Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Masalah mulu dah


__ADS_3

Singkat cerita, sore pun tiba.


Kini Ratih sudah berada di depan rumah, lalu Randi membukakan pintu mobil dan menutup tubuh Ratih dengan jaket tebal nya karena hujan tengah turun kala itu.


"Ayo sayang." Ajak Randi.


Lalu Ratih dan Randi pun lari kecil menuju teras rumah. setelah itu, Randi pun memeluk Ratih dan mengecup kening nya.


"Selamat istirahat ya sayang, aku pulang dulu." Ucap Randi.


"Hati-hati sayang." Balas Ratih.


Lalu Randi pun pergi dari hadapan Ratih, setelah itu Ratih yang menahan dingin pun langsung ke dalam rumah dan segera di bantu oleh Bik Imah.


"Terimakasih Bik." Ucap Ratih.


"Sama-sama Non, oh ya tadi Tuan William kesini untuk mengundang Nona muda ke acara pesta nya jam delapan malam." Balas Bik Imah sambil menyampaikan pesan.


"Baiklah, nanti aku akan kesana. tolong sampaikan pada William kalau aku akan sedikit terlambat." Ucap Ratih lalu pergi ke kamar nya.


Lalu Bik Imah pun langsung menyampaikan pesan Ratih pada William lewat telepon rumah. sedangkan di sisi lain, William tengah mengatur beberapa kursi agar terlihat rapih.


"Semoga Ratih datang, tapi kondisi hujan begini apa dia benar akan datang ya?, kan dia tidak bisa kena hujan atau matahari." Gumam batin William.


Dan pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di kepala William, hingga tidak terasa jam pun menunjukkan pukul delapan malam.


Kini Ratih sudah ada di tempat yang William maksud. dan ketika hendak masuk, dia pun di larang squrity karena Ratih memakai gaun yang sedikit basah dan sepatu yang kotor karena genangan air yang sempat ia injak saat hendak masuk ke mobil.


"Kenapa si Pak?, saya tamu loh di sini." Tegur Ratih.


"Masa tamu pakai-pakaian begini si Mbak" Balas pak Satpam.


"Hadeh Pak, saya beneran tamu loh ini, dah ah Bapak membuang waktu saya saja." Ucap Ratih yang mulai kedinginan karena cuaca tidak bagus untuk nya.


Namun Pak satpam terus saja berdebat dengan Ratih. hingga William pun keluar menghampiri keributan itu.


"Ada apa si ini?." Tanya William.


"Ini loh Pak, ada yang ngaku-ngaku tamu tapi pakaian nya lusuh." Jawab pak satpam.

__ADS_1


Lalu William pun menoleh pada Ratih yang wajah nya mulai pucat karena dingin namun mata nya masih mencoba kuat walau sayu-sayu.


"Astaga Pak, ini tamu spesial saya bukan pengemis atau sebagai nya Pak." Ucap William lalu menggendong Ratih.


Dan Ratih pun diam saja karena sudah benar-benar kedinginan. setelah itu, William pun langsung mengajak Ratih ke api unggun buatan dia di sebuah taman yang sudah di rancang oleh William di tempat itu.


"Astaga lu kenapa si buat acara di kala hujan begini. kan lu tau gua tidak boleh lama-lama kena hujan." Ucap Ratih.


"Sorry Rat, lagian kalau gua tidak ajak sekarang, mana mungkin lu mau jalan sama gua kan." Balas William lalu menyelipkan rambut Ratih ke telinga.


"Ehm lu ini sok romantis banget si. oh ya mana yang lain?" Tanya Ratih.


"Sebenar nya ini acara kita berdua Rat. gua sengaja buat acara makan malam untuk lu karena sekarang jabatan gua di perusahaan sudah naik jadi manager." Jawab William.


"Benarkah?" Tanya Ratih lagi.


"Gua serius Rat." Jawab William dengan senang.


"Selamat ya Wil" Ucap Ratih.


Lalu Ratih dan William pun berpelukan dan lanjut dengan makan malam. namun saat Ratih dan William hendak menyuap suapan terakhir, Randi pun datang tiba-tiba menegur mereka.


