Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Pulang ke Indonesia


__ADS_3

Ratih pun melihat ke arah kolam, di lihatnya langit malam itu, bintang, bulan yang indah, serta pantulan bayangan dirinya dan Akash.


"Dialah wanita yang gua suka, sayang dan gua mencintai nya sejak pertama kali kita bertemu" ucap Akash.


Ratih pun menjauh dari tubuh Akash lalu beranjak, namun Akash memegang tangan Ratih dan menarik nya ke pelukannya sehingga mata mereka saling memandang.


"Kenapa Rat?, bukan nya tadi lu mau tau wanita maan yang gua suka?" ucap Akash.


"Maksud lu bagaimana Kash, lu gak usah becanda begini deh gak lucu, sudah lepaskan tangan gua" ucap Ratih.


"Gua gak akan lepasin lu sebelum lu jawab satu hal Rat" ucap Akash.


"Apa?" tanya Ratih.


"Gua sudah mengutarakan isi hati gua sama lu, tapi gua tau lu gak akan balas perasaan gua. namun gua hanya ingin dengar satu hal dari mulut lu" ucap Akash.


"Iya apa Kash?" tanya Ratih lagi.


"Bagaimana perasaan lu terhadap gua?" tanya Akash.


"Gua sayang sama lu sebagai sahabat, gua juga sudah anggap lu seperti Kakak gua sendiri. namun jika cinta, gua tidak pernah mencintai siapapun selain Kakak dan Randi" jawab Ratih.


Akash pun tersenyum lalu melepas tangan Ratih, setelah itu ia kembali mempersilahkan Ratih duduk di kursi nya.


"Terimakasih sudah menjawab ya Rat, gua hanya mau tau perasaan lu saja dan gua gak mungkin maksa lu harus mencintai gua juga hehe" ucap Akash.


"Maaf ya Kash, mungkin ini semua menyakiti lu, tapi mau bagaimana lagi. gua gak bisa membohongi perasan gua" ucap Ratih.


"Santai aja Rat, gua yang harusnya minta maaf karena sudah mencintai lu bahkan lancang memengang tangan lu" ucap Akash.


Ratih pun tersenyum dan merasa lebih tenang setelah saling mengutarakan isi hati masing-masing, Ratih juga sebenarnya masih kaget dan tidak percaya dengan apa yang Akash ucap.


Namun ia mencoba untuk menerima semua itu, bahkan Ratih akan mencoba sedikit menjaga jarak dengan Akash agar Akash bisa mudah untuk melupakan perasan cinta itu lalu mengubahnya menjadi sayang sahabat.


Malam itu pun menjadi menyenangkan karena terlewati dengan banyak sekali kejujuran dan rahasia yang saling di ungkapkan.


Namun, ada satu kejanggalan malam itu. karena tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka diam-diam, bahkan memotret setiap moment kebersamaan mereka.


.....


Malam pun berganti menjadi pagi, Akash sudah ada di depan apartement Ratih dengan style kaos putih yang di padukan dengan jaket kulit warna merah, celana jeans dan sepatu bot hitam.


"Maaf Tuan Akash, anda pasti menunggu Nyonya muda?" tanya Bik Inem.


"Hehe Bibik tau saja, dimana Ratu es itu Bik?, masih belum muncul saja" tanya Akash.


"Sebentar lagi Tuan, Nyonya muda sedang mengambil barang berharga nya yang tertinggal di kamar" jawab Bik Inem.


"Oke oke" ucap Akash.


Dan tidak lama kemudian, Ratih pun keluar sambil menarik koper merah nya. Akash yang melihat Ratih memakai dress merah dan dipadukan sepatu bot pun terkesima tak berkutik.


"Hello Mr. India.. hello hey woy!" bentak Ratih kesal karena Akash tidak merespon.


"Eh iya anu maaf" ucap Akash salah tingkah.


"Hilih, ayo jalan. kebiasaan deh bengong terus" kesal Ratih.


"Lu cantik Rat hehe, makannya gua terkesima melihat kecantikan lu" ucap Akash.


"Mulai deh malah ngegembel" balas Ratih.


"Gombal kali bukan gembel" ketus Akash.

__ADS_1


"Hehe iya itu maksud gua, sudah ah lama lu. ehm.. Bik, aku berangkat ya" ucap Ratih.


