
Lalu Bik Inem pun beranjak pergi setelah menaruh pesanan Ratih. setelah itu, Ratih duduk sambil mengelap keringat nya dan memakan sesuap demi sesuap roti isi itu.
Tak lama kemudian, terdengar suara nyaring dari ponsel Ratih. dan terlihat pula notif panggilan terpasang nama My dudul.
My boy dudul itu nama kontak Nawan di handphone Ratih gaes hehe. namanya juga Ratih, pasti kelakuannya aneh-aneh sampai nama kontak aja aneh.
"Haih ganggu aja lu Kak" celetuk Ratih.
Lalu Ratih pun menjawab panggilan itu dan langsung menjauhkan handphone itu dari telinga nya sambil menunjukkan ekspresi kocak tawa cekikikan.
"Haih maaf Kak" ucap Ratih
๐"Dudul, lu kan yang atur jam rumah jadi beda satu jam!" bentak Nawan di telpon.
"Ya maaf Kak, abis lu kalau bangun suka kesiangan terus si. yaudah gua setting aja tuh jam dinding hehe" balas Ratih sambil tertawa.
๐"Hadeh Dek, gara-gara lu setting tuh jam dinging. gua tadi di hukum karena buku pr gua ketinggalan di rumah" kesal Nawan.
"Yaudah Kakak setting lagi lah ke jam semula, kan Ratih jauh mana bisa Ratih setting dari india ke indonesia hehe" ucap Ratih yang masih tertawa tanpa dosa.
๐"Bukannya minta maaf!, ini malah ketawa kayak gak ada dosa lu Dek" bentak Nawan.
"Iya iya Ratih minta maaf ya My boy dudul yang ganteng sedunia gak ada tandingannya" ucap Ratih sambil tersenyum.
๐"Iya iya deh gua maafin, lain kali jangan gitu lagi Dek" ucap Nawan dengan sedikit menurunkan suaranya.
"Iya Kak, lagian Ratih kan lagi di india ehm.. pulang nya juga masih lama" ucap Ratih yang tiba-tiba sedih.
Nawan pun menarik nafas nya dan menghembuskan kembali dengan perlahan. lalu ia duduk di sofa sambil bersandar.
๐"Nanti kita pasti akan ketemu lagi Dek, lu harus janji untuk jaga kesehatan, makan dengan teratur, belajar dengan giat, jangan buat ulah dan jadi anak yang baik ya" nasihat Nawan.
"Iya Kak, Ratih janji akan turuti semua kata Kakak. Kakak juga jangan lupa jaga kesehatan dan sukses selalu yak" balas Ratih dengan semangat.
๐"Pasti Dek, doain Kakak juga semoga nilai kelulusan nya bagus agar bisa dengan mudah melanjutkan kuliah sambil menjalankan bisnis kantor Opah " ucap Nawan.
"Ratih selalu doain Kakak yang terbaik kok, dari hubungan Kakak dan Kak Rosa sampai semua yang berhubungan dengan lu Ratih doain yang terbaik" ucap Ratih.
๐"Yasudah, kalau begitu Kakak tutup panggilan nya lalu Ratih minum obat dan istirahat yak" ucap Nawan.
"Oke deh, dadah my boy dudul" ucap Ratih.
๐"Dadah my baby dudul" balas Nawan.
Nawan pun mengakhiri panggilan itu dan kembali melanjutkan aktivitas nya, sedangkan Ratih mulai ke kamar untuk meminum obat nya dan istirahat sesuai ucapan Nawan.
......
Hari-hari pun terus berganti hingga tak terasa kini Ratih sudah hampir satu tahun di India.
Ratih kini semakin cantik dan sudah resmi naik kelas dengan nilai tertinggi di kelasnya. namun walau begitu, ia masih tomboy dengan tato yang bertambah di pundak nya serta satun tindikkan hidung ala india.
Sedangkan di indonesia, pagi itu tepat sekali dengan hari kelulusan angkatan sepuluh di sekolah Ratih yang dulu.
Dimana Nawan, Tomi, Riko dan Rosa kini sudah melaksanakan wisuda dan sesi pembagian piagam kelulusan. sedangkan Randi, Henri, Paulus, Julio dan William kini sudah resmi naik kelas dengan nilai tertinggi di peroleh oleh Randi.
"Selamat ya Kak, semoga sukses selalu" ucap Randi pada Nawan sambil menjabat tangan Nawan.
"Thanks Ran, lu juga belajar dengan giat ya biar lulus dengan nilai terbaik di sekolah ini" balas Nawan sambil tersenyum.
