
Hallo allo weh jawab weh..astaga lupa, kan ini novel bukan grup chat atau chat pribadi wkwk.
Oh ya aku lupa menyapa, apa kabar semuanya? semoga baik-baik saja ya. maaf sudah membuat penasaran sama nih cerita langsung aja di lanjut yak.
Astaga garing banget pembukaannya馃檨 udah udah ah.. lanjut gans..
...****************...
Tanu pergi meninggalkan Ratih sendirian dikamar tersebut, namun Ratih sendiri tidak tinggal diam dan terus mencari cara agar bisa lepas dari genggaman Andrew yang pikir Ratih sudah gila.
"Gua harus mencari cara agar bisa pergi dari sini secepatnya" ucap batin Ratih.
Cukup lama Ratih berpikir dan mencari banyak ide, akhirnya ia mendapatkan ide cemerlang.
Ratih melihat ponsel milik Andrew yang tergeletak diatas nakas, karena sebelumnya Andrew buru-buru untuk pergi ke kantro untuk menangani masalah yang darurat hingga akhirnya ponselnya tertinggal.
"Pinter banget lu Rat, cepetan share lokasi kepada Nawan" ucap Raih.
"Pale lu kirim, bagaimana cara gua membuka kunci ponsel ini Raih?" tanya Ratih pada dirinya sendiri.
"Berusaha atuh malah nyerah sebelum usaha" celetuk Raih.
Ratih hanya menggelengkan kepalanya lalu mencoba membuka kata sandi dari ponsel tersebut. mulai dari tanggal lahir Andrew, nama mantannya, pacarnya, bahkan Ayah dan Ibunya.
"Ah sial, semua sudah gua coba tapi kenapa tidak ada yang cocok sedikitpun" teriak Ratih.
Ratih sangat pusing bahkan kesal, hingga akhirnya Raih ya sisi lain Ratih membuyarkan pikirannya yang kacau.
"Coba Nama lu ketik disana" titah Ratih.
"Oh bener juga Raih, hehe gua tidak kepikiran" balas Ratih.
"Iyalah, otak lu kan bebel kayak batu" ketus Raih.
"Hilih najis" ucap Ratih sambil mengetik namanya.
Dan hasilnya wow gitu kan ahaha, kata sandi ponselpun terbuka. Ratih sangat bahagia dan langsung mengetik nomor ponsel Nawan lalu mengirimkan alamat ke nomor tersebut.
Disisi lain, Nawan yang ponselnya bersuara notif pesanpun segera membuka ponselnya.
"Ini dari siapa, apa jangan-jangan ini Ratih" ucap batin Nawan.
"Kak, lu kenapa melamun?" tanya Randi sambil menepuk bahu Nawan.
"Coba lu lihat Ran, ada yang mengirimkan pesan lewat watshaap ini sebuah share lokasi" ucap Nawan.
"Coba sini gua lihat" ucap Randi
Nawan segera memberikan ponselnya pada Randi, lalu Randi segera membuka pesan tersebut yang isinya.
"Kak tolong datang ke alamat dibawah ini aku mohon" isi pesan.
__ADS_1
Tidak berseling lama, Randi langsung memberikan ponsel milik Nawan padanya dan mengambil kunci motornya.
"Ayo ke alamat itu Kak, gua yakin itu Ratih" ucap Randi.
"Lu yakin Ran?, bahkan ini nomor tidak dikenal" balas Nawan.
"Percayalah sama gua Kak, ayo kita cabut sebelum semuanya terlambat" ajak Randi
Randi segera berlari dan berteriak kepada semua anggotanya untuk bersiap-siap.
"Cabut sekarang juga" tegas Randi lalu melanjutkan langkahnya.
"Kita kemana Ran?" tanya Paulus.
"Ketempat Ratih disekap" jawab Randi.
"Lu sudah dapat lokasinya?" tanya Henri.
"Sudah nanti juga kalian tau, ayo cepat tidak usah banyak bicara. waktu kita tidak banyak" balas Randi yang sudah memakai helmnya.
Randi pergi membelah jalanan terlebih dahulu lalu disusul oleh Nawan dan anak Genk Elang beserta King cobra.
"Gua datang Rat, bertahanlah" ucap batin Randi.
...****************...
Di kediaman Andrew, Ratih yang sedang duduk diatas ranjang tersebut dikagetkan oleh kedatangan Andrew.
" Gua cuma.." ucap Ratih namun terhenti.
Ratih menghentikan ucapannya karena mata Andrew sudah membulat bahkan raut wajahnya terlihat sangat marah.
"Astaga udah keciduk malah ketawa dalam hati lagi" celetuk batin Ratih yang tidak jelas.
