajam. lalu pergi meninggalkan mereka dan kerumunan siswa-siswi.
Ratih terlihat tenang dan duduk di kursi ruangan Kepala Sekolah sambil menatap Kepala Sekolah itu dengan intens mulai dari ujung kepala sampai kaki.
"Bagaimana perjalanan mu menuju mumbai nak?" tanya Kepala sekolah itu.
"Semua lancar" jawab singkat Ratih.
"Saya dengar, kamu di keluarkan dari sekolah lama karena membuat ulah betul?" tanya Kepala sekolah itu lagi.
"Iya betul sekali, padahal saya hanya di fitnah ya tapi mau bagaimana jika gak ada bukti" jawab Ratih.
"Ehm.. lalu seberapa kuat minat mu ingin sekolah?" tanya Kepala sekolah.
"Saya sekolah tujuannya bukan untuk mencari keributan, tapi saya mau belajar dan jika ada yang membuat masalah dengan saya ya jangan salahkan karena saya tidak memulai tapi mereka yang memulai" jawab Ratig dengan dingin.
"Baiklah jika begitu, besok kamu sudah bisa masuk sekolah dan belajar dengan teman-teman yang lain. Bapak haraf kamu bisa berteman baik dan belajar dengan baik disini yak" ucap Kepala sekolah sambil tersenyum.
"Terimakasih, saya permisi" ucap Ratih lalu pergi.
Ratih memang bicara secukupnya dan gak mau basa basi yang baginya itu adalah hal yang akan membuang waktu. namun Pak Kepala sekolah tidak marah atau menegur Ratih karena sebelumnya Pak Purnama sudah menjelaskan kalau Ratih anak yang berbeda dan dingin.
Saat Ratih melangkah menuju parkiran, ia kembali dikagetkan dengan menabrak tubuh kekar namun dia tidak terjatuh kali ini😎.
"Sorry gua gak liat, eh iya lupa gua kan lagi di india. mujhe maaf karado" ucap Ratih.
"Gak apa-apa Rat, ngapain anda di sini?" tanya pria yang gak asing di telinga Ratih.
Ratih pun mendongakan kepalanya, lalu ia mundur selangkah karena yang dia tabrak itu Akash. Pria yang kemarin menolong nya saat di bandara.
"Lah lu yang ngapain disini?" tanya Ratih.
"Saya sekolah disini Rat, hehe walau tinggal beberapa bulan lagi lulus tapi masih bisa di bilang siswa kan hehe" tawa Akash
"Owalah, gua juga baru daftar di sekolah ini dan ya besok sudah mulai sekolah" balas Ratih.
"Bakal ketemu sering dong kita haha" canda Akash.
"Hailih, dah lah gua mau cabut dulu. bye Akash" ucap Ratih lalu pergi dengan motor sport nya.
"Wanita unik, tidak ada di india wanita sepertinya. dia baik tapi dingin hehe" ucap Akash sambil menggelengkan kepalanya dan melanjutkan langkah nya.
...****************...
Seling waktu yang begitu cepat, Ratih sedang melakukan video call dengan Nawan, Trio semprul, Randi, Tomi, Henri dan Paulus.
"Wadduh lagi pada apa nih kalian?" tanya Ratih.
__ADS_1
"Biasa lah lagi ngopi gua nih sambil nunggu ngantuk" ucap Paulus.
"Lah lu mau ngantuk tapi minum kopi kan dudul" balas Henri.
"Jeh.. lu gak tau si kalau kopi bisa bikin gua ngantuk tujuh keliling pusing sekampung" celetuk Paulus.
"Wet dah emang bocah dudul. temen lu tuh Ran dudul kali" ucap Riko mengejek Paulus.
"Haha dudul-dudul juga dia pinter kalau tentang cewek mah haha" balas Randi.
"Haha" tawa Ratih.
"Bagaimana kabar lu disana dek?, suka sama sekolah baru nya?" tanya Nawan.
"Gua sudah merasa lebih baik, and sekolah baru nya ya lumayan lah." jawab Ratih.
"Bagaimana tempat tinggal disana Dek?, nyaman kah?" tanya Nawan lagi.
"Nyaman kok Kak, Ayah berlebihan sampai-sampai pembantu ku saja ada banyak, motor ada, mobil ada, kamar medis dan Dokter pribadi juga ada. mana ketat lagi penjagaannya" jawab Ratih.
"Haha, ya maklum Ayah seperti itu Dek. kan dia baru pertama kali lagi mengasuh anak senakal kamu tanpa waspada pengawasan Kakak" ucap Nawan.
"Nah bener tuh Rat, lagian lu kan nakal tingkat dewa" sambung Julio.
"Kata siapa Ratih nakal, dia tuh cuma mau di perhatikan ya gak Rat haha" ucap William.
