
Dua hari setelah kejadian tunangan Randi yang gagal...
Randi kembali bertemu Akash di rumah nya dan membahas tentang kondisi Ratih saat ini.
"Kabar Ratih bagaimana, Kash?" tanya Randi.
"Ratih masih belum siuman, bahkan detak jantungnya kadang ada kadang juga tidak. Jadi gak beraturan." jawab singkat Akash.
"Lu gak lagi becanda kan Kash?" tanya Randi untuk kedua kalinya.
"Gak, Ran. untuk apa gua becanda?, Ratih mengalami syok berat, bahkan oprasi berhasil dengan keadaan Ratih yang seperti itu pun adalah sebuah keajaiban" jawab Akash.
Randi pun terdiam dan syok mendengarnya. lalu Akash memberikan semangat dengan menepuk bahu Randi.
"Semua akan baik-baik saja, Ran" ucap Akash mencairkan lamunannya.
"Ehm.. jika tempo hari gua gak sekasar itu sama Ratih, mungkin ia masih tertawa dam ceria hingga saat ini" ucap Randi dengan tatapan kosong.
"Ini semua sudah takdir, Ran. bukan salah lu jika kondisi Ratih begini, karena kita hanya manusia biasa yang tidak luput dari dosa" ucap Akash.
"Ehm.. iya, Kash. tapi, kenapa Ratih harus sampai oprasi?. yang gua tau penyakit Ratih gak mengharuskan oprasi" tanya Randi kembali walau pikirannya sudah kacau.
"Ginjal Ratih rusak, Ran. ia sering merokok dan minum sehingga membuat ginjal nya rusak dan mengharuskan untuk di angkat. di tambah lagi kondisi Ratih memang sedang tidak fit akhir-akhir ini, tapi ia memaksakan untuk pulang ke indonesia dan memberitahu teman-temannya kalau dia pun bisa sukses di india" tutur Akash.
"Jadi, selama ini Ratih itu sakit parah. kenapa Ratih gak bilang!,, bahkan gua bertindak seperti pengecut pada Ratih" ucap Randi menyesali perbuatannya.
"Sabar, Ran. lu harus tenang, Ratih diam untuk kebaikan lu juga. Papah lu ingin lu jadi orang sukses dan memiliki masa depan yang cerah bukan?, makannya Ratih melakukan semua ini agar lu gak terlalu banyak pikiran atau khawatir padanya." ucap Akash menenangkan Randi.
Randi pun hanya bisa menyesali semua itu dan tidak bisa berbuat apa-apa. hingga akhirnya muncullah sebuah ide gila dari kepala Randi.
"Kash, kalau memang ini semua karena gua. gua akan mendonorkan satu ginjal gua untuk Ratih" ucap Randi sambil mengusap air matanya.
"Gak, Ran. Ratih gak mau organ dalam tubuhnya tidak murni miliknya. jika memang Ratih mau juga sudah ada pendonor cocok untuk Ratih yang siap memberikan ginjalnya. tapi sayangnya itu permintaan Ratih dan kami sudah berjanji akan mengabulkannya." ucap Akash.
"Terus apa yang harus gua lakukan??!! " bentak Randi yang mulai prustasi.
"Temui Ratih sekali saja" ucap Akash.
"Gua malu, Kash. gua juga sudah membuat Kak Nawan kecewa karena tidak bisa menjaga hati Ratih seperti janji gua saat itu" ucap Randi.
"Temui dulu Ratih, Ran. urusan di marahi itu urusan belakagan. sekarang, ayo ikut gua ke rumah sakit, Ratih sudah menunggu lu disana." ajak Akash.
"Baiklah, gua izin orang tua gua dulu" ucap Randi.
Akash dan Randi pun pergi dari akant Randi menuju ruang tengah, dimana Pak Pratama dan Bu Salma tengah asik duduk sambil meminum teh hijau kesukaan mereka.
"Maaf Ma, Pa, aku mau ke rumah sakit untuk membesuk Ratih ya." ucap Randi.
__ADS_1
"Iya sayang, hati-hati ya" ucap Bu Salma.
Randi dan Akash pun mengecup tangan Bu Salma dan Pak Pratama. namu, baru saja mereka melangkahkan kakinya, tiba-tiba Pak Pratama menghentikan langkah nya.
"Randi" ucap Pak Pratama.
"Iya, Appa. kenapa?" tanya Randi sambil menoleh dengan wajah malas nya.
"Bawa bucket buah ya, tadi Appa sengaja beli untuk Ratih" ucap Pak Pratama.
Randi pun tersenyum dan langsung memeluk Pak Pratama. lalu Pak Pratama pun menangis haru karena ini kali pertama Randi memeluknya.
Seperti yang kalian tau, Pak Pratama dan Randi selalu berseteru karena perbedaan pendapat bukan?. nah, inilah alasan kenapa Pak Pratama menangis haru ketika di peluk oleh Randi.
Pak Pratama pun mengelus punggung Randi sambil membisikkan sesuatu di telinga Randi.
"Silahkan kejar cintamu, Appa merestui hubungan kalian, Nak. lanjutkan masa depan mu sesuai keinginan mu. Appa yakin kamu akan bahagia dengan wanita pilihanmu." ucap Pak Pratama sambil melepas pelukannya.