Ratih hanya terlihat tenang bahkan tidak merasa takut sedikitpun walau Andrew menatapnya dengan tatapan iblis.
"Lu mengirim lokasi kesiapa?!" bentak Andrew
"Bukan urusan lu" balas Ratih.
"Hah cewek tidak tau diuntung!, gua cinta sama lu Rat, harusnya lu bisa mengerti gua!" bentak Andrew sambil mencengkram pundak Ratih.
"Estt.. lepasin pundak gua Drew!" balas Ratih yang tidak mau kalah.
"Gua tidak akan melepaskan pundak lu bahkan gua juga tidak akan pernah melepaskan lu dari genggaman gua, paham lu" ucap Andrew yang tepat berada didepan wajah Ratih.
"Cih.. lepasin gua!" bentak Ratih sambil memberontak.
Ratih terus memberontak walau nihil hasilnya karena tubuh Andrew sangat besar dan lebih kuat darinya. Andrew yang kesal kini di butakan kembali dengan ambisi-ambisinya.
Ia menarik paksa tangan Ratih dan mendorongnya masuk kedalam mobil. lalu ia segera meninggalkan rumahnya dan pergi membelah jalanan.
__ADS_1
"Lu mau membawa gua kemana Andrew!" bentak Ratih.
"Kesurga, agar kita selalu bersama selamanya" ucap Andrew sambil tertawa.
"Ini tidak benar Drew, lu bukan mencintai gua namun hanya terobsesi" ucap Ratih yang terus mencoba menghentikan Andrew.
"Gua tidak peduli haha, yang gua mau cuma lu Rat. gua tidak akan melepaskan lu untuk kedua kalinya" balas Andrew.
"Lepasin gua Andrew!, lepas!" bentak Ratih.
Ratih terus meronta-ronta hingga akhirnya Andrew menepikan mobilnya dan tanpa aba-baa ia segera mendorong Ratih kekursi belakang dan menempelkan tubuh Ratih kepojokan.
"Apa yang mau lu lakukan, lepasin gua lepasin" teriak Ratih.
"Lu tidak pernah berubah Rat, bahkan lu tetao cantik dan cerewet haha" balas Andrew sambil membuka kemejanya.
"Tolong.... lepaskan gua Andrew" teriak Ratih dengan sisa tenagnya.
Ratih terus berteriak meminta tolong, namun jalanan ity terlihat sangat sepi tiada satupub orang atau kendaraan yang melintas.
Hingga akhirnya Andrew benar-benar sudah dibutakan oleh nafsu dan ambisinya untuk memiliki Ratih seutuhnya. ia pun mengikat tangan Ratih dengan dasinya dan membungkam mulut Ratih dengan c****n.
"To..long.. ah Lepas.." ucap Ratih terbata-bata
Ratih tidak bisa meronta bahkan hanya bisa meneteskan air mata karena tidak percaya diusianya yang dini bahkan masih menginjak bangku Sma harus mengalami semua ini.
Namun dan namun...jeng jeng jeng...
Tiba-tiba saat Andrew hendak menanggalkan pakaian Ratih, mobilnya langsung di serbu olwh banyak sekali orang yang memakai helm serta membawa motor besar.
"Sialan!" ucap Andrew lalu turun dari tubuh Ratih.
"Kita akan bersenang-senang nanti" lanjut Andrew sambil memegang pipi Ratih dan menelpon orang bayarannya lalu berpindah ke bangku depan.
Ratih terus meneteskan air matanya dengan pakaian yang sudah robek bahkan tidak beraturan sedangkan Andrew hanya santai walau kaca mobil digedor-gedor oleh komplotan itu.
"Woy keluar lu an**ng" teriak salah satu orang tersebut.
"Keluar atau mobil lu gua hancurkan!" ancam orang tersebut.
"Hah, harus sekali gua yang hadapi" ketus Andrew .
Andrew lalu membuka pintu mobil dan berdiri ditengah-tengah komplotan tersebut dengan santainya, sedangkan Ratih berusaha membuka ikatan dasi Andrew yang mengikat tangannya.
Bersambung..
Oh iya, aku minta maaf ya karena jarang banget up teratur dan rutin馃檹, karena aku masih tahap merevisi karyaku yang tidak lain cerita yang sedang kalian baca ini馃 "Cinta Gadis Broken Home".
Tapi walau begitu, tetap doakan aku ya supaya cepat selesai revisinya dan bisa rutin lagi untuk melanjutkan ceritanya.馃檹
Tetap dukung aku ya dengan cara Like, Koment dan saran, Vote dan Rate.馃馃
__ADS_1