
"Saya pun harus pergi karena butik sedang mengalami masalah" balas Bu Sari.
"lalu, bagaimana dengan Anak-anak?" tanya Pak Purnama.
"Sudah jangan berdebat terus!, ada Ibu dan Ayah disini. sudah kalian pergi saja kami yang akan menjaga Nawan dan Ratih" ucap Omah dengan kesal.
Bu Sari dan Pak Purnama pun menghentikan perdebatan kecil mereka dan langsung berpamitan pada Omah dan Opah, setelah itu pada Nawan, Randi dan seterusnya.
"Kami pergi dulu, Assalamualaikum" ucap Pak Purnama.
"Waalaikumsalam" ucap Randi, Nawan, Omah, Opah, Akash, dan Rosa.
Pak purnama dan Bu Sari pun pergi dari rumah sakit untuk kembali ke tempat bisnis mereka. lalu Nawan yang memang sudah mendengar penuturan Dokter pun menyuruh Randi untuk masuk kembali ke dalam ruangan menemani Ratih.
"Ran, pergilah temani Ratih. lu gak kasian apa sama Adik gua yang terus manggil lu setelah berhari-hari koma?." tanya Randi.
"Tapi gua gak bisa, Kak. gua gak kuat melihat Ratih terbaring lemah dan.." ucapan Randi terputus karena ia tidak bisa berkata-kata lagi.
"Ran, kalau lu gak bisa melawan rasa takut lu. bagaimana nanti lu menjaga Ratih jika lu saja gak bisa melawan rasa takut lu itu?" ucap Akash.
"Hem.. lu benar juga, Kash. tapi.. ah gua gak bisa!" pekik Randi.
Randi merintih dalam kesedihan dan begitu menyesali perbuatannya. walau nasihat demi nasihat sudah di lontarkan oleh Akash dan Nawan, tetap saja rasa takut Randi selalu mengalahkannya.
Hingga pada akhirnya, Rosa mendekati Nawan dan mencoba izin pada Nawan untuk bicara pada Randi dan menenangkannya. seperti yang kita tahu, wanita lebih peka di banding pria, maka dari itu Rosa akan turun tangan.
"Sayang, boleh aku bicara dengan Randi?" tanya Rosa.
"Bicaralah sayang, tolong bantu Randi. aku sedih melihat Ratih sedang terpuruk, dan kini Randi pun ikut terpuruk" jawab Nawan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
"Terimakasih sayang, aku akan bicara pada Randi" ucap Rosa lalu melangkah menghampiri Randi.
Rosa pun menghampiri Randi dan duduk di sampingnya. lalu ia memegang pundak Randi dan dibalas tolehan oleh Randi.
"Dek, gua tau gak ada rasa yang paling sakit ketika kita melihat orang yang kita sayangi itu terbaring lemah. tapi, jika kita menunjukkan kalau kita lemah karena hal itu, bagaimana bisa kesembuhan itu ada dan doa itu terjabah?" ucap Rosa sambil bertanya.
"Tuhan paling benci manusia yang putus asa, jika lu kalah dengan ketakutan lu. maka untuk apa lu berdoa setiap waktu kalau lu gak mau berpositif thinking?" ucap Rosa lagi.
Randi pun terus mencerna setiap ucapan Rosa lalu menghela nafas dan menghembuskannya.
"Terimakasih, Kak. karena lu gua dapat satu pelajaran dari kesimpulan nasihat lu. dan gua sudah tau apa yang harus gua lakukan" ucap Randi lalu beranjak dari tempatnya.
Dengan penuh percaya diri, Randi langsung masuk kedalam ruangan. ia kembali menghampiri Ratih dan mencoba melawan rasa takut nya.
Sedangkan Rosa mengacungkan jempolnya pada Nawan dan di balas acungan jempol juga tanda keberhasilan mereka.
Randi benar-benar tidak sanggup dengan semua ini, namun ia terus memberanikan diri melangkah dan melangkah. hingga ia pun duduk di kursi samping brangkar Ratih.
"Hallo Rat, gua kembali" ucap Randi.
Randi pun menggenggam tangan Ratih dan mendekatkan wajahnya ke telinga Ratih dengan sedikit senyum yang mengembang di bibirnya.
"Ratih, Appa sudah merestui hubungan kita. maukah lu kembali mengukir semuanya dari nol bersama gua?. dan maukah lu memaafkan gua yang bodoh ini?" bisik Randi.
"Gua tau akan sangat sulit untuk lu memaafkan gua dan menerima gua kembali. tapi percayalah Rat, gua gak jadi tunangan dan Appa sudah merestui hubungan kita." ucap Randi kembali.
Randi terus bicara tanpa henti walau tidak ada tanda-tanda kemajuan kondisi Ratih. Randi tetap terus mengobrol dengan Ratih.
Omah dan Opah yang melihat moment itu pun tidak berhenti berkata syukur. begitu juga Nawan, Rosa dan Akash.
__ADS_1
"Pah, kurasa Randi lah yang cocok dengan cucu kita" ucap Omah.
"Iya Mah, Randi memang anak yang baik. bahkan Ratih sering bercerita di telpon kalau ia sudah bahagia, dan kini ku tau maksud ucapan Ratih" ucap Opah.
Omah dan opah pun saling menggenggam erat tangan. lalu Nawan juga merangkul pundak Rosa dan sedangkan Akash duduk kembali di kursi dan mengobrol dengan isi hatinya.
"Kini gua tau kenapa Ratih begitu mencintai Randi, dan maafkan gua Rat. andai gua gak hadir menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian, mungkin semua gak akan seperti ini" ucap batin Akash menyesali semua ini.
鉂inta馃槝Gadis鉂roken馃槝Home.
Waktu pun terus berlalu sampai malam pun sudah tiba, kini Randi ketiduran sambil menyandarkan wajahnya ke tangan Ratih.
Dan Ratih yang mulai siuman pun membuka matanya dengan perlahan-lahan namun pasti ea.
Ratih kembali melihat cahaya terang lalu ia menoleh kesamping, terlihatlah pangeran yang didalam mimpinya itu kini sudah ada disampingnya.
Sebuah mimpi yang Ratih alami kini bukanlah mimpi, tapi fakta dan menjadi nyata.
鉂inta馃槝Gadis鉂roken馃槝Home
Bersambung
Sebelumnya ku ucapkan selamat hari raya idul adha ya馃檹馃グ鉂aaf klo author msih suka banyak tyfo sama ketidak nyambungan dalam episode nya馃槃. tolong di maafkan ya kalau gak mau memaafkan tetap di maafkan juga馃槄
Baik, bagaimana ya kisah selanjutnya??, ya fav love lah jangan pelit-pelit ea.. langsungdi klik biar g ktinggalan馃グ.
Nah, berhubung Author lagi mau merayakan idul adha bareng keluarga, Author izin gak up dulu ya sampai acaranya selesai馃檹鉂ゐ煒剆ee u next time..
Jangan lupa like, koment dan rate vote馃グ
__ADS_1