Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 49


__ADS_3

Saat kejadian Hania memergoki Rama, juga Mami Naya mengembalikan cincin pertunangan ke Rama, mereka berdua tidak pernah sama sekali bertemu kembali.


Hania masih bekerja seperti biasa. Desas desus pertunangan Hania dan Rama batal sudah beredar di perusahaan.


Hania tidak peduli dengan berita tersebut. Hatinya semakin dingin. Karena rumor itu, ada beberapa karyawan pria yang masih lajang , mencoba mendekati Hania. Tapi Hania tidak pernah menggubrisnya.


Gembok hatinya sudah di buang ke dasar laut. Entah kapan dan siapa yang akan menemukan kunci hatinya dia pun tidak dapat memastikan.


Pagi ini, seperti biasa, para karyawan perusahaan tersebut berbondong bondong memasuki perusahaan RS Group. Terlihat ada Sierra, Vina dan Vey yang memasuki lift dari parkiran.


Hal tersebut tidak luput dari penglihatan Rama. Saat ini dia mengendarai kendaraannya sendiri karena Hendra yang memecat dirinya sendiri untuk tidak bekerja lagi dengan Rama.


Tetapi bukan berarti Hendra gak punya uang. Dia memiliki beberapa aset, saham dan tabungan berlimpah. Jadi untuk sementara waktu, dia tidak akan kekurangan.


Dan hari ini adalah hari ketiga dimana Rama melihat Hania tidak datang bersama sama dengan sahabat sahabatnya.


Rama sudah mulai curiga, apakah Hania resign dari perusahaan ataukah sakit.


Sesaat jam masuk kantor dimulai, Rama berada sendiri di ruangannya. Anin sudah dipindahkan menjadi sekretaris direktur yang lain, dan dia memiliki sekretaris yang baru yaitu seorang pria karena permintaan Kiky.


Hatinya gelisah memikirkan Hania. Karena penasaran dia meminta asistennya untuk memanggil manager HRD.


" Kus, panggilkan manager HRD untuk datang segera ke ruangan saya " Kata Rama


" Baik pak.." Jawab Kusno


Sepuluh menit kemudian terdengar ketukan pintu di ruangan Rama.


Tok..Tok..Tok


" Masuk.."


cklek..


" Permisi pak, manager HRD sudah datang.." Ucap Kusno


" Persilahkan dia masuk.." Rama bersandar di kursinya dan melihat manager HRD masuk menhadapnya.


" Silahkan duduk pak.."


" Terima kasih...hmm...ada yang bisa saya bantu pak ?" tanya Manager HRD tersebut yang bernama Radit.


" Hmm.. Apakah dalam sebulan ini ada yang resign dari perusahaan ?" Tanyanya tanpa harus mengatakan dengan jelas siapa yang dia maksud.


" Ada pak.."


Deg..


" S..siapa saja? Saya ingin tahu.." Tanya Rama gugup


Pak Radit sang manager HRD mengerutkan kening bingung.


" Apa beliau tidak tahu jika Hania sudah resign..." Batin Pak Radit.


" Ada dua orang pak.. Satu orang bagian keuangan dan satu orang dari bagian produksi.."


" hm..apakah dari bagian keuangan itu Hania Tjipta ?" Tanyanya dengen pelan


" Benar pak...maaf..memangnya bapak gak tahu ?" tanya Pak Radit


Brakkkkk..


Pak Radit kaget karena Rama menggebrak meja kerjanya.


" Kenapa tidak ada info jika dia akan resign ??? Siapa yang mengijinkan dia keluar dari perusahaan ini ??!! " Tanya Rama dengan marah.


" Ma..maaf pak..karena begini..."


FLASHBACK ON


Hania menemui langsung manager HRD untuk mengajukan Pengunduran dirinya tanpa sepengetahuan sahabt sahabatnya.


Tok..tok..tok


" Masuk..."


" Selamat pagi pak..." Ucap Hania


Pak Radit menoleh melihat yang datang ke ruangannya.


" Mbak Hania kan yah?" tanya beliau ragu.


" Betul pak...apa saya mengganggu waktu bapak ? Ada yang ingin saya bicarakan..." Ucap Hania masih berdiri di depan pintu.


