
Tidak lama kemudian, terdengar suara motor Randi di luar rumah Omah dan Opah. lalu Bik Imah pun membuka pintu untuk Randi dan mempersilahkan nya masuk ke dalam.
Setelah itu, Randi langsung meminta maaf kepada Omah dan Opah. lalu bertemu Nawan dan bicara sedikit dengan nya.
"Gua harus apa Kak?" tanya Randi.
"Jaga Ratih dan bicaralah dengan nya, lu tunangan nya dan dia pasti sangat terpuruk karena malu yang di tanggung nya. tolong yakinkan Ratih kalau dia tidak bersalah" jawab Nawan.
"Gua bisa melakukan itu Kak, karena itu sudah kewajiban gua. lalu bagaimana dengan bangk*i hidup itu Kak?" tanya Randi lagi.
"Lu tidak usah khawatir, Ratih adik gua dan gua juga gak akan membiarkan orang yang sudah membuat Ratih hancur itu bernafas dengan tenang sampai dia mati sekali pun" jawab Nawan.
Lalu Randi dan Nawan pun berpelukan sekejap dan saling menyemangati. setelah itu, Randi masuk ke dalam kamar Ratih, sedangkan Nawan pergi menuju markas penyekapan Adrew.
Kita fokus sebentar pada Randi sambil menunggu Nawan sampai ke markas penyekapan Andrew ya gaes.
Kini Randi tengah duduk di samping Ratih yang tengah tertidur, lalu dia mengecup dan mengelus rambut Ratih.
Hingga Ratih yang tengah tidur pun, segera membuka mata nya dan menatap Randi. lalu beranjak duduk dan menjauh dari Randi.
"Kamu jangan dekat-dekat aku Bee, aku ini kotor." ucap Ratih yang langsung meneteskan air mata.
"Tidak Bee, kamu tetaplah wanita yang selalu suci dimata ku sayang, kau malaikat ku dan gak mungkin kotor. kamu suci, kemarilah jangan menjauh dari ku." balas Randi.
"Enggak!!, kamu pergi!!, aku gak mau membuat kamu malu. please sudahi hubungan kita dan ini.." ucap Ratih terhenti lalu membuka cincin di jari manis nya.
"Aku kembalikan ini pada mu, aku tidak mau memakai nya. aku gak pantas hidup apalagi menikah dengan kamu. Ayah kamu pasti akan ternodai nama baik nya karena ku," sambung Ratih lalu menyodorkan cincin tunangan nya dengan Randi.
__ADS_1
"Tidak Bee, aku tidak akan meninggalkan kamu dalam keadaan appapun aku janji." ucap Randi.
"Pergi!!!" bentak Ratih lalu tidak sengaja tangan nya pun melempar keras cincin itu entah kemana.
Lalu Randi yang melihat hal itu pun segera mencari cincin itu. sedangkan Ratih yang ikut panik pun ikut mencari nya walau ia masih tidak kuat jongkok mencari.
Di sisi lain, kini Nawan sudah sampai di tempat Andrew di sekap. lalu tanpa basa-basi pun ia segera menghampiri Julio, William, Tomi dan Riko yang tengah memukuli Andrew. dan tak lupa pula ia bertemu dengan Paulus dan Henri yang ikut bergabung dengan Genk Elang.
"Rewel tidak tuh parasit?" tanya Nawan.
"Aman An, Ratih bagaimana?" balik tanya William.
"Dia stress Wil, bahkan menangis terus, dan ini semua karena dia!" teriak Nawan lalu memencet kedua pipi Andrew yang sudah berlumuran darah.
"Karena lu Adik gua jadi begini, dan lu pikir walau lu mafia lu gak bisa di tumbangi oleh raja jalanan?, hahaha lu salah besar, karena Mafia gak akan jadi Mafia jika tanpa preman seperti kami. paham lu!" teriak Nawan di depan wajah Andrew lalu menghempas wajah Andrew.
"Bilang Mafia tapi sampah semua haha" celetuk Riko.
"Iyah haha, gak berguna" sambung Tomi.
"Sudahlah, dari pada kalian mikirin parasit. mening kita makan dulu skuy mumpung bubur di depan buka." ajak Paulus.
"Makan aja lu cepet njir haha" ejek Julio.
"Hooh, otak aja lemod sudah seperti handphone penuh sim card" sambung ejek Henri.
"Fu*k you men" ucap Julio.
__ADS_1
Setelah itu canda tawa pun terus kumandang di bascampe penyekapan. sedangkan di kediaman Omah dan Opah, Randi dan Ratih masih mencari cincin yang hilang itu.
Namun Randi yang melihat Ratih kesakitan pun, segera menggendong nya dan menaruh nya di kasur lalu nenyelimuti nya.
Walau Ratih tidak mau dan engan, dia pun hanya memilih diam dan menerima perlakuan lembut Randi. lalu Randi pun mengecup kening Ratih dan menggenggam tangan Ratih.
"Bee, dengar aku ya sayang. aku akan menemani mu hingga maut memisah kan kita, aku tidak akan meninggalkan mu walau apapun yang terjadi nanti. i promise to you" ucap Randi.
Lalu Ratih yang awal nya malu bahkan kecewa dengan diri nya pun mulai kembali luluh dengan ucapan Randi. sedangkan Randi, ia terus berbincang untuk membuat Ratih percaya diri lagi walau Ratih hanya diam dan terus menatap Randi.
"Jadilah diri kamu sendiri ya sayang, aku sudah berjanji maka aku akan tepati. yasudah kita makan dulu ya, habis itu tidur" ajak Randi.
Lalu Randi pun turun dari lantai atas menuju dapur untuk menggambil sarapan Ratih yang sudah di siapkan oleh Bik Imah.
Namun saat pintu lift sudah terbuka dan Randi hendak masuk ke dalam lift tiba-tiba...
Bersambung..
Maaf ya gaes aku baru update sekarang, karena aku sibuk sekali minggu ini.
Hingga kemarin tanggal 08 desember adalah hari annive ku dengan Bee pun aku sempat lupa karena hanya fokus dengan target kerja ku.
Maaf sekali untuk all readers maupun autors setia karena sudah menunggu lama pasti kan. dan maaf juga ya bee aku sampai lupa mengucapkan.
Baik segitu saja episode kali ini yak, jangan lupa like koment and rate.
Vote or gift pula tak ape.
__ADS_1