Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Bab 26 Bayi tak berdosa


__ADS_3

Alea melahirkan didalam mobil di pelataran rumah sakit. Dan ketika suster datang, Alea sudah melahirkan bayinya.


Saat ibunya menghentikan mobilnya dan berteriak pada suster, Alea sudah tidak tahan lagi dan dia mengejan sangat panjang hingga anaknya lahir di mobil.


"Oek oek oek!"


Rose yang duduk di kursi stir mendengar tangis bayi serta merta menoleh ke belakang.


"Astaga Alea, kamu sudah melahirkan?"


Rose terkejut bukan kepalang.


Diapun langsung berteriak, "Susteeeeerrrr!"


Beberapa suster langsung memindahkan mereka berdua dan membawanya ke ruang persalinan.


Bayinya memang sudah keluar, tapi ari-ari nya belum keluar. Baru sampai di kamar, ari-ari itu ikut keluar dan Rose yang dadanya hampir saja jantungan melihat putrinya melahirkan di mobil, kini bisa bernafas dengan lega.


"Syukurlah kau sudah melahirkannya dengan selamat. Melihatmu tadi, membuat ibumu ini sesak Alea...."


Rose mendampingi putrinya yang terlibat tetap bugar setelah melahirkan.


"Lupakan hal tadi Bu. Dan lihatlah jagoanku ini. Dia telah lahir dengan selamat,"


Mata Rose beralih pada bayi mungil itu.


Alea menatap pada bayinya yang berada di dadanya dan dokter membiarkanya menangis disana untuk beberapa menit.


"Ketika bayi baru saja dilahirkan. Semakin keras tangisannya, maka itu baik untuk kesehatan nya," kata dokter pada Alea.


Suster akan memberikan gelang untuk bayi itu atas nama ibunya.


"Ehm...Nyonya....."


"Nona Alea," sahut Alea setelah sebelumnya melihat kearah ibunya dan menjawab dengan tegas.


"Ehm....nyonya tapi....biasanya kami menulis dengan nyonya bagi istri yang baru saja melahirkan,"


"Saya belum menikah. Calon suamiku belum datang dan suster bisa tuliskan Nona Alea di gelang itu," kata Alea dengan berani dan tanpa rasa takut sedikitpun.


Suster itupun terpaku dengan bingung, namun menuruti permintaan pasiennya.


Rasa malu dan rasa cemas lainnya langsung hilang setelah melihat bayinya itu lahir ke dunia ini dengan selamat.


Namun tidak dengan sang ibu.


Dia semakin cemas karena membayangkan tangis bayi dirumahnya.


Namun tiba-tiba, ibunya datang dan berbisik pada Alea setelah semua dokter dan suster pergi.


"Kau jalani lagi hidupmu seperti semula. Anak itu biar di adopsi oleh orang lain yang tidak beruntung di dalam pernikahannya," kata ibunya menatap putrinya dengan sedih.


Dalam hati berbisik,


"Kamu melahirkan tanpa seorang suami? Dosa apa yang mommy lakukan hingga harus melihat putriku menderita?" Mommy Rose sangat sedih dan terluka.


Alea terdiam dan tak berdaya. Dia baru saja berjuang melahirkan anaknya dirumah sakit tanpa di dampingi suaminya.


Meskipun semua berjalan dengan lancar. Namun ketika bayi itu dibawa kembali ke rumah, maka para tetangga tidak akan berhenti mencari tahu bagaimana dirumahnya bisa ada seorang bayi?


Hati ibunya hancur berkeping-keping melihat keadaan putrinya yang belum menikah tapi sudah punya seorang anak.

__ADS_1


Setelah suaminya mengkhianati pernikahannya, kini putrinya bahkan mengalami yang lebih menyedihkan dari dirinya.


"Sebaiknya anak itu biar di adopsi oleh orang lain," ucap Rose.


"Apa!?" Alea terbelalak dan tak percaya Mommynya berkata seperti itu pada dirinya yang baru saja berjuang dan mempertaruhkan nyawanya demi kelahiran bayinya.


"Ini demi kebaikanmu? Demi masa depanmu. Perjalanan mu masih panjang. Kamu bisa menikah lagi dan hidup bahagia. Jika kamu punya anak sebelum menikah. Maka tidak akan ada pria yang mau menikahimu? Apakah kamu akan hidup sendiri selamanya!"


"Mommy tega berkata begitu pada Alea? Mommy sangat tega..." Alea menangis sedih. Dia tidak menduga, Mommynya tega akan memisahkan dirinya dengan anaknya.


Alea berjanji tidak akan memberikan bayinya pada siapapun. Dia akan merawatnya. Jika ibunya merasa malu, maka dia akan hidup dimana tidak ada orang yang akan mengenalinya.


"Aku akan menelpon ayahmu," Rose keluar dan menelpon Dimitri.


Dan Alea terus saja memandangi anaknya itu dengan bahagia. Tidak peduli apa kata dunia, dia berjanji akan membahagiakan putranya dan berjuang untuknya.


Dimitri sulit di hubungi dan Rose kembali ke rumahnya untuk mengambil sesuatu.


Alea sendirian dirumah sakit pasca melahirkan.


"Aku sudah sehat. Aku sudah bisa berjalan, dan sebaiknya aku pergi dari sini bersama putraku,"


Alea sungguh nekat, dia membawa putranya keluar dari rumah sakit dan membayar semua uang tagihannya dengan tabungannya yang diam-diam sudah dia persiapkan selama ini.


Dia naik taksi dan pergi ketempat yang jauh.


Tidak ada yang tahu kemana Alea pergi.