" Oh tidak sama sekali...Mari silahkan duduk..."

__ADS_1


Mereka duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


" Apa yang bisa saya bantu ?"


" hm..begini pak, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak saya. Berhubung masa probation belum genap enam bulan, dan masih ada sebulan lagi, saya mau mengundurkan diri.." Kata Hania


Pak Radit mengerutkan keningnya.


" Apa pak CEO yang minta mbak Hania untuk berhenti bekerja ? Aah..saya mengerti, mungkin karena kalian akan segera menikah, makanya Pak CEO melarang anda bekerja.. Apa saya benar?"Ucap Pak Radit dengan percaya diri. Beliau tidak tahu rumor mengenai putusnya Rama dan Hania.


Hania hanya cengengesan, seolah olah membenarkan apa yang Pak Radit pikirkan.


" Hehe..tetapi pak, saya minta untuk menutupi ini..Jadi gak terlalu heboh pak...benar benar harus disembunyikan.." Ucap Hania


" hmm..saya mengerti sekali..baiklah nanti saya langsung yang akan memproses pengunduran diri mbak Hanja....apa mbak Hania butuh Surat Keterangan bekerja ?"


" Gak perlu pak...hehe.."


" Aah..iya iya.. anda akan menikahi pemilik perusahaan, apa gunanya surat itu..."


" Terima kasih pak atas pengertiannya...akan saya ingat kebaikan bapak ini... Dan berarti saya tinggal sebulan lagi bekerja disini kan pak.." Ucap Hania


" Oh tidak perlu. Karena mbak Hania masih dalam probation, mbak gak perlu menunggu sebulan lagi, seminggu juga lagi bisa..Tapi kamu harus handover kepada rekan kerja kamu yah... Karena bosmu masih ada diluar negri, nanti saya yang akan menyampaikannya..."


" Baik pak..kalo begitu saya permisi dulu...Semoga bapak sehat selalu...permisi pak..Assalamualaikum.."


" Walaikumsalam..."


FLASHBACK OFF


Rama yang mendengarkan penjelasan Pak Radit mengepalkan tangannya dengan keras.


" Masf pak Rama, saya benar benar tidak tahu kalau Pak Rama sebenarnya tidak tahu kalau mbak Hania berhenti bekerja..." Ucap Pak Radit.


" Tak apa...sudah cukup..bapak bisa kembali ke ruangan bapak..Terima kasih infonya.."


" Terima kasih pak..." Pak Radit segera keluar dari ruangannya.


Rama beranjak dari kursinya dan berdiri menatap pemandangan kota.


Hatinya benar benar gelisah.


" Semoga kamu tidak meninggalkanku Hania..." Batin Rama


Drrt...drrtt...drrt.


" Halo.."


" Kak, lagi sibuk?" Tanya Kiky


" Tidak terlalu...ada apa?"


" Aku mau mengajak kakak makan diluar...ada abangku juga mau ikut nich.." Ucap Kiky manja.


Rama mengepalkan tangannya dengan keras dan tiba tiba dadanya bergemuruh menahan amarah.


" Aku harus bisa mengendalikan kemarahanku..." Batin Rama


" Baiklah...kirimkan alamat restonya.." Ucap Rama


" Yeaaay...oke kakak sayang...sampai ketemu yaaah..." ucap Kiky manja dan menutup teleponnya.


Rama mengantongi ponselnya dan masih menatap jauh pemandangan kota yang sedang sibuk itu.


" Sabarlah sebentar lagi dek...Kakak akan membalaskan kematianmu...Mereka harus tahu apa itu rasa sakit dan kematian...sebentar lagi Raisa...." Batin Rama dengan mata menatap tajam.


Raisa adalah kembaran Raina. Dia lahir dua menit sebelum Raina. Tetapi wajah mereka tidak identik. Mereka memiliki kulit yang putih bersih, wajah mereka seolah olah dibagi dengan adil. Raisa mirip dengan Papi Adipati, sedangkan Raina mirip dengan Mami Tia.


