Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bahagia ku sedehana


__ADS_3

Julio hanya mengusap kepalanya yang dijitak William, lalu pergi bersama yang lain juga. ya seperti biasa, sebelum pergi Randi mengusap kepala Ratih dan tersenyum padanya sehingga membuat William kembali dikuasai rasa cemburu yang makin memanas.


"Gua keluar dulu ya, semoga lekas sembuh" ucap Randi lalu pergi meninggalkan Ratih dan William.


Jantung Ratih berdetak sangat kencang tiada aturan melihat tatapan indah dan bibir sexy Randi. namun semua rasa itu harus disimpan kembali dan Ratih kembali fokus pada William.


"Wil. jangan merajuk terus Hilih, sudahlah jangan seperti anak kecil kan ini hanya prank. biasanya juga lu tidak pernah marah hehe" ucap Ratih sambil tertawa.


"Prank lu keterlaluan Rat, lu kira hidup itu mainan hah!, lu kira hidup harus selalu mencari hiburan sehingga lu harus selalu prank kita semua hanya untuk kebahagiaan lu semata!." bentak William.


"Ya Wil. " balas Ratih dengan dingin.


Lalu Ratih memalingkan wajahnya dan tanpa William sadari kini air mata mulai menetes dan mendarat tepat di pipi cubby Ratih.


"Astaga, apa yang gua katakan." batin William.


William terdiam sejenak dan kembali memikirkan semua kata-katanya. lalu memegang pundak Ratih.


"Rat, gua minta maaf" ucap William.


Ratih segera menceka air matanya dan kembali memalingkan wajahnya lalu menatap William dengan sendu dan dingin tanpa senyuman.


"Gua yang harusnya minta maaf sama lu, karena gua mood lu jadi tidak baik. by the way bener kata lu Wil kalau hidup itu bukan mainan sehingga tidak butuh hiburan. tapi bagi gua yang selalu kesepian, hidup itu seperti mainan yang tidak tau jalannya kemana. yasudah maafkan gua untuk hari ini lu pergi temui saja yang lain. biarkan gua sendiri" ucap Ratih lalu beranjak sambil menggeser gagang infus selangkah demi selangkah.


"Gua bantu ya Rat" ucap William sambil memegang tangan Ratih.


Namun pegangan tangan William di tepis begitu saja oleh Ratih.

__ADS_1


"Pergilah.. gua baik baik saja" ucap Ratih.


William pun pergi dengan rasa bersalah, sedangkan Ratih langsung menbanting pintu dan mengunci pintu itu lalu berdiri di baikon sambil menghirup udara segar diluar.


"Apa gua se sad itu ya sampe William aja bilang begitu? " Ratih bertanya pada dirinya sendiri.


Dan disaat Ratih bertanya dengan dirinya sendiri, tiba-tiba saja Raih hadir menemani Ratih dan berdiri tepat disamping Ratih.


"Bukan sad Rat, tapi cuma kurang kasih sayang saja hehe" tawa Raih.


"Sama aja dudul, lu juga ngapain kesini? " tanya Ratih.


"Yeh.. masih mending lu gua temenin, kalau lu sendiri nanti kesambet gimana? " jawab Raih.


"Mana ada gua kesambet, yang ada kalau gua kesambet elu dong setannya haha" tawa Ratih.


Malam itu kembali menjadi bahagia bagi Ratih karena ia terhibur dengan adanya Raih disampingnya, walau itu semua hanyalah khayalan semata. namun bagi Ratih, hal tersebutlah yang ia rindukan.


Di sisi lain...


Nawan sudah berada dirumah kediaman Omah dan Opah lalu disambut hangat oleh satpam dan Bik Inah begitu pula Bik Siti.


"Tuan baru pulang? " tanya Bik Siti.


"Iya nih bik, oh ya aku membawa teman perempuan ku. ia sakit dan tolong antar segera ke kamar medis" titah Nawan.


"Baik Tuan" ucap Bik Siti.

__ADS_1


"Ros, ini rumah Omah dan Opah gua. dan ini bik Siti Art disini. lu kalau butuh apa-apa bisa panggil gua atau bik Siti ya, gua permisi dulu" ucap Nawan yang berlalu pergi.


Rosa hanya tersenyum mendengarkan intruksi Nawan, lalu Bik Siti segera mengantar Rosa dengan menggunakan lift rumah menuju kamar medis.


...****************...


Tidak lama kemudian, Rosa sudah sampai dikamar tersebut, lalu Bik Siti membukakan pintu untuknya.


"Silahkan Non, anda bisa istirahat didalam. jika butuh apa-apa anda bisa memakai telpon darurat yang ada diatas nakas tersebut" jelas Bik Siti.


"Terimakasih ya Bik" ucap Rosa lalu melangkah menuju kasur.


"Bibik tinggal dulu ya Non, permisi " ucap Bik Siti.


Rosa hanya membalas senyuman pada Bik Siti, lalu ia segera merebahkan tubuhnya dia atas kasur yang lumayan besar untuknya.


Rosa juga melihat-lihat seisi rumah dan ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika tinggal dirumah sebesar ini. bahkan untuk menuju dapur saja ia harus turun lift berapa lantai. itulah yang dipikiran Rosa.


Bersambung..


Kira-kira bagaimana ya kelanjutannya? hehe..


Kalau penasaran yuk jangan lupa tav favorite supaya tidak tertinggal kelanjutan dari cerita Cinta Gadis Broken Home hehe


Oh iya, aku minta maaf ya karena jarang banget up teratur dan rutin馃檹, karena aku masih tahap merevisi karyaku yang tidak lain cerita yang sedang kalian baca ini馃 "Cinta Gadis Broken Home".


Tapi walau begitu, tetap doakan aku ya supaya cepat selesai revisinya dan bisa rutin lagi untuk melanjutkan ceritanya.馃檹

__ADS_1


Tetap dukung aku ya dengan cara Like, Koment dan saran, Vote dan Rate.馃馃


__ADS_2