"Heleh ribut mulu lu berdua, nah udah malam nih gua harus tidur besok kan kalian sekolah dan gua juga sekolah. yuk lah moslor bin sare" ajak Ratih.
"Selamat malam Ratih, semoga mimpi indah dan sehat selalu ya" ucap Randi dengan spesial.
"Selamat malam juga semuanya dan jaga kesehatan juga Randi dan yang lain" balas Ratih.
Lalu video call pun di akhiri, lalu Ratih pun tertidur begitu pula dengan Nawan, Randi, Tomi, Trio semprul, Henri dan Paulus.
.....
Pagi pun tiba, Nawan sudah bergegas pergi dengan motor sport nya menuju rumah Rosa, sampai ia lupa membawa tugas sekolah yang harus di kumpulkan pagi itu.
"Rosa, assalamualaikum hey cepat aduh maaf aku telat jemput" teriak Nawan yang sudah gak karuan.
"Waalaikumsalam, apa si An?" tanya Rosa dengan santai sambil menguncir rambutnya.
"Lah ini udah jam berapa?, kenapa kamu masih santai-santai aja?" tanya Nawan keheranan.
"Hadeh, ini kan baru jam enam pagi An. Ayo masuk dulu kita sarapan bareng" ajak Rosa.
"Jam enam?, bukannya jam tujuh ini Ros?" tanya Nawan sambil turun dari motor nya.
"Coba lu liat jam nya dengan baik deh, ini masih jam enam An" ucap Rosa.
Nawan pun melihat jam tangannya, dia begitu terkejut karena Rosa tidak berbohong bahkan jam menunjukkan pukul enam pagi berbeda dengan jam dinding di rumah yang menunjukkan pukul tujuh pagi.
__ADS_1
"Ini pasti kerjaan Ratih sebelum ke mumbai' ucap batin Nawan.
"Hey kok bengong?, sudah lihat jam nya kan?, ayo kedalam kita sarapan dulu" ajak Rosa.
Nawan pun pergi mengikuti Rosa dan sarapn bersama dengan Riyan yang sudah duduk manis di kursi ruang makan sederhana rumah Rosa.
"Kamu mau roti isi apa An?" tanya Rosa.
"Coklat saja Ros" jawab Nawan.
"Sebentar ya" ucap Rosa.
Rosa pun membuatkan roti isi selai coklat dan memberikannya pada Nawan. setelah itu, baru Rosa duduk di kursi dan makan bersama Riyan dan Nawan.
Di sisi lain, Ratih sudah sampai di sekolah dan tengah duduk di kursi tepat kelas baru dia.
"Gak seperti di indonesia, tapi setidaknya duduknya sendiri-sendiri ahaha lebih simple jadi gak harus berbagi dengan teman sebangku" ucap Ratih pada dirinya sendiri.
"Kalau lu harus berbagi dengan teman sebangku ya biarin aja Rat, asal teman sebangku nya jangan macam Julio dudul yang selalu buat gua bt tingkat dewa" ucap Raih dalam diri Ratih.
"Haha" balas Tawa Ratih.
Lalu disaat Ratih tengah asik berbincang dengan sisi lainnya, tiba-tiba ia di kagetkan dengan kedatangan tiga wanita yang kemarin membully salah satu siswa lemah.
"Oh.. jadi lu sekelas sama kita" ucap ketua genk bully dengan bahasa indonesia.
"Terus, kalau gua sekelas sama kalian emang bisa bikin gua takut gitu?" balik tanya Ratih menantang.
"Baru anak mekar aja udah sombong" celetuk teman ketua genk bully itu.
Ratih pun memegang pundak ketua genk bully itu dan menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam setajam suntet, eh maksudnya elang.
"Jangan pernah membuat ulah atau ber'urusan sama gua kalau kalian gak mau celaka" ancam Ratih lalu melepas pundak ketua genk bully itu.
Mereka pun begidik ngeri melihat tatapan mata Ratih yang begitu tajam bahkan seperti ingin menerkam nya kala itu.
Namun Ratih tetap tenang menghadapi mereka dan kembali menetralkan emosi nya yang mulai memuncak.
...****************...
bersambung...
...jangan remehkan seseorang yang diam, karena di balik diam nya itu terdapat hal amarah yang mendalam....
...Ar29...
Sampai disini dulu ya, maaf bila gak nyambung episode nya hehe.. maaf juga baru up karena masih sakit aku nya.
semoga yang sakit cepat di sembuhkan. aku minta doa untuk aku dan papah bee ya semoga sakitnya cepat di angkat oleh Allah Swt. aamiin..
see u next episode.. jangan lupa like. koment dan rate vote gift yaa.. 🍉🍉❤❤❤
__ADS_1