"Makasih, Appa. tanpa restu Appa dan Amma, Randi bukanlah apa-apa." balas Randi dengan senyum tipisnya.
"Pergilah, temui cintamu" ucap Pak Pratama.
"Hati-hati sayang" sambung Bu Salma.
Randi pun pergi dengan bahagia, bahkan Akash yang menyaksikan moment itu pun ikut bahagia.
...❤C🥰G❤B😘H❤...
Sesampainya disana, terlihatlah Pak Purnama, Bu Sari, Omah, dan Opah yang menunggu sambil memakan beberapa camilan.
"Syukurlah, mereka nampak sudah mulai tenang dari sebelumnya" ucap Akash.
"Tapi, dimana Kak Nawan?" tanya Randi di sela-sela langkahnya.
"Dia selalu menemani Ratih dengan Rosa didalam ruangan, lu gak usah khawatir. semua akan baik-baik saja." jawab Akash.
Belum juga mereka tiba di depan ruangan Ratih, tiba-tiba Nawan keluar dan berteriak memanggil Dokter sehingga membuat heboh satu keluarga itu serta tim medis.
"Kash, itu kenapa Kash?" tanya Randi panik.
"Yasudah ayo kesana cepat" ajak Akash yang ikut panik juga.
Akash dan Randi pun berlari segila-gila nya, lalu tim medis yang sudah sampai bersamaan dengan Randi dan Akash pun mulai mendengarkan info Nawan.
"Tangan Ratih bergerak tadi, tolong di periksa Dok keadaannya" ucap Nawan dengan senangnya.
Dan tanpa basa-basi ba bi bube bo sakudut... Dokter pun langsung memeriksa keadaan Ratih dengan keseluruhan, dimana detak jantung Ratih mulai berangsur membaik. bahkan keadannya sudah ada kemajuan lebih baik di banding tempo hari.
__ADS_1
"Alhamdulillah, keadaan pasien semakin membaik. sudah lebih maju dari sebelumnya." ucap Dokter.
"Alhamdulillah" ucap keluarga Purnama bersamaan.
"Tapi kenapa masih belum siuman juga, Dok" tanya Nawan.
"Ehm.. kita berdoa saja ya, Tuan. Karena hanya Tuhan lah yang dapat menolong Pasien. kami sudah bekerja semaksimal mungkin, namun tetap saja semua kembali pada Tuhan" jawab Dokter.
"Terimakasih Dokter" ucap Nawan.
"Kalau begitu, saya permisi" ucap Dokter lalu pergi.
omah, Opah, Bu Sari dan Pak Purnama pun mengucap syukur pada Allah, bahkan Rosa meneteskan air mata. namun berbeda dengan Nawan yang terfokus pada Randi.
Nawan dengan tatapan dinginnya menatap Randi begitu pula dengan Randi. Ia tidak melihat ada air mata dimata Nawan melainkan sebuah tatapan kosong dan dinginlah yang ia lihat.
"Ada apa lu kesini?" tanya Nawan.
"Enggak Kak, gua cuma mau membesuk Ratih saja" jawab Randi.
"Silahkan temui dia, dia menanti lu terus sampai tidur lama begini gak bangun bangun ya cuma buat lu" ucap Nawan.
"Maksud Kakak apaan?, gua gak ngerti" tanya Randi.
"Ratih ingin menemui lu sedari ia pulang ke indonesia, tapi kenapa lu kecewakan Adik gua, Ran?. apa salah dia selama ini yang berjuang buat masa depan yang lebih cerah namun di rusak begitu saja rasa keyakinannya" ucap Nawan dengan dingin tanpa ekspresi.
Randi hanya bisa terdiam tak berani untuk menjawab. sampai akhirnya Akash memecahkan suasana gak enak itu.
"Sudah Nawan, sebaiknya lu tenangin diri lu dulu. biar gua dan Randi gantian menjaga Ratih ya" ucap Akash.
"Baiklah, gua titip dia ya. thanks Kash" balas Nawan lalu menghampiri Keluarganya.
Randi pun bersalaman pada Omah, Opah, Bu Sari dan Pak Purnama lalu meminta izin menengok Ratih bersama Akash.
Setelah di izinkan, Randi dan Akash pun masuk kedalam ruangan dimana Ratih tengah terbaring dengan berbagai macam alat medis yang menempel di tubuhnya, membuat Randi meneteskan air mata penuh penyesalan.
...❤C🥰G❤B😘H❤...
Maaf ya baru up sekarang🙏, kemarin Author banyak pikiran dan kerja juga sibuk sekali makannya baru bisa up.
Makasih ya buat para Authors maupun Readers yang telah mampir kesini dan setia menunggu next episode nya.❤
Maaf bila ada kesalahan dalam pengetikan ataupun kata-kata yang kurang memuaskan di episode kali ini ya❤🙏.
Baik saya tutup episode hari ini, jangan lupa like, koment, rate, vote/gift dan di fav love juga biar gak ketinggalan ya.,❤
see u next episode❤
__ADS_1