Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Trik and trik cara menenangkan Ratih ala Randi


__ADS_3

Setelah di pijat Rosa, Ratih pun sedikit merasa lega karena sakit di kaki nya kini mulai membaik.


"Makasih ya Kak, kaki Ratih sudah meningan." Ucap Ratih.


"Sama-sama sayang." Balas Rosa.


"Ehm.. Bik Inah, Bik Siti.." Panggil Nawan.


Tidak lama kemudian, Bik Inah dan Siti pun langsung menghadap pada Nawan. lalu Nawan pun membalikkan tubuh nya dan menatap kedua asisten rumah tangga itu.


"Ada yang bisa kami bantu Tuan Muda?." Tanya Bik Siti.


"Tolong bawakan sarapan untuk kita dan juga obat yang harus di minum Ratih ya Bik." Jawab Nawan.


"Siap Tuan kami akan siapkan." Ucap Bik Siti.


Lalu Bik Siti dan Imah pun kembali ke dapur untuk menyiapkan yang Nawan pinta tadi.


Dan ketika Ratih tengah beristirahat sejenak dan meluruskan Kaki nya yang kram, Randi pun menghampiri Ratih.


"Masih sakit kah sayang?" Tanya Randi.


"Sudah meningan kok" Jawab Ratih.


"Alhamdulillah, oh ya sayang. kamu siap kah untuk menikah dengan ku?" Tanya Randi.


"Ya pasti siap sayang, lagian kan aku juga tidak mau lah hanya harus jadi pacar kamu terus hehe." Jawab Ratih.


"Baiklah sayang, aku janji akan segera menikahi kamu ya sayang." Ucap Randi.


"Aku selalu menunggu mu sayang." Balas Ratih.


Kemudian, Randi pun mengelus rambut Ratih dan mengecup pucuk kepala nya. sedangkan William hanya bisa menahan sesak nya api kecemburuan yang kian semakin membara.


"Cinta Gadis Broken Home"


Lama mereka menunggu, akhir nya sarapan pagi pun selesai di tata rapih pada sebuah meja panjang yang siap untuk di santap.


"Wih sarapan apa kita hari ini" Celetuk Julio.


"Makan rumput haha" Sambung Riko.


"Sudah ah kalian ribut terus, ayo cepat di makan sarapan nya." Titah Nawan yang tengah menunggu Rosa menyiapkan sarapan nya.

__ADS_1


"Heleh Kak, kenapa kau malah jadi bikin kita iri dengan kalian heh." Celetuk Ratih yang kembali merajuk.


"Makan nya cepat menikah!" Balas Nawan.


"Awas ye lu Kak, woy tahan gua woy tahan gua!, njer lu bukan tahan gua." Ucap Ratih yang mulai bobrok.


"Jah replay dong Ratu kodok." Balas Julio.


"Kepala lu dua." Celetuk Ratih lagi.


"Sudah-sudah, kalian makan lah dulu baru debat lagi okey." Ucap Rosa menengahi suasana kembali.


Lalu mereka pun sarapan dengan tenang sambil di aluni sebuah lagu yang memang sering di dengarkan oleh para galau lovers haha.


Dam di tengah-tengah suasana sarapan mereka, tiba-tiba Ratih pun kembali ber'ulah setelah dia menghabiskan sarapan nya.


Karena Ratih ini memang jahil, dia pun dengan sengaja melemparkan sebuah kurma terbang kelas kakap pada baju Paulus dan Henri yang memang phobia pada kurma terbang itu.


"Anjer Ratih!" Teriak Paulus sambil mengeluarkan jurus silat.


"Jah udahlahhh.." Ucap Henri dengan lemas lalu pingsan.


"Hahaha... masa sama kecoa mainan aja kalian takut si." Balas Ratih.


Lalu dengan santai nya, ia pun beranjak dan melangkah walau kaki nya pincang menuju Paulus dan Henri. kemudian, dia pun mengambil kurma terbang mainan itu dan menaruhnya kembali ke dalam plastik kecil.


"Ya biar lu berani Pau. kalau tidak gini, bagaimana lu bisa berani menghadapi dunia yang anjay ini." Balas Ratih dengan santai lalu duduk kembali ke tempat duduk nya.


"Hm.. minta maaf pada Paulus dan Henri Dek." Titah Nawan.


"Iya, lu tidak boleh begitu, tidak baik tau" Balas Tomi dan Riko sambil membantu mengangkat Henri ke sopa di dalam rumah.


