
Hingga membuat Andrew pun memeluk Ratih dan tidak tega melakukan apa yang ada di pikirannya saat itu. Ratih pun terus berteriak sambil menangis di pelukan Andrew yang bingung harus melakukan apa.
Hingga akhir nya ia pun memanggil pembantu nya dan dua pengawal nya, yang tidak lama langsung datang menghampiri nya.
"Ada yang bisa kami bantu Tuan?" tanya Mbok.
"Buatkan satu gelas susu coklat dan ambilkan air putih juga serta obat yang sudah saya beli kemarin di laci kamar saya" titah Andrew.
"Baik Tuan, permisi" ucap Mbok lalu pergi.
"Dan kalian, tolong pesankan pizza dan hamburger spesial sekarang gak pake lama" titah Andrew.
"Baik Tuan" ucap mereka serentak yang segera mengutak-atik handphone nya.
"Sudah belum?!" tanya Andrew dengan tegas.
"Sebentar Tuan" jawab mereka serentak.
Andrew pun menunggu sambil terus mengelus rambut Ratih yang kini mulai membaik walau masih terisak tangis air mata karena rasa trauma itu terus terbayang di benak nya.
"Lu kenapa si Rat?, apa lu trauma?" ucap batin Andrew bertanya tanya.
"Drew ma..af, bisa ambilkan itu" ucap Ratih terbata-bata yang masih terisak tangis.
Andrew pun mengambil tas kecil Ratih yang ia tunjuk dan memberi nya pada Ratih, lalu Ratih pun segera membuka tas itu dan mengambil obat hirup nya.
Andrew yang tidak tega melihat Ratih kesakitan pun hanya bisa merasa bersalah dan tak kuasa meneteskan air mata. sedangkan Ratih yang sudah lebih baik, kini menaruh kembali obat hirup nya dan kembali terdiam.
Tak lama kemudian..
"Permisi Tuan, ini susu coklat, air putih dan obat nya" ucap Mbok sambil menaruh pesanan Andrew di atas nakas.
__ADS_1
"Dan makanan juga sudah dalam perjalanan Tuan, kami permisi keluar dulu untuk mengambil nya dengan segera" ucap salah satu pengawal Andrew.
"Iya sudah terimakasih, kalian boleh pergi" balas Andrew.
Pembantu dan dua pengawal Andrew pun segera pergi dari ruangan itu, sedangkan Andrew langsung melepas pelukan Ratih dan menyandarkan Ratih di beberapa tumpuk bantal yang sudah ia susun sebelum nya.
"Maaf ya Rat, gua gak bermaksud seperti itu kok. sekarang lu minum dulu ya susu coklat nya sambil menunggu makanan online yang gua pesan oke" titah Andrew sambil menyodorkann susu coklat pada Ratih.
Ratih pun langsung meraih nya karena tidak ingin basa-basi atau berdebat. ia meminum nya dengan cepat walau susu coklat itu masih panas dan berasap.
Setelah selesai, Ratih menaruh gelas itu di atas nakas dan mengeluarkan banyak sekali obat di dalam tas nya. Andrew pun kaget di buat nya karena yang ia tau gak akan sebanyak itu obat yang Ratih punya jika hanya menderita depresi mayor dan lambung.
"Rat, kenapa obat lu banyak sekali?" tanya Andrew.
Ratih hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Andrew. namun Andrew terus bertanya hingga membuat Ratih pun menjawab dengan perlahan pertanyaan nya.
"Gua baik-baik saja, lu gak usah khawatir. tugas lu cukup lepasin gua dan biarkan gua pergi" jawab Ratih.
"Gua gak mau tinggal sama lu Drew!, kenapa si lu masih saja mengincar gua!" bentak Ratih.
"Bodoh!, gua cinta sama lu!" ucap Andrew.
"Tapi gua gak cinta sama lu, dan gua tegasin sekali lagi sama lu kalau gua hanya mencinta.." ucap Ratih pun terhenti.
Ya Ratih kembali teringat akan Randi yang selingkuh dengan Mayang, hingga membuatnya berhenti berbicara.
"Apa?, mencintai siapa?, bocah tengil itu lu cintai?" tanya Andrew dengan lantang.
"Sudahlah, lu gak usah alihin pembicaraan lagi!. kalau lu gak mau lepasin gua, maka gua akan laporkan lu ke polisi" ancam Ratih.
"Silahkan kalau lu bisa" tantang Andrew.
__ADS_1
Ratih pun tanpa basa-basi langsung mencoba menelepon Polisi, namun usaha nya sia-sia karena tidak ada jaringan. bahkan saat ia berteriak pun tiada satupun orang yang mendengar karena ruangan itu kedap suara.
"Anj*ng!" teriak Ratih sambil memukul wajah Andrew.
Andrew yang tidak tahan menghadapi Ratih yang terus menampar, menonjok, bahkan menendang nya pun langsung menonjok perut Ratih dan ia pun diam sambil memegang perutnya.
"Esst.." ringis Ratih.
"Maafkan gua Rat, kalau gua gak membalas maka lu gak akan berhenti" ucap Andrew sambil membelakangi nya.
Ratih yang menyadari bahwa tonjokkan Andrew sangat keras pun segera melepas telapak tangannya dari perut Ratih. dan benar saja, baju putih Ratih pun kembali berlumuran darah.
"Drew" lirih Ratih dengan lemas karena terlalu banyak mengeluarkan darah.
"Apa!" balas Andrew sambil memutar tubuhnya.
Andrew pun di buat kaget bukan main, lalu ia segera menelepon satpam dan segera menyambungkan panggilan kepada semua anak buah nya.
"Dua orang siapkan mobil untuk segera meluncur ke rumah sakit terbaik sekarang!" titah Andrew sambil lari sekencang mungkin sambil menggendong Ratih.
Andrew begitu khawatir pada kondisi Ratih yang kini tangan dan kaki nya saja sudah dingin, bahkan wajahnya kian memucat. Di sisi lain pula, tiba-tiba Randi merasa tidak tenang dan langsung mengumpulkan semua anggota genk nya untuk segera meluncur ke rumah Purnama.
Entah firasat apa yang tengah melanda Randi hingga ia nekat mengajak semua anggota genk nya berkumpul dadakan di rumah Purnama.
Bersambung....
Kasian di gantung馃槄, kira-kira firasat apa yang tengah menghantui Randi yak?馃, dan bagaimana nasib Ratih?. langsung aja fav love agar tidak ketinggalan.
Udah ah segitu aja penutupannya, bingung gaes Author nya maklum lagi sengkelek sikit馃槄馃槄..
Aku sudahi episode kali ini, jangan lupa like, koment, rate, vote or gift. nuhun馃グ
__ADS_1