"Oh iya, maaf aku tidak mengabari mu. aku ada acara makan malam dengan William untuk merayakan kenaikan jabatan nya di sini, kamu sendiri?" Tanya balik Ratih.


"Menyaksikan kalian berpelukan dan bermesraam sedari tadi, dan tolong jelaskan foto ini. untuk kesekian kali nya ada yang memberikan foto-foto yang tidak pantas tentang mu pada ku." Jawab Randi sambil melempar sebuah amplop dengan barang di dalam nya yang berserakan.


Lalu Ratih pun memungut nya dan melihat satu persatu foto itu. sedangkan William, dia syok ketika melihat foto Ratih yang begitu ful**r.


"Rat coba lu lihat." Ucap William.


Kemudian, mata Ratih pun melotot dan langsung merobek semua foto itu di hadapan William dan Randi.


"Apa begini kelakuan kamu saat di india?, makan nya ginjal mu harus di ambil karena konsekuesi semua ini hah?" Tanya Randi.


"Rat jelaskan dong pada kita." Sambung William.


"Kenapa diam?, ayo jawab." Sambung lagi Randi.


Lalu Ratih yang sudah kebisingan pun segera berteriak dan membuka dress nya. dan hanya tersisa celana pendek dan tantop sepusar nya.

__ADS_1


"Ehm.. ya aku membuat tato di berbagai sudut tubuh yang int*m, lalu aku selalu mampir ke mini bar sampai ku tidak sadar." Jawab Ratih lalu memakai dress nya kembali.


"Ya Wil, Ran, aku memang bukan wanita baik-baik, aku melakukan oprasi ginjal bukan karena konsekuesi aku gila judi.. tapi memang aku punya penyakit ginjal dan aku tidak bohong." Jelas Ratih.


"Apa bukti nya hah?, di foto itu sudah jelas semuanya. kamu menjual ginjal, kamu ini, kamu itu." Balas Randi yang tidak percaya.


Lalu Ratih pun menatap Randi dan memegang tangan nya namun di tepis oleh Randi.


"Sayang, harusnya kamu jangan mudah percaya dengan foto-foto ini, walau memang itu real, tapi kan kamu tidak tau kebenaran nya bagaimana." Ucap Ratih.


"Zaman sekarang itu yang di percaya itu bukti bukan omongan." Balas Randi lalu melangkah.


"Randi!" Teriak Ratih.


"Apa?" Sahut Randi lalu menghentikan langkah nya.


"Jika memang kamu ingin serius dengan ku, bisakah kamu percaya aku jangan foto itu Ran. aku memang bejad, tapi aku tidak seperti yang kamu pikir." Teriak Ratih.


"Aku mengambil ginjal ku karena memang sudah rusak bukan karena ku halal kan segala cara untuk berjudi. jika kamu tidak percaya, kamu tanyakan saja Kakak." Sambung Ratih.


Namun Randi mengabaikan semua ucapan Ratih dan kembali melanjutkan langkah nya. sedangkan William yang percaya pada Ratih pun langsung merangkul Ratih dan mengajak nya duduk kembali.


"Sudah Rat, biarkan Randi sendiri dulu untuk berpikir." Ucap William.


"Tapi lu percaya kan sama gua?" Tanya Ratih.


"Gua percaya kok sama lu Rat, karena gua tidak mengenal lu sehari dua hari. sudah lu yang sabar ya, ayo gua antar lu pulang dan istirahat oke." Ucap William.


Namun ketika William hendak menuntun Ratih, tiba-tiba sebuah tangan pun mengulur dan langsung menggenggam tangan Ratih.


Bersambung...


Sorry ya aku baru bisa up, karena aku nya lagi sakit. bahkan hari minggu kemarin, aku seharian tidur karena kepala ku bermasalah dan kondisi ku tidak stabil.


Dan terimakasih bagi yang sudah selalu mampir dan membaca novel ku.


jangan lupa di kepoin juga dua cerpen aku dan Author Sang_Perindu yang baru ya gaes.


Insyaallah menguras air mata ahaha dan juga membuat kalian di mabuk penasaran.

__ADS_1



__ADS_2