Cinta Gadis Broken Home

Cinta Gadis Broken Home
Terkejut dan penuh kejutan


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Bik siti dan imah yang sudah siap siaga didepan teras rumah pun segera mengambil koper dan membantu Nawan membukakan pintu mobil serta rumah agar memudahkan Nawan untuk masuk kedalam rumah.


"Terimakasih bik" ucap Nawan.


"Alhamdulilah Nona sudah ketemu Tuan" ucap Bik siti..


"Iya Bik, beliau juga tidak kenapa-napa semua nya baik." balas Nawan.


"Baiklah ayo Tuan segera kita antar Nona ke kamarnya, kasian Tuan pasti pegal" ucap Bik Imah.


"Iya Bik hehe" ucap Nawan sambil diselingi tawa kecilnya.


Nawan masuk kedalam sambil menggendong Ratih, tidak lama kemudian Tomi tiba bersama Trio semprul.


"Bibik.... buka pintunya bik.. aduh aduh ampun weh" teriak Julio yang tengah kesakitan.


"Lah itu Tuan Ju kenapa ya? " tanya Bik Siti.


"Iya nih kenapa ya, ayo kita check saja takut kenapa-napa juga kan" jawab Bik Imah.


"Bik... tolong bik haduh" teriak Julio.


Teriakkan Julio menggema membuat Bik Siti dan Imah segera lari membukakan pintu. setelah pintu terbuka ternyata..


"Aduh aduh" ringgis Julio.


Bik Siti dan Imah yang awalnya khawatir kini malah tertawa terbahak-bahak melihat Julio yang tengah dipukuli William.


"Oon lu, beg*!, ah motor gua lecet semua njir! " bentak William.


"Aduh ampun, iya nanti gua modif lagi motor lu udah dong.., aduh sakit bener dehh ini" keluh Julio.


"Udah Wil, jangan seperti anak kecil." ucap Tomi dengan dingin.


William pun memyudahi ritual memukul Julio, lalu pergi duluan kedalam rumah. sedangkan Julio masih memegangi tangannya yang sakit akibat pukulan William tadi.


"Sudah ah jangan lemah begitu, ayo kedalam kita istirahat" ajak Tomi.


"Iya Tom" ucap Julio.


Tomi dan Julio pun melangkah kedalam rumah, lalu disusul oleh Bik Imah dan Siti.


Disisi lain, Randi tengah berbaring ditemani Bu Salma yang setia menemani Randi saat terpuruk dan sedih.


"Amma, Ratih dan kak Nawan tidak seperti itu. mereka tidak seperti yang kalian pikirkan" ucap Randi dengan lemas.


"Amma percaya padamu sayang, kamu tidur lah yak. besok kan sekolah" ucap Bu Salma sambil mengelus rambut Randi.


"Iya ehm.." ucap Randi.


"Selamat malam sayang, jadilah anak baik dan jangan sombong dalam segi apapun ya nak, selamat tidur" ucap Bu Salma.

__ADS_1


"Selamat malam juga amma" ucap Randi.


Bu Salma pun pergi meninggalkan Randi dikamarnya, lalu Randi juga menutup matanya walau berat ia rasa karena pikirannya terus memikirkan Ratih.


...****************...


Pagi pun tiba..


Matahari mulai menyapa kala itu..


Menyinari bumi yang indah ini..


Menyambut pagi yang penuh seri..


Dengan lembaran baru yang cukup berarti..


_Penjaga Hati_


Pagi itu, Nawan sudah tampan lengkap mengenakan seragam sekolahnya, sedangkan Ratih baru saja membuka matanya lalu membulatkan matanya karena ia kaget sekaget kagetnya.


"Hah!, gua dimana?" teriak Ratih.


"Di rumah" ucap Nawan yang jelas, singkat dan padat.


"Lah kaka, kapan aku pindah kesini?, kan semalam aku masih dirumah Randi" tanya Ratih.


"Tidak usah banyk tanya dek, cepat habiskan sarapan lu terus bersihkan wajah lu" titah Nawan.


"Heleh.. ini tangan masih di infus kak, bagaimana gua mau makan dengan cepat" keluh Ratih.


"Lah.. kaka mau ngapain disini? " tanya Ratih.


Ratih bertanya dan terus bertanya, namun tidak ada respon dari Nawan. lalu saat Ratih hendak bicara lagi, Nawan segera menyuapinya dengan bubur.


"Uhuk uhukk" suara batuk Ratih.


"Minum nih" ucap Nawan sambil menyodrokan segelas air putih.


Ratih pun segera mengambilnya lalu meminumnya sampai habis, setelah itu ia menaruh gelas itu keatas nakas dengan sedikit membantingnya karena kesal.