"Pasti Kak, kira-kira lu sama Kak Rosa bagaimana tuh hehe, jadi kali lah tahun depan menikah" ledek Randi.
"Doain aja lah Ran, lu juga tolong jaga perasaan Adik gua sampai dia kembali nanti ya" pesan Nawan.
"Insyaallah pasti Kak, ngomong-ngomong gimana kabar Ratih disana yak?" ucap Randi.
__ADS_1
"Dia baik-baik saja Ran, malahan dia sudah mulai terbiasa disana" ucap Nawan.
'Semoga selalu tetap seperti itu ya Kak, supaya dia bisa nyaman dan tenang disana sampai nanti kembali ke indonesia." ucap Nawan.
"Aamiin" Ucap semua dengan serentak.
"Doain aja yang terbaik buat Ratih, Ran" sambung Paulus.
"Yoi Pau, kuy lah kita cabut duluan" ajak Randi.
"Yaudah gas lah" jawab Paulus.
"Kak gua pamit ya, bye" ucap Randi di dikuti Henri dan Paulus.
"Hati hati boy" balas Nawan.
Randi, Henri dan Paulus pun pergi meninggalkan acara wisuda angkatan sepuluh itu. sedangkan Nawan dengan yang lainnya masih asik menikmati acara itu dan banyak nya hidangan jajanan di sekolah.
Disaat Nawan dan yang lainnya menikmati acara wisuda, dan Randi cs pergi menelusuri jalnan, namun di sisi lain, Ratih malah tengah asik mengikuti MMA massal di india yang berada di salah satu bar terbesar di sana.
"Kalau lawan gua begini mah ya mudah lah buat gua" ucap batin Ratih.
"Jangan remehkan lawan Rat" balas Raih .
"Ya kalau lawan nya keras mah gantian lu aja Raih yang jalan haha" ledek Ratih.
"Bagian yang gampang aja lu gas keun, yang susah aja kasih ke gua. dasar dudul" bentak Raih pada Ratih.
Di tengah asiknya Raih dan Ratih mengobrol, mereka pun kembali bersatu dan fokus untuk lanjut melawan wanita yang berbobot jangkung dan besar di final.
Ratih yang awal nya tersenyum, kini mulai khawatir karena lawannya dua kali lipat lebih besar badannya dari dia.
"Mampus gua" celetuk Ratih.
Raih pun menatap lawannya dengan serius, bahkan lawan yang tadinya belagak sombong kini malah begidik ngeri melihat tatapan Ratih yang memang di kuasai Raih.
Seperti yang kita tau, Raih itu tidak punya hati, kasar, bahkan dia gak akan mikir dua kali untuk menghabisi seseorang jika dia ingin menghabisinya.
Waktu terus berjalan, dan pertandingan itu berlangsung segit. hingga akhirnya Ratih lah yang memenangkan pertandingan MMA itu.
Ting.. Ting.. Ting.. (Anggap aja suara lonceng pertandingan)
"Is saal ke ememe vijeta ko rateeh poornama sarik ne jeeta tha. (pemenang MMA tahun ini dimenangkan oleh Ratih Purnama Sari)" ucap Wasit sambil mengangkat satu tangan Ratih keatas.
Ratih pun tersenyum dan di sambut tepuk tangan yang meriah, hingga terdengar satu tepukan nyaring dari seorang Akash yang sedari tadi melihat kehebatan dan kegigihan Ratih di ring.
"Lu ada disini Kash?" tanya Ratih sambil turun dari Ring dan membuka sarung tangannya.
"Iya, lu hebat Rat" puji Akash sambil memberikan sebotol air mineral.
"Thanks, by the way lu sudah lancar berbahasa indonesia haha dan udah mulai berbahasa gaul seperti gua lagi" ucap Ratih sambil meminum air mineral itu dan melangkah.
"Bisa aja lu Rat, ngomong-ngomong, lu belajar dari mana sampai jago beladiri?" tanya Akash sambil melangkah kecil mengikuti langkah Ratih yang mungil.
"Gua belajar semua itu dari Kakak gua, dia jago beladiri di indonesia. dia juga ketua Genk di salah satu genk terbesar di indonesia. Ya jelas gua jago beladiri" tutur Ratih.
Akash pun kaget mendengar penuturan Ratih, bahkan ia gak menyangka kalau selama ini Akash berteman dengan Adik seorang Ketua Genk terbesar di indonesia.