"Hati hati ya Nyonya muda, jangan lupa makan dan minum obat nya" ucap Bik Inem.


"Siap Bik, dadah" ucap Ratih lalu melangkah terlebih dahulu.


"Bik saya pamit juga ya" ucap Akash lalu mengikuti langkah Ratih.


Ratih dan Akash pun pergi membelah jalanan menggunakan mobil sport Akash, namun tanpa mereka sadari, mobil mereka di ikuti oleh orang yang sama dengan yang memperhatikan mereka malam tadi.


"Kash, sepertinya mobil kita sedang di ikuti orang deh" ucap Ratih sambil melihat kaca spion mobil.


"Baiklah, pegangan dengan erat" ucap Akash dengan santai.


Ratih pun memegang ... mobil, lalu Akash segera menancap gas dengan kencang menggocek dan mengecoh mobil yang mengikuti nya.


Sehingga mobil itu pun kehilangan jejak mobil Akash, setelah itu, barulah Akash dan Ratih bisa bernafas lega.


"Lu punya musuh kah Kash?" tanya Ratih.


"Selama ini gua gak pernah ada musuh Rat, bahkan lu tau gua gak punya genk dan hanya punya sedikit teman bergaul" jawab Akash.


Lalu Ratih pun diam sejenak dan berpikir. tidak lama ia berfikir, Ratih pun mulai menunjukkan ekspresi tegang.


"Lu memikirkan apa yang gua pikirkan Kash?" tanya Ratih.


"Iya Rat" jawab Akash.


"Apa jangan jangan ini musuh lu (gua)!," ucap Akash dan Ratih bersamaan.


"Apa itu musuh lu Rat, serius Rat ini musuh lu bukan?" tanya Akash.


"Sepertinya iya Kash, tapi ini kan di India, masa iya gua punya musuh di negara orang lain" jawab Ratih.


Ratih dan Akash pun kembali berpikir, hingga tak terasa mereka sudah sampai di bandara. Akash pun membuka pintu mobil dan turun terlebih dahulu, baru setelah itu ia membukakan pintu untuk Ratih.


"Gak usah di pikirin Rat, biar gua yang urus masalah di india, lu urus masalah lu dimana pun lu berada dan gak usah di pikirin oke" ucap Akash.


"Thanks ya Kash sudah mau membantu gua mencari tau siapa orang misterius itu, maaf gua suka ngerepotin lu ya Kash" ucap Ratih tidak enak.


"Santai aja Rat, selamat berlibur ya. yasudah sana masuk kedalam. nanti lu bisa ketinggalan penerbangan" titah Akash.


"Eh iya hehe, makasih Kash" ucap Ratih lalu memeluk Akash dan pergi.


Akash pun melambaikan tangannya lalu di balas lambaian oleh Ratih. setelah itu, Akash masuk ke dalam mobil dan memikirkan rencana untuk membongkar kemisteriusan pagi itu.


Sedangkan di sisi lain, Ratih sudah berada di dalam pesawat dan duduk di kursi nya sambil senyum-senyum sendiri.


"Gua gak sabar bisa cepat-cepat sampai di indonesia, oh iya, gua sampai lupa mengabari Kak Nawan" ucap batin Ratih lalu segera merogoh tas kecil nya.


Setelah mengambil handphone nya, Ratih pun segera menulis pesan singkat untuk Nawan dan mematikan handphone nya.


Tidak lama kemudian, pesawat pun terbang membelah awan dari india menuju indonesia, ya seperti hatiku yang menuju hatimu馃槈 ea.. 馃槀


.........


Di indonesia, Nawan yang sudah membaca pesan Ratih pun segera mengabari Rosa dan mengundang nya ke rumah untuk menyiapkan sesuatu.


Tidak sampai disitu, Nawan pun segera memerintahkan Genk Elang membeli banyak sekali barang untuk menyambut kedantangan Ratih.


"Buseh dah udah kayak mau lamaran aja haha" celetuk Author wedan.


Nawan begitu bahagia sampai ia tidak sengaja menabrak ujung meja sampai kaki nya memar.

__ADS_1


"Siapa si yang naruh meja di sini!, njir bener dah" kesal Nawan.