Raisa sangat berprestasi dalam bidang modelling sejak di bangku SMP. Berlanjut sampai ke jenjang SMA. Banyak pria yang sangat mengagumi Raisa. Tetapi Raisa hanya menanggapi seadanya karena dia hanya fokus dengan karir dan pendidikannya.


Saat kelulusan Raisa dan Raina di SMA, perpisahannya diadakan dipulau dewata, tepatnya di Nusa Dua Bali.


Diantara para guru yang mengantarkan siswa siswa itu, ada seorang guru olahraga yang bernama Ricko juga ikut.Dia adalah kakak kandung dari Kiky.


Iya, Kiky satu sekolah dengan Raina dan Raisa. Kiky selalu meng-claim bahwa dia adalah sahabat dekat dengan si kembar. Padahal semua tahu dialah yang terus mengekor si kembar kemanapun mereka pergi.


Raisa dan Raina membiarkannya asalkan tidak mengganggu mereka. Suatu waktu Rama menjemput si kembar dari sekolah. Dari situlah Kiky mengenal Rama sebagai kakak laki laki dari si kembar. Dia sangat terpesona dengan ketampanan Rama yang masih berstatus mahasiswa kedokteran saat itu.


Sejak saat itu, Kiky selalu gencar mencari info mengenai Rama. Dia selalu bertanya kepada Raisa dan Raina. Malahan saking nekatnya Kiky, dia mendatangi rumah Raisa dan Raina tanpa minta ijin dulu. Mulai saat itu Raisa dan Raina merasa terganggu. Raisa sudah memperingatkan Kiky untuk tidak seperti itu, tetapi ternyata Kiky sudah sangat terobsesi dengan kakak dari si kembar.


Dan bukan hanya itu saja, terkadang saat libur sekolah, Kiky menyambangi kampus tempat Rama kuliah. Awalnya Rama berpikir hanya kebetulan saja, tetapi saat Raisa memberitahu tujuan Kiky, Rama berusaha menghindari Kiky.


Sebelum kelulusan mereka, Kiky dengan nekat datang ke rumah Rama dan mengungkapkan perasaannya kepada Rama. Dia juga memaksa supaya Rama menerima cintanya dan menjadi pacarnya.


Kelakuan Kiky yang sangat tidak tahu malu itu mendapat kecaman dari Rama. Rama sangat marah karena merasa seperti diteror.

__ADS_1


Raisa juga terang terangan memperingatkan Kiky untuk menjauhi Rama.


FLASHBACK ON


" Kiky... please jangan mengganggu kakakku!!.." Ucap Raisa dengan nada marah.


" Apa urusanmu ? Kamua hanyalah adiknya..." Ucap Kiky tak takut.


" Dan supaya kamu tahu, kami sekeluarga sudah muakk dengan kelakuanmu yang tidak tahu malu itu... Kamu bukan tipe kak Rama...jangan ganggu dia...Sekali lagi kamu datang ke rumah atau kampus kak Rama, Papiku sudah berjanji untuk menyeretmu ke polisi. INGAT ITU!! " ucap Raisa dengan berteriak. Suasana sekolah seketika menjadi riuh. Sebagian besar mengejek dan mencibir Kiky. Di dicap sebagai psyco...


" Bukan aku yang akan menderita...lihat saja, akan aku lenyapkan kau Raisa...dan mengambil kakakmu hanya menjadi milikku.." Batin Kiky dengan mengepalkan tangannya.


Setelah ancaman Raisa ke Kiky, Kiky memang berhenti tidak menemui Rama. Tetapi ternyata dia merencanakan sesuatu.


Singkat cerita, acara perpisahan di Bali sudah tiba. Tidak ada yang tidak ikut. Semua siswa yang lulus turut serta dalam field trip kali ini.


Pada hari ketiga mereka di Bali, setelah makan malam, Raina dan Raisa memutuskan keluar malam itu untuk pergi ke toko oleh oleh khas Bali. Mereka berdua memutuskan untuk pergi memakai taksi saja.


Saat dalam perjalanan menuju kesana, tiba tiba taksi yang mereka tumpangi itu mogok. Padahal toko yang mereka tuju masih sangat jauh. Mereka berdua turun dari taksi itu dan menunggu taksi lain yang lewat.