Ketika akan kembali ke rumah sakit, handphone Dimitri aktif dan menelpon Rose.


"Alea sudah melahirkan, sekarang dia masih dirumah sakit,"


"Aku akan segera kesana, maafkan aku,tadi handphone nya lowbat,"


Mereka sampai di parkiran rumah sakit secara bersamaan.


Dan keluar dari mobil juga sama-sama.


Mereka lalu bersama masuk kerumah sakit dan menuju kamar dimana Alea dirawat.


Begitu pintu dibuka, Rose sangat terkejut karena kamar itu kosong.


"Alea...dimana dia?" Rose kaget dan sangat terkejut.


"Dia tidak ada disini. Apakah pindah ke kamar lainnya?"


"Tidak mungkin! Tadi aku meninggalkannya dikamar ini," Rose menjadi cemas dan khawatir.


"Lalu dimana dia!? Kita tanya suster saja..." ucap Dimitri dan kebetulan ada seorang suster yang tadi menjaga Alea lewat di depan kamar itu.


"Sus, Nona Alea yang melahirkan dikamar ini, dimana dia?" tanya Rose dan berharap mendapat jawaban jika Alea hanya pindah karena suatu hal.


"Ohh, atas nama Nona Alea ya Bu. Coba saya lihat,"


Suster itu membuka berkas yang sedang dia bawa.


"Dia sudah keluar dari rumah sakit ini sejak tadi," kata suster itu dan menatap dua orang yang saling berpandangan dengan bingung.


"Tapi sus, dia baru saja melahirkan, harusnya masih istirahat disini bukan?"


"Nona Alea memaksa untuk pulang, dia sudah sehat, dan dokter mengijinkannya pulang,"

__ADS_1


"Ohh begitu, terimakasih suster,"


Rose memandang suaminya dengan panik. Lalu keluar dan masuk ke mobilnya.


"Dia mungkin sudah sampai dirumah...." ucap Rose lalu menyetir mobilnya.


Sementara Dimitri mengikutinya dari belakang.


Satu jam kemudian, mereka sudah sampai di halaman rumah Rose. Dan pintu masih tertutup dan terkunci dari luar, artinya Alea tidak ada didalam.


Rose yang berdiri didepan pintu bersama Dimitri menjadi semakin takut dan cemas.


"Mungkin dia pulang kerumahmu?" kata Rose pada Dimitri yang mengangguk dan tak kalah cemasnya dengan mantan istrinya itu.


"Ayo kita kesana. Dengan mobilku saja!" sahut Dimitri dan segera keluar lagi menuju rumahnya.


Satu jam kemudian, mereka sampai di depan halaman rumah Dimitri.


Dimitri segera turun di ikuti oleh Rose dan membuka pintu yang masih terkunci.


"Pintunya masih terkunci," ucap Dimitri sambil membuka kuncinya.


"Ayo kita lihat ke dalam. Jika tidak dirumahku. Dia pasti ada dirumahmu!" kata Rose dan begitu pintu dibuka, dia segera masuk kedalam dan berteriak memanggil Alea.


"Alea!"


Dimitri juga berteriak danencato ke setiap ruangan.


"Alea!"


Tidak ada sahutan. Alea tidak ada dirumah itu, juga tidak ada dirumah Rose.


Lalu kemana dia?


"Kenapa dia tidak ada disini? Lalu dia pergi kemana?" Rose mulai panik dan terduduk dilantai dengan lemasnya.


"Entahlah. Dia sangat nekat," ucap Dimitri yang juga terduduk disofa dengan hati sedih dan bingung.


"Aku hanya meninggalkan nya sebentar. Kenapa dia berfikir untuk lari dan kabur dari kita?"


Dimitri hanya diam dan otaknya berfikir sangat keras. Sesekali dia menatap ke arah Rose dan menggigit bibir bawahnya dengan sangat cemas.


"Kemana dia pergi...."


"Aku hanya mengatakan jika lebih baik anaknya itu di adopsi oleh orang lain, tapi jika dia tidak mau, kenapa dia harus pergi dan kabur seperti ini?" Rose menangis dan apa yang baru saja dikatakan oleh mantan istrinya itu membuat Dimitri terbelalak.


Dimitri bangkit dan duduk mendekati Rose dilantai.


"Apa? Kamu mengatakan untuk menyerahkan bayi itu pada orang lain?"


"Iya! Memangnya apa yang bisa kita lakukan? Jika bayi itu diadopsi oleh orang lain, maka dia bisa meneruskan hidupnya dan menikah," Rose menjelaskan.


"Kamu memang egois. Aku tidak menyangka kamu berfikir egois seperti itu? Dan kali ini Alea pergi karena ke egoisanmu itu!"


"Apa katamu! Aku egois! Aku mengatakan itu demi kebaikan nya!" Rose tidak mau kalah.


"Lalu? Apa akibatnya? Dia nekat dan membawa lari bayinya. Kenapa kamu tidak musyawarah dulu padaku jika akan bertindak? Kamu selalu gegabah!"


"Musyawarah? Kamu terlalu asyik dengan wanita jalaangg itu. Bahkan Alea melahirkan didalam mobil karena kamu tidak bisa di hubungi. Sekarang kamu bilang ini salahku! Kamu juga egois!"


Rose bangkit dan berjalan keluar dari rumah mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


Namun, baru sampai dipintu, dia limbung dan jatuh ke lantai. Dimitri dengan cepat menangkapnya.


Mereka bertengkar untuk segala hal. Sejak dulu selalu bertengkar dan saling menyalahkan.


__ADS_2