"Tuan muda ini bagaimana si, kan meja memang di taruh di situ. ada ada aja Tuan muda ini hehe" ucap Bik Inah.


"Hehe, ya maklum lah Bik, Ratih mau pulang sampai saya gak liat-liat begini di buat nya" balas Nawan sambul tertawa.


Bik inah dan Nawan pun tertawa sambil membersihkan setiap inci rumah bersama-sama sampai bersih.


......


Delapan jam lama nya telah berlalu, kini Ratih sudah sampai di bandara, lalu ia langsung menarik koper nya sambil melangkah terburu-buru kesana kemari mencari keberadaan Nawan.


Hingga akhirnya, ia bertemu dengan Nawan lalu langsung memeluk Nawan dengan sangat erat.


"Akhirnya lu sampai juga, bagaimana kabar lu Dek?" tanya Nawan sambil mengelus punggung Ratih dengan lembut.


"Kabar Ratih baik, kabar Kakak bagaimana?" tanya Ratih.


"Baik juga Dek, yasudah kita pulang sekarang ya" ajak Nawan.


"Ayo, aku rindu rumah Omah Opah. oh iya, Omah dan Opah kapan pulang Kak?" tanya Ratih.


"Minggu depan mereka akan kembali kok" jawab Nawan.


"Wah dadakan banget, emang ada acara apa minggu depan sampai gak ngabarin Ratih" tanya Ratih lagi.


"Maaf Ratih, Kakak gak ngabarin lu sebelumnya. pokok nya dan Inti nya, minggu depan gua akan ngelamar Rosa" jawab Nawan sambil tersenyum.


"Benarkah??, lu gak bohong kan Kak?" tanya Ratih lagi tidak percaya.


"Gua serius Adik Nawan yang bawel." jawab Nawan sambil mengacak-acak rambut Ratih.


"Yes, akhirnya es balok mau menikah juga, gua bakal dapet Kakak ipar haha" ucap Ratih sambil nyengir kuda.


Nawan pun hanya tersenyum kecil melihat Ratih yang begitu bahagia, namun saat hampir sampai parkiran, langkah Nawan terhenti karena melihat leher Ratih yang terhias sebuah tato cantik nan menawan.


"Hey, lu di tato lagi?" tanya Nawan.


"Iya Kak, bagus kan?" jawab Ratih yang terhenti dari langkahnya.


"Bagus kok, jangan tambah tato lagi ya" ucap Nawan.


"Kenapa memang nya Kak?* tanya Ratih.


"Supaya, tubuh lu tetap alami dan tidak di penuhi hiasan yang mengganggu setiap lekuk tubuh lu. Jika lu terlalu banyak membuat tato, maka ke alamian tubuh lu juga akan terlihat aneh karena penuh tato kan" jawab Nawan.


Ratih pun mengiyakan perintah Nawan, lalu mereka pun masuk kedalam mobil yang sudah di bukakan pintunya oleh supir pribadi Nawan. lalu mereka pun menbelah jalanan menuju rumah Omah dan Opah.


. . ....


Bersambung dulu ya gaes.


Terimakasih buat para readers yang saya sayangi, yang sudah mampir dan memberikan dukungan like maupun gift/vote, semoga kalian di beri rezeki yang mengalir dan sehat selalu ya.


Ingat, virus corona semakin menyebar luas dan memarak, penyakit pun mulai terus berhamburan luas, dan cuaca juga sangatlah tidak bersahabat.


Jad, jaga jarak, rajin cuci tangan, pakai masker dan ikuti setiap protokol kesehatan selalu ya gaes.


Nah, di episode kali ini pasti kalian penasaran dan bertanya-tanya kan siapa orang yang sedang memata-matai Ratih?, siapa kah dia?, dan mau apakah dia?, apakah dia musuh Ratih?, atau suruhan musuh Ratih?.


Haha pasti jadi makin kepo nih ye. kalau penasaran, langsung saja di fav love novel "Cinta Gadis Broken Home" Nya supaya gak penasaran lagi.


Jangan lupa dukungannya juga ya, berupa gift/vote, like, koment, dan muach muach muach sekebon馃槄馃槄馃槄

__ADS_1


Baik episode hari ini saya tutup, Assalamualaikum馃槂


__ADS_2