Tiba tiba sebuah mobil menepi dan membuka kaca mobil.


" Raisa, Raina..kalian mau kemana?" Tanya Ricko yang ternyata menyewa mobil pribadi disana.


" Eh..Pak Ricko, kami mau ke toko oleh oleh pak, tapi taksinya malah mogok.." Ucap Raina


" Yaudah, naik saja nanti bapak yang antarkan.." Ucap Ricko


" Yeay.. pak, semoga taksinya hidup kembali yah pak...ini ongkosnya kami ikut guru kami saja..." Ucap Raisa seraya memberikan uang kepada supir taksi tersebut.


" non terima kasih yah..maaf bapak hanya bisa antar sampai sini..." Ucap supirnya seraya mengucap syukur karena rejeki yang dia terima.


Raisa dan Raina naik ke mobil pak Ricko tanpa curiga.


Raisa duduk di samping Pak Ricko, sedangkan Raina duduk di kursi belakang supir. Tak ada pembicaraan saat mereka di mobil itu.


Setelah lima menit kemudian, Raisa mencari cari ponselnya. Dan dia ingat jika sempat menitipkan ke Raina.


" Raina, handphone gw ada sama loe kan ?" tanya Raisa sambil melongokkan kepalanya ke belakang.


Saat itulah dia liat Raina sudah tidak sadarkan diri.


Plakkk...


Seseorang memukul leher Raisa dan membuatnya tidak sadarkan diri.


Beberapa waktu kemudian, Raina tersadar dari pingsannya.


" ahh..sakit.. Gw dimana ?" Raina membuka matanya dan merasakan seluruh badannya terasa perih.


" Auwwh... Ya Allah..gw kenapa..hiks..seluruh badanku sakit...Raisaa..." keluh Raina dan mencoba memanggil Saudara kembarnya.


Dia mencoba untuk bangun walaupun badannya terasa sangat sakit.


Drrt...drrt..


Suara ponsel terdengar. Suaranya agak jauh dari tempat Raina berada.


Raina mencoba merangkak ke arah suara itu. Suara ponselnya sempat berhenti, tetapi tiba tiba berbunyi lagi.


Raina mengambil ponselnya dan menjawabnya.


" Papiiii..hikss.."


" Rainaa, kalian dimana? Semua orang sedang panik mencari kalian.." tanya Papi Adipati dengan panik di seberang sana.


" Papii..Raina gak tahu ini dimana..daritadi gak ada yangvlewat. Dan..dan..Raisa gak ada disini papi..hiks..." Isak Raina


" Baik..tenangkan dirimu sayang... Cobalah tetap sadar dan aktifkan GPS kamu.. Segera share lokasi kamu sekarang ke papi..segera sayang.." suruh papinya.


Raina segera melakukan apa yang disuruh papinya. Papinya mencoba untuk mengajak Raina berbicara agar supaya terus sadar sampai kepolisian tiba.


Tiba tiba ponsel Raina mati karena kehabisan batree.


" Hiks..hiks..Papi tolong cepat datang..Raisaa..loe dimana..hiks..hiks..sakit..." Raina terus meracau karena sakit dan memanggil Raisa.


30 menit kemudian datanglah rombongan beberapa mobil mengarah ke tempat Raina berada.


Raina mengangkat kepalanya dan menghalangi matanya karena silau dengan cahaya mobil tersebut.


" Rainaa..Rainaa.. Nak...ya Allah..syukurlah.." Peluk Papi Adipati kepada putrinya. Dia menangis karena melihat Raina yang sudah penuh luka seperti baru habis kecelakaan.


" Papi..." Brukk...Raina pingsan.


Papi Adipati segera mengangkat putrinya dan membawa ke ambulans yang sudah standby disana. Selama Raina diperiksa oleh tenaga medis yang ikut datang, Papi Adipati menemui polisi yang sudah mengerahkan personelnya untuk menyisir area tersebut, guna mencari keberadaan Raisa.

__ADS_1


Tetapi dalam radius 1 km, tidak ada tanda tanda bahwa Raisa ada disana. Akhirnya mereka memutuskan untuk membawa Raina ke RS segera, dan bertanya apa yang terjadi padanya.



__ADS_2