Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Kecewa untuk kedua kalinya.


__ADS_3

Randi puntang-panting panik bahkan tidak bisa berfikir jernih karena didalam pikirannya hanya ada Ratih dan Ratih.


"Hah sial, gua harus cari kemana lagi Ratih" ucap Randi prsustasi.


"Sabar Ran, lu selalu gegabah kebiasaan banget" ucap Henri.


"Tapi Ri, gua tidak tenang sebelum melihat wajah Ratih" balas Randi.


"Kita kerumah Nawan sekarang siapa tahu ada informasi mengenai Ratih" saran Henri.


"Nah betul kata Hendri, lebih baik kita kerumah Nawan dari pada puntang-panting tidak jelas dijalanan.


Tanpa pikir panjang Randi segera menaiki motor sportnya dan bergegas pergi begitu saja meninggalkan Henri dan Paulus.


"Yeh tuh bocah, dikasih saran bukannya bilang makasih malah maen jalan saja" kesal Paulus.


"Lama lu dudul, cepetan naik motor lu terus kejar dia" ucap Henri.


Paulus mengiyakan Henri lalu mereka melajukan motor sportnya dan bergegas menyusul Randi yang tidak tahu dimana dia karena kelajuan motornya diatas rata-rata.


Disisi lain.....


Ratih tengah ber'istirahat ditemani Andrew disampingnya yang sedang menggenggam erat tangan Ratih sambil menunggu Ratih karena ia khawatir.


"Rat, lu kenapa belum bangun juga, Dok, kapan ia akan siuman?" ucap Andrew dan bertanya.


"Sabar Tuan, dan tenang saja, Pasien pasti akan segera siuman Tuan tenang saja." ucap Dokter.


"Terimaaksih Dok. Tan silahkan antar Dokter kembali kerumah sakit" ucap Andrew.


"Baik Bos" jawab Tanu.


Tanu adalah assistent setia Andrew di kantor. parasnya tampan dengan senyum manis ditambah lesung pipi yang mempesona sehingga banyak wanita yang menyukainya.


Author" Tapi karena dia terlalu fokus sama pekerjaannya alias karir, ya masih jomblo tuh anak sampai detik ini. hilih.. " ucap Author nyerebet seperti petasan kudus.


Cekidot...

__ADS_1


Dokter diantar oleh Tanu setelah itu Andrew semakin menggenggam tangan Ratih karena ia sangat khawatir dengan keadaan Ratih yang masih belum siuman juga hingga kini.


"Rat, ayo buka mata lu" ucap Andrew.


Tidak lama kemudian Ratih perlahan mulai membuka matanya dan terlihat jelas sosok Andrew sedang menunduk ditelapak tangannya.


"Andrew, dulu lu sia-siakan gua, lalu kenapa kini lu kembali menginginkan gua?" ucap batin Ratih yang hanya menatap Andrew.


"Rat bangunlah gua mohon" ucap Andrew.


Ratih yang melihat keadaan sikaf Andrew yang bahkan lembut beda dengan sebelumnya ia tersenyum lalu hatinya berkata "Balaslah kebaikkannya".


Setelah ia mendengar suara hatinya, Ratih langsung mengelus kepala Andrew, lalu Andrew mengangkat kepalanya dan refleks segera memeluk Ratih.


"Lu sudah siuman Rat?, puji Tuhan terimakasih" ucap Andrew disela-sela pelukannya.


"I..iya gua sudah siuman, tapi lepaskan pelukannya gua bisa mati sesak nafas karena lu ini Drew" balas Ratih sambil menepuk bahu Andrew.


"Eh iya, maaf Rat gua refleks tadi" ucap Andrew.


Andrew melepas pelukannya dan menatap Ratih yang masih lemah dan lesu namun senyumnya membuat hati Andrew kembali tenang.


"Kan gua sudah bilang, gua tidak mau kehilangan lu lagi, jika lu kembali kerumah maka gua tidak akan bisa bertemu lu lagi" tutur Andrew.


"Jika lu masih menginginkan hubungan kita berlanjut. kenapa dulu lu meninggalkan gua dan selingkuh?" tanya Ratih yang mulai berkaca-kaca.


"Maaf Rat, gua khilaf dan kini gua sadar bahwa lu cewek terbaik yang mau nerima gua apaadanya bukan karena materi." ucap Andrew penuh penyesalan.


"Tapi gua sudah tidak mau lagi melihat wajah lu Drew, lu jahat dengan gua dan keluarga gua" balas Ratih.


"Gua tidak peduli Rat, siapapun yang menghalangi gua maka gua tidak akan segan-segan menendangnya dari hadapan gua" ucap Andrew dengan dingin.


"Tapi Drew, ini namanya penculikan jika lu paksa gua harus tinggal sama lu dan pergi dari keluarga gua" ucap Ratih lalu duduk bersandar.


"Gua tidak peduli lu mau ngomong apa" kesal Andrew lalu beranjak.


Ratih menahan tangan Andrew lalu langkah Andrew terhenti dan diam tanpa menoleh sedikitpub kebelekang.

__ADS_1


"Gua mau pulang Drew," ucap Ratih.


"Gua tidak peduli" balas Andrew.


"Gua mau pulang!" teriak Ratih.


"Terserah lu!" balas Andrew dengan nada tingginya.


"Gua mau pulang sekarang juga atau!" ucap Ratih namun terhenti.


"Bawel!" bentak Andrew sambil menampar pipi Ratih.


Ratih menghentikan ucapannya karena Andrew menampar pipinya ditengah-tengah ia bicara. Ratih hanya diam dan memegang pipinya.


"Ehm.." Ratih diam mematung.


"Rat maafin gua, gua tidak sengaja" ucap Andrew membujuk Ratih.


Andrew melangkah mendekati Ratih dan hendak meraih tangannya namun ditepis oleh Ratih.


"Maaf Drew" satu kata terlontar dari mulut Ratih dengan rasa kecewanya.


"Tidak Ratih. gua yang minta maaf." ucap Andrew.


"Pergilah, lu tidak perlu lagi menemani gua." usir Ratih.


"Tapi Rat." ucap Andrew.


"Pergi!" bentak Ratih sambil menunjuk kearah pintu.


Andrew hanya bisa menuruti perkataan Ratih lalu ia segera pergi dari hadapan Ratih dengan penuh penyesalan.


Bersambung...


Oh iya, aku minta maaf ya karena jarang banget up teratur dab rutin馃檹, karena aku masih tahap merevisi karyaku yang tidak lain cerita yang sedang kalian baca ini馃 "Cinta Gadis Broken Hime".


Tapi walau begitu, tetap doakan aku ya supaya cepat selesai revisinya dan bisa rutin lagi untuk melanjutkan ceritanya.馃檹

__ADS_1


Tetap dukung aku ya dengan cara Like, Koment dan saran, Vote dan Rate.馃馃


__ADS_2