
Ratih dan Randi berciuman cukup lama hingga akhirnya suasana romantis itu pun harus terhenti oleh Paulus yang tiba-tiba saja datang.
Ya serontak, Randi dan Ratih pun melepas ciumannya dan mengelap bibir mereka yang basah.
"Haih.. Kenapa gak bilang si lu lagi romantisan" Ucap Paulus sambil menutup mata.
"Apa si lu Pau" Balas Randi salting.
"Sudah sana pergi" Usir Ratih.
"Heleh, lu gak mau pada balik apa?, sekolah mau di tutup dudul dan mau direnovasi karena kejadian ini sekolah jadi rusak" Tutur Paulus.
"Oh gitu, yasudah makasih ya infonya" Ucap Randi lalu menarik tangan Ratih meninggalkan Paulus.
"Eh dudul, malah ditinggalin gua coba ini" Celetuk Paulus sambil membuntuti mereka.
Randi dan Ratih pun hanya tersenyum sambil menatap satu sama lain dan keluar dari perpustakaan.
Namun ditengah perjalanan, tangan Randi dan Ratih segera dilepaskan dengan kasar oleh seseorang yang tidak lain adalah Pak Pratama..
"Mulai sekarang dan seterusnya, anda tidak usah mendekati anak saya paham! " Tegas Pak Pratama.
Ratih hanya menoleh sambil menatap Randi dengan mata yang sudah berlinang air mata.
"Cepat pulang!, dan jangan sekali-kali anda berhubungan lagi dengan Randi, bertemu apalagi mempunyai hubungan dengan keluarga kami, karena sampai kapanpun saya tidak akan merestui kalian, paham! " Tegas Pak Pratama.
"Apa alasan anda melarang kami untuk berteman? " Tanya Ratih dengan wajah datar namun matanya berlinang air mata menahan tangis.
"Kenapa anda bertanya hah, sudah jelaskan hidup anda saja berantakan, orang tua gak jelas, tempat tinggal gak jelas, suka cari keributan pula dimana mana. Mana ada si ayah yang ingin anaknya kenal dan berhubungan dengan wanita yang tidak benar dan hina macam anda" Ucap Pak Pratama.
__ADS_1
"Sudah cukup appa!, Ratih tidak seperti itu. Dia wanita baik dan dia juga memiliki orang tua dan tempat tinggal yang jelas. Cukup jangan hina Ratih lagi" Ucap Randi.
Ratih pun pergi bergitu saja dengan perasaan kecewa, lalu ia menabrak Jack yang tidak sengaja lewat.
"Rat, lu gak apa-apa? " Tanya Jack.
Ratih hanya diam dan kembali berlari, dan karena pertengkaran itu sudah terdengar sampai ke telinga para siswa dan siswk disana, akhirnya Ratih sering di bully bahkan selalu jadi bahan ghibah banyak siswa.
Satu bulan setelah kejadian itu..
Kini Ratih mengubah penampilannya, bukan menjadi lebih baik tapi malah menjadi lebih buruk.
Rambutnya diberi warna, bahkan ia berniat membuat tato dan ditindik telinganya.
Sedangkan Randi kian hari makin galau dibuatnya, karena hanya bisa menatap Ratih dari kejauhan tanpa bisa menemui atau mengobrol lagi padahal mereka satu sekolah.
Suatu hari dikantin sekolah, Randi, Paulus dan Henri sedang duduk disalah satu meja kantin melihat Ratih disebrang yang sedang kumpul juga dengan William dan Julio.
"Dia cinta pertama gua Ri, bahkan gua sudah punya satu komitmen jika dia sudah resmi jadi pacar gua" Jawab Randi.
"Sabar bro, ini belum saatnya. Jika sudah saatnya juga kalian akan bersama" Ucap Paulus menenangkan Randi.
"Heem" Dehem Randi sambil mengangguk.
Ditengah perbincangan Randi, Nawan menghampiri Ratih dan mengecup pucuk kepalanya.
"Ayo pulang, sebentar lagi senja" Ajak Nawan.
"Kak Ratin pengen buat tato dan ditindik boleh? " Tanya Ratih.
__ADS_1
"Tidak dek, itu tidak baik untuk lu" Jawab Nawan.
"Heleh, lu larang gua tapi lu sendiri punta tato dudul" kesal Ratih.
"Lah gua mah kan mau lulus sekolah, ya bebas lah mau gimana juga jeh" balas Nawan.
"Ayolah kak hih" kesal Ratih lagi.
Nawan tidak kuasa melarang Ratih terus, karena Nawan tau dia melakukan semua ini agar ia melupakan rasa traumanya dan depresinya terhadap semua peristiwa yang menimpanya.
"Baiklah, nanti kita buat sama-sama yak" Ucap Nawan.
"Kakak beneran ngizinin nih?, terus Kak Rosa gimana? " Tanya Ratih.
"Haha.. Iya gua serius, ehm Rosa yak?. Kenapa lu tanya Rosa? " Tanya Nawan.
"Heleh... kakak masih belum jadian juga sama Kak rosa? " Balik tanya Ratih.
"Anak dudul, gua nanya lu malah balik tanya Pao" Ucap Nawan sambil menjitak kepala Ratih.
"Sial doang lu" Celetuk Ratih.
Pertengkaran kecil pun dimulai, hingga akhirnya Nawan menggendong Ratih lalu membawanya paksa pergi dari sekolah.
Ratih hanya diam saja dengan wajah yang nampak malas bahkan kesal dengan Nawan.
...****************...
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like.. rate koment dan vote hadiah suwon hehe