"Haih.. ini mulut bukan wajan Kak!" bentak Ratih.


"Bawel banget si lu!, udah buka mulut lu terus habiskan buburnya!, banyak ngomong tau gak!" bentak Nawan tiba-tiba.


Ratih hanya terdiam, karena ia tau Nawan sedang banyak pikiran. jika Nawan sudah emosi tanpa dibuat emosi oleh Ratih, pasti Ia banyak pikiran. itulah yang ada dipikiran Ratih saat ini.


Setelah beberapa menit kemudian..


Ratih sudah menghabiskan makannya sendiri, lalu menaruh kembali mangkuk bubur keatas Nakas. setelah itu, Nawan beranjak untuk pergi kesekolah.


Namun, saat Nawan hendak melangkah. tangannya dihentikan oleh Ratih yang memegang erat tangan Nawan tersebut.

__ADS_1


"Kak" panggil Ratih dengan suara lemasnya.


"Kenapa dek? " sahur Nawan tanpa menoleh kearahnya.


"Kakak kenapa?, kaka marah ya sama Ratih karena gua bawel dan bikin kaka kesal pagi ini? " tanya Ratih sambil menundukkan kepalanya.


"Diamlah, kakak tidak marah kok sama Ratih. sudah jangan sedih seperti itu" ucap Nawan yang perlahan membalikan tubuhnya lalu memeluknya.


Nawan menarik tubuh Ratih dan memeluknya erat sambil mengelus punggung Ratih untuk memberi tahu kalau ia baik-baik saja dan tidak marah padanya.


Ratih hanya tersenyum kecil sambil membalas pelukan Nawan. setelah itu, Nawan melepas pelukannya dan mencium kening adik kesayayangannya itu tanda pamit akan berangkat sekolah.


"Kakak pergi dulu ya" ucap Nawan.


"Oke kak" balas Ratih.


Nawan pun pergi meninggalkan Ratih seorang diri karena diharuskan sekolah. walau hati Nawan masih sangat perih dan sakit melihat kejadian kemarin namun ia harus rela menyembunyikan kesedihan dan kecewanya dari Ratih.


"Gua tidak akan membiarkan lu sakit hati lagi dek, kita akan ketemu ayah bunda, setelah itu kita akan bersenang-senang untuk selamanya. InsyaAllah semua akan indah pada waktunya" ucap batin Nawan.


...****************...


Nawan berkumpul di meja makan bersama Tomi dan Trio semprul. lalu tidak lama kemudian., Rosa keluar dari kamar dan ikut bergabung.


Riko tersedak karena kaget melihat kehadiran Rosa yang tiba-tiba sudah ada didepannya, begitu pula dengan William dan Julio yang terbelalak melihat kecantikan Rosa. namun semua itu tidak berlaku untuk Tomi yang memang cuek akan semua hal kecuali keselamatan teman-temannya.


karena yang mereka tahu, Rosa tidak pernah berpenampilan Rapih. bahkan kerap terlihat seperti orang yang tidak mampu dengan baju kucel nya.


"Kalian tidak usah kaget gitu" ucap Nawan.


"Cantik bro" celetuk William.


"Iya njir, Rosa terlihat rapih dan anggun" sambung Julio.


"Hooh" balas Riko sambil mengangguk dan memandang wajah natural Rosa.


Rosa hanya tersipu malu mendengar pujian-pujian Riko, William dan Julio. namun, Nawan yang mulai memiliki rasa cemburu dihatinya pun hanya bisa menahan emosinya sambil membentak mereka.


"Habiskan makan kalian lalu kita berangkat! " ucap Nawan yang sedikit membentak.


"Eh iya.. iya. " ucap William sambil terbata-bata.


William, Riko dan Julio pun segera melanjutkan sarapannya, lalu disusul Oleh Rosa, Nawan dan Tomi.


Bersambung..


Kira-kira bagaimana ya kelanjutannya? hehe..


Kalau penasaran yuk jangan lupa tav favorite supaya tidak tertinggal kelanjutan dari cerita Cinta Gadis Broken Home hehe


Oh iya, aku minta maaf ya karena jarang banget up teratur dan rutin馃檹, karena aku masih tahap merevisi karyaku yang tidak lain cerita yang sedang kalian baca ini馃 "Cinta Gadis Broken Home".

__ADS_1


Tapi walau begitu, tetap doakan aku ya supaya cepat selesai revisinya dan bisa rutin lagi untuk melanjutkan ceritanya.馃檹


Tetap dukung aku ya dengan cara Like, Koment dan saran, Vote dan Rate.馃馃


__ADS_2