"Kalau gua tidak mau bagaimana Kak?" Tanya Ratih sambil meminum air putih.


"Gua tidak akan memberi obat yang harusnya lu minum." Jawab Nawan dengan dingin.


"Hais, lagian bukan nya sudah biasa ya kita becanda kecil begini?, kenapa sekarang gua harus minta maaf dan jadi tidak asik?" Tanya Ratih lalu menaruh gelas itu.


"Lu kan sudah dewasa Rat, mau sampai kapan seperti ini hah?" Balik tanya Nawan.


"Tau deh, lu tidak asik Kak." Jawab Ratih lalu beranjak dari tempat duduk nya.


"Woy!, kalau lu masih tidak mau minta maaf, gua beneran tidak mau memberikan lu obat oke!. cepat minta maaf!" Teriak Nawan.

__ADS_1


Namun Ratih hanya diam saja dan terus melangkah entah kemana tujuan nya. kemudian, Randi pun menepuk pundak Nawan untuk menenangkan nya.


"Kak Rosa, lu tenangkan Kak Nawan. biar gua yang tenangkan Ratih." Ucap Randi.


Lalu Rosa pun mengangguk meng'iya kan ucapan Randi. setelah itu, Randi pun mengejar Ratih sampai ke sebuah ruangan gelap entah dimana karena Randi baru mengetahui ternyata ada ruangan aneh seperti ini.


"Ratih.." Panggil Randi dengan lirih.


"Iya Randi, kenapa kamu kesini?" Tanya Ratih lalu menghidupkan lampu.


Kemudian lampu pun menyala. lalu terlihatlah sebuah ruangan indah penuh lukisan dan juga gaun gaun indah di manequeen.


"Ini indah Rat, apa semua ini kamu yang membuatnya?" Tanya Randi.


"Sebenarnya, di india aku belajar banyak hal, sehingga jika aku sedang luang ya kalau tidak menyanyi, menari, pasti melukis dan menjahit." Jawab Ratih.


"Kamu hebat sayang, tapi kamu bisa lebih hebat lagi kalau menjadi Ratih yang pemaaf." Ucap Randi.


"Ehm.. kamu pasti mau membujuk aku kan untuk memaafkan tingkah aneh Kakak?" Tanya Ratih yang mulai tidak suka dengan perdebatan itu.


Lalu Randi pun melangkah mendekati Ratih dan memeluk nya dari belakang. kemudian, Ratih pun memegang tangan Randi yang melingkar di perut nya.


"Kita hanyalah seorang manusia biasa sayang, yang pasti memiliki salah dan dosa. jika kita tidak bisa saling memaafkan, bagaimana bisa kita hidup dengan damai." Ucap Randi lalu mengecup pundak Ratih.


"Tapi ini semua bukan sepenuh nya salah aku kan?, kita kan memang sering menjahili satu sama lain. kenapa Kakak harus banget memarahi aku?" Tanya Ratih yang mulai kesal.


"Mungkin dia sedang capek sayang, dan kita juga kan sudah dewasa. mungkin juga Kak Nawan ingin kita berubah menjadi lebih baik." Jawab Randi.


Kemudian, Ratih pun bersandar di dada Randi untuk mencerna ucapan demi ucapan Randi. setelah mendapat cahaya, dia pun mengangkat kembali kepala nya dan melepas pelukan Randi.


"Terimakasih sayang, kamu sudah mengajarkan aku banyak hal, aku mencintai mu." Ucap Ratih lalu menatap Randi dengan tenang.


Lalu Randi pun mengelus pipi Ratih dan memberikan sebuah ciuman manis pagi itu. dan setelah mereka bergulat bibir, Randi pun merapihkan rambut Ratih dan menyatukan kedua kening mereka.


"Aku juga mencintai mu sayang, ayo pergilah dari sini dan kamu minta maaf ya pada Kakak." Titah Randi.


Lalu Ratih pun tersenyum dan mulai mematikan kembali lampu, kemudian, mereka pun pergi dari ruangan desain Ratih menuju tempat sebelum nya.


Bersambung..


Jangan lupa makan dan lainnya ya semuanya, karena merindukan dia pun butuh tenaga. iya gak sayang? hehe...


Terimakasih semua, maaf bila mana masih ada tyfing aduhay kampret hehe.

__ADS_1


Sekian dari saya, jangan lupa di vote and gift, rate, like and koment. dan kalau kalian suka jangan lupa di subcribe eh, maksud nya di fav love okey.


papayo salam sehat selalu gaes..


__ADS_2