"Woy, kenapa bengong?" tanya Ratih.
"Gak kok Rat, gua cuma kaget aja kalau lu itu ya Adik seorang Ketua Genk. kan yang gua tau kalau sudah punya Genk besar pasti bakal jadi mafia kan?" tanya Akash.
"Gak juga Kash, gua gak mau Kakak gua jadi Mafia. gua mau nya dia jadi pemimpin bisnis di perusahaan keluarga. kalau soal Genk ya buat kumpul-kumpul saja bukan buat ngerusuh" jawab Ratih lalu duduk di kursi.
"Jadi gak semua Genk bakal jadi Mafia?" tanya Akash dengan polos nya.
__ADS_1
"Gak lah dudul" jawab Ratih.
"Okey okey, ehm.. apalagi ya hehe gua bingung kalau sudah gak ada topik" ucap Akash.
"Kalau gak ada topik, mening kita cabut dari sini lalu makan siang" ajak Ratih.
"Ide bagus, ayo lah kita jalan" ucap Akash dengan semangat.
Ratih dan Akash pun pergi dari bar dengan membawa sekoper uang yang di dapatkan Ratih dari pertandingan ilegal itu.
........
Tidak lama kemudian, Ratih dan Akash sampai di sebuah cafe kecil dimana terdengar lantunan musik india yang kebetulan lagu yang di nyanyikan itu lagu favorite Ratih.
Dari situ, Ratih dan Akash memesan makanan sambil menyanyi mengikuti alunan musik dan intrument lagu tersebut.
"Suara lu bagus Rat" puji Akash.
"Ya kan gua hobby nyanyi jadinya ya begini lah suara gua hehe" ucap Ratih.
"Lu cantik Rat, lu juga pandai. gua makin sayang sama lu jadinya" ucap batin Akash.
"Hailih, bengong aja terus Kash" ucap Ratih sambil memutar bola matanya dengan malas.
Akash pun hanya membalasnya dengan tawa, hingga beberapa menit kemudian, pesanan mereka pun sampai.
"Deviyon aur sajjanon pakavaan ka aanand len
(selamat di nikmati hidangannya Nona dan Tuan)" ucap Waiter.
"Syukria" ucap Akash dan Ratih bersamaan.
Waiter itu pun meninggalkan meja Akash dan Ratih, lalu mereka yang lapar pun segera menyantap pani puri, jus jeruk, pizza dan juga ladu untuk pemanis.
"Enak ya pani puri nya" ucap Ratih.
"Iyalah, masa makanan indonesia aja yang enak. makanan india juga enak dong" balas Akash.
"Iya deh Mr. India yang sok ganteng haha" ejek Ratih.
Akash pun hanya tersenyum melihat Ratih yang begitu ceria sambil meneruskan makan siang sampai makanan itu habis oleh mereka.
"Alhamdulillah kenyang" ucap Ratih.
"Setelah ini lu mau kemana lagi Rat?" tanya Akash.
"Gua mau pulang, mau packing untuk ke indonesia besok sekalian mengisi liburan sekolah" jawab Ratih.
"Ke indonesia?, kok gak mendadak begini Rat" ucap Akash dengan kaget.
"Gua kangen Kak Nawan dan teman-teman gua Kash, gua juga mau ketemu si dia hehe" ucap Ratih.
"Ehm.. baiklah lu hati-hati ya, besok lu berangkat jam berapa kabarin gua. biar gua antar ke bandara" ucap Akash.
"Thanks ya Kash, lu emang sahabat terbaik gua" ucap Ratih sambil memegang telapak tangan Akash.
Akash pun tersenyum, namun hatinya merasa sakit karena Ratih akan bertemu orang yang ia cintai, sedangkan Akash menyayangi Ratih melebihi kasih sayang seorang sahabat.
"Jujur, gua suka sama lu Rat. tapi gua hargai cinta lu yang suci untuk Pria yang lu sukai itu. dan gua yakin, suatu hari nanti gua juga akan mendapat pendamping yang baik, cantik, tegar dan pintar seperti lu" ucap batin Akash.
"Ih Akash, lu kebanyakan bengong deh kalau lagi sama gua, ayo ah mening kita pulang aja dari pada lu bengong terus nanti kesurupan" ucap Ratih yang selalu heran dengan sikaf Akash yang sering bengong.
"Iya deh iya, ayo kita cus" balas Akash .
Ratih dan Akash pun pergi meninggalkan Cafe dengan penuh canda tawa dan riang gembira mereka habiskan hari itu.
__ADS_1